Sunday, April 15, 2012

DELAPAN KEBOHONGAN MAMA


DELAPAN KEBOHONGAN MAMA
(saduran)

Waktu kecil, keluarga saya miskin sekali. Kami sering kekurangan makan. Di saat-saat itulah mama sering kasih nasinya pada saya sambil bilang, ‘makan aja, nak, mama gak lapar.’
KEBOHONGAN MAMA YANG PERTAMA

Waktu saya sedikit dewasa, mama sering memancing, demi supaya saya bisa makan makanan yang sedikit bergizi. Kalo udah dapat ikan, mama suka bikin sup ikan yang enak. Di mangkuk saya selalu ada daging ikan. Tapi mama cuman makan tulang ikan, yang ada sisa-sisa dagingnya. Waktu saya tawarin daging saya, mama menolak, en bilang,"Makan aja nak, mama gak suka ikan."
KEBOHONGAN MAMA YANG KEDUA

Waktu saya SMP, mama kerja jadi penempel kotak korek api. Dari situlah dia bisa membiayai sekolah saya. Sering malam-malam saya bangun en liat mama masih menempel kotak korek api. Kalo saya suruh mama tidur, dia akan menjawab, "Nggak apa-apa, mama gak capek."
KEBOHONGAN MAMA YANG KETIGA

Waktu musim ujian, mama ambil cuti supaya bisa menemani saya. Siang-siang, setelah ujian selesai, mama udah menunggu di lapangan, panas-panasan, sambil bawa minuman dingin buatku. Waktu aku menawari mama minum, dia bilang ‘Mama gak haus."
KEBOHONGAN MAMA YANG KEEMPAT

Papa meninggal. Ini bikin hidup kami makin tambah susah. Mama sekarang harus jadi papa sekaligus mama. Banyak orang yang kasih nasihat sama mama buat menikah lagi, tapi jawaban mama selalu sama,"Saya tidak butuh cinta."
KEBOHONGAN MAMA YANG KELIMA

Setelah saya lulus, en bekerja, saya sering kasih uang buat mama. Tapi mama gak mau terima uang saya. Dia masih tetap berjualan di pasar. Jawabannya selalu sama,"Mama punya uang."
KEBOHONGAN MAMA YANG KEENAM

Karir saya meningkat. Saya juga bisa S2. Saya diterima kerja di Amerika. Sebagai balas budi, saya ingin ajak mama tinggal dengan saya di Amerika, tapi mama menolak dengan alasan, "Mama gak biasa tinggal di negeri orang."
KEBOHONGAN MAMA YANG KETUJUH

Mama makin tua. Tapi dia masih tetap ingin tinggal sendiri. Sampe suatu hari saya terima kabar kalo mama kena kanker lambung. Saya langsung terbang ke Indonesia. Mama keliatan menderita sekali. Penyakitnya pasti parah sekali. Tapi sambil tersenyum kaku mama bilang, "Jangan menangis nak, mama gak kesakitan."
KEBOHONGAN MAMA YANG KEDELAPAN

Itulah terakhir kalinya saya melihat mama. Setelah itu dia meninggal dunia.

Guys, saya percaya kalo ‘kebohongan’ ini bukan cuman dilakuin sama mama saya aja, tapi sama mama kita semua. Kenapa mama kita mesti ‘bohong’ sama kita? Karena mereka sayang kita. Mereka gak mikirin diri mereka en kasih yang mereka bisa sama kita, asal kita sukses. Jadi gimana dengan sikap kita pada mereka? Apa kita udah berterima kasih sama mama kita? (dp)



Copyright majalah GFRESH! www.anakmudanet.blogspot.com

No comments:

Post a Comment

copyright majalah GFRESH! www.anakmudanet.blogspot.com