Friday, March 9, 2012

MELAYANI SAUDARA KITA di JALANAN.


MELAYANI SAUDARA KITA di JALANAN.

Sejak krismon terjadi di negara kita, jumlah anak-anak jalanan meningkat sangat drastis, terutama kerasa banget di perempatan-perempatan jalan di kota-kota besar. Makin banyak aja saudara kita yang terpaksa harus hidup di jalanan buat mencari sesuap nasi bagi keluarga mereka. Kerasnya hidup yang harus mereka hadapi mungkin lebih daripada apa yang kita kebanyakan harus hadapi, belum lagi banyak dari mereka yang sudah tidak memiliki keluarga yang jelas. Ada beberapa dari teman kita yang mendapat beban dari Tuhan dan memutuskan untuk menjawab panggilan Tuhan itu, untuk melayani saudara kita yang harus hidup di jalanan itu. Mereka melayani dengan berbagai cara dan bentuk, ada yang melayani dengan membentuk yayasan tertentu, ada juga yang melayani secara perorangan maupun kelompok yang tidak terlalu terorganisir, yang penting bagi mereka adalah membagi kasih bagi orang-orang yang dianggap tidak seberuntung kebanyakan orang ini. Dari merekalah kita belajar seperti apa masyarakat yang harus tinggal di jalanan ini, dan bagaimana cara mereka melayani.

Hidup di jalanan berarti harus siap untuk menghadapi ancaman setiap saat, karena ternyata di antara mereka sendiri terdapat persaingan yang membuat mereka sering harus saling menjatuhkan satu sama lain. Tanpa terasa mereka terbentuk menjadi suatu ‘generasi tanpa ayah’ yang kepahitan, yang mengalami banyak penderitaan dan kekecewaan, mereka dipaksa untuk menjadi dewasa sebelum waktunya karena kerasnya hidup yang mereka alami. Mereka menjadi sekelompok masyarakat yang tertutup dan sulit didekati karena mereka tidak percaya bahwa ada orang yang dapat mengasihi mereka dengan tulus, hal ini membuat mereka semakin tersisih dari kehidupan masyarakat pada umumnya.

Teman-teman kita memutuskan untuk melayani anak-anak jalanan adalah karena kasih, ada juga yang tergerak karena setiap hari melihat begitu banyak orang yang hidup dalam kekurangan di hampir setiap stopan di kota-kota besar. Mereka ingin membagikan sedikit dari kasih dan berkat yang sudah mereka terima, mereka ingin melihat keselamatan dan pemulihan dari Tuhan dicurahkan juga di jalanan. Beberapa dari mereka mengatakan bahwa tadinya mereka seringkali gampang mengeluh, gampang kecewa karena masalah yang mereka hadapi, tapi sejak mereka melihat kehidupan masyarakat jalanan ini dengan segala masalahnya, mereka jadi makin gampang untuk ngucap syukur atas kebaikan Tuhan. Sementara kegiatan pelayanan mereka bermacam-macam, dari mulai menjalin hubungan, membagikan nasi bungkus, mengajarkan keterampilan, ada juga yang melayani dengan membentuk persekutuan khusus bagi anak jalanan, dan masih banyak lagi. 

Kebanyakan anak yang ada di jalanan sudah nggak sekolah lagi karena masalah biaya. Sementara sebagian kecil ada yang masih bisa sekolah, tapi setiap pulang sekolah mereka harus ngamen sampe malem buat bantu ortu mereka. Kalo ngamen sebagian hasilnya harus mereka setor ke ‘pelindung’ mereka yang biasanya menguasai area tertentu, dan kalo setoran mereka kurang... wah! mereka bisa digebukin, kasian ya? ‘Pelindung-pelindung’ ini juga yang sering nggak seneng kalo ngeliat anak buahnya dilayanin sama hamba-hamba Tuhan, mereka takut penghasilan mereka terganggu.

Selain itu kesulitan yang dihadapi untuk melayani mereka adalah waktu dan tempat untuk menemui mereka, karena harus ngejar setoran maka waktu mereka terbatas. Begitu banyaknya masalah dan ketidakadilan yang mereka alami membuat mereka jadi sulit untuk didekati, mereka selalu melihat orang lain dengan curiga, karena belum pernah ada orang yang mau mengasihi mereka apa adanya dengan tulus. Hal-hal ini menimbulkan adanya batas-batas psikologis yang menghalangi pendekatan yang bisa kita lakukan, karena itu untuk melayani mereka dasarnya harus benar-benar kasih. Tanpa kasih kita nggak mungkin sabar buat melayani mereka, apalagi kalo kita buru-buru pengen ngeliat hasilnya, wah.. bisa frustasi lho.

Gimana sih bisa mulai melayani mereka? Berikut ini adalah saran dari Imelda, seorang anak muda yang terbeban buat melayani anak jalanan: ‘Untuk bisa mendekati mereka tentunya penampilan kita harus bisa bersahaja walau nggak usah dibuat-buat, jangan terlalu cepat menuntut mereka untuk berubah, jangan banyak janji ntar kita susah sendiri, jangan juga terlalu banyak nanya seperti interogasi, yang penting bangun hubungan dan tabur kebaikan. Tapi hati-hati, kebanyakan dari mereka mentalnya udah kebentuk buat minta-minta, karena itu jangan sampe kita terjebak dalam kasih yang nggak ngedidik’.
Kalo menurut Pdt.Frengky Utana yang paling penting adalah kasih. ‘Jangan terlalu mengejar hasil tertentu, karena kalau kita menetapkan hasil tertentu, lalu ternyata banyak kesulitan yang kita hadapi, maka kita akan menjadi kecewa dan putus asa. Tapi kalau dasar pelayanan kita adalah kasih, walau seakan-akan belum ada hasilnya kita akan tetap bersemangat untuk melayani mereka’.

Iin Wenas dalam VCD yang dikeluarkan oleh yayasan yang mereka dirikan mengatakan bahwa Tuhan mengasihi anak-anak jalanan, sekali pun banyak orang mengaggap mereka sebagai sampah masyarakat. Karena itu kita juga perlu untuk melayani mereka supaya kasih Tuhan bisa mereka terima’.

‘Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudaraKu yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.’MAT 25:40
Ada yang terbeban buat mereka?(And)



Copyright majalah GFRESH! www.anakmudanet.blogspot.com

No comments:

Post a Comment

copyright majalah GFRESH! www.anakmudanet.blogspot.com