Wednesday, February 15, 2012

MENARA DOA

Yusuf diangkat menjadi penguasa Mesir untuk mempersiapkan diri dan bangsanya untuk menghadapi 7 tahun masa kekeringan.
Tuhan banyak bicara bahwa Gereja Tuhan, kita semua, hari-hari ini akan dipakai seperti Yusuf, yang harus mempersiapkan umatNya untuk menghadapi ‘7 th masa kekeringan’, yakni masa aniaya yang akan datang. Tanda-tanda semakin jelas, nubuatan dalam Firman Tuhan semakin cepat digenapi, bahwa Tuhan akan segera datang dan hal itu akan didahului dengan suatu masa yang sangat sukar. Gereja Tuhan harus meresponi suara Tuhan untuk mempersiapkan umat Tuhan sebelum masa sukar itu tiba!!
 
Apa yang harus dipersiapkan?
Dan ia akan berjalan mendahului Tuhan dalam roh dan kuasa Elia untuk membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati orang-orang durhaka kepada pikiran orang-orang benar dan dengan demikian menyiapkan bagi Tuhan suatu umat yang layak bagiNya. (Lukas 1: 17).

Bagaimana caranya kita bisa mempersiapkan umat yang layak bagi Tuhan? Kuncinya ialah menjadi Menara Doa.
Apa yang Tuhan maksud dengan menara doa? Kenapa Menara? Bukan Kamar doa atau Ruang doa? Karena menara berbicara beberapa hal yakni:

1.    Tempat yang Tinggi.

Yang namanya menara pasti tempatnya tinggi, bahkan harus tertinggi dari bangunan yang lain. Tempat tinggi berbicara juga tentang gunungnya Tuhan.

‘Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi.’
Kalau Gereja mau berfungsi dengan baik, maka Gereja harus naik ke tempat yang tinggi, naik ke gunungnya Tuhan! Naik ke gunungnya Tuhan juga mempunyai arti hidup yang semakin dikuasai, dipimpin oleh Tuhan, bukan lagi hidup yang mau-maunya sendiri. (Matius 5: 14).

‘... bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku.’ (Galatia 2:20)

Untuk naik ke tempat yang tinggi tidak selalu mudah. Kita harus lebih lagi berhati-hati dalam menjaga hidup ini, semakin tinggi kita naik, semakin besar juga resiko untuk jatuh atau ‘tergelincir’. Karena itu, untuk dapat terus naik ke tempat yang tinggi kita harus:

(Mazmur 24:3-4)
a.    bersih tangannya; luar dalam sama, tidak munafik!
b.    murni hatinya; cek motivasi kita, kita ikut Tuhan karena mau menyenangkan hatiNya atau supaya hidup kita diberkati?
c.    tidak menyerahkan diri pada berhala (Ing); berhala=idol=sesuatu dalam hidup kita yang lebih kita dahulukan dari Tuhan.
d.    tidak bersumpah palsu; tidak suka berbohong, dolak-dalik.

2.    24 jam berdoa dan intim dengan Tuhan.

Menara adalah tempat mengintai 24 jam sehari, berjaga-jaga dari musuh, memperhatikan keadaan kota dan menjadi penerang bagi yang lain.

‘Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firmanKu tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya.’ (Yohanes 15:7).

Kalau kita tinggal di dalam Tuhan, kita harus bisa terus merasakan dan ada dalam hadirat Tuhan, kapan saja, di mana saja. Tidak hanya kalau kebaktian!! Kalau kita mulai kehilangan hadiratNya, jangan diam saja, jangan menyerah!! ‘Buru’ Tuhan sampai kita mendapatkan kembali hadiratNya, adakan pemberesan, pertobatan, dan uji hati kita. Jangan biarkan hadiratNya hilang begitu saja dari hidup kita, dari Gereja, mengerikan sekali kalau kita sampai kehilangan hadiratNya. Tapi kalau kita tinggal dalam hadiratNya dalam seluruh bagian hidup kita, maka apa saja yang kita minta dan doakan pasti akan Tuhan berikan. Haleluya!!

3.    Unity

Menara menjadi tempat berkumpul dari berbagai tempat sehingga terjadi kesatuan/ unity.
Mazmur 133 berbicara tentang persaudaraan yang rukun, Tuhan rindu kita semua hidup saling rukun.
Di dalam kebaktian raya yang terjadi adalah kesatuan di dalam Roh, tapi karena jumlahnya cukup banyak, sulit sekali untuk terjadi suatu kesatuan dalam hal kasih persaudaraan. Kesatuan dalam kasih persaudaraan lebih mudah terjadi di dalam kelompok-kelompok yang lebih kecil, di komsel-komsel, di FA-FA. Karena itu Ibadah Raya dan kelompok kecil sama-sama penting dan saling memperlengkapi.
Di kelompok kecil ini fokus kita adalah menjalin hubungan yang akrab satu sama lain, di sinilah kita harus saling memperhatikan, saling menolong, saling berbagi.
Kalau kerukunan antar saudara seiman ini bisa terjadi maka Tuhan akan mencurahkan:
a.    Kesegaran; embun bicara tentang sesuatu yang menyegarkan kita.
b.    Urapan; kita akan disertai dengan pengurapan korporat yang semakin luar biasa untuk menyatakan kemuliaan Tuhan.
c.    Berkat untuk selamanya.

Waw, luar biasa sekali tuntunan Tuhan bagi kita GerejaNya, karena itu ayo kita sama-sama maju untuk meraihnya. Memang tidak mudah, ada korban yang harus kita berikan, tapi lihatlah apa yang sedang menunggu kita!! Jangan sampai kita kehilangan semua itu karena kita tidak mau berkorban. God bless you!! (And)

No comments:

Post a Comment

copyright majalah GFRESH! www.anakmudanet.blogspot.com