Friday, May 18, 2012

WILLIAM BLAKE: Seniman Narsis yang Dianggap Gila


WILLIAM BLAKE:
Seniman Narsis yang Dianggap Gila

Gak banyak orang yang kagum sama William Blake waktu dia masih hidup. Yang ada dia dianggap seniman narsis, en gila.

Tapi setengah abad sejak kematiannya, orang baru kagum sama dia. Buat dunia Kekristenan, William Blake juga kasih kontribusi besar, terutama soal ide-idenya tentang Tuhan.

William Blake, lahir taun 1757, sebagai anak ketiga dari seorang pembuat kaus kaki di London. Dari kecil sampe tua, dia emang tinggal di London. William gak pernah ikutan sekolah formal, tapi dia bisa baca tulis. Yang hebatnya dari kecil bacaannya itu karya-karya sastra. Begitu remaja dia mulai suka nulis en melukis.

Dari hobinya ini dia bisa masuk Royal Academy, salah satu sekolah seni paling bergengsi di Inggris. Tapi dia gak lulus karena gak setuju sama konsep keindahan yang diajarin disana.

Sebagai orang Kristen yang taat, karya William banyak terpengaruh sama Alkitab. Malah William punya pandangan yang baru tentang kekristenan (untuk zaman itu).

Contohnya:
·         Gereja gak boleh meredam keinginan alami yang ada dalam diri manusia, atau membenci kesenangan duniawi.

·         Manusia akan masuk surga bukan karena telah menghilangkan keinginan mereka, tapi dewasa dalam pengertian sehingga tahu mana yang benar dan yang salah.

·         Orang Kristen gak perlu menghilangkan nafsu mereka. Mereka cuma perlu bijak dalam bertindak.

Dari sejak muda, William ngaku sering dapat penglihatan en mimpi dari Tuhan. Dari sinilah dia dapat banyak inspirasi buat karya-karyanya yang terkenal kayak:

·         Ancient of Days. Lukisan tentang Allah sebagai seorang kakek berambut dan berjanggut panjang. Diambil dari Daniel 7.

·         The Body of Abel Found by Adam and Eve. Lukisan tentang Kain yang baru aja membunuh Habel. Ekspresi muka Kain begitu nyata di lukisan ini.

·         The Great Red Dragon Paintings. Lukisan tentang penglihatan Yohanes di Wahyu 12. 

Lukisan-lukisannya ini bukan cuma dikagumi sama orang Kristen doang tapi juga sama orang-orang yang bukan Kristen. 

William emang tukang bikin kontroversi seumur hidupnya, tapi dia itu orang yang baik. Dia menikah dengan Catherine Boucher, yang gak bisa baca tulis. Dengan sabar dia ajarin istrinya baca tulis sampe bisa.

William emang gak pernah berhenti berkarya. Malah waktu dia meninggal taun 1827, dia lagi menyelesaikan lukisan terakhirnya (yang gak pernah selesai). Karya terakhir William yang masih kita bisa nikmati adalah lukisan potret istrinya menyanyikan banyak himne. [CS]


Copyright majalah GFRESH! www.anakmudanet.blogspot.com

No comments:

Post a Comment

copyright majalah GFRESH! www.anakmudanet.blogspot.com