Tuesday, May 22, 2012

JALAN 2 MIL Oleh: Pdt. Philip Mantofa, Bre.

JALAN 2 MIL
Buat apa sih kita sekolah? Buat apa sih kita harus kerja atau mengerjakan semua tanggung jawab dalam hidup ini? Pertanyaan semacam ini selalu terlontar. Siapapun kita, dan apapun yang kita lakukan sekarang, pastikan kita nggak melakukannya cuma lantaran sekedar kewajiban. Jika kita melakukannya dengan benar, maka hidup kitapun akan benar karena apa yang kita lakukan merupakan bagian yang nggak bisa terpisahkan dari hidup kita, termasuk pekerjaan dan studi kita.

Oleh: Pdt. Philip Mantofa, Bre.

Matius 5:41 berkata, “Dan siapa pun yang memaksa engkau berjalan sejauh satu mil, berjalanlah bersama dia sejauh dua mil”. Ada tiga point penting yang perlu kita perhatikan dari ayat ini.

1. “Memaksa engkau”
Siapakah yang ‘memaksa’ kita berjalan 1 mil di ayat tersebut? Saya mendapat pengertian mengenai 'panggilan hidup' dalam ayat ini, bahwa yang 'memaksa' kita bukan manusia, bukan pula si Iblis karena Tuhan nggak mungkin menyuruh kita berjalan bersama iblis. Tapi Roh Kudus-lah yang digambarkan ‘memaksa’ kita buat melakukan studi atau perkerjaan kita. Itu adalah mengenai panggilan hidup kita.

Nah, karena Roh Kudus yang meminta kita melakukan semua tanggung jawab kita, kita nggak boleh merasa terpaksa melakukannya. Studi atau tanggung jawab apa pun nggak boleh menjadi paksaan dan siksaan dalam hidup kita. Banyak dari kita yang secara tubuh ada di sekolah, di kampus, atau mungkin di tempat kerja(buat yang udah kerja), tetapi hati kita di tempat lain. Sekalipun mungkin hati kita ada pada pelayanan di gereja, hal ini tetap salah karena pelayanan di gereja punya perannya sendiri dalam hidup kita. Studi, pekerjaan ataupun pelayanan di gereja semuanya adalah sama-sama pelayanan pada Tuhan, tapi dalam fungsi dan bentuk yang berbeda. Kalo kita gagal menerima pewahyuan ini, berkat Tuhan nggak bisa mengalir. Tapi, bukan berarti kita harus gila kerja atau gila studi atau gila pelayanan di gereja, karena Tuhan menghendaki kita tetap berjalan tanpa harus jatuh ke kanan maupun ke kiri.
                               
Seringkali kita ngerasa stres dengan kewajiban-kewajiban kita. Tuhan nggak pernah memberi pekerjaan yang lebih besar daripada apa yang kita dapat tanggung. Pekerjaan yang besar pasti Dia sertai dengan kasih karunia yang besar. Stres timbul dari rasa takut dan kuatir kita yang nggak realistis. Belajarlah buat bersukacita dalam pekerjaan atau studi kita. Tuhan yang memanggil kita untuk melakukannya dan kita harus percaya bahwa Dia turut campur dalam apa yang kita kerjakan.

2. “Berjalanlah bersama dia”
Libatkan Roh Kudus dalam sekolah dan semua tanggung jawab kita yang lain. Cara untuk berjalan bersama Roh Kudus dimulai dari gimana kita memulai hari kita. Sediain waktu dengan cara bangun lebih pagi untuk berdoa dan membaca firman Tuhan. Sekalipun mungkin kita nggak dengar apa-apa, roh kita tenang dekat Dia dan ada damai sejahtera. Kalo kita memulai hari dengan terburu-buru tanpa menyerahkan roh kita kepada Roh Kudus, apapun yang kita lakukan hari itu nggak bakalan efektif dan kita bakal lebih mudah terserang stres, setiap tantangan  dan masalah yang ada terlihat besar dan kita seperti belalang karena kita nggak pake kacamata-nya Tuhan. Bersama dengan Roh Kudus, setiap masalah selalu ada dalam kapasitas kita untuk diselesaikan, sehingga kita bisa berkata “... kesusahan sehari cukuplah untuk sehari” (Matius 6:34).

3. “Dua mil”
Ayat di atas nggak berhenti hanya sampai di mil pertama. Ada mil kedua yang juga merupakan bagian kita. Kita nggak boleh hanya bersukacita di mil ke-1 karena kedua mil ini bukanlah pilihan, melainkan janji Tuhan dan kita perlu untuk claim janjiNya. Mil ke-2 adalah membagi kasih Tuhan di sekolah, di tempat kita kerja atau dimana pun kita berada. Entah itu mengasihi, memberkati, jadi tempat curhat, jadi jawaban, bersaksi, ngajak ikut retreat atau sekedar kasih brosur tentang sebuah KKR, yang penting adalah mengasihi mereka yang terhilang atau yang mundur dan mengajak untuk kembali sama Tuhan. Nggak cukup bagi kita untuk hanya minta disertai Tuhan dalam kewajiban kita, tapi sampai menjadi teladan, bangkit dan bersinar terang disana. Hidup kita harus berdampak dan menjadi sebuah kesaksian terbuka bagi orang yang belum mengenal Tuhan. Sampaikanlah sukacita kita kepada mereka sehingga hidup mereka berubah secara kekal karena mereka mengenal kita. Inilah panggilan injil kita.

Berjalanlah dalam mil ke-1 dengan sukacita. Namun jangan berhenti disana. Prioritas kita adalah Kerajaan Surga. Oleh karena itu, kita harus teruskan sampai mil ke-2. Jangan tunggu sampai kita sempurna di mil ke-1 baru mau bergerak ke mil ke-2. Minta penyertaan Tuhan dan tanya kepada Tuhan kapan waktu yang tepat untuk bergerak kesana. Tanpa kita sadari, iman kita mulai dibawa Tuhan ke level yang lebih lagi karena kita berani bergerak sampai ke mil ke-2.


Pdt. Philip Mantofa, Bre. adalah wakil gembala sidang Sinode Gereja Mawar Sharon, Surabaya. Dengan istrinya  Irene Saphira, ia mempunyai 3 anak: Vanessa, Jeremy dan Warren.


3 comments:

  1. menanggapi poin
    (1) "Memaksa engkau".
    ada pernyataan " bahwa yang 'memaksa' kita bukan manusia, bukan pula si Iblis karena Tuhan nggak mungkin menyuruh kita berjalan bersama iblis. Tapi Roh Kudus-lah yang digambarkan ‘memaksa’ kita...."
    di bilang yang memaksa adl Roh Kudus padahal dalam ayatnya di tulis " Dan siapapun yang memaksa...". ditulis SIAPAPUN. jadi sapa saja yang memaksa dunk bukan hanya Roh Kudus saja yang memaksa...!! BENARKAH?

    Emmm, mungkin anda menjawab ya ROhkudus bs memakai orang2 untuk memaksa kita. trus pertanyaannya bagaimana kita tau itu yang memaksa adalah Roh Kudus??

    dan mungkin lg anda akan menjawab ya makanya sering berdoa n membaca Alkitab supaya lbh peka..!! kmd pertanyaan lagi bagaimana saya bisa membedakan itu suara hati atau ROh kudus?

    dan mungkin dengan sering bergaul kita akan bisa membedakan suaranya... brarti ini kan membutuhkan banyak experience dan membutuhkan waktu. kmndian bagaimana dengan saya ornag yang baru?

    ReplyDelete
  2. "Siapapun" = bkn hny RK. Setuju, dan itu ttp siapapun.
    Tp yg menjadi penekanan, kata Yesus "berjalanlah".
    Jd tidk prduli yg perintah"manusia iblis", Y: berjalanlah.
    Berjalanlah = lakukan 2x lipat / lebih.
    Beri pipi kiri, jln 2 mil, kasihi musuh, beri jubah...dst
    Jd bkn skedar teori, tp praktik bahkan pengorbanan
    Hingga Xtus nyata via kita.
    Semoga bermanfaat.
    Shallom.

    ReplyDelete
  3. "Siapapun" = bkn hny RK. Setuju, dan itu ttp siapapun.
    Tp yg menjadi penekanan, kata Yesus "berjalanlah".
    Jd tidk prduli yg perintah"manusia iblis", Y: berjalanlah.
    Berjalanlah = lakukan 2x lipat / lebih.
    Beri pipi kiri, jln 2 mil, kasihi musuh, beri jubah...dst
    Jd bkn skedar teori, tp praktik bahkan pengorbanan
    Hingga Xtus nyata via kita.
    Semoga bermanfaat.
    Shallom.

    ReplyDelete

copyright majalah GFRESH! www.anakmudanet.blogspot.com