Showing posts with label rokok. Show all posts
Showing posts with label rokok. Show all posts

Monday, April 23, 2012

7 MITOS YANG SALAH TENTANG PEROKOK


7 MITOS YANG SALAH TENTANG PEROKOK

Mitos # 1 Jadi perokok ato gak sama aja, akhirnya meninggal juga. So mending jadi perokok aja
Emang sih semua orang ujung-ujungnya bakal meninggal dunia juga. Tapi perokok itu punya kemungkinan meninggal taun depan 1.5 kali lebih gede dari pada orang yang gak merokok, kemungkinan meninggal 3 tahun lebih cepet dari orang yang gak merokok, en kemungkinan kena serangan jantung ato kanker 2 kali lebih gede dari orang yang gak merokok.

Mitos # 2 Kalo berenti ngerokok badan kita bisa gendut
Gak selalu. Survey membuktikan cuman 79%  perokok yang nambah berat badannya abis berenti merokok. Itu juga cuman nambah 2,3 kg doang.

Mitos # 3 Rokok adalah hidupku, segalanya bagiku
Wah ngaco tuh! Padahal ‘kan rokok bikin badan kita kurus, paru-paru sakit, sistem pertahan tubuh turun. Apa itu hidup yang kita mau? 

Mitos # 4 Ngapain berenti ngerokok? Udah tanggung...
Gak ada kata terlambat! Survey membuktikan orang yang kena serangan jantung terus berenti merokok, kemungkinan hidupnya jadi 10 kali lebih gede. So gak ada kata terlambat...

Mitos # 5 Nanti aja deh berhenti ngerokoknya. ‘Kan masih muda...
Emang efek nikotin dari rokok bisa ilang cuman dalam beberapa jam sampe beberapa hari doang. Tapi efek laennya itu gak bisa ilang secepat itu. kayak kanker sama tumor, itu butuh waktu bertaun-taun baru bisa ilang. Jadi enakan berenti sekarang dari pada telat...

Mitos # 6 Ribut amat. Yang rugi ‘kan diri gue sendiri
Eh siapa bilang? Coba bayangin. Kalo kita mesti masuk rumah sakit gara-gara rokok siapa yang repot? Keluarga kita juga. Sahabat kita. Belum lagi, orang yang biasa ngisap asap rokok bisa kena penyakit saluran pernapasan. Jadi bukan cuman kita doang yang rugi...

Mitos # 7 Gue udah kecanduan, gak bisa berenti
Emang rokok itu bikin kita kecanduan. Tapi bukan artinya kita gak bisa berenti merokok. Biasanya seminggu pertama abis kita berenti ngerokok, badan kita bakal ‘nagih’. Nah pas saat itu minta bantuan semua teman, Tuhan, keluarga supaya kita bisa lewatin masa itu.


Copyright majalah GFRESH! www.anakmudanet.blogspot.com

Tuesday, March 2, 2010

Gaya Hidup Anak Muda

AWASSS! BARANG PALSU!



Dih, ternyata uang palsu nggak cuma beredar di Indo aja, man! Di negara manapun, kejahatan pemalsuan uang masih jadi masalah nasional. Saya waktu belanja di Guangzhou, dimana-mana orang bawaannya curiga aja kalo terima uang yang nilainya gede. Uang asli sama uang palsu emang sulit dibedakan. Yang palsu mirrrripppp buangettt sama yang asli. Mirip tapi nggak sama. Yang asli ada ciri-ciri tertentu. Tujuan pemalsu uang cuma satu: menipu untuk mendapat untung. Nggak heran, dari encim-encim pemilik warung sederhana sampai tukang taksi di Guang Zhou, rata-rata udah punya money detector, alat untuk mendeteksi lembaran uang. Soalnya, mau segede apapun nilai selembar uang, kalo namanya uang palsu tetap aja nggak ada nilainya.

Ehm, udah tau belon, kalo iblis juga salah satu pemalsu lihai. Mau happy? Iblis bisa buat yang palsu kok, tapi of course tetap beda kualitasnya dengan yang asli. Yang asli itu made by GOD, creator of all, Tuhan Yesus, pencipta semesta alam.

Well, dugem itu baru satu di antara puluhan godaan en tipu daya yang iblis tawarkan demi mencari kebahagiaan. Tapi perhatiin deh, semua yang iblis tawarin berkualitas semu. Do you understand apa itu SEMU? Artinya tuh palsu, hanya kepura-puraan, nggak bertahan lama.

Saya heran, banyak orang pengen masalahnya kelar dengan cara palsu, padahal udah tau akibatnya. GF! pikir itu karena ada banyak orang belum pernah ngalamin sukacita en kebahagiaan yang sejati. Atau bisa juga, mereka emang suka barang palsu karena buat dapet yang asli ada harga yang harus dibayar. Sama halnya, banyak orang yang pake jam Rolex palsu, tapi suka ngaku asli. Yang penting keren dulu, tapi sebetulnya sedang menipu diri sendiri dan orang lain. Yang ngebedain adalah kualitasnya, tapi banyak orang cukup puas dan bangga dengan barang palsu. Yang penting murah dan keren, tapi belakangan baru tau: cepet rusak!

So, dari mana kita tau yang asli atau yang palsu?  Yap! Betul, dari kualitas dan efek yang dihasilkan. Bahayanya, nggak semua efek langsung terlihat dalam waktu dekat. Iblis ternyata suka niru cara makan tikus, yaitu menggerototi sedikit demi sedikit. Misalnya lewat trend bikini, siapa sangka trend yang umurnya sudah puluhan tahun ini bakal memicu dimulainya suatu gaya hidup seks bebas di seluruh dunia. Berapa banyak orang dibangkitkan hawa nafsunya dengan trend pakaian yang ‘miskin’ bahan ini? Berawal dari sitkom lucu di teve, siapa yang nyangka yang tadinya hanya lucu-lucuan itu akhirnya malah memacu gerakan lesbianisme dan homoseksualitas di Amrik sono (makanya ati-ati dengan sinetron Indonesia yang mulai pake tokoh banci atau homo meski cuman buat lucu-lucuan). Perhatiin deh, semua yang iblis kasih membawa efek panjang, yang bikin kualitas dan standar moral manusia makin rendah.



Iblis itu ‘pinter’, dia tau kalo anak muda sekarang disodorin yang langsung kelihatan efek negatifnya, pasti pada nolak. Apalagi kalo sasarannya anak Tuhan yang sungguh-sungguh, iblis menawarkan dosa sedikit demi sedikit, entar kalo kita udah deeper in sin alias makin terhisap dalam lumpur dosa, efeknya baru keluar. Apa mau dikata, terkadang sudah terlambat untuk dicegah. Iblis tau apa yang kita suka, apa yang jadi kelemahan en apa yang merangsang nafsu anak muda. Iblis nggak akan ragu menghalalkan segala cara, yang penting kita makin dekat dengan dosa en makin jauh dengan Allah. Ehm, itulah beda iblis sama Tuhan kita. Bikinan iblis nggak bakalan punya kualitas yang bagus. Julukannya aja 4P: penipu, pembunuh, pencuri en pembinasa. Kalo ngasih sesuatupun pasti ada tumbal yang diminta. Entah itu penyakit, utang piutang, bahkan nyawa! Sengsara benerrrr!



RACUN NERAKA

Pernah lihat bubuk racun yang warna putih? Kalo di taruh di atas meja, anak-anak kecil nggak bakalan tertarik dengan benda putih yang mirip bedak itu. Tapi kalo bubuk racun itu ditabur dan dikocok dengan permen warna warni, wah anak-anak kecil langsung mencomot tanpa ragu-ragu. Tapi racun is racun!

Gitu juga kerja iblis, sesuatu yang berbahaya kadang di’samar’kan dengan hal yang keren dan bagus, tapi tetap aja mematikan, namanya juga RACUN.

Nggak ada yang salah dengan trend, tapi jerat dibalik TREND itu yang harus diwaspadai. Bukan trend namanya, kalo nggak menarik. Semua perusahaan iklan tau apa yang remaja sukai, film apa yang sedang digandrungi, musik apa yang sedang didengerin, dll. Mereka bayar mahal untuk meneliti kesukaan kita, en lalu dibuatlah produk-produk yang menjawab hobi en kegemaran kita. Mereka nggak tanggung-tanggung ngeluarin biaya untuk iklan yang tepat pada sasaran. Tanpa sadar gaya hidup remaja diracuni oleh film-film romantis, trend-trend yang menyebut kamu jadi kampungan kalo nggak ikutan di dalamnya, dll.

Di Guangzhou, saya ketemu satu anak muda yang dengan jujur mengakui telah berhubungan seks dengan pacarnya setelah menonton film seri remaja buatan lokal yang sedang ngetrend di China. Film yang romantis, merangsang nafsu, membuat segala sesuatu kelihatan indah  dari sisi luar, tapi ternyata telah membubuhkan racun dalam nafsu anak-anak muda.

Suatu pagi, saya jalan-jalan melewati asrama pelajar bertingkat lima, dan rumput di seliling asrama tersebut penuh dengan puntung rokok dan botol minuman keras. Iklan-iklan  menampilkan kemachoan en keindahan hidup yang eksklusif dengan menghisap rokok, minum bir, dll. Apa semua orang nggak tau efek dari ‘racun-racun’ manis itu? Oooiii...somebody tells them, please!

Hahaha, mereka nggak sebodoh itu kok. So pasti mereka tau efek dari ‘racun-racun’ manis tersebut. Tapi kenapa tetap itu yang dipilih sebagai gaya hidup?



ORANG BAIK VS ORANG BENAR



“Ah kamu kampungan banget sih? Ngerokok, nge-bir, nge-seks, dan nge-nge yang lain, itu nggak berarti kita orang jahat! Kita nggak sampai ngerampok atau memperkosa kok. Ini gaya hidup anak muda jaman sekarang, yang penting kita nggak nyusahin orang lain.”

Oups, ada yang protes rupanya. Saya ngerti jalan pikiran kebanyakan anak muda. Waktu kamu bilang kamu nggak sedang nyusahin orang lain, kelihatannya nggak ada yang salah dengan itu. Wong ini hidupnya kamu sendiri. Mungkin keluargamu nggak peduli. Tap kalo punya keluarga yang normal, pasti mereka ikut terseret sengsara waktu racun-racun manis itu mulai bereaksi.

Hei, saya tau maksudmu, kamu memang bukan orang jahat. Dengan gaya hidup nge-drugs, nge-rokok, nge-seks, nge-judi, dll, kamu bisa tetap berbuat amal di hari natal, nyumbang duit untuk korban banjir, menolong seekor kucing yang terlantar di pingir jalan, melemparkan uang logam 100 perak buat pengemis di jembatan penyebrangan, ngasih contekan buat teman yang langganan bebek (baca: angka 2) di setiap ulangan, dll.

Gini-gini gua nggak pernah korupsi kayak pejabat si anu tuh! Gini-gini gua nggak pernah ngempesin ban mobil orang kecuali kalo dia jahatin gua, gini-gini gua nggak pernah bo’ong kecuali kepepet, gini-gini...gitu-gitu...gini-gitu…

Tapi sayangnya, kamu perlu tau, kalo Tuhan nggak sedang cari orang baik-baik, tapi Tuhan cari orang BENAR. Orang baik belon tentu benar, orang benar sudah pasti baik. You know what  I mean? Tuhan minta kita hidup dalam kebenaran Firman Tuhan. I am happy to be in the truth. What about you?



JANGAN DIBACA! (KAMU NGGAK BAKALAN SUKA!)

Well, kamu yang mutusin baca. Jadi jangan melempar majalah GF! ini ke bawah kolong ranjang. Tahan sebentar. Sebenarnya saya sedih dan gemes, karena banyak anak muda yang mengaku dirinya Kristen, tapi gaya hidupnya nggak mencerminkan kalo Yesus ada di dalam hidupnya.

Okelah, mungkin kamu nggak nge-dugem, nge-seks, nge-drugs, nge-rampok, atau nge-nge yang lain. Tapi lihat cara hidup kita di depan cermin. What for? I am a Christian, man!

Eh, Bapak gua pendeta, apa lagi yang harus diragukan? Eh, nenek moyang gua orang kristen sejak jaman purba, tau! Do you think so, huh? Coba ngaca bentar aja....

  1. Nyontek kecil-kecilan? Try to be creative, huh? ‘Jurus apalagi yang dikeluarkan untuk menipu guru-guru bodoh itu?’ Eittss...siapa yang bodoh sebetulnya?

  2. Ngasih contekan besar-besaran? Jadi orang baek, ya? Sedang mendidik orang jadi malas, atau cari muka biar dapet banyak teman?

  3. Bohong putih? Bohong item? Nggak peduli bohong merah, kuning, hijau, bahkan di langit yang biru sekalipun, yang namanya bohong tetap bohong, man!

  4. Ngomongin orang di belakang? Bangga juga kalo tergabung dalam klub yang selalu berkata: gosip... gosip... gosip... Memang lidah nggak bertulang, tapi apa yang kamu tabur pasti akan kamu tuai. Pasti? So pastiii dong!

  5. Kalo udah emosi, keluar deh koleksi kata-kata yang tidak berperikemanusiaan, tapi ber-perikebinatangan, untuk menyerang orang lain? Dari hewan berkaki empat, melata, sampai hewan yang adalah nenek moyang manusia, kata teori Darwin itu. Jangan lupa 2 jam di hari minggu kemaren, mulutmu nyanyi lagu-lagu rohani. Tapi dengan bibir yang sama kamu sedang nyakitin orang dan nyakitin hati Tuhan.

  6. Gua nggak sampai nge-seks kok, cuma main-main cinta sedikit. Tenang ajaaa... sekalipun kita serumah, sekamar, seranjang, kita nggak sampai making love kok, cuma saling menikmati aja keindahan ciptaan Tuhan. Eleh-eleh..!

  7. Ngerokok? Ah cuma buat penghilang stress en sssstttt....katanya berat badan bisa turun kalo ngerokok. Keren lho, lihat cewek ngerokok. Well, rokok tetap rokok, racun nikotin dan tembakau sedang berenang-renang dalam darahmu. Jangan kaget kalo suatu saat kamu harus terima kenyataan dari dokter yang menyatakan paru-parumu banyak flek hitam. TBC, man!

  8. Ya ampun, gua nggak ke kasino lagi! Cuma taruhan bola doang! Siapa tau menang, kan duitnya buat orang miskin. Wow, betapa mulianya hatimu. Tapi maaf, Tuhan nggak pernah ngasih berkat lewat cara-cara yang tidak memuliakan namaNya

  9. Hei, ini cuma 5 gelas bir, dikit doang...! Nggak bakalan mabok, lagi! Oya? Sedikit demi sedikit, lama-lama jadi penyakit. Masih ingat pepatah nasional ini?


10.  Hahaha...ramalan? Gua nggak percaya sama gituan lagi! Ini kan cuma ramalan bintang! Iseng doang! Well, dengan membaca saja kamu sedang membuka pintu untuk iblis bekerja dalam hidupmu. That’s your choice!

11.  Hobi nonton film horor? Atau yang sadis en hot? Ya Tuhan..., cuma nonton doang, man! Hey, itu hakmu, tapi jangan lupa, media sangat mempengaruhi gaya hidup dan cara pikir kita. Bukannya firman Tuhan yang berakar, tapi konsep-konsep dunia. Ingat sistem iblis yang paling ampuh: menggerogoti dikiiiit...demi sedikiiiit...

12.  Gua orangnya emang udah kayak gini dari sononya. Kalo marah emang banting pintu, gelas, piring, pokoknya kasar deh. Tapi cuma luarnya doang, dalemnya gua orang baek.  (dari majalah GFresh!)

Friday, February 26, 2010

7 Mitos Merokok

1. Kenapa gue mesti berenti ngerokok? Toh akhirnya juga gue pasti meninggal karena sesuatu.
Memang kita semua pada akhirnya bakalan meninggal dikarenakan sesuatu, but buat orang yang demen ngerokok, atau perokok sedang, dia memiliki kemungkinan buat meninggal tahun depan yang besarnya 1,5 kali orang bukan perokok yang berusia en berjenis kelamin sama. Ada kemungkinan buat meninggal 3 tahun lebih cepet dari orang yang bukan perokok, en sekitar 2 kali lebih memungkinkan buat kena serangan jantung atau meninggal karena kanker, dibandingin dengan orang yang bukan perokok.

2. Kalo gue berhenti ngerokok, gue bisa jadi gemuk nih!
Kalo perokok berhenti dari kebiasaannya, 79 persen dari mereka bakalan bertambah berat badannya. But pertambahannya nggak parah-parah banget kok, cuma 2,3 kg. Dengan berolah raga en menjaga makanan yang dikonsumsi bisa membantu mencegah terjadinya kegemukan. So, kenapa nggak berenti ngerokok aja! Bagus juga tuh, tubuh jadi keliatan berisi apalagi ditambah fitness, kan keren hehe...

3. Gue nggak bisa nikmatin hidup tanpa rokok
Wah, bodoh bener orang yang ngomong ini. Tau enggak, bekas perokok malah punya kualitas hidup yang lebih baik, dengan berkurangnya batuk, bertambah baiknya fungsi paru-paru (akhirnya si paru-paru bisa bernafas lega), en bertambah kuatnya sistem pertahanan tubuh mereka, dibandingin dengan mereka yang tetap merokok. Juga perlu didukung dengan komitmen yang mantep untuk nggak mau terikat lagi sama rokok. Memang untuk melepaskan sesuatu yang rasanya enak banget en udah mengikat, butuh pengorbanan yang besar. Percayalah itu ada faedahnya. Ayo berusahalah!

4. Gue udah terlanjur sakit gara-gara ngerokok, jadi gue tetep ngerokok aja deh.
Mereka yang berhenti dari ngerokok seudah dapet serangan jantung punya kemungkinan meninggal 10 kali lebih sedikit dibandingin mereka yang terus ngerokok. Penderita kanker paru juga lebih besar kemungkinannya buat tetep hidup kalau mereka berhenti ngerokok. So pernyataan di atas bahwa “Gue udah terlanjur sakit gara-gara ngerokok, jadi gue tetep ngerokok aja deh.” salah banget!! Nggak ada kata terlambat kok!

5. Nanti aja deh gue berhenti ngerokoknya. Tubuh gue kan masih punya waktu buat ngatasinnya.
Walaupun beberapa efek buruk rokok (seperti yang disebabkan oleh nikotin) bisa hilang dalam beberapa jam sampai beberapa hari berhenti merokok, but efek-efek yang lainnya perlu beberapa tahun ngilanginnya. Buat sebagian besar penyakit akibat ngerokok, semakin lama untuk berhenti ngerokok, semakin kemungkinannya buat sakit atau meninggal. Nah!

6. Gue cuma nyakitin diri sendiri kok.
Eh siapa bilang? Temen-temen, keluarga nggak cuma harus menghadapi penyakit akibat si perokok, tapi kebiasaannya juga bisa meningkatkan resiko mereka untuk sakit en meninggal. Orang yang nggak sengaja ngisep kebulnya rokok seraca reguler punya kemungkinan yang lebih besar buat menderita infeksi saluran nafas en penyakit paru seperti pneumonia. Jadi ngerugiin banyak orang tuh kalo ngerokok!

7. Gue udah coba berhenti, tapi gagal terus. Jadi ngapain nyoba lagi, toh nantinya juga gagal lagi.
Banyak orang nggak berhasil menghentikan kebiasaan ngerokoknya. Ngerokok adalah kebiasaan yang mengikat (adiktif) en banyak perokok yang nyobain untuk berhenti beberapa kali, sampe akhirnya mereka berhasil. Sebagian besar perokok kambuh lagi pada minggu pertama setelah masa pemberhentian itu, dimana gejala penghentian kebiasaan itu muncul dengan kuat sedangkan tubuh masih tergantung pada nikotin. Waspadalah, soalnya saat-saat itu saat yang tersulit buat menolak rokok. Gunain seluruh kekuatan en kemauan kamu en minta dorongan dari temen-temen or family supaya bisa melalui masa-masa kritis tersebut. Terlebih sama Tuhan. Kalau kamu bener-bener mau berhenti dari rokok, kamu pasti bisa melakukannya! Don’t give up! Coba terus, terus, terus, en terus, sampe akhirnya kamu berhasil!

Tips Berhenti Merokok

Berikut ada beberapa tips yang bisa kamu ikutin buat menanggalkan kebiasaan ngerokok:
1. Punya komitmen, keputusan yang tegas kalo kamu bener-bener pengen berhenti ngerokok. Usahain hindarin pikiran negatif tentang sulitnya berhenti ngerokok.

2. Bikin tulisan gede-gede di kamar kamu or di tempat yang gampang kamu liat, bikin tulisan: GUE PASTI BISA BERHENTI DARI NGEROKOK atau GUE NGGAK MAU NGEROKOK LAGI DEH or yang laen yang bisa bikin kamu terpacu buat berhenti dari rokok.

3. Minta dukungan temen-temen en keluarga, karena mereka bisa jadi dorongan yang amat penting baik sebelum maupun seudah berhenti ngerokok.

4. Jangan kosongin asbak, isi aja sama permen or buang aja jauh-jauh itu asbak. Soalnya benda ini bisa mengingatkan kamu tentang banyaknya rokok yang kamu isap setiap harinya. Pemandangan en bau puntung rokok juga bisa dijadikan peringatan buat kamu.

5. Buang deh semua rokok en korek yang masih belum digunain.

6. Pergilah ke dokter gigi, en minta supaya gigimu dibersihin dari sisa-sisa tembakau yang nempel di gigi kamu. Terus ngaca, en smile. Wah bertapa indahnya gigi kamu itu! Pastiin untuk tetep seperti itu.

7. Beli celengan. Tiap kamu kepengen ngerokok, tahan en tabungin aja deh duitnya. Siapa tau itu tabungan kalo udah setaun bisa beli mobil merci haha... ya setidaknya bisa membeli sesuatu yang lebih berharga dibandingin rokok. Atau kamu bisa sumbangin ke panti-panti or ke orang yang sangat membutuhkan bantuan. Oke nggak tuh!

8. Tetapin target waktu buat berhenti ngerokok, misalnya di hari ulang tahun mesti udah bisa berhenti ngerokok. Ini mempermudah buat mengingat kapan kamu berherhenti dari rokok en untuk merayakanya tiap tahunnya!

Selamat mencoba! Sekali lagi DON’T GIVE UP!

MamaOla