Tuesday, March 27, 2012

Jeffry S. Tjandra: SIAPA GERANGAN TULANG RUSUKKU?

Jeffry S. Tjandra

SIAPA GERANGAN TULANG RUSUKKU?

Pria kelahiran Jakarta, 4 Juni (tahun dirahasiakan, alasannya, “biarlah aku aja yang tau!”) ini adalah pria yang terbilang mapan dalam segala hal. Hamba Tuhan yang banyak menelorkan album rohani ini bernama komplit Jeffry Stefanus Tjandra. Yang banyak jadi pertanyaan orang, kok Jeffry S. Tjandra belum nikah? Atau memang belon punya pasangan yang cocok? Atau…?
“Kalo yang sekunder aja udah Tuhan berikan, dengan yang primer kenapa nggak? Inilah yang membuat saya sabar terus dalam penantian ini. Siapa dia…yang memegang tulang rusukku yang hilang itu? Siapa dia penolong dan pendorongku yang dari Tuhan. Saya yakin Tuhan pasti berikan. Yang pasti saya tetap berpengharapan.”
Ngikutin keseharian seorang Jeffry S. Tjandra merupakan pengalaman unik en seru. Mulai pulangnya dari pelayanan di Salatiga, saat teduh, bikin sarapan sendiri, nyiapin baju sendiri (namanya juga masih ‘sendiri’), lalu ikut pelayanannya di PD Plaza GRI. Nggak cuma itu, ‘profesi’ tambahannya sebagai Master of Ceremony (MC) juga sempat gF! abadikan waktu Jeffry mengatur wedding planner dengan salah satu pasangan muda yang mau nikah. Oya, belanja keperluan rumah juga dilakukan Jeffry sendiri. Sorenya gF! lari ke Tebet Praise Center, soalnya Jeffry harus khotbah. Kegiatan terakhir yang nggak kalah seru, dari Tebet gF! meluncur ke Karawaci, Tangerang. Jeffry ada jadwal siaran di Radio Heartline FM.
Hhmm…gF!ers pasti udah nggak sabar ingin kenal lebih dekat pria lajang satu ini. (liputan & foto: peter julio tarigan)

JEFFRY DAN TUHAN

Di tengah kesibukan pelayanan, kapan Anda punya waktu buat diri sendiri dengan Tuhan?
Pada saat teduh dan waktu melayani buat saya bukan merupakan suatu “kegiatan” pelayanan.  Jika saya menganggap pelayanan adalah kegiatan, maka ini akan menjadi suatu hal yang melelahkan saja dan kita nggak dapat apa-apa. Orang lain mendapat berkat, kita nggak. Tapi Tuhan itu kan Maha Adil, waktu kita melayani Dia, Tuhan juga melayani kita. Artinya waktu saya melayani Tuhan, Dia pun sedang isi saya. Memang saya juga sisihkan hari buat sendiri. Seperti Senin, Selasa, atau Rabu, saya akan sempatkan buat retpri (retreat pribadi). Artinya, sebisanya saya nggak ngambil kegiatan kecuali ada pengecualian yang memang nggak bisa dihindarkan.

Gimana dengan permintaan pelayanan yang terus berdatangan waktu Anda mau sendiri?
Pelayanan itu nggak ada habis-habisnya. Kalo kita terima semuanya, apa yang terjadi nantinya? Saya hanya bisa berdoa dan berharap, “Tuhan tolong dong sensorin dulu pelayanan yang datang kepada saya”. Ini yang menjadi doa saya setiap masalah seperti itu datang. Kalo memang panggilan pelayanan itu udah melalui doa saya dengan Tuhan, mau nggak mau saya harus terima. Saya yakin, ketika saya lemah Tuhan pasti kuatkan.

Seperti apa hubungan Anda dengan Tuhan?
Seringkali orang menganggap saat untuk bertemu dengan Tuhan itu harus diam, duduk, dan baca alkitab. Ya, memang bisa demikian, tapi untuk ketemu Tuhan itu nggak ada batas dan jadwalnya. Lagi ngapain aja, setiap detik mulai dari melek mata kita di pagi hari, siang, sore, dan malam hari, kita bisa intim dengan Tuhan. Nah, buat saya kapanpun saya dapat intim dengan Tuhan.  Entah waktu lagi ngeberesin kerjaan, saya minta hikmat dari Tuhan, atau kegiatan-kegiatan lainnya, selalu saya minta hadirat Tuhan di situ. Dimanapun saya berada. Benar-benar nggak ada batasan ruang dan waktu. Baca aja Mazmur 34 :1.


JEFFRY DAN MUSIK

Bisa ceritain sedikit tentang musik ?
Saya sama sekali nggak ngerti musik secara formal, nggak ngerti chord, nggak punya tehnik nyanyi, nggak olah vokal, pokoknya nggak punya pengetahuan dasar tentang musik. Semua cuma kasih karunia. Ditambah lagi saya hobi minum es dan makanan berlemak. Pokoknya sebagai penyanyi itu nggak layak. Jadi kalo bisa seperti sekarang, semua karena kasih karunia Tuhan. Saya hanya mengandalkan Tuhan.

Kenapa kata-kata Anda sebagai songleader atau dalam kaset cukup puitis…
Ini memang khas pelayanan saya. Punya ciri tersendiri, yaitu banyak berkata-kata. Beberapa orang pernah kasih tau agar saya mengurangi kata-kata pada waktu naik mimbar. Tapi saya hanya mengambil kesimpulan begini, apakah saya lebih takut kepada perkataan manusia atau Tuhan. Karena saya tahu apa yang sedang ada dalam diri saya. Dan sekali lagi, ini adalah kasih karunia! Bahwa apa yang udah Tuhan taruh pada diri saya, dapat berkata-kata merupakan yang  dapat membuat saya lebih mengalir lagi, baik itu pada waktu naik mimbar ataupun dalam membuat lirik lagu dalam musik saya. Itulah saya. Jeffry Stevanus Tjandra. Bukan orang lain, saya ya Jeffry.
           
Warna musik anda sendiri itu gimana sih ?
Setiap orang punya karakter tersendiri. Dan saya ini digolongkan dalam depth worship. Kesimpulan ini muncul karena dari semua pendengar musik saya mereka meresponi langsung pada saat setelah selesainya saya melayani ataupun dari e-mail yang masuk setiap hari. Sepertinya saya sudah diblok. Karena orang-orang yang ngedengerin musik saya umumnya memakainya untuk saat teduh. Lalu saya pikir kan nggak cocok kalo saya sisipkan musik yang berirama cepat di saat orang sedang depth dalam menyembah.
Dan kalo mau lebih detail lagi, dengerin aja semua album saya, yang dari pertama sampai yang ketujuh. Pasti  ketemu dan dapat nyimpulin sendiri.

Ada kerinduan yang belum tercapai dalam musik ?
Saya adalah orang punya latar belakang dari gereja mainstream. Saya sekarang sudah dapat menemukan dan menikmati arti dan kuasa didalam pujian dan penyembahan. Kerinduan saya adalah membuat album pujian dan penyembahan dari kidung jemaat. Agar dapat menjadi berkat lebih lagi buat setiap denominasi gereja. Karena urusan praise and worship itu bukan urusan salah satu denominasi gereja aja. Semua itu adalah kewajiban setiap umat Tuhan. Di gereja manapun dia. Nggak pandang denominasi gereja.
Saya rindu dapat dipakai lebih oleh Tuhan untuk ini, dapat merubah pandangan lama dan membuat atmosfir baru buat setiap denominasi gereja. Ini merupakan kerinduan dan rencana saya.
Tetapi secara umum dalam hidup saya apa yang terpikirkan dan udah matang banyak yang nggak terjadi. Dan malah apa yang nggak terpikirkan oleh saya malah terjadi beneran. Sungguh saya benar mengaminkan Firman Tuhan yang berkata, apa yang tidak dipikirkan ini yang akan diberikan Tuhan. Ini benar-benar tergenapi oleh hidup saya dan sungguh saya alami. Sebagai contoh tahun ini saja, saya nggak pernah kepikiran untuk ngeluarin album baru. Baru punya rencana tahun depan. Tetapi, malah saya membuat  dua album atau twin pack sekaligus di dalam satu bulan. Sungguh suatu di luar alam pikiran manusia.

Album Anda sepertinya laku keras ya?
Kesuksesan suatu album  rohani  sebenarnya tidak tergantung kepada kuantitas berapa terjualnya, tetapi suatu album rohani dapat dikatakan sukses adalah orang yang mendengarnya mendapatkan berkat dari album tersebut. Artinya kualitas daripada album tersebut dapat memberkati. Lebih luas lagi, apakah jiwa-jiwa setelah mendengar album kita orang tersebut, diubahkan hidupnya atau nggak. Dipulihkan kan nggak mereka? Ini menjadi tanggung jawab sang penyanyi. Memang secara kuantiti penting, artinya kalo banyak terjual sama dengan banyak jiwa terberkati oleh musik kita. Tetapi yang paling penting adalah kualitas daripada musik yang kita tawarkan.

JEFFRY DAN PASANGAN HIDUP

Gimana dengan ‘kesendirian’ Anda sekarang ?
Secara umum orang bilang hidup ini harus punya target. Kalo nanti umur segini nggak nikah  bisa-bisa nanti anak saya gimana ya  atau apa lagilah yang lain tentang apa yang ada di depan kita. Saya nggak pernah kepikiran akan masa depan saya. Sepuluh tahun lagi, dua puluh tahun lagi atau jangan-jangan sebelum itu Tuhan udah panggil saya atau Tuhan Yesus udah datang yang kedua kalinya, untuk angkat kita semua yang percaya. Saya percaya hari esok saya adalah benar-benar di tangan Tuhan. Dan setiap hari ini yang Tuhan kasih, sebaik-baiknya dan sebijaksananya saya pakai untuk menyenangkan hatinya Tuhan.
Prinsip saya begini, kalo di dalam perkara-perkara sekunder di hidup saya saja, Tuhan sudah memberikan sangat dari cukup. Malah lebih daripada apa yang saya pikirkan. Kalo dalam hal sekunder ini saja sudah taruh yang luar biasa buat saya, masak yang primernya ini Tuhan nggak kasih. 
Saya pikir, ini teramat nggak mungkin Tuhan berikan. Dan saya harus lebih lagi bersabar dan berpengharapan lebih lagi dalam masa-masa penantian. Saya yakin  sungguh sangat teramat yakin,  dan penuh suka cita dalam hari-hari penantian ini.
Dan saya bisa melewati hari-hari dengan kesendirian ini, hanya karena saya  bersandar dan benar-benar bergantung penuh kepada Tuhan. Artinya, Tuhan mau buat apa aja terhadap kehidupan saya, saya pasrah aja. Tetapi pasti, itu sungguh adalah rancangan yang damai sejahtera. Nggak mungkin nggak. Dia sungguh ajaib dalam hidup saya. Sampe saya sudah pernah pada titik tertentu, dan berkata “apa yang udah Tuhan berikan ini,  adalah sungguh sangat luar biasa “.

Pernah jatuh cinta ?
Pernah dong.., dulu saya pernah dekat dengan seseorang. Kami berbeda gereja. Saya dianjurkan oleh dia untuk pindah ke gerejanya. Agar bisa sama-sama satu tempat ibadah. Tetapi saya beri tahu begini, memang saya tidak akan selamanya ada di gereja ini tapi kalo sekarang dia suruh saya untuk pindah gereja cuma untuk dia, saya bilang, nggak bisa. Karena masih banyak hal yang Tuhan inginkan saya kerjakan terhadap gereja lokal saya pada waktu itu. Tempat yang Tuhan taruh sekarang ini. Dan akhirnya kita putus hanya karena alasan yang orang anggap sangat sepele, dan alasannya yang dibuat-buat aja.
Pada waktu itu cuma satu masalah, belum waktunya Tuhan ijinkan saya keluar dari gereja lokal saya, Karena Tuhan masih pakai saya di gereja saya. Dan didalam hidup saya, saya selalu bilang begini ama Tuhan, “Tuhan paksakan kehendak dan rencana Tuhan untuk terjadi sempurna dalam hidup saya”. Dilain pihak  Tuhan kan nggak pernah memaksa. Tuhan kasi kebebasan penuh dalam kehidupan kita ini meski Dia hanya mengingatkan dan menawarkan,
Dan saking ekstremnya saya,  saya benar-benar meminta hadirat dan hikmat Tuhan untuk datang kepada saya dipaksakan. Saya mau nggak setengah-tengah. 100 persen hikmat Tuhan ada dalam diri saya!
Matius 6 : 33, sudah benar tergenapi dengan hidup saya. Bahwa kalo Tuhan itu janji, Dia pasti akan genapi janjiNya. Bahwa ketika saya lebih mendahulukan Kerajaan Allah, Tuhan berikan dan tambahkan segala-galanya dalam kehidupan saya. Dan Tuhan berkati berlimpah-limpah semua melalui pelayanan dan usaha yang saya kerjakan. Saya mempunyai perusahaan sendiri, kantor dengan gedung sendiri, ini adalah perbuatan ajaib Tuhan. Saya adalah berasal dari keluarga yang benar-benar nggak mampu, saya benar-benar mulai semuanya dari nol. Dan Tuhan liat ini. Karena di masa karir saya nanjak saya lebih mengutamakan pelayanan saya dan bukan pekerjaan saya.

Punya kriteria nggak sih untuk pasangan hidup ?
Yang pasti adalah dia orang yang sangat mengerti tentang pelayanan yang saya lakukan. Dan berharap bertemu dengan seorang yang penolong. Dalam arti dia benar menolong dan mendorong saya dalam pelayanan dan kerjaan dikehidupan saya. Dan nggak berharap jangan gara-gara pasangan saya, kualitas  pelayanan saya berkurang. Kalo kuantitas memang bisa berkurang karena kalo saya nantinya berkeluarga, waktu untuk keluarga kan juga harus ada.

JEFFRY DAN PRIBADINYA
Anda ini perfeksionis nggak sih ?
Saya rasa sikap ini hampir dimiliki setiap orang. Selalu orang menginginkan yang terbaik. Dan standard terbaik dan kesempurnaan ini yang gimana ? Ini kan banyak penafsiran makanya ada istilah bagai pungguk merindukan bulan,  Nah, standar yang saya pakai hanya yang berkenan dan menyenangkan di hadapan Tuhan, itu aja.

Anda ini kan udah populer, gimana caranya supaya tetap bisa rendah hati ?
Saya nggak ngerasa populer tetapi itu memang nggak bisa dihindari. Saya ini adalah orang yang nggak ada apa-apanya. Makanya saya bilang saya ini adalah orang yang menerima keajaiban dari Tuhan. Pernah suatu kali salah seorang pendeta ngomong kepada saya, “Jef, ada orang yang ngomong begini, itu tu si Jeffry itu  bisa jadi begitu sekarang, karena semata-mata Tuhan sayang dia . . . nggak lebih daripada itu “ lalu saya berpikiran wow . . . benar demikian adanya . . .  saya hanya bilang ama pak pendeta itu, “Pak pendeta, tolong kalo ketemu lagi ama orang yang menilai saya itu, bilangin terima kasih saya sebesar-besarnya buat dia, karena pernyataan dia begitu dahsyat dan besar buat hidup saya . . . .
Artinya ketika orang itu menyimpulkan saya sangat disayang oleh Tuhan, wow itu jauh sangat bernilai dari segala hal didalam hidup saya. Dibanding saya disanjung nggak jelas juntrungannya.

Gimana caranya anda untuk selalu datang on time ?
Nah, Jakarta itu raja macet cet ! Biang-biang macet menyebar dimana-mana. Nah, saya kalo mau pelayanan selalu berusaha untuk melewati daerah rawan macet. Misalnya kalo saya ada pelayanan di UPH, Karawaci jam tujuh maka saya akan ada disekitar-sekitar lokasi pelayanan itu jam lima-an. Berarti saya berangkat dari rumah sekitar jam empat-an.
Artinya saya akan nyimpan sekian waktu dan kelihatan waktunya terbuang  disekitar daerah pelayanan tersebut. Dibanding saya harus datang telat dan ngelewatin daerah-dearah macet. Ini harga yang saya harus bayar. Artinya yang semestinya waktu tersebut dapat saya gunakan buat tidur-tiduran atau ngerjain yang lain, tetapi saya harus jalan duluan. ( gF! juga ngalamin bener bersama Jeffry dimana pelayanan di Tebet Praise Center jam 7, dia udah ada disekitar Tebet jam lima-an... wow! Keren nggak?! gF!ers mau tiru nggak?, Biar nggak pada telat mulu! On time, oi !)

Sekarang ini berkat yang anda terima sangat berlimpah apakah masih ada kerinduan yang lain lagi ?
Kecendrungan manusia adalah tidak pernah puas. Tetapi kalo kita pikir kesemua itu tujuannya itu apa. Jujur saya akui apa yang udah Tuhan berikan udah lebih daripada cukup. Tinggal saya menikmati. Nah, untuk menikmati ini harus musti punya karunia. Karunia menikmati. Banyak orang yang punya segala-galanya tetapi nggak bisa menikmati.
Dan saya sangat bersyukur, Tuhan udah berikan berkatnya yang berlimpah dan dia kasi juga karunia menikmati buat saya. Makanya sungguh saya menikmati dengan ucapan syukur dengan apa yang Tuhan telah berikan buat saya sampai saat ini. (pt)


Copyright majalah GFRESH! www.anakmudanet.blogspot.com

No comments:

Post a Comment

copyright majalah GFRESH! www.anakmudanet.blogspot.com