Friday, April 13, 2012

Tips Padang Gurun


GF! suka dapet surat gF!er yang ngeluh soal hidupnya yang jauh dari Tuhan, bosan hidup, gak bisa rasain hadirat Tuhan, hambar, and so on. Mau jujur? Semua orang Kristen pernah ngalamin hal beginian. Bahkan nabi besar kayak Elia pernah mau mati, karena merasa sendirian. Tau gak, kadang Tuhan ijinkan supaya kita ngerti kalo hubungan kita sama Tuhan itu gak tergantung sama usaha dan kekuatan kita, tapi karna kasih karuniaNya. Gak berarti kita gak perlu saat teduh, gak perlu ke gereja, dll. Kadang-kadang keadaan rohani yang “baik-baik saja” malah membuat kita sombong dan tanpa sadar kita udah jauh dari Tuhan. Tapi di tengah-tengah “padang gurun”, kita akan benar-benar butuh Tuhan. Tapi banyak kita malah merasa Tuhan marah dan merasa gak layak cari Tuhan. STOP! Waktu kamu ngalamin masa-masa kering, jangan lari dari Tuhan. Mendingan kita rendahkan hati, nangis di hadapan Tuhan, berharap akan kasihNya, ketimbang kita menjauh, marah-marah, atau tawar hati. Di tengah kekeringan itulah justru Tuhan panggil kita untuk datang mendekat dan membuat kita lebih menghargai kasih dan karuniaNya.

Berjalanlah dengan iman! Jangan ngandelin perasaan. Jangan pedulikan saat daging kita menjerit-jerit meminta suatu rasa, entah itu dingin atau panas, tetaplah berkominikasi sama Tuhan. Percayalah, DIA tetap di sisi kita mesi perasaan bilang sebaliknya.

Tips Padang Gurun :
1. Perbesar kapasitas imanmu, tekun berbuat baik sesuai Firman Tuhan, gak jadi batu sandungan, bantu mereka yang miskin, cacat, hidup menderita, dll. Jangan mengasihani diri sendiri atau bersungut-sungut dalam hati (2 Petrus 1:5-8).
2. Banyak orang terlalu “rajin” ikut persekutuan, denger kaset kotbah, baca kesaksian, tapi gak pernah dilakuin. Padahal makanan rohani itu kudu dicerna bukan ditabung bo! Firman itu gaya hidup kita, bukan baju kita. Bukan berarti gak boleh “kebanyakan” Firman, bahkan lebih baik kalau kita gemar sama Firman Tuhan. Asalkan, kita jadi pelaku, bukan pendengar. Dijamin deh hidup kita gak bakal kering.
3. Jangan gampang terpengaruh sama keadaan. Jaga hadirat Tuhan dengan berbagai macam cara, setel kaset lahu rohani atau baca getFresh! (hehehe). Pokok ngotot deh!
4. Kalo mulai ngerasa hambar, ingat-ingatlah  kebaikan Tuhan dalam hidup kita. KasihNya, jamahanNya, kuasaNya, mujizatNya, teguranNya, dll.
5. Jangan buru-buru berdiri dan meninggalkan persekutuan dengan Tuhan dalam doa. Sering kita udah capek dan bosen, berlutut 15 menit sampe kesemutan tapi gak kerasa apa-apa. jangan terlalu cepat ambil kesimpulan “Ah, Tuhan gak suka sama gua kali”. Tetaplah diam, nantikan hadiratNya dengan rendah hati. tambahan 5 atau 10 menit sangat berharga. Saat kita memilih untuk berlutut, diam dalam doa, hadiratNya akan datang tanpa disangka dan membuat kita tersungkur dengan hati yang oenuh terima kasih, lega, sukacita, damai sejahtera.

Gak usah kuatir, Tuhan care sama kita. DIA lebih suka untuk terus berhubungan dekat dengan kita dibandingkan keinginan kita untuk merasakan hadiratNya tiap hari. Datanglah ke hadapanNya apapun yang terjadi. Kalau ada dosa, bertobat dan minta ampun. Kalo ngerasa hambar dan sulit rasain hadirat Tuhan, inget-inget deh tips di atas. Selamat mencoba!

Jika ia hidup dalam kegelapan dan tidak ada cahaya bersinar baginya, baiklah ia percaya kepada nama Tuhan dan bersandar kepada Allahnya! (Yesaya 50:10).

Copyright majalah GFRESH! www.anakmudanet.blogspot.com

2 comments:

  1. Like this so much... Kalo kondisi rohani di atas terus, kita ga akan ngerti namanya kasih karunia.

    ReplyDelete
    Replies
    1. apapun yg sedang terjadi dgn keadaan kita saat ini , DIA selalu siap menerima dan mengulurkan tanganNYA . kasihNYA menguatkan lho ..

      Delete

copyright majalah GFRESH! www.anakmudanet.blogspot.com