Tuesday, March 20, 2012

SI KEMBAR JOHN DAN MICHAEL

SI KEMBAR JOHN DAN MICHAEL

Di bagian utara kota York, hidup sepasang suami istri bernama Tom dan Lisa. Beberapa tahun setelah mereka menikah, mereka dikaruniai 2 bayi kembar identik. Satu diberi nama John, dan satu lagi Michael. Wajah mereka sangat mirip, sampai-sampai Tom, sang ayah pun, terkadang salah memanggil nama mereka.
Seiring berjalannya waktu, John dan Michael berpisah kota, karena John ingin hidup di kota besar. Sementara Mike tumbuh jadi anak yang takut akan Tuhan, John hidup bergaul dengan kehidupan malam kota yang tidak mengenal kasih Tuhan. Sampai pada umur 35 tahun, Michael yang sudah menjadi penginjil yang cinta Tuhan, mendengar kabar mengejutkan tentang John. Dia ditangkap polisi karena kedapatan membunuh seorang kakek tua dan divonis hakim dengan hukuman tembak sampai mati.
Mengetahui kabar tentang John, Michael bergegas naik kereta api ke kota di mana John dipenjara. Sesampainya di sana, Mike langsung menemui John, yang besoknya harus sudah dieksekusi. Mereka saling berpelukan dan John menangis meraung-raung di bahu Michael seperti anak kecil.
Melihat keadaan John yang putus asa, hati Michael menjadi sangat iba. Michael mulai memberitakan tentang Yesus yang rela mati buat semua manusia. Setelah mendengar berita injil dari Michael, John menangis sekali lagi dan mau mengikuti doa Michael yang menuntun John untuk terima Tuhan Yesus sebagai juruselamat pribadi dan bertobat dari semua hal-hal kotor dan jahat yang selama ini dia lakukan.
Di akhir pertemuan yang cukup lama, kurang lebih 45 menit tersebut, Michael bertanya, “Maukah kamu menggantikan aku?”
John yang matanya merah karena menangis, terkejut dan balik bertanya, “Apa maksudmu?”
“Maksudku, biarlah kita berganti pakaian. Aku memakai baju penjaramu, dan kamu, pakailah baju pendetaku”, jawab Michael.
“Tidak!! Jangan!! Aku tidak mau!!!” jawab John dengan suara bergetar.
Tapi Michael tidak memperdulikan kata-kata John. Perlahan tapi pasti, dibukanya baju pendeta kebanggaannya dan dipaksanya John bertukar pakaian dengan dia.
“Aku sudah merasakan kasih Yesus yang begitu besar selama hidupku sampai sekarang. Dan aku mau kamu juga merasakan kasih yang sama” bisik Michael di telinga John yang tangisnya makin menjadi.
Singkat cerita, jam 4 subuh keesokan paginya, eksekusi dilaksanakan. Di luar tembok penjara, John berlutut dan menangis mendengar suara tembakan yang seharusnya ditujukan untuk dia. Sejak saat itulah, John berubah drastis. Dia mengabdikan seluruh sisa hidupnya untuk meneruskan tugas Michael memberitakan injil dan kasih Tuhan Yesus untuk banyak orang.
           
Berapa banyak di antara kita yang berlaku seperti John, lari dari Tuhan cuma gara-gara pingin menikmati “hidup”. Tapi kasih Yesus begitu besar. Dia rela melakukan apa saja bahkan mati di atas kayu salib, dihina, diludahi, berdarah dan kesakitan hanya supaya kita beroleh hidup yang semestinya.
“Tuhan, aku manusia berdosa, dan upah dosa adalah maut. Aku sadar Tuhan, apa yang selama ini aku lakukan menyakiti hatimu. Oleh sebab itu, hari ini juga, aku mau bertobat, dan aku terima Engkau Yesus jadi juruselamat pribadiku. Masuklah dalam hatiku, dan jadilah Raja dalam hidupku. Terima kasih Tuhan Yesus buat kasihMu yang besar dan ajaib itu. Amin!”
Yohanes 3:16, “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan AnakNya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.”


Copyright majalah GFRESH! www.anakmudanet.blogspot.com

No comments:

Post a Comment

copyright majalah GFRESH! www.anakmudanet.blogspot.com