Thursday, May 24, 2012

BIAR NGGAK BETE!!


                                                                               BIAR NGGAK BETE!!


Kringggg (weker ayam jago GF! meraung-raung memecah kesunyian di pagi buta nan senyap)
GF!: Whoaaam (nguap sambil meregangkan tangan kaya kucing baru bangun)

GF! : Hahhh udah pagi lagi nih, cepet banget perasaan baru aja merem udah disuruh melek lagi. Hari apa ini? Yaiks.. hari Senin, ihhh hari yang paling aku nggak suka, jalanan paling macet hari Senin, nunggu angkot pasti lamaaaa en rebutan sama orang. Mana hujan lagi di luar, mana becek nggak ada oujek. Hah??  Oh my God, udah jam 7, hiks mana mata pelajaran Pak Surono lagi, hiksss, hari Senen emang hari menjijaykan.

God: Hey Son, Good morning!!

GF!: Eh God, upss, sorry aku buru-buru nich, nggak sempet lagi sate, boro-boro sate, mandi aja udah nggak sempet lagi. Ntar ntar aja yach, God pliss jalanan jangan macet, trus kirimin aku angkot yang nyaman, oh iya God berhentiin ujan nich ribet banget, mana sepatu baru kemarin dicuci, masa udah diajak becek-becek.

GF!: (sambil melongok ke jendela) Waduh kok didoain malah tambah deres nih ujan.

Keesokan paginya

GF!: Tadi malem kok mimpiku sedih-sedih banget ya, mimpi mama sakit parah trus dipanggil Tuhan hiks.. Aduh di mimpi itu aku nangis meraung-raung sambil meluk mama. Aku kok jadi kangen banget sama mama, jadi kepengen pulang kampung aja nih, hiks hiks.. nasib anak kost.

GF!: (sambil melirik jam weker ayam jagonya) Tuh kan baru jam 4 subuh, pantesan kepalaku senut senut gini, haacihhh (GF! bersin-bersin) aduh hidungku meler, kepalaku kok gatel-gatel, yaiks… aku berketombe! Mana ketek gatal-gatal. Tuhan sembuhin aku dong.

God: Son, apakah kita bisa bercakap-cakap pagi ini?

GF!: God, mungkin pagi ini bukan saat yang tepat untuk aku berdoa, karena belakang ini hidupku berantakan banget.

God: Son, seandainya engkau mau memberi waktu terbaikmu untuk kita bersama-sama

GF!: God, rasanya aku nggak kepengen berdoa pagi ini, karena begitu aku bangun aku langsung punya pikiran-pikiran buruk, aku juga langsung memikirkan kegiatan-kegiatanku yang padat sepanjang hari. Kalo bangun pagi udah bete bisa kebawa sampe malem, dan jadinya hidupku rasanya berantakan sepanjang hari. Bawaannya males berdoa, males baca alkitab, apalagi menyembah Tuhan. Entar-entar aja yach God, kalo hatiku lagi enak.

God: Son, Aku rindu, rindu dengan nyanyianmu, rindu saat kau bersenandung memuji Aku saat di kamar mandi, rindu kau ikut memuji dengan CD player di kamar ini.

GF!: God, emangnya waktu-waktu seperti itu penting bagi-Mu?

God: Setiap saat Aku rindu pada-Mu, Son. Setiap pagi Aku menunggu, Aku rindu mencurahkan kasih-Ku, Aku selalu datang padamu dengan kasih yang baru setiap pagi (Ratapan 3:22-23). Son, selain Aku, ada oknum yang juga ingin mencuri perhatianmu dari-Ku. Sadarkah kamu setiap pagi iblis mencoba dengan segala cara untuk merebut pikiran anak-anak-Ku. Begitu bangun iblis ingin kamu berpikir hal-hal yang buruk, yang tidak menyenangkan, membuatmu enggan dan malas untuk memuji dan berbicara pada-Ku.
God : Yang lebih parah lagi, iblis buat kamu berpikir ini hari yang buruk. Dia ingin mencuri damai dan sukacitamu dengan membuatmu merasa bete atau sedih begitu kamu bangun pagi. Kamu nggak sadar iblis sedang mencuri sukacitamu, imanmu, kepercayaanmu pada-Ku. Padahal setiap pagi adalah kesempatan yang baru untuk memulai harimu dengan benar.

GF!: God, sepertinya aku udah kecolongan berkali-kali yach.

God: Belum terlambat, Son. Aku ingin kamu tahu kebenaran ini Ibrani 13:15
“Sebab itu, marilah kita. Oleh Dia, senantiasa mempersembahkan korban syukur kepada Allah, yaitu ucapan bibir yang memuliakan nama-Nya.

God: Aku ingin anak-anak-Ku memulai hari dengan ucapan syukur, Aku tidak suka mendengar anak-Ku bersungut-sungut dan berkeluh kesah. Itu menandakan mereka tidak percaya pada-Ku sepenuhnya.

God: Aku tidak pernah lupa bagaimana dulu Musa, hambaku, setiap pagi selalu membangun mezbah dan membakar korban bakaran bagi-Ku itu seperti dupa yang harum di hadapan-Ku. Lalu dia berdoa dan membaca kitab perjanjian di depan bangsa pilihan-Ku dan berkata “segala firman Tuhan akan kami lakukan dan akan kami dengarkan (Keluaran 4:1-7). Hati-Ku begitu senang dibuatnya.

GF!: God, aku juga ingin membuat hati-Mu senang. God, apa yang membuat hati-Mu senang?

God: Sekarang ini kau tidak perlu lagi membakar korban binatang dan menyiramkan darahnya di atas mezbah seperti Musa. Kamu hidup di masa dimana Aku tidak lagi membutuhkan korban yang mati, kamulah persembahan yang hidup itu, Son (Roma 12:1-2). Aku ingin kamu tahu, Aku suka dipuji, ditinggikan, disembah dan dimuliakan. Bawalah korban pujian dan syukur di hadapan-Ku tiap pagi, Son. Apapun keadaamu, ucapkanlah syukur, percayalah padaKu.

GF!: God, ampuni aku, pastilah kemarin Kau mencium bau yang tidak sedap dari mulutku karena aku selalu bersungut-sungut dan beteee terus.

God: Aku mengasihimu, Son (dengan mimik muka yang tulus dan lembut)

GF!: God, ini seluruh hidupku aku mau jadi persembahan yang hidup bagimu, mumpung masih jam 6 pagi, belum terlambat untuk memulai pagi ini bersama-Mu.

God: …(tersenyum)

-megi-



Copyright majalah GFRESH! www.anakmudanet.blogspot.com

No comments:

Post a Comment

copyright majalah GFRESH! www.anakmudanet.blogspot.com