Showing posts with label ARTIKEL. Show all posts
Showing posts with label ARTIKEL. Show all posts

Thursday, May 31, 2012

KRISTEN SEJATI

KRISTEN SEJATI

Pernah bayangin gak kalau Bunda Theresa, Ps. Kong Hee, Ev. Billy Graham, Pdt. Yonggi Cho dan Pdt. Benny Hinn doa sama-sama dalam satu ruangan? Hmmm... Mungkin masing-masing bakalan punya cara berdoa yang beda-beda. Ada yang tenang tak bersuara, ada yang teriak-teriak kayak lagi kampanye, ada yang bergumam kayak lebah, ada yang nyanyi lagu lembut, dan mungkin ada pula yang pake musik hiphop! Penampilan mereka juga beda-beda. Bunda Theresa dengan sarinya yang khas, Ps. Kong Hee dengan t-shirt funky-nya atau Pdt. Billy Graham dengan jas lengkapnya, dst.

Mereka semua berbeda. Cara berdoanya beda, cara pelayanannya beda, cara menyembahnya juga beda. Mereka semua berbeda, sama kayak kita semua juga pergi ke berjemaat di gereja yang berbeda-beda. Tapi semua itu gak masalah selama kita menyembah Yesus yang diceritakan dalam Alkitab. Mereka dan kita punya peran masing-masing dengan cara masing-masing sebagai saksi-saksiNya di muka bumi.

Liat aja Ps. Kong Hee yang modern banget, cocok buat anak muda di kota metropolitan, banyak anak muda yang dimenangkan lewat pelayanannya. Atau Pdt. Billy Graham dengan gayanya yang kalem tapi menghanyutkan, sekali dia berkhotbah, ribuan orang bisa menerima Yesus, sampai-sampai banyak negara yang melarang Pdt. Billy Graham ini buat datang ke negara mereka. Gak beda jauh sama Ev. Benny Hinn, dengan karunia yang Tuhan berikan, dia mendemonstrasikan kuasa Tuhan yang luar biasa, yang membuat banyak orang mengalami Tuhan secara pribadi. Atau Bunda Theresa, dengan kasih dan pelayanan pribadinya pada orang miskin dia memenangkan jutaan orang buat Yesus. Setiap orang punya karunia, setiap orang punya peran, dengan gaya mereka masing-masing. Begitu pula dengan kita.

Foto Pacar
Temen-temenku terdiri dari anak-anak Tuhan dari berbagai denominasi. Protestan ada, katholik ada, yang lain juga ada. Suatu saat satu orang teman kami yang protestan bertanya pada yang katholik, “Kenapa sih kamu banyak menggantung salib di rumahmu? Lagipula kenapa salibnya ada Yesusnya? Kan Yesus sudah bangkit dan naik ke Surga? Kenapa kamu kayak yang masih ‘menyalibkan’-Nya?”. Tentu saja pertanyaan ini dilontarkan karena kami sudah lama bersahabat tanpa ada maksud buat melecehkan. Teman kami yang katholik hanya menjawab dengan senyuman.

Beberapa saat kemudian, waktu istirahat makan siang, ia melihat isi dompet teman kami yang protestan, disitu ada foto cewek cantik. “Wah, cantik juga pacarmu!” ujarnya.
“Husss, ini bukan pacarku, tapi foto ibuku waktu masih muda.” jawabnya.
“Hah? Foto ibu kamu? Cantik bener! Dimana dia sekarang?”
“Di Amrik, lagi liburan”
“Lalu kenapa kamu masih menyimpannya di dompetmu?”
“Emang kenapa? Gak boleh?”
“Lho, itukan pertanyaan kamu beberapa waktu lalu!”
“Maksud lo?”
“Iya. Kan kamu tanya, kenapa saya menyimpan patung Yesus di pajangan salib saya, padahal Yesus kan udah naik ke Surga. Nah, jawabannya mirip dengan kenapa kamu masih menyimpan foto jadul ibu kamu padahal ibu kamu gak ada disini en sudah nggak muda lagi kan?”

Hehe. Teman kami itu cuma ketawa-ketawa sambil menyantap makan siang di kantin. Tapi kami jadi mengerti, bahwa kadang perdebatan lantaran perbedaan yang gak penting bikin kita lupa ngejalanin persamaan yang penting, yakni menjadi kristen sejati.

Tuhan gak akan sibuk liat bentuk kalung salibmu, sebab yang Dia lihat adakah iman di hati kita? Dia mencari orang-orang dengan ‘hati Kristen sejati’, orang-orang yang berbicara dan berjalan dalam hidupnya sebagai Kristen sejati.

“Aku berkata kepadamu: Ia akan segera membenarkan mereka. Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?" (Lukas 18:8)

Ciri Kristen Sejati
Tau gak kenapa seekor ayam disebut ayam dan gak ketuker ama monyet? Karena dia punya ciri-ciri seekor ayam yang gak dipunyai seekor monyet. Dia punya sayap, bukan tangan; dia punya paruh dan bukan mulut; dia berkotek dan bukan mengoceh; dia berjalan dengan kedua kakinya dan bukan bergelantungan di pohon. Karena dia punya ciri-ciri kayak gitu, maka dia disebut ayam. Bukan monyet. Begitu juga kita, orang-orang Kristen, disebut Kristen sejati kalo punya ciri-ciri yang khas. Apa sajakah itu?

1. Kita menerima Yesus sebagai satu-satunya Tuhan dan Juruselamat dalam hidup kita. Roh Kudus yang menuntun kita dan Alkitab sebagai firman Tuhan dan pedoman kita, bukan hanya sebagai buku sejarah.

“Allah yang esa, Juruselamat kita oleh Yesus Kristus, Tuhan kita, bagi Dia adalah kemuliaan, kebesaran, kekuatan dan kuasa sebelum segala abad dan sekarang dan sampai selama-lamanya. Amin.” (Yudas  1:25)

“Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.”  (Yohanes 14:6)

“Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu. Dan kalau Ia datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman” (Yohanes 16:7-8)

“Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.” (II Timotius  3:16)

2. Kita punya kerelaan dan kemauan untuk menyangkal diri dan memikul salib di dalam hidup ini. “Kata-Nya kepada mereka semua: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku.” (Lukas 9:23)

Kita boleh tinggal di bagian dunia yang berbeda, dengan budaya yang berbeda. Gaya, penampilan dan tipe pelayanan yang kita emban juga beda-beda. Tapi satu hal yang tetap harus dipegang oleh semua orang Kristen yang sejati adalah bahwa Tuhan mau kita memikul salib dan menyangkal diri kita setiap hari.

Pikul salib artinya kita menanggung hal-hal yang gak enak karena kita adalah pengikut Yesus. Dann juga kita harus sangkal diri dari kedagingan kita, yang bentuknya bisa kesombongan, hawa nafsu, amarah, kemalasan, dsb. Gaya boleh modern, tapi satu yang tidak boleh hilang dari gaya hidup kita: PIKUL SALIB dan SANGKAL KEDAGINGAN.

3. Hidup sebagai saksi Yesus dimanapun kita berada. “Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi." (Kisah 1:8-11)

Kristen yang sejati tahu bahwa dia bertanggungjawab untuk memberi tahu tentang kasih Tuhan kepada orang-orang yang ada di sekitar dia.Teman-temannya, keluarganya. Udah jadi tanggungjawab kita untuk memperkenalkan Tuhan kepada mereka lewat hidup kita ini. Menjadi saksiNya. Caranya bisa macem-macem, tapi tujuannya satu: BERSAKSI



KERAJAAN ALLAH
“Kepada mereka Ia menunjukkan diri-Nya setelah penderitaan-Nya selesai, dan dengan banyak tanda Ia membuktikan, bahwa Ia hidup. Sebab selama empat puluh hari Ia berulang-ulang menampakkan diri dan berbicara kepada mereka tentang Kerajaan Allah.” (Kisah 1:3)

Btw, waktu Tuhan mau naik ke surga, kira-kira apa ya yang Dia pesenin berulang-ulang sama murd-muridNYa?
Tuhan berulang-ulang menampakan diri, dan berbicara tentang Kerajaan Allah. Organanisasi Gereja boleh berbeda-beda, tapi ‘Gereja Tuhan Yesus’ adalah Gereja yang menjalankan Kerajaan Allah sebagai kehidupan mereka, bukan sekedar slogan.

Apa itu kerajaan Allah?
Kerajaan Allah bukan hanya bicara tentang surga tapi juga tentang hidup kita hari ini, dan itu sudah dimulai dari sejak Yesus datang dalam hidup kita sebagai Tuhan dan Raja. Sejak segala kuasa kegelapan diusir keluar sebagai akibat dari kehadiran Pencipta Segala yang Ada di dalam hidup kita. “Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Roh Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu”. (Matius 12:28)

Kerajaan Allah adalah kehidupan dimana Tuhan memerintah sebagai Pemimpin Tertinggi. Dan karena Tuhan yang memerintah, maka hidup di dalam Kerajaan Allah berarti kuasa Allah nyata dalam kehidupan sehari-hari kita.

Karena itulah Tuhan bilang kalau kita sudah mendapatkan Kerajaan Allah dengan segala PRINSIP-PRINSIP KEBENARAN-nya, maka segala sesuatu akan ditambahkan. Maksudnya, segala sesuatu yang kita kerjakan akan berhasil!! Karena kita hidup dengan prinsip yang benar dan seimbang!! Baca deh Matius 6:26-34 buat lebih jelasnya.

Sifat dari kerajaan Allah:
1.        Menerima siapa saja, bukan ekslusif
Selama berada di dunia ini, Tuhan Yesus kasih contoh yang luar biasa banget soal ini. Dia mau bergaul dengan siapa saja, menerima siapa saja tanpa ikut berbuat dosa. Dia mengampuni orang yang berbuat jahat kepadaNya, karena itu adalah sifat Allah. Sifat dari Kerajaan Allah.

Ke-12 muridNya pun datang dari berbagai latar belakang dan suku yang berbeda-beda. Karena itu, kalau kita adalah Kristen sejati, maka gak ada lagi tuh yang namanya rasis, beda-bedain suku, memandang kaya miskin, dsb. Itu gak Yesus banget deh!! Bukan Kristen deh!!

Tuhan mau kita bisa bergaul dengan siapa aja, ramah, baik terhadap siapa pun tanpa beda-bedain, tapi juga tanpa kehilangan prinsip kita sebagai anak Tuhan.

2.        Natural spiritual
Waktu Tuhan Yesus ada di dunia ini, Dia mengampuni, menolong, menyembuhkan orang-orang. Dia juga bekerja, bayar pajak, dsb. Dia tidak hanya bicara, tapi Dia juga melakukan. Kristen bukan hanya bicara soal sesuatu yang supranatural, sesuatu janji untuk kehidupan di akhirat. Kerajaan Allah adalah tentang kehidupan yang akan datang, dan juga kehidupan HARI INI!

Jadi gak ada tuh istilah: ‘memang seharusnya saya memaafkan, tapi tidak sekarang’, atau istilah ‘hidup susah di dunia asal senang di surga’, or ‘nanti kalau saya sudah kaya, saya akan menolong orang miskin’.

Tuhan mau kita mengalami atmosfer Kerajaan Allah itu memenuhi atmosfer kehidupan kita sekarang! Kuncinya adalah kita mulai belajar menjalankan prinsip-prinsip yang Tuhan kasih. Ayo kita jangan malas. Jangan berdusta, tetapi jadilah jujur dan berintegritas! Jangan cabul, belajarlah hidup kudus! Dsb. Waktu kita menghidupinya, kehidupan kita dan orang-orang di sekitar kita pasti berubah. So pasti!

3.        Progressive
Kristen sejati itu gak pasif, tapi aktif dan berinisiatif. Ingat perumpamaan talenta? Tuhan sudah kasih talenta yang berbeda-beda kepada kita semua, dan Tuhan mau talenta itu berkembang. Gak dikubur begitu saja dalam hidup kita. Mengembangkan talenta bukan berarti harus aktif dalam kegiatan gereja, tapi kembangkan talenta dimanapun kamu berada. Kembangkan itu untuk memuliakan Tuhan dan menyampaikan pada dunia betapa besar kasih Tuhan dan bahwa kasih Tuhan itulah jawaban yang mereka butuhkan.

Tahu gak, Ps. Philip Mantofa yang terkenal dengan karunia menyembuhkannya, dia berdoa untuk orang sakit gak hanya waktu di KKR aja, tapi dia berdoa untuk TKW-TKW di perusahaannya juga.

GF! Pernah tau ada satu anak sekolah yang nilai pelajarannya berubah drastis setelah dia mengenal Yesus, tapi gak sampe disitu, ada sekelompok temannya yang juga bertobat gara-gara melihat perubahan itu! Waktu kita mengembangkan talenta kita bersama Tuhan, maka itu akan memberkati banyak orang di sekitar kita.

Jadilah pedagang yang memuliakan Tuhan. Jadilah artis top yang memuliakan Tuhan. Jadilah pengusaha, guru, professional yang memuliakan Tuhan. Dan itu dimulai dari sejak sekarang, sejak kita masih muda.

4.        Nggak tergoncangkan
Kerajaan Allah itu gak tergoncangkan. Ada seseorang yang sakit kanker, harapan hidupnya sudah sangat tipis. Tapi walau tubuhnya lemah, dia tetap bersemangat dalam menjalani hari-harinya. Dia tetap melakukan yang terbaik dan terus menceritakan kebaikan Tuhan kepada semua orang yang dia temui. Waktu ditanya apakah dia sempat takut mati? Dia bilang sempat kepikiran tentang orang-orang yang akan dia tinggalkan, tapi setelah dia merenungkan Firman Tuhan, dia bilang bahwa dia tidak kuatir lagi.

Orang yang menghidupi Kerajaan Allah gak gampang putus asa. Dia gak mundur dari pelayanan cuma gara-gara putus cinta. Dia gak mundur dari Tuhan cuma gara-gara diejek teman-temannya. Gak tergoncangkan! (**)

Friday, May 25, 2012

PROTESTAN VS KATHOLIK


PROTESTAN VS KATHOLIK
Billy, yang menganut Kristen Katholik, dengan semangat bilang kalau orang Kristen Protestan itu tukang bikin gara-gara. Liat aja gara-gara reformasi Martin Luther banyak banget perpecahan di tubuh gereja sampe sekarang. Gak mau kalah Jody yang orang Protestan, dia bilang kalau gereja Katholik memang pantes direformasi, soalnya pernah bikin surat pengakuan dosa. Menurut Jody, yang salah duluan itu gereja Katholik. (F!dp)

Siapa yang bener? Hmmm... dua-duanya sama-sama salah dan sama-sama benar. Masing-masing punya kesalahan en kelebihan masing-masing. Baik gereja Katholik, baik gereja Protestan juga sama sama punya salah. Kalau didaftarin bisa panjang salahnya, jadi di bawah ini beberapa kesalahan gereja Katholik sama gereja Protestan yang cukup ‘terkenal’:

·         Perpecahan
Gereja Protestan tercatat sebagai gereja yang paling sering mengalami perpecahan. Gara-garanya paham Reformasi Martin Luther  bikin semua orang bisa menafsirkan Alkitab sendiri-sendiri. Udah gak keitung banyak denominasi yang lahir sejak zaman reformasi sampe sekarang. Udah gitu tiap kali ada perpecahan pasti jatuh korban. Gak keitung berapa banyak korban yang jatuh tiap kali terjadi perpecahan gereja.

·         Sok jadi Tuhan
Ini dia yang bikin Martin Luther akhirnya bikin gerakan reformasi, karena oknum gereja Katholik (waktu itu) merasa mereka itu Tuhan. Jadi mereka keluarin surat pengampunan dosa, padahal kita tau ‘kan cuma Tuhan sendiri yang bisa mengampuni dosa. Sekarang sih gereja Katholik udah gak bikin surat kayak gitu lagi.

·         Perang
Baik gereja Katholik sama gereja Protestan sama-sama berperang dengan alasan ‘perang kudus’ melawan orang kafir. Gereja Katholik, ikutan perang salib buat merebut Yerusalem dari tangan Islam. Gereja Protestan, lewat kaum Puritan-nya, juga ‘perang’ ngelawan orang Indian Amerika, dalam rangka buka wilayah baru.

·         Pembunuhan
Dulu gereja Katholik melegalkan pembunuhan besar-besaran atas nama ‘penyucian dari kemurtadan’ yang terkenal dengan istilah inkuisi. Semua orang yang gak sepaham sama gereja Katholik boleh dibunuh. Gak beda-beda amat ama gereja Protestan, mereka juga pernah bunuhin orang-orang yang gak sepaham sama mereka, antara lain  gereja Anabaptis, dengan mengatasnamakan ‘penyucian gereja’.

Di Indonesia, waktu Katholik disebarkan sekitar abad ke-16, wilayah perdagangan Indonesia udah dikuasai oleh pedagang-pedangang Arab (Islam). Pastinya kedatangan Portugis ke Indonesia, khususnya di Ambon buat cari rempah-rempah, bikin pedagang-pedagang Arab geram; makanya mulai saat itulah ada konflik agama.

Juga dengan Kristen non-Katholik, yang masih terkotak-kotak: Lutheran dan Calvinis, yang juga terkenal bermusuhan. Pada zaman kolonial,  Katholik dibenci oleh Calvinis, gak heran kalo banyak pastor (misionaris) yang ditangkap, menghalang-halangi orang pribumi yang mau masuk Katolik atau Lutheran. Waktu agama Kristen disebarkan di Purworejo, Belanda yang Calvinis justru menghalanginya, ujung-ujungnya mereka membakar Gereja. 

Belum lagi perselisihan itu terus terjadi sampe sekarang. Yang satu menganggap yang lainnya salah, dan merasa dirinya lebih benar. Pelecehan, perpecahan, perkelahian, pertengkaran, hanya gara-gara perbedaan tanpa melakukan apa yang seharusnya dilakukan buat jadi orang Kristen sejati!

KRISTEN SEJATI
Di antara Protestan sama Katholik atau apapun denominasi lainnya, gak ada yang paling bener atau yang paling baik. Sama-sama baik dan sama-sama punya kesalahan. Jadi kita mesti milih mana dong? Yang jadi masalah itu bukan denominasinya. Kita boleh-boleh aja, en sah-sah aja, milih mau jadi orang Protestan atau Katholik atau denominasi lainnya, yang paling penting yang mesti kita inget adalah kita mesti jadi orang Kristen sejati.

Orang Kristen sejati itu bukan masalah agama atau masalah doktrin dan pengajaran, tapi masalah hidup. Yesus bilang gini di Yohanes 10:10b, ‘Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.’ Yesus datang ke dunia bukan supaya kita punya agama, atau punya pelayanan, atau punya pengajaran atau bisa bikin mujizat. Yesus datang supaya kita punya hidup, gimana gaya hidup kita sebagai orang Kristen. Salah satu gaya hidup orang Kristen sejati seharusnya adalah nggak eksklusif.

ANAK GAUL TAPI MENJAGA PERGAULAN
Ikut pelayanan di gereja en gabung sama komunitas anak-anak Tuhan itu bagus. Bahkan bagus banget! Soalnya temen-temen alias pergaulan kita sangat berperan dalam hidup kita. Ada yang bilang pergaulan itu kayak elevator lift ‘bisa membawa kita naik atau turun’. Banyak temen-temen kita yang harus jatuh dan berubah jadi berprilaku buruk hanya gara-gara pergaulannya yang nggak bener. Makanya Firman Tuhan juga bilang “Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik.” (I Korintus  15:33).

Tapi gara-gara itu kadang kita terjebak jadi anak Tuhan yang eksklusif, gaulnya cuman disituuuuu aja, trus memisahkan diri dari temen-temen kita yang lain di sekolah atau tetangga. Lebih parahnya lagi, gak mau peduli sama orang lain selain komunitasnya!

Orang Kristen sejati seharusnya adalah anak gaul. Artinya, dia mudah bergaul ama siapa aja dan hasilnya temennya pasti banyak! Liat aja Yesus waktu Dia hidup di dunia, temennya banyak! Dari kalangan dokter en pengusaha, sampe nelayan miskin. Dari orang terhormat sampe pemungut cukai dan pelacur. Belum lagi pengikutnya yang bejibun. Arti dari Kristen adalah ‘pengikut Kristus’. Kristus adalah Orang yang inklusif, gaul en membumi. Nah, kita juga harusnya jadi anak Tuhan yang inklusif en bukan eksklusif. Itulah orang kristen sejati.

Nah, masalahnya, gimana caranya jadi anak gaul tapi tetep jaga pergaulan? Langsung deh baca halaman berikutnya!




JADI PENGARUH
(DAN BUKAN DIPENGARUHI!)
Gimana caranya jadi anak gaul tapi gak terjerumus pada pergaulan yang buruk? Jawabannya adalah kita harus menjadi anak Tuhan yang berpengaruh dan bukan dipengaruhi!

Kalo firman di atas bilang pergaulan yang buruk bisa merusak kebiasaan yang baik, itu artinya pergaulan yang baik juga bisa mengubah kebiasaan buruk kan? So, gak masalah gaul ama yang bejat kalo kita yakin gak bakalan ikut-ikutan bejat bahkan bisa bikin orang bejat jadi baik, dan bukan sebaliknya. Caranya?

- Punyailah integritas yang tinggi.
Gara-gara teledor, saya menjatuhkan satu set panci terbuat dari kaca dari rak di sebuah supermarket. Prang!! Pecahlah berkeping-keping. Di lorong itu nggak ada siapa-siapa. Penjaga supermarketpun nggak melihat kejadian itu. Saya lihat harganya, lebih dari 100ribu rupiah, padahal rencana saya hanya belanja odol seharga 4000 rupiah!

Saya tau bahwa saya harus mengganti panci itu, meskipun saya juga tau dengan cukup membereskannya dan pulang tanpa memberitahukan si penjaga, saya bisa lolos tanpa harus membayar sepeserpun. Mana yang saya pilih? Saya pilih untuk belajar berintegritas tinggi. Apa yang saya percaya akan saya lakukan. Dan saya membayar panci tersebut di kasir meskipun kemudian saya buang.

Menurut kamus Merriam-Webster Online, integritas dijelaskan sebagai teguh pada suatu kode moral atau nilai tertentu, kondisi tak tercemar, kualitas atau kondisi yang lengkap atau tak terpecah-pecah. Integritas memiliki kesamaan dengan honesty (perilaku yang lurus dan jujur), sincerity (karakter yang selalu menjunjung tinggi kehormatan dan kejujuran), menolak untuk berbohong, mencuri, atau menipu dalam segala cara.

Kita tau mencuri itu dosa dan kita nggak akan melakukannya kan? Tapi gimana kalo ada kesempatan dan gak ada orang lain yang melihatnya?

Apakah kita akan kembali ke kantin karena si kasir kelebihan memberikan uang kembalian?  Apakah kita masih suka nongkrong di lapak-lapak film bajakan? Apakah kita akan membuka situs xxx saat gak ada temen yang melihat kita di warnet? Gimana dengan mencontek? Korupsi? Berbohong?

Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus.” (Filipi 2:5)

Orang yang berintegritas gak akan mudah terpengaruh. Kalo prinsip kita A ..ya A, gak mudah berubah jadi B, sekalipun gak ada orang yang melihatnya. Kalo kita punya integritas tinggi, maka kita jadi kredibel alias terpercaya. Orang akan percaya pada kita lantaran apa yang kita omongkan juga kita lakukan. Apa yang terlihat dan terdengar oleh orang lain tentang kita juga terbukti dalam perilaku dan keputusan-keputusan yang diambil oleh kita. Kalo kita udah dipercaya, kita pasti akan sangat berpengaruh, orang akan dengan mudah mengikuti kita.

To be persuasive we must believable. To be believable, we must be credible. To be credible, we must be truthful (integrity).

Tapi kita jangan melupakan dasarnya: pengenalan akan Kristus dan firman Tuhan. Karena moral yang baik belum tentu benar di mata Tuhan. Kalo itu udah jadi prinsip, gak mudah untuk dipengaruhi prinsip lain yang bukan dari Tuhan.

- Jadilah orang yang disukai.
Ya memang benar kalo Yesus bilang kita bakalan dibenci orang lantaran nama Yesus (baca Lukas 21:17), tapi kenyataannya malah banyak orang kristen yang dibenci orang lantaran kesalahannya sendiri. Suka sombong, gak gaul, gak peduli orang lain, menyebalkan, mengganggu, gak menjaga penampilan, sok suci, gak rajin, gak bisa dipercaya, dsb.

Yesus adalah Orang yang disukai oleh orang lain. Charming, baik hati, rapi, rajin, berkharisma, bijaksana, pintar, sopan, bersih, sehat, keren, murah senyum, dsb. “Yesus makin bertambah besar dan bertambah bijaksana, serta dikasihi oleh Allah dan disukai oleh manusia.” (Lukas 2:52 BIS)

Juven anak baik-baik, hampir tiap hari dia ke gereja. Kalo gak persekutuan doa, komsel, latihan drama, atau sekedar nongkrong bareng temen-temennya. Dia punya julukan resmi: Si Ensiklopedia Alkitab Berjalan, soalnya ayat apapun hapal di luar kepala. Kalo ikutan cerdas cermat Alkitab, dia juaranya.

Tapi biarpun begitu, temen di sekolahnya gak banyak (kalo gak mau dibilang gak ada sama sekali). Bahkan temen sebangkunya aja cuman ketemu pas pelajaran doang. Selidik punya selidik, Juven dijauhin ama temen-temen sekolahnya gara-gara pelit dan nerd (sejenis kutu buku, hehe) yang gak mau gaul, gak suka menolong en dandanannya suka norak abis.

Yuk benahi deh penampilan dan perilaku kita, upgrade kemampuan kita, soalnya manusia melihat apa yang terlihat oleh mata (baca I Samuel 16:7). Inget, yang melihat hati itu kan Tuhan, bukan manusia, jadi jangan maksa orang buat ngelihat hati kita karena memang gak keliatan. Tunjukkn ‘hati’ kita itu dengan perbuatan dan penampilan kita yang terbaik. Buatlah reputasi yang baik di mata orang. Biarlah orang mengenal kita sebagai orang yang asik, baik, keren dan bisa diandalkan!

Kalo kita bau badan, rajin mandi en pake parfum biar wangi. Kalo kita suka seenaknya pake baju, it’s time buat sedikit lebih rapi biar enak dipandang. Kalo suka ngomong kasar, tahan dan ganti dengan ucapan berkat. Kalo orang udah suka, mudah bagi kita jadi pengaruh baik buat mereka.

People do not care what you know, until they know that you care. Satu tips biar kita disukai dan jadi pengaruh buat orang lain ialah dengan punya rasa rela berkorban. Berapa besar pengaruh kita pada seseorang sebanding dengan berapa besar pengorbanan yang kita berikan padanya. Baik itu pengorbanan waktu, tenaga atau materi. Orang lain akan melihat kasih kita lewat pengorbanan yang kita berikan, dan orang akan terbuka buat apa yang akan kita katakan. “Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan barangsiapa ingin menjadi yang terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hamba untuk semuanya.” (Markus 10:43-44).

- Gaul ama Roh Kudus
Gaul ama Roh Kudus? Klise amat sih. No-no-no. Gak klise! Roh Kudus sangat berperan dalam menjaga kita dari pengaruh buruk. Dia kayak sohib kita yang selalu mengingatkan akan bahaya dan membantu kita memilih keputusan yang tepat.

Firno gak tau harus ngapain waktu ditawarin ikutan ngebolos ke kantin pojok sekolah. Pelajaran jam itu memang kosong, Pak Guru cuman nyuruh nyalin buku. Daripada bengong, mending nongkrong di kantin, itu ajak temen-temennya. Pengen juga sih, pikir Firno. Tapi tiba-tiba hatinya gak damai, ada suara Roh Kudus lembut mengingatkan dia bahwa sebentar lagi pengganti Pak Guru bakalan datang. Akhirnya dia berusaha membujuk temen-temennya buat gak jadi ngebolos. Temen-temennya mau nurut, soalnya Firno memang disegani di kelasnya.

Firno memang terbiasa buat akrab sama Roh Kudus. Dimulai dengan selalu menghapal ayat alkitab dan melakukannya. Lalu kalo diingetin Roh Kudus akan suatu ayat, ia melakukannya. Seringkali waktu nonton tipi, Roh Kudus mengajaknya buat berdoa, dan Firno spontan taat. Akhirnya dia jadi peka. Ia bisa membedakan suara Roh Kudus dengan suara hatinya. Roh Kudus pun sering menjaga dia dan mengajar dia.

“...tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.” (Yohanes  14:26)

Baca deh di Markus  13:11 dan Lukas  12:12. Roh Kudus juga akan membantu kita di saat genting. Di saat kita gak tau harus ngomong apa atau mengambil keputusan apa. Bukankah itu keren?

- Punyai juga temen-temen yang baik en seiman yang bisa menjagai kita.
Gino sekarang udah jadi pengusaha. Di tengah kerasnya dunia bisnis yang kotor, Gino gak terpengaruh en selalu berintegritas. Waktu ditanya apa resepnya, Gino bercerita kalo sejak remaja dia selalu punya temen-temen yang menjagainya. Ia punya sahabat-sahabat yang mendukung dia dalam doa, menasehati dia agar tetep berpegang pada Tuhan dan menolong dia kapanpun dibutuhkan. Temen-temen ini jugalah yang selalu mengingatkan dia buat kembali pada jalan yang benar ketika ia menjauh dari Tuhan.

Ya, penting buat kita punya temen-temen seiman yang menjagai kita. Gabunglah di komsel, punyailah kakak rohani, bersahabatlah dengan anak Tuhan yang bisa dipercaya, agar pada saat kita melenceng dari firmanNya, selalu ada teman yang bisa dipake Tuhan buat membawa kita tetep pada jalanNya.




BOX

ASAL  USUL
Dari mana asalnya gereja Katholik?
Kata tradisi gereja, gereja Katholik dimulai waktu Yesus ngomong ke Petrus di Matius 16:18. Ayat itu jadi dasar peneguhan kalau Petrus en penerusnya dikasih kuasa sama Yesus buat mendirikan gereja Katholik sampe sekarang. Ayat itu juga yang bikin kenapa orang Katholik punya Paus.

Masih kata tradisi gereja, Petrus itu orang pertama yang jadi Paus di Roma. Makanya itu sebabnya sampe sekarang semua Paus tinggalnya di Roma.

Sebenarnya kalau kita bilang ‘gereja katholik’ agak kurang tepat sih soalnya ‘Katholik’ itu sendiri artinya ‘sedunia’. Asalnya ‘katholik’ itu dipake buat nyebut gereja. Gak peduli denominasinya apa, semua gereja disebutnya gereja Katholik. Tapi gara-gara ada reformasi, kita sekarang kenal istilah ‘gereja Katholik’ buat bedain mereka sama gereja-gereja Protestan.

Gereja Katholik adalah gereja tertua di dunia. Umurnya udah 2000 taun lebih en masih bertahan sampe sekarang. Walopun sempat goyang juga gara-gara reformasi Martin Luther di abad 16an, tapi lewat counter reformasi-nya, gereja Katholik jadi solid, kuat lagi en sampe sekarang jadi salah satu gereja terbesar di dunia.

Dari mana asalnya gereja Protestan?
Salah banget kalau kita bilang gereja Protestan asalnya waktu Martin Luther bikin gerakan reformasinya. Martin Luther cuma jadi orang yang bikin gerakan ini terkenal. Tapi nenek moyang dari gereja Protestan sebenarnya ada di abad 15an. Waktu itu udah banyak para ahli teologia yang gak setuju ajaran gereja waktu itu, kayak John Hus, Whitefield, Wycliffe. 

Tapi selama 1 abad gereja selalu berhasil menahan gerakan protes mereka ini, sampe akhirnya Martin Luther bikin 95 dalil tentang dosa gereja yang dipakuin di pintu gereja di Wittenberg, 1 abad kemudian. Nah sejak saat itulah kita kenal yang namanya gereja Protestan.

Ternyata eh ternyata, gereja Protestan juga gak adem ayem gitu aja. Dalam perkembangannya, ada banyak perbedaan pandangan yang terjadi di dalam gereja Protestan, nah dari situlah lahir banyak denominasi kayak yang kita kenal sekarang.


Copyright majalah GFRESH! www.anakmudanet.blogspot.com

Tuesday, May 22, 2012

JALAN 2 MIL Oleh: Pdt. Philip Mantofa, Bre.

JALAN 2 MIL
Buat apa sih kita sekolah? Buat apa sih kita harus kerja atau mengerjakan semua tanggung jawab dalam hidup ini? Pertanyaan semacam ini selalu terlontar. Siapapun kita, dan apapun yang kita lakukan sekarang, pastikan kita nggak melakukannya cuma lantaran sekedar kewajiban. Jika kita melakukannya dengan benar, maka hidup kitapun akan benar karena apa yang kita lakukan merupakan bagian yang nggak bisa terpisahkan dari hidup kita, termasuk pekerjaan dan studi kita.

Oleh: Pdt. Philip Mantofa, Bre.

Matius 5:41 berkata, “Dan siapa pun yang memaksa engkau berjalan sejauh satu mil, berjalanlah bersama dia sejauh dua mil”. Ada tiga point penting yang perlu kita perhatikan dari ayat ini.

1. “Memaksa engkau”
Siapakah yang ‘memaksa’ kita berjalan 1 mil di ayat tersebut? Saya mendapat pengertian mengenai 'panggilan hidup' dalam ayat ini, bahwa yang 'memaksa' kita bukan manusia, bukan pula si Iblis karena Tuhan nggak mungkin menyuruh kita berjalan bersama iblis. Tapi Roh Kudus-lah yang digambarkan ‘memaksa’ kita buat melakukan studi atau perkerjaan kita. Itu adalah mengenai panggilan hidup kita.

Nah, karena Roh Kudus yang meminta kita melakukan semua tanggung jawab kita, kita nggak boleh merasa terpaksa melakukannya. Studi atau tanggung jawab apa pun nggak boleh menjadi paksaan dan siksaan dalam hidup kita. Banyak dari kita yang secara tubuh ada di sekolah, di kampus, atau mungkin di tempat kerja(buat yang udah kerja), tetapi hati kita di tempat lain. Sekalipun mungkin hati kita ada pada pelayanan di gereja, hal ini tetap salah karena pelayanan di gereja punya perannya sendiri dalam hidup kita. Studi, pekerjaan ataupun pelayanan di gereja semuanya adalah sama-sama pelayanan pada Tuhan, tapi dalam fungsi dan bentuk yang berbeda. Kalo kita gagal menerima pewahyuan ini, berkat Tuhan nggak bisa mengalir. Tapi, bukan berarti kita harus gila kerja atau gila studi atau gila pelayanan di gereja, karena Tuhan menghendaki kita tetap berjalan tanpa harus jatuh ke kanan maupun ke kiri.
                               
Seringkali kita ngerasa stres dengan kewajiban-kewajiban kita. Tuhan nggak pernah memberi pekerjaan yang lebih besar daripada apa yang kita dapat tanggung. Pekerjaan yang besar pasti Dia sertai dengan kasih karunia yang besar. Stres timbul dari rasa takut dan kuatir kita yang nggak realistis. Belajarlah buat bersukacita dalam pekerjaan atau studi kita. Tuhan yang memanggil kita untuk melakukannya dan kita harus percaya bahwa Dia turut campur dalam apa yang kita kerjakan.

2. “Berjalanlah bersama dia”
Libatkan Roh Kudus dalam sekolah dan semua tanggung jawab kita yang lain. Cara untuk berjalan bersama Roh Kudus dimulai dari gimana kita memulai hari kita. Sediain waktu dengan cara bangun lebih pagi untuk berdoa dan membaca firman Tuhan. Sekalipun mungkin kita nggak dengar apa-apa, roh kita tenang dekat Dia dan ada damai sejahtera. Kalo kita memulai hari dengan terburu-buru tanpa menyerahkan roh kita kepada Roh Kudus, apapun yang kita lakukan hari itu nggak bakalan efektif dan kita bakal lebih mudah terserang stres, setiap tantangan  dan masalah yang ada terlihat besar dan kita seperti belalang karena kita nggak pake kacamata-nya Tuhan. Bersama dengan Roh Kudus, setiap masalah selalu ada dalam kapasitas kita untuk diselesaikan, sehingga kita bisa berkata “... kesusahan sehari cukuplah untuk sehari” (Matius 6:34).

3. “Dua mil”
Ayat di atas nggak berhenti hanya sampai di mil pertama. Ada mil kedua yang juga merupakan bagian kita. Kita nggak boleh hanya bersukacita di mil ke-1 karena kedua mil ini bukanlah pilihan, melainkan janji Tuhan dan kita perlu untuk claim janjiNya. Mil ke-2 adalah membagi kasih Tuhan di sekolah, di tempat kita kerja atau dimana pun kita berada. Entah itu mengasihi, memberkati, jadi tempat curhat, jadi jawaban, bersaksi, ngajak ikut retreat atau sekedar kasih brosur tentang sebuah KKR, yang penting adalah mengasihi mereka yang terhilang atau yang mundur dan mengajak untuk kembali sama Tuhan. Nggak cukup bagi kita untuk hanya minta disertai Tuhan dalam kewajiban kita, tapi sampai menjadi teladan, bangkit dan bersinar terang disana. Hidup kita harus berdampak dan menjadi sebuah kesaksian terbuka bagi orang yang belum mengenal Tuhan. Sampaikanlah sukacita kita kepada mereka sehingga hidup mereka berubah secara kekal karena mereka mengenal kita. Inilah panggilan injil kita.

Berjalanlah dalam mil ke-1 dengan sukacita. Namun jangan berhenti disana. Prioritas kita adalah Kerajaan Surga. Oleh karena itu, kita harus teruskan sampai mil ke-2. Jangan tunggu sampai kita sempurna di mil ke-1 baru mau bergerak ke mil ke-2. Minta penyertaan Tuhan dan tanya kepada Tuhan kapan waktu yang tepat untuk bergerak kesana. Tanpa kita sadari, iman kita mulai dibawa Tuhan ke level yang lebih lagi karena kita berani bergerak sampai ke mil ke-2.


Pdt. Philip Mantofa, Bre. adalah wakil gembala sidang Sinode Gereja Mawar Sharon, Surabaya. Dengan istrinya  Irene Saphira, ia mempunyai 3 anak: Vanessa, Jeremy dan Warren.



MamaOla