Tuesday, January 17, 2012

Love love love…


Love love love…

Akhir-akhir ini banyak sekali film Indonesia yang mengaitkan soal cinta di dalamnya, seperti misalnya film Butterfly, Love is Cinta, Kawin Kontrak, Love, Radit dan Jani, Ayat-ayat Cinta, Otomatis Romantis, dsb. Ratusan film dibuat untuk mengutarakan kisah-kisah percintaan, ribuan lagu diciptakan untuk mengekspresikan bahasa kasih manusia, ratusan ribu puisi cinta dibuat untuk mengungkapkan perasaan manusia pada pasangannya dan jutaan kata diperkatakan pada pasangan untuk mengatakan cinta padanya.

Cinta atau kasih adalah suatu hal yang nggak pernah lekang dari kehidupan manusia walaupun kadang jadi kontradiksi. Misalnya karena kasih seorang pria rela berhujan-hujan, menerobos banjir di tengah malam, demi menjemput kekasihnya yang terjebak banjir sepulang dari kursus musik, sembari membawakan sebungkus nasi goreng yang masih hangat. Tapi bisa juga karena kasih seorang ayah sampe membunuh seseorang yang mencoba mengganggu anaknya. Kasih adalah hal yang kontradiktif. Kasih bisa menyembuhkan tapi juga bisa menghancurkan bahkan membinasakan.

Karena itu kita perlu belajar kasih dari Allah tritunggal yang rela turun ke dunia menjadi manusia dan menebus dosa umat-Nya, atas nama kasih. Karena kasih, Allah datang dan menolong umat-Nya yang tak berdaya karena dosa (Yohanes 3:16). Kasih inilah yang selalu harus kita pelajari. Kasih inilah yang harusnya jadi dasar atau motivasi kita dalam melakukan segala sesuatu. Bener nggak sih kita mengasihi pasangan kita karena kasih yang tulus dan bukan cuman karena menyukai fisiknya? Sebuah penelitian di Amerika mengatakan bahwa laki-laki tertarik pada perempuan secara fisik. Sedangkan perempuan lebih suka laki-laki yang mapan secara ekonomi.

Coba kita cek dulu motivasi kita dalam memilih pasangan. Caranya gampang, coba kamu cari apa yang paling kamu suka dari pasangan kamu dan bayangkan seandainya dia udah nggak gitu lagi kira-kira apa reaksi kamu. Misalnya kamu suka senyumnya yang manis, kalo seandainya dia nggak pernah tersenyum lagi, kamu masih mengasihinya nggak? Kamu suka dia karena dia cowok paling bertanggung jawab yang pernah kamu kenal. Kalo seandainya dia tiba-tiba jadi nggak bertanggung jawab, kamu masih mengasihinya nggak?

Kita harus belajar dari firman Tuhan mengenai esensi kasih itu sendiri. Coba lihat lagi I Korintus 13:4-8 Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran. Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu. Kasih tidak berkesudahan.

Kasih adalah sesuatu yang bisa kita ekspresikan pada sesama dan juga kekasih kita. Kasih itu bakalan mengubah sifat kita dari seorang yang selalu meminta menjadi pemberi. Kasih bakalan mengubah kita menjadi seseorang yang nggak mementingkan diri sendiri. Kasih bakalan membuat kita mampu melihat kebutuhan orang lain.

Apa yang bisa kita terapin dalam gaya berpacaran kita, mengenai kasih ini? Tentu saja ada:
1.        Selalu mengampuni pasangan kita, sama seperti Tuhan sudah mengampuni kita.
2.        Belajar mengerti pasangan kita, kelebihan dan kelemahannya. Belajar saling melengkapi satu sama lain.
3.        Menekan ‘aku’, mementingkan ‘kamu’ atau ‘kita’.
4.        Menghargai pasangan kamu, nggak menjelek-jelekkannya di depan orang lain, menghormati orangtua dan keluarganya, menghargai teman-temannya.
5.        Mendukungnya menggapai cita-citanya. Menyemangatinya waktu ngelewati masa-masa sukar. Ikut senang waktu ngelewati masa-masa senang.
6.        Tindakan itu bicara lebih keras daripada perkataan. Maksudnya jangan suka ngomong gombal en nggak dibarengi ama tindakan. Sering ngomong ‘I love you’ tapi kok sering nyakitin perasaan.
Dan masih banyak lagi…

Waktu kamu praktekkin kasih yang tanpa syarat ini, kamu mungkin akan ngerasa cape, nggak mampu, putus asa dll. Kamu perlu Tuhan Yesus buat menerapkan kasih ini. Kamu nggak bakalan berhasil kalo melakukannya dengan kekuatan kamu sendiri. Ingat kisah kasih nggak cuman ada di film saja tapi juga ada dalam diri setiap orang yang mau berusaha mendapatkannya. Dan tentu saja di dalam kasih Tuhan. Selamat memberi kasih dan dikasihi. (an)

1 comment:

  1. hmmm...... sip....sip...sip...
    thankz y bwt renungnx, ... GB.

    ReplyDelete

copyright majalah GFRESH! www.anakmudanet.blogspot.com