Saturday, April 14, 2012

Constan Marino Ponggawa: Gak Pilih-pilih Klien



Constan Marino Ponggawa

Gak Pilih-pilih Klien

Hamba Tuhan yang ramah dan low profile ini, dikenal luas sebagai corong Galilea Ministry di berbagai konser rohani yang mendatangkan Don Moen, Ron Kenoly, dll. Ditengah kesibukannya sebagai pengacara yang memiliki firma hukum berlabel Hanafiah Ponggawa Bangun, Pak Nino – begitu panggilan akrabnya – sama sekali gak keberatan membagikan bekal untuk gF!ers. Sebagai anak muda, bagus banget kalo kita bisa belajar prinsip hidup orang-orang yang sukses dalam Tuhan dan karir. Simak obrolan panjang reporter dan fotografer gF! (Mary Novita Sitohang - Peter Julio Tarigan) bersama Pak Nino dikediamannya, Kuningan Jakarta Selatan.


Bisa cerita tentang masa kecilnya?

Herman Ian Ponggawa, ayah saya kerja di Pertamina. Ibu saya Jane Trovina Abutan, keduanya berasal dari Manado. Saya anak bungsu dari 4 bersaudara. Masa kecil saya bahagia, keluarga juga harmonis. Mungkin itu karena kami tinggal di daerah; nggak banyak godaan. Namanya juga kampung, tapi fasilitas semuanya lengkap. Jadi, yang saya lakukan cuma sekolah dan maen. Kenakalan saya yang paling heboh cuma manjat pohon. Dulu nggak ada tuh yang namanya liburan ke luar kota atau luar negeri, make obat, dll. Kalau mau rekreasi, saya pergi jalan-jalan sama tetangga dan teman-teman gereja.

Tinggal di Jakarta sejak kapan?

Tamat SD, kami sekeluarga pindah ke Jakarta sampai sekarang. Nggak pernah ke daerah lain. SMP & SMA saya habiskan di  Pangudi Luhur, kuliah masuk UKI Fak. Hukum, ngambil S2 (International Trade Law)di Dallas Texas, lalu ikut sekolah Alkitab selama 1 tahun di Christ For Nation Institute.

Waktu sekolah pernah nyontek atau ngerjain guru?
Pernahlah dan terus terang, waktu SMA saya badung sekali. Saking nakalnya saya gak lulus, gara-gara nyontek dan ngerjain guru. Waktu itu saya gak mikirin akibatnya sih. Gini-gini saya punya julukan lho, tapi kamu nggak boleh tahu –malu dong ama gF!ers..

Saat nggak lulus,  perasaannya gimana?

Buat saya, itu suatu pelajaran yang luar biasa. Pertama saya tertekan dan gak bisa terima. Soalnya nilai catur wulan 1-2 bagus sekali, saya gak lulus karena dihukum. Saya protes ke kepsek. Tapi saya tahu perbuatan saya memang pantas dihukum. Kejadian ini membuat saya sadar kalau Tuhan sedang bentuk hidup saya jadi benar.

Bisa ceritakan tentang keluarga Anda?

Tahun 1986, saya nikah dengan Andromeda Hutabarat. Kami kenalan di bible camp (mission trip) di Bojonegoro. Tadinya saya gak mau pergi, tapi karena tahu ini pelayanan, saya pergi juga. Ternyata Tuhan mau pertemukan dengan tulang rusuk (jodoh-red). Pertama kali kenal, saya langsung tahu dan ngomong ‘ini bakal jadi pacar gue yang serius’. Sebelumnya saya pernah punya banyak pacar, yang gak seiman atau gimanalah! Selama 7 tahun pacaran, kami suka jalan, nonton, makan ke restoran. Lucunya, kita bersaing dalam Persekutuan Doa (PD) masing-masing. PD-nya tiap Sabtu, suka gak tahan pengen cepat-cepat ngapel, tapi Tuhan ajar untuk setia. Selama pacaran, kita tahu batasannya lho! Kan Tuhan ada dalam hubungan kami!

Punya cerita enggak dengan anak Anda?
Anak kedua (Priska) sebelum lahir sudah divonis dokter akan pincang. Hip clicks (panggul) nama penyakitnya. Kami berdua terus berdoa dan menangis. Waktu lahir kakinya diikat sesuai saran dokter bahkan untuk mandi aja dia harus dibawa ke rumah sakit (karena ibunya nggak boleh mandiin). Bulan ke-3, Tuhan ngomong ke saya, “stop meminta tapi pujilah Aku!” Itu kami lakukan sambil nangis. Sebulan sebelum kami pulang ke Indonesia, kami periksa ke dokter meminta alamat dokter di Singapore dan mengganti ikatan dengan yang dari besi. Pagi-pagi Tuhan ngomong ke istri saya, “Hari ini Aku akan sembuhkan anakmu”. Tuhan ajar untuk gak melihat dengan mata tetapi terima dengan iman. Ketika dokter buka ikatan, ia nanya: “Lho, kaki kiri atau kaki kanan ya yang sakit?” Saya bilang, kan dokter yang bilang anak saya sakit, tapi dokter lain bilang anak saya sehat. Tuhan sembuhkan anak saya dengan luar biasa.

Sebagai pengacara dan hamba Tuhan, standar apa yang diterapkan di keluarga Anda?
Satu komitmen di keluarga saya: sumber kehidupan adalah firman Tuhan. Kepala keluarganya Yesus. Standar kami ya firman Tuhan. Jadi kami bilang ke anak-anak, kalau kami marah tidak sesuai firman Tuhan boleh kritik kembali. Tapi kalau sesuai firman Tuhan, kamu jangan sekali-kali melawan. Kita ada mezbah keluarga di malam hari.

Bisa jadi pengacara gimana ceritanya?

Sebenarnya sih ini saran mama. Beliau bilang saya orangnya ceriwis. Kalau ditanya 1 jawabnya bisa 5. Kalau kata orang sekarang, jago ngeles! Hehehe... Dulu saya pengen sekolah di luar tapi ortu gak sanggup. Saya pernah bikin 25 lamaran kerja, tapi gak ada yang diterima. Saya doa sama Tuhan ‘saya kan anak Tuhan, ketua persekutuan di rumah dan kampus. Kalo sampe gak kerja, malu dong!’. Kuliah di tingkat 4-5, saya pengen kerja di firma hukum terbesar di Indonesia. Tiap kali lewat kantornya, saya bilang sama keponakan ‘ingat ya, om Nino akan kerja di sini’. Pede sekali deh pokoknya -- trus mereka angkat tangan dan berdoa ‘Tuhan, Om Nino mo kerja di sana, berkati ya!’
Sebelum ke Dallas, saya sempat kerja di firma kecil, gaji pertama Rp.176.000 dan langsung saya persembahkan ke gembala. Senang banget lho! Sebulan sebelum lulus saya diterima di firma hukum besar tadi. Yang wawancara ngomong “Gue bingung, ini firma cuma terima tamatan UI, kok elu gue terima ya?’. Dalam hati saya bilang kalo Tuhan udah netapin saya di sini, pasti dong gue diterima. Saya ngerasa kita sebagai anak Tuhan gak usah maksa atau ngoyo, serahin aja. Saya ngebayangin kalo saya maksa Tuhan kasih kerja di bank, pasti bingung, sekarang perbankan di Indonesia kan hancur. Tuhan lebih bisa melihat jauh ke depan, so terima aja. Dia pasti memberi yang terbaik. Saat itu saya gak banyak ngeluh, cuma ngomong ‘Tuhan, saya anakMu lho, saya ketua persekutuan.. bukan ngancem nih, tapi malu kan jadi pengangguran -Tuhan juga yang malu’.

Punya firma hukum sendiri gimana?

Baru 3 bulan kerja di firma tadi, saya diajak dua teman di kantor mendirikan firma sendiri. Saya bilang gak mungkin nih, Tuhan gak kayak gini. Gue udah lama doanya dan ini baru dikabulkan. Belum lagi mereka gak seiman. Tapi saya doa bareng istri dan minta konfirmasi  hamba Tuhan. Dia bilang ‘Tuhan mempersiapkan anakNya jadi pemimpin. Ikut aja’. Trus, yg kemaren itu apa? Hamba Tuhan itu berkata, ‘Tuhan ingin menggenapi apa yg sudah dijanjikanNya. Kristen gak boleh eksklusif’. Keberhasilan bukan hasil usaha kita, ini karena anugerah Tuhan. Firma ini terus berkembang dan teman saya pernah ngomong, ”Nin, I feel something in this office, there’s divine power”. Puji nama Tuhan, dia bisa merasa dan melihat sendiri kerja Tuhan! Dahsyat kan!
Pernah punya usaha yang harus gol, So maybe I need koneksi nama besar (jendral & pejabat), tapi gak gol juga. Sampe panas 3 hari. Malam ke-4, teman saya bilang udah gol!  Saya langsung ketawa dan ingat firman Tuhan: Tuhan memberkati orang yang dikasihiNya pada waktu tidur. Saya benar-benar dipermalukan Tuhan, bahwa kalau Tuhan memberkati bukan karena jerih payah saya. Elu mo usaha apa, segala macam, gak ada urusan. Kalo Tuhan belum berkati, ya gak diberkati. Pokoknya saya selalu ingat Firman Tuhan ini dalam pekerjaan: bukan karena kuat dan gagah, tetapi oleh Roh-KU, kata Tuhan (Zakaria 4:6)

Apa Anda pilih-pilih kalo terima klien?

Nggaklah. Semua orang saya terima. Ini usaha dari Tuhan kok. Dari dulu sampai sekarang, teman-teman mempercayakan saya sebagai pemimpin. Karena ada takut akan Tuhan, makanya ada hikmat.

Sejak krisis, gimana dengan perkembangan firmanya?

Diluar menurun, tetapi kami berbeda. Karyawan gak ada yang keluar ke kantor orang lain, yang ada malah bikin firma sendiri. Berlipat ganda kan? Litigasi dan corporate. Makin lama pegawai makin mencintai saya.

Wuih, pede banget… hahaha…

Pede dong, Siapa dulu dong ada di dalam saya.

Kalau membela orang yang Bapak tahu mereka benar bersalah, apa tindakan bapak?
Saya sebenarnya lebih ke pengacara untuk corporate tidak litigasi. Tetapi saya tidak membela mereka yang salah jadi benar, tetapi bela hak-haknya agar hukumannya sesuai. Pengacara yang benar bukan orang yang menciptakan fakta-fakta baru agar yang bersalah bisa bebas, tapi membuat keadilan ditegakkan. Misalnya tukang copet, dia butuh uang untuk anak dan istri makanya cari jalan pintas, lawyer akan gede-gedein hal positif dan negatifnya dikecilin. Pakai asas keadilan dan minta hikmat Tuhan. Lawyer adalah penengah. Tahu nggak, anak-anak saya selalu tumpang tangan ke saya dan doa: Tuhan tolong daddy agar hidup kudus. Semakin hidup intim dalam Tuhan

Ada tips buat anak muda yang kepengen jadi lawyer (pengacara)?

Satu kuncinya: takut akan Tuhan. Di atas segalanya: hidup takut akan Tuhan dalam segala hal. Saya ajar anak-anak bahwa sebagai ortu saya bertanggung jawab akan memberikan fasilitas dan pendidikan terbaik untuk mereka, tapi jangan sekali-kali menganggap saya sebagai sumber berkat. Karena satu-satunya sumber berkat adalah Tuhan.

Bangga jadi orang Manado?

Bangga banget, walau nggak bisa ngomong bahasanya. Bangga juga punya istri orang Batak. Anak saya jadi manado-batak, dapat yg bagus-bagus dari ortu mereka. Ada banyak bilang ‘orang Menado hanya menang gaya’ aja.. benar juga. Namun setelah bertobat saya tahu prinsip-prinsip yang tidak benar diperbaharui sama Tuhan. Yang lebih penting siapa yang ada di dalam kamu, itu mengekspresikan siapa diri kamu. Bukan apa yang kamu pakai atau dandanin! Percuma kalo gak ada Tuhan di dalam kamu!




Sering berselisih dengan istri?

Pernah dong! Dulu saya gengsi buat minta maaf, harga diri nih! Padahal udah jelas-jelas salah! Tapi terus lihat standar Kristus, kalau disuruh minta maaf yah saya lakukan.

Ada resep menjaga hubungan mesra dengan istri?

Kasih yang Tuhan berikan itu baru setiap pagi. Get excited! Nikmati hidup ini! Saya diberkati dengan istri. Dia sebagai pasangan, pendamping, teman, pengkoreksi, dan saya mengucap syukur karena ia orang tidak kompromi terhadap dunia ini.  Kita berdua sering maen bowling berdua dan nemani anak-anak. (istrinya nambahin: Pak Nino romantis, suka dicium setiap pagi!).

Apa yang ingin Anda sampaikan untuk anak muda?
Hidup normal aja, ikuti aja keinginan anak muda. Tapi ingatlah kalian adalah anak-anak Tuhan, anak terang. Tuhan kita bukan Tuhan yang penuduh, tetapi penuh kasih setia dan rahmat. Buat hubungan dengan Tuhan yang indah, bukan dengan ketakutan tetapi dengan kasih, sukacita, dan anugrah. Kalo kamu anak muda, oke nikmati hidupmu, HAVE FUN! But Jaga attitude sebagai anak Raja! Jadikan Tuhan sebagai sahabat dan sumber kekuatan dlm hidupmu!

Untuk orang tua?

Jadikan Kristus sebagai kepala rumah tangga. Berlaku bagi ortu dan anak. Anak kan ngga suka double standar, yg ortu boleh anak ngga. Saat teduh bareng. Pegang prinsip Hari esok harus lebih baik! Tahu ngga kenapa Tuhan jadi pendoa syafaat bagi kita, itu karena Ia tahu manusia lemah makanya Ia terus berdoa supaya kita bisa berdiri lagi setelah jatuh. Kita bisa kalah dalam satu pertempuran, tetapi menang dalam peperangan.

 



Constan Marino Ponggawa Fact’s

Lahir:  18  Maret 1959 di Plaju-Sumatera Selatan.

Berjemaat di:  GBI Kenisah di Mal Ambasador.

Hobby: Diving (menyelam), jalan-jalan ke luar kota bersama keluarga, ngutak-ngatik mobil.

Warna favorit: beige, warna tanah

Makanan fave: Masakan Manado mami saya, sup kacang merah. Masakan mami is the best deh.

Awal keberhasilan: takut akan Tuhan

Awal kehancuran: kesombongan

Jenis musik favorit: Praise & worship

Musik yang dikuasai: Piano dan gitar

Lagu favorit: Besar setia-Mu, Allah Sumber Kuatku

Buku terakhir yang dibaca: Daily with the Lord (buku saat teduh)

Penyanyi fave: Ruth Sahanaya, Sidney Mohede, True Worshipper, Symphony Music, Don Moen, Ron Kenoly, Bob Fitts, Bebe & Cece Winans.

Copyright majalah GFRESH! www.anakmudanet.blogspot.com

No comments:

Post a Comment

copyright majalah GFRESH! www.anakmudanet.blogspot.com