Monday, May 14, 2012

Aku Benci Saudaraku!


Salah satu tema utama yang paling kentara di seluruh isi Perjanjian Lama (bahkan sedikit berpengaruh ke Perjanjian Baru) adalah tema persengketaan antara kakak beradik. Dari dulu sampai sekarang keliatannya selalu aja ada biang perselisihan yang muncul, meskipun antar saudara kandung. (CS)

Aku Benci Saudaraku!

Kira-kira kenapa sih sebabnya? Kata beberapa ahli psikologi, orang tualah penyebabnya. Biasanya orang tua udah ngebentuk anak-anaknya dari waktu masih sangat kecil buat mengisi peran-peran tertentu dalam keluarga. Yang paling umum adalah, anak pertama biasanya dibesarkan supaya jadi anak yang penuh tanggung jawab, yang bakal membawa ‘nama baik’ keluarga, yang bakal jadi anak pintar di sekolah, dan yang harus jadi sukses kalo udah dewasa nanti. Orang tua pengen ngerasa bangga dengan anak pertama mereka.

Makanya, biasanya anak-anak sulunglah yang jadi presiden, pemimpin perusahaan, atau yang punya prestasi pendidikan paling cemerlang. Dalam dunia modern, kita lihat Isaac Newton, Albert Einstein, Julius Caesar, dan Winston Churchill (PM Inggris yang paling ulung sepanjang sejarah) adalah anak-anak sulung yang merajai dunia mereka masing-masing.

Di sisi lain, karena anak sulung mendapatkan tanggung jawab dan diberi kesempatan lebih supaya punya otoritas, anak kedua (atau adik-adiknya) biasanya jadi orang-orang yang tumbuh untuk melawan otoritas. Sebut saja Nicholas Copernicus atau Charles Darwin yang masing-masing pernah menggoncangkan dunia secara intelektual di jamannya karena punya pendapat yang berbeda dan radikal.

Anak-anak sulung biasanya tumbuh jadi orang yang serius dan selalu diharapkan buat mengejar sesuatu. Sementara anak kedua, atau adik-adiknya, mendapatkan peran yang lebih nyantai dalam keluarga. Anak kedua yang nilai rapotnya nggak sebagus anak pertama, mungkin nggak akan terlalu dimarahi ama orang tuanya.

Nggak percaya? Baca aja kisah anak yang hilang di Alkitab. Apakah anak yang memberontak itu anak sulung? Nggak! Justru anak sulungnya bekerja dengan sangat baik dan selalu mematuhi orang tuanya. Justru adiknyalah yang minta bagian warisannya segera diberikan padanya buat dipakai berfoya-foya.

Banyak cerita lain, terutama dari Perjanjian Lama, yang menarik buat disimak soal perselisihan saudara kandung ini. Yuk, kita lihat satu-satu secara kronologis!

Kain – Habel (Kejadian 4)
Penyebab: Tuhan lebih memilih persembahan Habel, bukan Kain.
Kisah Kakak: Kain sudah bekerja keras menggarap tanah, tapi persembahannya tidak diindahkan Tuhan.
Kisah Adik: Habel memberikan korban hewan bakaran yang disukai oleh Tuhan.
Hasil: Pembunuhan pertama.

Ismail – Ishak (Kejadian 15-21)
Penyebab: Bapak beristri dua!
Kisah Kakak: Ismail lahir dari Hagar, yang bukan istri sah dari Abraham.
Kisah Adik: Ishak lahir kemudian, dan ibunya Sara meminta supaya Hagar dan anaknya diasingkan.
Hasil: Munculnya bangsa Arab.

Esau – Yakub (Kejadian 25-27)
Penyebab: Persekongkolan ibu-anak menipu ayah yang buta.
Kisah Kakak: Suka mengembara dan berburu. Bosan dengan hak kesulungannya, sehingga ingin menjualnya. Akhirnya menyesal.
Kisah Adik: Mengelabui bapaknya, Ishak yang buta, supaya memberkatinya sebagai anak sulung.
Hasil: Permusuhan sengit bertahun-tahun. Esau menjadi bapak bangsa Edom, Yakub bapak bangsa Israel.

Lea – Rahel (Kejadian 29-30)
Penyebab: Punya suami berpoligami yang lebih sayang ke satu istri.
Kisah Kakak: Lea dikawinkan papanya, Laban, dengan Yakub yang sebenarnya cinta pada Rahel.
Kisah Adik: Bersaing sengit dengan kakaknya dalam hal melahirkan anak (iri karena anak Lea lebih banyak) dan memenangkan cinta Yakub.
Hasil: Delapan anak laki-laki! (Lea 6, Rahel 2.) Yehuda, anak Lea, adalah leluhur Yesus.

Yusuf dan Kakak-kakaknya (Kejadian 37-45)
Penyebab: Rasa sayang Yakub yang terlalu berlebihan pada Yusuf.
Kisah Kakak: Banyak, dan berkomplot menjual Yusuf sebagai budak, saking kesalnya.
Kisah Adik: Nggak tahu apa-apa, tiba-tiba dijebloskan dalam penderitaan di Mesir.
Hasil: Yusuf jadi pemimpin besar di Mesir yang memaafkan dan menerima kembali saudara-saudaranya.

Adonia – Salomo (1 Raja-raja 1-2)
Penyebab: Perebutan takhta panas Kerajaan Israel.
Kisah Kakak: Adonia, yang adalah anak tertua Daud, setelah Absalom mati, pengen jadi raja waktu ayahnya sudah uzur. Tapi dukungan dari pihak kerajaan lemah.
Kisah Adik: Salomo lebih disukai oleh Daud dan dukungannya juga kuat.
Hasil: Salomo jadi raja; Adonia dipancung atas perintah Salomo.


Copyright majalah GFRESH! www.anakmudanet.blogspot.com

No comments:

Post a Comment

copyright majalah GFRESH! www.anakmudanet.blogspot.com