Thursday, January 12, 2012

DUA PERTANYAAN ‘PENTING’


DUA PERTANYAAN ‘PENTING’

Dalam hidup ini, sadar atau nggak, seenggaknya ada 2 pertanyaan yang biasanya dianggap ‘penting’ buat kita-kita lho, yaitu: (1) “Apa sih yang kamu punya?” dan (2) “Apa sih yang orang lain bilang tentang kita?”. Nah, coba GF!ers pikirin, bener nggak kalo kita tuh cenderung peduli sama 2 pertanyaan di atas?? Crew GF! di kantor juga lagi pada belajar soal ini… (erl, sam)

Coba kita tilik sama-sama nih, kalo misalnya aja kita mau keluar rumah atau shopping, atau pergi ke pesta atau ke suatu tempat, berapa banyak dari kita yang suka terdiam terpaku beberapa waktu lamanya di depan lemari baju, truz mulai milih-milih baju yang mau dipake? Kalo kita nggak peduli sama apa kata orang tentang penampilan kita, kita bisa kan cuek-cuek aja?! Itu sebenernya salah satu contoh sederhana kalo pertanyaan, “Apa ya kata orang tentang gue?” seringkali jadi hal ‘penting’ buat kita. Gitu juga ama pertanyaan pertama soal apa yang kita punya atau nggak punya.

Cuman nih, sebenernya kita justru harus bisa ‘menang’ lho atas 2 pertanyaan itu. Kenapa? Karena kalo nggak bisa menang atas 2 pertanyaan itu, hidup kita bakal jadi mumet deh, plus kita juga jadi susah nikmati hidup yang udah Tuhan kasih dengan segala hal yang dipercayain ke kita. Kita bakal berusaha untuk bisa ngejawab pertanyaan tentang apa sih yang kita punya dan kita juga bakal berusaha begitu rupa supaya kita selalu terlihat baik di mata orang (supaya diomongin yang baik-baik aja).

Apa berarti 2 pertanyaan itu sama sekali nggak penting? Pertanyaan itu penting sejauh kita bisa meresponinya dengan tepat dan wajar. Nggak salah kalo kita memang mau denger opini orang tentang kita, selama itu emang bisa bikin kita jadi pribadi yang lebih baik dan berdampak positif (ini bicara tentang masukan dari orang lain yang bisa buat evaluasi kita pribadi), bukan malah bikin kita jadi penjilat, misalnya, atau jadi munafik, berpura-pura, de-es-be. Nggak salah juga kalo kita berusaha buat ‘mempunyai’ atau meraih ‘sesuatu’, tapi kalo sampe kita kejebak ‘harus’ punya sesuatu baru ngerasa hidup ini ‘oke’ dan ‘aman’, itu yang bikin hidup kita jadi susah. Kalo nggak punya HP terbaru, kayaknya nggak oke; kalo nggak punya mobil keren, kayaknya nggak pede, de-es-be… Waduh, hidup jadi pusing kan??!!  

Ilustrasinya gini nih. Suatu kali ada seseorang, sebut aja si Billy, beli kapal pesiar pribadi yang gede banget. Nggak lama, dia dikasih tau kalo Amerika bakal dilanda badai. Si Billy ini kan langsung mikirin gimana caranya supaya kapalnya bisa diselamatin. Jadi dia beli rantai banyak banget, terus kapal itu diikat rantai dan rantainya diikatkan ke pohon, ke gedung, ke dermaga, ke rumah, ke pagar, pokoknya ke banyak hal (biar gampang, coba bayangin seekor lalat ada di jaring laba-laba). Setelah dia buat begitu, datang seorang nelayan yang ngelihat apa yang udah dibuat ama si Billy. Si nelayan cuman tertawa ngeliat perbuatan Billy. Kenapa? Sederhana aja jawabannya: karena semua yang udah dilakuin si Billy itu nggak bakal berguna waktu badai datang melanda. Karena rumah, dermaga, pagar, pohon, dsb, kan bakal ikut hancur dan tercabut pada saat badai datang! Jadi kalo si Billy berpikir kalo dengan mengikatkan kapalnya itu ke berbagai hal bakal bisa bikin kapal itu aman di tengah badai, dia salah!! Jadi, gimana dong sebaiknya? Kalo emang mau nyelametin kapalnya, Billy harusnya pergi ke lautan yang paling dalam, dan turunin jangkarnya ke tempat yang terdalam juga. Karena semakin dalam, artinya akan semakin stabil juga waktu badai datang menghantam.  

Gitu juga dengan hidup kita. Kalo kita menaruh rasa ‘aman’ kita pada 2 pertanyaan di atas, itu bukan tindakan yang tepat. Yang paling penting buat kita sebetulnya bukan gimana kita bisa ngasih jawaban atas 2 pertanyaan tadi ke orang-orang di sekitar kita, TAPI gimana kita menyadari kalo Tuhan itu begitu mengasihi kita. Kita harus bisa menang atas perkara ini, sehingga mau orang bilang apa pun tentang kita, selama kita sadar kita dikasihi oleh Tuhan, dan kita hidup di dalam Dia, maka kita nggak bakal mudah digoncang atau down gara-gara pandangan orang tentang kita atau gara-gara ‘badai’ apapun yang mungkin menerpa kita.

Nah, ini bicara soal fondasi hidup, semakin kita sadar akan kasih-Nya yang gede buat kita, semakin kita juga nggak bakal terlalu memperdulikan jawaban atas 2 pertanyaan tadi yang mungkin sering dilontarkan orang-orang di sekitar kita. Selama kita sadar Tuhan mengasihi kita dan kita juga senantiasa memberikan yang terbaik buat Dia, sebenernya kita ‘aman’.

So, kalo kita mau menang dalam perkara ini, jawabannya kembali ke seberapa kuat kita ngebangun hidup kita di atas kebenaran Tuhan, GF!ers, bukan atas opini atau pandangan orang tentang kita. Karena yang terpenting bukan berapa gede atau berapa kecil ‘badai’ yang datang, tapi seberapa kuat fondasi hidup kita. Dan fondasinya itu nggak lain adalah kesadaran akan kebenaran bahwa Dia mengasihi GF! dan GF!ers... dan juga penyerahan diri kita yang seutuhnya pada Dia... Jadi, mau orang tanya sambil bernada meremehkan, misalnya, “Loe punya apa sih?” Kita akan bisa tetep tenang dan nggak jadi ‘terguncang’.

Kalo pun kita nggak punya apa yang dipunyai orang itu, kita tahu kita punya Yesus yang lebih berharga dari semua yang ada. Kalo kita diomongin orang yang nggak baik dan emang kita belum jadi orang yang sempurna, tapi kita sadar kita sedang terus belajar untuk jadi pribadi yang lebih baik, kita juga bakal tetep bisa enjoy dengan hidup kita. Kalo orang nolak kita karena sesuatu hal, padahal kita udah coba ngelakuin yang terbaik, kita juga nggak bakal gampang down karena sadar kalo Yesus nggak menolak kita. Kalo GF!ers udah belajar yang terbaik, nilainya dapat 7, sedangkan teman GF!ers yang belajar bareng malah dapat angka lebih tinggi, itu pun nggak bakal bikin GF!ers bersusah hati. Toh, itu yang terbaik yang bisa GF!ers raih.

Yang terpenting adalah kita udah ngelakuin yang terbaik apa yang jadi bagian kita, dan Tuhan yang mengasihi kita juga tahu tentang hal itu. Kalo orang lain ke sekolah bisa pake mobil dan nyetir sendiri, GF!ers belum punya, itu nggak bakal bikin GF!ers jadi tertunduk dan ngerasa minder. Kenapa? Kalo emang Tuhan belum percayain mobil, ya nggak apa-apa karena Tuhan yang paling tahu yang terbaik buat kita. Lagian, harga diri kita juga nggak terletak di ‘punya dan nggak punya’ sesuatu. Perkara orang lain mau bilang apa tentang kita?? Well…. yang jauh lebih penting kan opini Tuhan tentang kita, betul nggak??!! ^.^

Jadi, yuk kita sama-sama terus sadari kalo kita tuh berharga bukan karena apa opini orang tentang apa yang kita punyai atau nggak… atau apa pendapat orang tentang kita... melainkan kita berharga karena ada Seorang Pribadi yang begitu mengasihi kita. Dan bagian kita adalah melakukan yang terbaik dalam segala sesuatu seturut yang ditulis di dalam Firman-Nya. Tetep semangat yah!! (**)

No comments:

Post a Comment

copyright majalah GFRESH! www.anakmudanet.blogspot.com