Wednesday, March 7, 2012

Hampa

Hampa

Detik-detik menjelang pergantian tahun sudah sangat terasa. Tinggal 10 detik lagi… 9… 8… 7… 6… 5… 4… 3… 2… 1… dan …HAPPY NEW YEAR!!!!!!!!!!!!

Kurasakan gegap gempita di sekelilingku. Semua orang berpelukan, tertawa bahagia, dan saling mengucapkan kata-kata selamat tahun baru. Tapi yang kurasakan hanyalah kehampaan. Kucoba menikmati keadaan sekeliling, kucoba merasakan kebahagiaan yang mereka semua rasakan. Tapi ku tak dapat merasakan semuanya itu. Kurapatkan jaketku, mencoba mengusir dinginnya terpaan angin dan kosongnya hatiku. Kulangkahkan kakiku menyusuri jalan-jalan ramai. Aku memutuskan untuk menyepi dan mencari tempat untuk menyendiri.

Kutemukan emperan toko yang sepi. Kuhempaskan tubuhku di atas trotoar jalan. Ku tak tahu mengapa tiba-tiba tak dapat kurasakan bahagia itu. Aku mencoba untuk merenungi kehidupanku setahun kemarin. Ahhhhhhh, desahku. Ku coba mengusir rasa sesak di dada. Tiba-tiba seperti sebuah putaran film yang terbayang di depan mataku, yang tak dapat kuhindari. Kulihat awal mula hidupku, ku lihat mama berjuang mengeluarkan tubuh mungilku. Lalu ku lihat babak kehidupanku yang baru, saat pertama kali ku masuk sekolah. Ughhhh, betapa nakalnya diriku. Beberapa teman telah kubuat menangis karena kupukul. Lalu kulihat diriku saat masuk sekolah dasar. Aku mulai mengenal kata “bohong” untuk melindungi kepentinganku. Lalu aku masuk usia pra remaja, aku melihat diriku merasa senang atas penderitaan orang lain. Saat ada teman yang tidak kusukai, aku jelek-jelekan dia, kubuat dia menangis dan aku pun merasa puas. Lalu aku masuk SMA, ku terbawa arus pergaulan yang buruk. Kulihat kelakuanku dan aku menjadi malu atasnya. Perkataanku tak ada yang bisa membawa berkat buat orang lain. Lalu kulihat aku masuk perguruan tinggi, aku mulai jatuh cinta pada temanku. Akhirnya kami pacaran. Aku melihat diriku yang menjalani kehidupan penuh kemunafikan. Saat aku di rumah, aku menjadi anak mama yang baik, patuh, dan nggak macem-macem. Tapi aku lalu melihat dimana tidak ada satu selubung pun yang menutupi kehidupanku. Saat aku jatuh dalam dosa perzinahan, dimana aku kehilangan virginitasku. Lalu aku terjerumus dalam kehidupan malam dan dunia obat-obat terlarang….

Semua yang kulihat membuatku muak, malu, menyesal, dan……. 1001 perasaan lain yang berbaur menjadi satu. Aku merasa diriku kotor dan tidak lagi berharga. Aku sampah. Aku tidak berguna. Aku lelah menjalani hidupku.

Oh Tuhan…….aku butuh seseorang, jeritku dalam hati. Tiba-tiba kurasakan seseorang memelukku dengan penuh kehangatan. Penuh kasih sayang. Ia membelaiku dan meletakkan kepalaku di dada-Nya seperti sosok seorang ayah yang melindungi. Oh Tuhan… aku rindu sosok seorang ayah yang hangat seperti ini. Aku pun menangis tersedu-sedu di dada-Nya. Aku mengakui semua kesalahanku di hadapan-Nya, tidak terkecuali.

Tiba-tiba kudengar suara-Nya yang hangat dan penuh belas kasih berkata padaku dengan lembut, ”Anak-Ku, AKU tahu engkau seutuhnya. Bahkan AKU yang menenunmu semenjak kau dalam kandungan ibumu. AKU tahu semua masa lalumu dan AKU tetap mengasihimu.”

Aku tersungkur dan kuakui semua kesalahanku pada-Nya. Betapa aku menginginkan hidupku berjalan tenang.

Kawan… aku pernah merasakan apa yang mungkin saat ini kaurasakan. Tapi ketahuilah satu hal yang pasti, bahwa IA yang mengasihiku, IA juga mengasihimu. Dialah Yesus. Rasakan hidup yang baru bersamaNya dan kau tak pernah akan menyesalinya. Aku menjamin itu…

Satu hal yang perlu kau lakukan adalah buka hatimu dan ikuti doa ini…

“Bapa, saya mengakui saya orang berdosa. Dan upah dosa adalah maut. Bapa, saya ingin hidup saya dibaharui. Masuklah dalam hatiku dan jadilah raja dalam hidupku. Aku menyerahkan kehidupanku dalam tanganmu, Bapa. Terima kasih Tuhan. Amin.”



Copyright majalah GFRESH! www.anakmudanet.blogspot.com

No comments:

Post a Comment

copyright majalah GFRESH! www.anakmudanet.blogspot.com