Tuesday, March 2, 2010

Pembentuk Gaya Hidup

Gaya Hidup atau lifestyle bisa terbentuk seiring dengan perkembangan jaman, alias mengikuti trend yang ada, bisa juga terbentuk karena watak dan kepribadian kita, keluarga dan pergaulan dan yang juga nggak bisa dianggap remeh, karena pengaruh media. Kira-kira apa aja yang bisa mempengaruhi terbentuknya gaya hidup?



Media Massa


Memang nggak semua media bawa pengaruh yang jelek, tapi tahu nggak kalo media itu udah jadi ortu en guru sampingan buat anak-anak muda jaman sekarang. Generasi kita udah lebih banyak nonton TV, film, baca, buka komputer, daripada ngomong sama ortu kita, akibatnya cepet sekali trend yang baru mewabah di dunia ini. Anak cewek pada niru pakaian Britney Spears yang bikin obat tolak angin laku keras (hehe), cowok-cowok rela ngabisin hair-gel alias minyak rambutnya biar kayak Roger di sinetron Siapa Takut jatuh Cinta. Atau cewek-cewek yang manyun gara-gara pacarnya nggak seromantis Tao Ming Se di serial Meteor Garden. Hanya dalam beberapa hari saja VCD porno dari mahasiswa di Bandung udah jadi trend dan tersebar ke seluruh Indonesia bahkan sampe ke .


Itu baru suatu trend yang mungkin lama-lama bosen en berganti dengan trend yang laen, but trend demi trend, kebiasaan demi kebiasaan yang ia contoh dari apa yang ia lihat lama-lama menjadi gaya hidup seseorang. MTV, 25 tahun yang lalu, tanggal 1 Agustus, mulai ngudara dengan satu kalimat pembuka: “Ladies and gentleman.. Rock and Roll!!”, dan akibatnya, satu generasi lahir: generasi MTV. MTV sudah diakui sukses mencetak satu generasi dan merubah gaya hidup generasi sebelumnya, sesuai dengan visi dan misi MTV sendiri. Bagaimana tidak, MTV mengudara dengan memutar videoklip musik sepanjang hari, nonstop yang membuat musik bukan cuman terdengar bagus tapi juga terlihat bagus, meroketkan banyak idola dan membuat budaya yang beragam menjadi satu: budaya MTV.


Belum lagi menurut suatu penelitian, media cetak menempati urutan tertinggi yang memberikan pengaruh seksualitas buat remaja. Bacaan-bacaan yang nggak senonoh, majalah-majalah yang mengkultuskan idola en gaya hidup yang ditawarkan udah banyak merubah kehidupan anak muda di seluruh dunia.



Orangtua


Biar banyak teori di dunia ini yang berubah, tapi tetap aja pendapat bahwa didikan orang tua dan apa yang dilakukan orangtua pada anak akan memberikan pengaruh besar, akan tetap berlaku. Buah jatuhnya tak akan jauh dari pohonnya, anak akan meniru apa yang dilakukan ortunya. Jadi jangan anggap enteng didikan ortu.



Kepribadian


Gaya hidup seseorang juga dipengaruhi oleh kepribadian orang tersebut. Tiap kepribadian punya segi positif dan negatifnya, so.. kita tinggal kenali diri kita baik-baik, kembangkan yang positifnya dan berusaha merubah yang negatifnya, tentunya dengan kekuatan dari Tuhan.



Teman & Lingkungan Pergaulan


Teman  dan pergaulan akan punya pengaruh besar dalam kehidupan kita, ada orang bilang sahabat kita itu seperti elevator, dia yang akan bawa kita naik atau turun.


Lantas, setiap anak Tuhan jadi eksklusif dong? Bukan gituu, temenan ama mereka sih ok-ok aja, tapi jangan sampai terseret, jangan sampai mereka benar-benar jadi sahabat yang mempengaruhi kita, karena justru kita yang harusnya memberi pengaruh dan menyeret mereka. Karena itu, seret..!! Eh, salah, be light..!!



(disadur dari majalah GFresh!)

Menstruasi Tidak Teratur

T: Saat ini saya berusia 20 tahun, tepatnya sejak Desember tahun 2000 menstruasi saya tidak teratur. Keluar sampai ±3 minggu, terus berhenti 5/7 hari. Setelah itu keluar lagi ±2 minggu. Begitu terus hingga akhirnya saya periksa ke dokter. Saya di suruh periksa darah dan USG. Hasilnya tidak ada apa-apa dan akhirnya dokter mengambil kesimpulan hanya hormon saya terganggu. Saya diberi obat dan dokter mengatakan kalau obatnya habis akan keluar lagi ± 4 hari. Tapi waktu hari keempat masih keluar dan deras sekali sampai saya tidak bisa bangun dari tempat tidur dan kepala terasa pusing sekali.


Akhirnya saya dibawa ke Jakarta, oleh dokter Jakarta saya disuruh periksa darah dan hormon. Ternyata hormon progresteron saya sangat rendah, hanya 0,5 seharusnya yang normal 10-30. Saya diberi obat yang isinya hanya progresteron. Setelah saya minum berbulan-bulan hasilnya sama. Sebulan saya bisa keluar 2-3 kali, hanya bisa berhenti kalau minum obat saja. Waktu tanya lagi ke dokter, dokter bilang kalu itu akibat kegemukan. Padahal kalau memang karena kegemukan saya dalam waktu itu sakit dan turun berat 11 kilo, tapi tetap sama. Hingga obat habis saya nggak kontrol lagi. Obat habis bulan Juli dan saya tidak keluar pada bulan Agustus, pertengahan September bisa normal hingga 7 Hari. Oktober beberapa kali saya keluar plek, tapi tidak waktu menjelang menstruasi.


Bulan November pada tanggal 15 saya keluar hanya 5 hari tapi banyak sekali saya sering pusing dan pingsan. Sajak itu saya nggak keluar lagi sampai sekarang. Pertanyaan saya apakah memang karena kegemukan? Saat ini saya sedang kuliah dan jadwalnya penuh dan banyak kegiatan di gereja dan keluarga. Terus dengan kondisi seperti ini haruskan saya pergi ke dokter lagi?. (Nia)



J: Halo Nia, Kelihatannya Nia mengindap gejala DUB (dysfunctional uterine bleeding), yaitu perdarahan yang bukan disebabkan oleh kelainan organis tapi terutama oleh karena ketidak seimbangan hormonal. Rasanya pengobatan yang diberikan sudah benar. Tentu saja bila perdarahannya terus menerus Nia harus dirawat di rumah sakit, dilakukan transfusi darah dan diberikan obat-obatan suntikan untuk menghentikan perdarahannya.


Bila gagal dilakukan kuretase atau operasi ‘life saving’ (ini adalah tindakan terakhir, bila perdarahannya hebat dan terus menerus). Puji Tuhan perdarahannya sudah berhenti. Agaknya masalahnya sudah teratasi. Memang kegemukan merupakan salah satu penyebab ketidak seimbangan hormonal, karena lemak merupakan ‘bahan dasar’ pembentukkan homon estrogen. Kelebihan hormon estrogen (disertai kekurangan hormon progesteron)…….. so, tidak seimbang…… menjadi penyebab perdarahan ini. Oleh sebab itu terapinya adalah memberikan tambahan hormon progesteron. Nah, mumpung perdarahannya sudah berhenti coba berupaya agar jangan terlalu gemuk. OK?!

Saturday, February 27, 2010

Mencari Cinta

Tahu nggak, ternyata waktu seseorang jatuh cinta, hormon-hormon yang bekerja di dalam tubuhnya pun banyak ngalamin perubahan. Ternyata jatuh cinta itu kompleks banget, dia ngelibatin banyak sekali unsur-unsur kimia di dalam tubuh kita. Waktu kita jatuh cinta, ‘alarm-alarm’ dalam tubuh kita langsung berbunyi yang menimbulkan efek yang macem-macem, co: pupil mata menjadi kecil, tekanan darah naik, pembuluh darah mengecil, denyut jantung lebih cepat, suhu tubuh naik, kadar gula dalam darah naik, dsb, dsb. What?? Itu semua gara-gara jatuh cinta!!? Iya, itu yang bikin kamu jadi suka senyum-senyum sendiri, degdeg-an, nggak selera makan. Ayo ngaku!!#$?&! (??; red)

Nah, sampe di sini banyak orang yang menyimpulkan bahwa ‘saya lagi ngalamin cinta yang sejati. Dan doi pasti orang yang tepat, sebab saya nggak pernah ngerasa kayak gini’. Gawatnya, kita nggak tahu bahwa pada saat itu juga, saraf dalam diri kita mulai melakukan penyesuaian-penyesuaian. Dan pelan tapi pasti, waktu semua perubahan itu menjadi rutinitas, maka saraf dalam diri kita itu akan menjadi biasa lagi. Akibatnya, semua yang tadi kita rasain itu hilang, jadi hambar lagi. Ternyata hormon di dalam tubuh kita kembali normal karena sudah terbiasa sama doi.

Yang lebih gawat lagi, waktu cinta lagi menggebu-gebu inilah sang arjuna suka keceblos got, dan sang dewi pun bukannya nolong Arjuna keluar dari got, malah ikut masuk ke dalam got, gara-gara terbuai untuk memberikan segalanya guna membuktikan cintanya yang lagi menggebu-gebu itu. Padahal yang sering banget terjadi adalah nggak berapa lama setelah cinta menggebu, yang dipikir sama banyak orang sebagai cinta sejati tadi dilampiaskan dengan cara yang salah, watt-nya pun mulai turun. Sang Arjuna mulai biasa aja ngelihat sang Dewi, sang Dewi pun mulai merasa bahwa sang Arjuna ternyata nggak seistimewa yang dia bayangin sebelumnya. Penyesalan memang selalu datang terlambat.

Gimana dong? Sebelumn jadian juga cinta kita harus diuji dulu!!

Cara menguji:

Ujian Jarak

Waktu cinta lagi menggebu-gebu, jangan malah terus ditempel kaya perangko, hormonnya bakal makin menjadi-jadi. Coba tenangin diri dulu buat berdoa, minta tuntunan Tuhan dalam hal jodoh ini.

Ujian waktu

Sebaiknya jangan langsung ambil keputusan dalam 10-20 tahun itu, he..he..he.. becanda. Yang pasti jangan buru-buru ambil keputusan, kalo perlu ambil waktu beberapa bulan, supaya kamu bisa nguji apakah kamu memang cinta sama dia, atau ternyata cuma cinta monyet doang, yang sebentar ilang.



‘Kalo ternyata emang cuma cinta monyet, terus siapa monyetnya?’

Wah, tahu ah, gelap. Yang pasti sekarang ngerti juga kan? Bila hormon dalam tubuh kita berubah, maka perasaan jatuh cinta pun bisa hilang. Tapi cinta yang sejati akan tahan uji dan tetap ada.

Cinta yang palsu akan hilang melewati waktu, tapi cinta sejati akan tetap ada selama-lamanya.

Nggak usah takut kehilangan doi, kalau memang cinta yang kita rasain itu nggak tahan uji, maka seharusnya kita bersyukur sama Tuhan karena kita tahu bahwa itu bukan cinta sejati sebelum terlambat. Siap nguji?? Siapa takut?!!(and)

Friday, February 26, 2010

Putus Cinta

Mungkin nggak sih kita bisa ngalamin putus dalam hubungan cintrong? Kalo sampe tetep putus terus gimana? Apa kita udah buat dosa besar? Apa rencana Tuhan yang terbaik masih bisa terjadi dalam hidup kita? Apa kita jadi udah ‘dipake’ buat bikin mundur orang lain?

Kenapa itu bisa terjadi?

Bisa aja itu terjadi, dan biasanya sebabnya karena:

Salah denger suara Tuhan.

Manusia nggak ada yang sempurna, bisa aja kita salah denger suara Tuhan. belajarlah dari sana supaya kalo doa jangan buru-buru, jangan minta tuntunan Tuhan sambil kitanya sendiri udah punya pendapat yang nggak bisa berubah.

Kita nggak mau saling nyesuaiin diri

Mungkin hubungan itu bener dari Tuhan tapi kita nggak mau terus saling berubah sehingga muncul banyak masalah yang akhirnya nggak bisa diatasi lagi. Walaupun dari Tuhan, hubungan 2 orang itu tetap tentang 2 pribadi yang berbeda, kebiasaan yang berbeda, dan banyak hal lain yang memang berbeda. Karena itu untuk 2 jadi 1 memang nggak gampang, perlu kedewasaan pribadi, rohani yang bertumbuh, mau saling berubah, saling mengalah, dsb. Semua itu bakalan ada dalam hidup kita kalo kita mau makin bertumbuh di dalam kebenaran Firman Tuhan.

Pengaruh pihak luar

Ada juga yang putus gara-gara terlalu banyak campur tangan pihak luar, misalnya keluarga. Karena itu kalau ada masalah antara kita sama doi, jangan deh bawa-bawa keluarga atau cerita semuanya ke keluarga. Kalo keluarga kita udah punya pandangan yang negatif sama doi, udah susah deh buat kitanya juga. Apalagi kalo udah berantem bawa-bawa keluarga, atau malah keluarga juga udah ikut berantem, wah, ribet deh.

Apa kita udah buat dosa besar?

Melakukan kesalahan adalah bagian dari kehidupan manusia, nggak ada orang yang dalam hidupnya nggak pernah buat salah. Tapi di balik semua kesalahan itu, yang paling penting adalah motivasi di hati kita. Itu adalah hal utama yang Tuhan lihat.

Kalo kita emang nggak mau peduli sama Firman Tuhan, nggak mau peduli sama tuntunan Tuhan, nggak mau dibimbing, maunya hidup semau gue, bener kalo kita udah buat kesalahan yang besar. Tapi kesalahan itu akan makin besar dan bikin rusak hidup kita kalo kita nggak mau berubah. Kalo kamu pengen keluar dari hidup yang semau gue, dan pengen rencana Tuhan yang terjadi dalam hidup kita, kamu harus bertobat dan mulai belajar hidup dalam FirmanNya.

Kalo kamu nggak punya maksud buat gonta-ganti pacar, memang niatnya berhubungan dengan serius, dan kamu udah bener-bener berdoa minta tuntunan Tuhan, tapi karena beberapa hal tetep harus ngalamin putus hubungan cintrong, itu bukan suatu hal yang jahat di mata Tuhan. Kalau pun ada yang sampe mundur dari Tuhan, itu udah di luar kemampuan kita, kita udah berusaha.

Kadang dalam hidup kita memang nggak semua yang kita harapkan bisa terjadi. Pahit memang, hadapilah bersama Tuhan, Dia tetap mengasihi kamu, dan Dia tetap akan pimpin kamu ketemu pasangan yang tepat. Jangan trauma, belajarlah untuk mengampuni dan melupakan (forgive and forget), semua yang terjadi pasti tetap bisa menjadi kebaikan buat kita. Belajarlah sesuatu dari pengalaman pahit itu, supaya nggak terjadi lagi dalam hidup kita.

Kalo kamu udah berusaha melakukan yang terbaik di dalam Tuhan, tapi tetep aja harus ngalamin putus hubungan, apa rencana Tuhan yang terbaik masih bisa tetep terjadi dalam hidup kamu?

Ya, masih!! Asal kamu tetep mau hidup di dalam Tuhan, tetep mau bertumbuh di dalam Dia. Di dalam Tuhan ada pemulihan untuk banyak hal, termasuk buat hidup kamu.

Yang susah adalah kalo kamu jadi kecewa sama Tuhan, kecewa sama Firman Tuhan, sehingga kamu nggak mau lagi percaya penuh sama Tuhan, dan kamu mulai hidup mengandalkan pikiran manusia saja.  Hal-hal nggak enak yang terjadi dalam hidup kita umumnya bukan karena Firman Tuhan nggak bisa dipercaya, tapi lebih karena faktor kemanusiaan kita yang masih banyak kekurangan. Karena itu jangan menjauh dari Tuhan, jangan trauma untuk hidup di dalam FirmanNya, pasti rencana Tuhan yang terbaik akan tetap terjadi dalam hidup kamu.

So, apa pun yang terjadi dalam hidup kamu jangan sampe kamu tinggalin Tuhan, Dia tetap Tuhan yang mengasihi kamu, OK? (disadur dari majalah GFRESH!)

Love or Smackdown?

couple-fighting23Jika hubunganmu berubah jadi abusive relationship

“Udah berapa kali gua bilang, kalo gua nggak suka lu kayak gitu!”, kata Adam setengah berteriak.

“Sorry, gua pikir nggak bakal seperti itu...” jawab Ester sambil memelas.

Plak! plak! tahu-tahu Ester udah jatuh di lantai, ditampar Adam.

Temen-temen yang ada di sekitar situ nggak ada yang berani ikut campur, soalnya kan itu urusan mereka berdua. Paling-paling mereka pada bisik-bisik, tanda nggak setuju sama apa yang baru aja mereka lihat.

Ester lari, pergi dari tempat itu sambil nutupin mukanya, dia nangis..., lalu Adam ngejar di belakangnya.

Aduh... kaget juga ngeliatnya. Perasaan jadi ikut nggak enak, bahkan sampe pulang ke rumah suasana masih kebawa di pikiran. Kok bisa, ya? Kalo hubungan yang seperti itu diterusin terus bakalan kayak apa, ya? Kok Ester nggak udahan aja sama Adam sih? Lebih bingung lagi waktu ngomongin soal ini sama temen-temen, mereka bilang pacaran yang kayak gitu nggak cuma antara Adam dan Ester aja, mereka bilang pernah suatu kali si Ayu dateng ke kampus dalam keadaan biru-biru lengan dan pipinya. Setelah dikorek-korek, ternyata habis dipukulin ama Bambang, cowoknya! Si Sinta lain lagi, temen-temen bilang kalo dia justru yang sering ngancem-ngancem Roi pake pisau segala kalau lagi berantem. Kasihan si Roi, dia bingung. Kalo mau diputusin..., si Sinta ngancem mau bunuh diri segala. Bahkan waktu baca koran, ada juga artis Kristen yang nikah sama orang yang ngaku-ngaku pendeta, eh... ternyata suka gebukin isteri dan anaknya.



Wah... wah..., nggak cowok, nggak cewek, ternyata semua sama-sama gawat. Kayaknya itu udah bisa dibilang ada kelainan jiwa, bisa juga karena pengalaman masa lalu atau hati yang penuh luka. Gimana ya cara mengenali gejala-gejala yang seperti ini? Kan nggak lucu, maksudnya mau sayang-sayangan, eh... malah jadi smackdown-smackdown-an. Ternyata ada ahli kejiwaan yang bilang bahwa hubungan seperti itu tadi namanya abusive relationship. Abusive relationship ini ada beberapa jenisnya:

Penganiayaan fisik

Tindakan langsung yang berhubungan sama fisik pasangannya, seperti mendorong, menampar, mencekik, dsb. Bisa juga ngelempar barang-barang ke arah pasangannya, atau mengancam dengan senjata tajam.

Penganiayaan seks

Memaksa pasangannya buat ngelakuin sesuatu yang berhubungan dengan seks.

Penganiayaan mental

Menekan pasangannya sedemikian rupa sehingga menderita secara emosional. Caranya, bisa dengan ancaman pembunuhan/bunuh diri, mengambil alih kontrol hubungan pasangannya dengan orang lain (teman-temannya), dan juga lewat mengulang-ulang perkataan yang merendahkan pasangannya.

Pemaksaan

Sering memaksa pasangannya untuk melakukan hal tertentu dalam waktu tertentu tanpa alasan yang benar, misalnya nggak boleh keluar rumah selama sekian lama sebagai hukuman, dsb.

Suka menghancurkan barang-barang di sekitarnya.

Biasanya orang yang punya bakat kayak gitu punya ciri-ciri: cemburu yang berlebihan, selalu pengen tahu dan curiga sama kegiatan pasangannya, suka mengontrol kehidupan pasangannya, marah bila pasangannya meluangkan waktu buat orang lain sekali pun untuk keluarga, memaksa keinginannya untuk selalu dipenuhi, cenderung selalu menyalahkan orang lain buat masalah yang dihadapinya, sangat sensitif, sering menyendiri dan hidup terisolasi, suka berlaku kasar terhadap binatang dan pasangannya, suka ngelontarin kata-kata kasar kepada pasangannya, punya kepribadian yang berbeda-beda, punya pengalaman jelek di masa lalu.

Kalo sampe ada teman atau pasangan kita ada yang punya kecenderungan seperti itu, sebaiknya cepetan deh konseling sama orang yang bisa nanganin hal-hal seperti ini. Kalo doi nggak mau konseling, dan juga nggak mau berubah, jangan ragu-ragu buat memutuskan hubungan sedini mungkin sebelum terlalu jauh. Karena kalau dia sendiri nggak mau menyadari keadaannya dan nggak mau dibantu buat berubah, wah.. bisa-bisa kita ikut ketularan gila.

“Maapin gua ya, say”, ujar Adam. Kali ini suaranya sedikit pelan sambil membelai rambut Ester. Cewek mana sih yang tahan ama belaian cowok ganteng kayak Adam? Meski rada galak, tapi kadang dia bisa bersikap romantis…, tapi… apa jawab Ester?

“...Adam,” Ester menghapus air matanya, “..saya pikir, sebaiknya kamu ikut konseling atau pergi ke psikiater. Kalo kamu nggak mau,… sebaiknya hubungan kita sampai disini saja.” (and)

7 Mitos Merokok

1. Kenapa gue mesti berenti ngerokok? Toh akhirnya juga gue pasti meninggal karena sesuatu.
Memang kita semua pada akhirnya bakalan meninggal dikarenakan sesuatu, but buat orang yang demen ngerokok, atau perokok sedang, dia memiliki kemungkinan buat meninggal tahun depan yang besarnya 1,5 kali orang bukan perokok yang berusia en berjenis kelamin sama. Ada kemungkinan buat meninggal 3 tahun lebih cepet dari orang yang bukan perokok, en sekitar 2 kali lebih memungkinkan buat kena serangan jantung atau meninggal karena kanker, dibandingin dengan orang yang bukan perokok.

2. Kalo gue berhenti ngerokok, gue bisa jadi gemuk nih!
Kalo perokok berhenti dari kebiasaannya, 79 persen dari mereka bakalan bertambah berat badannya. But pertambahannya nggak parah-parah banget kok, cuma 2,3 kg. Dengan berolah raga en menjaga makanan yang dikonsumsi bisa membantu mencegah terjadinya kegemukan. So, kenapa nggak berenti ngerokok aja! Bagus juga tuh, tubuh jadi keliatan berisi apalagi ditambah fitness, kan keren hehe...

3. Gue nggak bisa nikmatin hidup tanpa rokok
Wah, bodoh bener orang yang ngomong ini. Tau enggak, bekas perokok malah punya kualitas hidup yang lebih baik, dengan berkurangnya batuk, bertambah baiknya fungsi paru-paru (akhirnya si paru-paru bisa bernafas lega), en bertambah kuatnya sistem pertahanan tubuh mereka, dibandingin dengan mereka yang tetap merokok. Juga perlu didukung dengan komitmen yang mantep untuk nggak mau terikat lagi sama rokok. Memang untuk melepaskan sesuatu yang rasanya enak banget en udah mengikat, butuh pengorbanan yang besar. Percayalah itu ada faedahnya. Ayo berusahalah!

4. Gue udah terlanjur sakit gara-gara ngerokok, jadi gue tetep ngerokok aja deh.
Mereka yang berhenti dari ngerokok seudah dapet serangan jantung punya kemungkinan meninggal 10 kali lebih sedikit dibandingin mereka yang terus ngerokok. Penderita kanker paru juga lebih besar kemungkinannya buat tetep hidup kalau mereka berhenti ngerokok. So pernyataan di atas bahwa “Gue udah terlanjur sakit gara-gara ngerokok, jadi gue tetep ngerokok aja deh.” salah banget!! Nggak ada kata terlambat kok!

5. Nanti aja deh gue berhenti ngerokoknya. Tubuh gue kan masih punya waktu buat ngatasinnya.
Walaupun beberapa efek buruk rokok (seperti yang disebabkan oleh nikotin) bisa hilang dalam beberapa jam sampai beberapa hari berhenti merokok, but efek-efek yang lainnya perlu beberapa tahun ngilanginnya. Buat sebagian besar penyakit akibat ngerokok, semakin lama untuk berhenti ngerokok, semakin kemungkinannya buat sakit atau meninggal. Nah!

6. Gue cuma nyakitin diri sendiri kok.
Eh siapa bilang? Temen-temen, keluarga nggak cuma harus menghadapi penyakit akibat si perokok, tapi kebiasaannya juga bisa meningkatkan resiko mereka untuk sakit en meninggal. Orang yang nggak sengaja ngisep kebulnya rokok seraca reguler punya kemungkinan yang lebih besar buat menderita infeksi saluran nafas en penyakit paru seperti pneumonia. Jadi ngerugiin banyak orang tuh kalo ngerokok!

7. Gue udah coba berhenti, tapi gagal terus. Jadi ngapain nyoba lagi, toh nantinya juga gagal lagi.
Banyak orang nggak berhasil menghentikan kebiasaan ngerokoknya. Ngerokok adalah kebiasaan yang mengikat (adiktif) en banyak perokok yang nyobain untuk berhenti beberapa kali, sampe akhirnya mereka berhasil. Sebagian besar perokok kambuh lagi pada minggu pertama setelah masa pemberhentian itu, dimana gejala penghentian kebiasaan itu muncul dengan kuat sedangkan tubuh masih tergantung pada nikotin. Waspadalah, soalnya saat-saat itu saat yang tersulit buat menolak rokok. Gunain seluruh kekuatan en kemauan kamu en minta dorongan dari temen-temen or family supaya bisa melalui masa-masa kritis tersebut. Terlebih sama Tuhan. Kalau kamu bener-bener mau berhenti dari rokok, kamu pasti bisa melakukannya! Don’t give up! Coba terus, terus, terus, en terus, sampe akhirnya kamu berhasil!

Tips Berhenti Merokok

Berikut ada beberapa tips yang bisa kamu ikutin buat menanggalkan kebiasaan ngerokok:
1. Punya komitmen, keputusan yang tegas kalo kamu bener-bener pengen berhenti ngerokok. Usahain hindarin pikiran negatif tentang sulitnya berhenti ngerokok.

2. Bikin tulisan gede-gede di kamar kamu or di tempat yang gampang kamu liat, bikin tulisan: GUE PASTI BISA BERHENTI DARI NGEROKOK atau GUE NGGAK MAU NGEROKOK LAGI DEH or yang laen yang bisa bikin kamu terpacu buat berhenti dari rokok.

3. Minta dukungan temen-temen en keluarga, karena mereka bisa jadi dorongan yang amat penting baik sebelum maupun seudah berhenti ngerokok.

4. Jangan kosongin asbak, isi aja sama permen or buang aja jauh-jauh itu asbak. Soalnya benda ini bisa mengingatkan kamu tentang banyaknya rokok yang kamu isap setiap harinya. Pemandangan en bau puntung rokok juga bisa dijadikan peringatan buat kamu.

5. Buang deh semua rokok en korek yang masih belum digunain.

6. Pergilah ke dokter gigi, en minta supaya gigimu dibersihin dari sisa-sisa tembakau yang nempel di gigi kamu. Terus ngaca, en smile. Wah bertapa indahnya gigi kamu itu! Pastiin untuk tetep seperti itu.

7. Beli celengan. Tiap kamu kepengen ngerokok, tahan en tabungin aja deh duitnya. Siapa tau itu tabungan kalo udah setaun bisa beli mobil merci haha... ya setidaknya bisa membeli sesuatu yang lebih berharga dibandingin rokok. Atau kamu bisa sumbangin ke panti-panti or ke orang yang sangat membutuhkan bantuan. Oke nggak tuh!

8. Tetapin target waktu buat berhenti ngerokok, misalnya di hari ulang tahun mesti udah bisa berhenti ngerokok. Ini mempermudah buat mengingat kapan kamu berherhenti dari rokok en untuk merayakanya tiap tahunnya!

Selamat mencoba! Sekali lagi DON’T GIVE UP!

MamaOla