Showing posts with label alkitab. Show all posts
Showing posts with label alkitab. Show all posts

Wednesday, May 23, 2012

9 BINATANG YANG GAK POPULER DI ALKITAB


Sebutin nama binatang yang ada di Alkitab! ‘Rajawali!’, ‘Singa!’, ‘Merpati!’, ‘Naga!’. Hah, ada naga di Alkitab? Hehehe, makanya baca Alkitab yang teliti. Binatang di Alkitab itu bukan cuma rajawali, singa, merpati doang. Masih ada banyak binatang lain yang ‘kurang populer’. Nah di edisi kali ini yuk kita sama-sama liat binatang-binatang apa aja itu. (dp)

1. Cicak
“Cicak yang dapat kautangkap dengan tangan, tetapi yang juga ada di istana-istana raja.”  (Amsal 30:28)

Di Alkitab nama cicak cuma disebutin sekali doang. Tapi biar cuma sekali, bukan artinya gak penting loh. Tetap ada yang bisa kita pelajari dari binatang yang satu ini. Sampe-sampe si raja hikmat Salomo juga belajar dari binatang kecil ini. Dia bilang kalo cicak itu ‘fleksibel’ en mudah masuk ke mana aja, dari gubuk sampe istana presiden juga ada cicaknya. Kita juga harus kayak cicak, bisa diterima di kalangan manapun untuk kepentingan kemuliaan Tuhan.

FYI:  Taukah kamu, dalam terjemahan lama dan King James Version, binatang ini bukan cicak tapi spider (laba-laba).

2. Semut
Hai pemalas, pergilah kepada semut, perhatikanlah lakunya dan jadilah bijak (Amsal 6:6)

Binatang apa yang terkenal paling rajin? Pasti semua tau: semut! Bentuknya kecil, tapi di mata kita, semut itu ‘besar’ karena mereka bisa mengajari kita tentang kerajinan dan kebijaksanaan. :Semut, bangsa yang tidak kuat, tetapi yang menyediakan makanannya di musim panas (Amsal 30:25) 

3. Keledai
Bersorak-soraklah dengan nyaring, hai puteri Sion, bersorak-sorailah, hai puteri Yerusalem! Lihat, rajamu datang kepadamu; ia adil dan jaya. Ia lemah lembut dan mengendarai seekor keledai, seekor keledai beban yang muda.” (Zakharia  9:9)

Buat kita yang ada di Indonesia, keledai mungkin termasuk hewan aneh, ajaib, langka, en gak populer. Tapi di zaman Alkitab keledai itu termasuk salah satu binatang penting. Ya buat jadi ternak, ya buat jadi kendaraan, ya buat jadi kuli angkut. Makanya gak heran kalo keledai sampe disebutin 123 kali di Alkitab! Di jaman Yesus, keledai ialah kendaraan Yesus waktu Dia dielu-elukan orang banyak. Keledai yang hina jadi ikutan kebawa ‘mulia’ karena ditunggangi sang Raja Mulia. Menggambarkan kita yang hanyalah hamba, kendaraan, atau alat yang dipake olehNya agar Dia dielu-elukan, bukan kita.

4. Anjing
“Hati-hatilah terhadap anjing-anjing, hati-hatilah terhadap pekerja-pekerja yang jahat, hati-hatilah terhadap penyunat-penyunat yang palsu.” (Filipi  3:2)

Anjing emang jarang disebut-sebut di khotbah-khotbah atau di lagu rohani. Tapi bukan artinya anjing gak ada di Alkitab. Anjing disebut 46 kali di Alkitab, 23 kali anjing dipake buat gambarin sesuatu yang kotor, najis, ato berdosa. Emang kayaknya udah nasib anjing, dari zaman Alkitab sampe sekarang, anjing selalu aja jadi ‘kambing hitam’ buat sesuatu yang jelek-jelek. Jadi jangan mau jadi kayak anjing yang jelek  ya! Hehe..

5. Babi
“Seperti anting-anting emas di jungur babi, demikianlah perempuan cantik yang tidak susila.” (Amsal  11:22)

Siapa yang gak tau babi? Binatang yang jorok tapi enak kalo dijadiin makanan ini, juga ‘kurang terkenal’ dibandingin sama trio rajawali, singa, merpati. Tapi bukan artinya babi gak pernah disebut-sebut di Alkitab. Biar babi katanya identik sama sesuatu yang jorok, dari 23 kali ‘pemunculannya’ di Alkitab cuma 3 kali dia diidentikkan sama sesuatu yang jorok. Selebihnya babi itu muncul kalo gak dalam konteks makanan (hmmm sedap), atau dalam konteks netral (maksudnya ngomongin binatang). Babi menggambarkan manusia yang berkubang dengan dosa yang mudah dihinggapi iblis (baca Matius 8:31).

6. Burung gagak
“Perhatikanlah burung-burung gagak yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mempunyai gudang atau lumbung, namun demikian diberi makan oleh Allah. Betapa jauhnya kamu melebihi burung-burung itu!” (Lukas  12:24)

Burung gagak emang gak secantik rajawali. Bulunya hitam, sukanya makan bangkai. Makanya gak heran kalo gak ada lirik lagu rohani yang mau pake burung gagak, semuanya selalu pake rajawali. Tapi biar kalah terkenal sama rajawali, Tuhan masih punya ‘tempat’ buat burung gagak di Alkitab. Buktinya aja burung gagak sampe disebutin 10 kali di Alkitab. Bahkan di Lukas, Tuhan menggunakan burung gagak sebagai perbandingan dengan manusia, menunjukan betapa Tuhan selalu memelihara manusia. So, jangan kita kuatir ya, Tuhan selalu pelihara kita.

7. Burung nasar
Kata mereka kepada Yesus: "Di mana, Tuhan?" Kata-Nya kepada mereka: "Di mana ada mayat, di situ berkerumun burung nasar." (Lukas  17:37)

Kasian deh nasib burung nasar. Secara garis kekeluargaan, dia itu masih termasuk saudara dekat rajawali. Tapi kalo soal keterkenalan dia kalah sama rajawali. Malah di Alkitab namanya cuma disebutin 4 kali doang, en semuanya di Perjanjian Baru lagi, Lukas 17:37, Wahyu 3:7, Wahyu 8:13, Wahyu 12:14. Burung nasar adalah burung pemakan bangkai, menggambarkan orang yang menyukai hal-hal yang busuk. Hiiiiy! Jangan sampe deh kita selalu berkerumun kalo ada yang ‘busuk’, kelompok pencemooh, suka bergosip dan memasukkan hal-hal ‘busuk’ dalam pikiran dan hati kita.

8. Cacing
“Ke dunia orang mati sudah diturunkan kemegahanmu dan bunyi gambus-gambusmu; ulat-ulat dibentangkan sebagai lapik tidurmu, dan cacing-cacing sebagai selimutmu." (Yesaya  14:11)

Zaman dulu, cacing sempat jadi seleb di gereja. Soalnya dia suka disebut-sebut di doa, kayak gini, ‘Apakah kami ini Tuhan, kami bagai cacing yang tidak berarti.’ Hehe. Tapi anehnya dari 3 kali ‘pemunculannya’ di Alkitab, cuma sekali doang, dia disebut sebagai binatang yang gak berharga, di Yesaya 41:14.

9. Pelanduk
“Pelanduk, bangsa yang lemah, tetapi yang membuat rumahnya di bukit batu” (Amsal 30:26)

Tau pelanduk? Waktu kecil mungkin kita sering denger cerita si kancil yang nakal yang suka nyuri ketimun, atau si kancil yang cerdik yang bisa nipu buaya. Nah si kancil itu ternyata bukan cuma ada di cerita doang. Di Alkitab juga si kancil muncul, tapi namanya beda. Kalo di Alkitab namanya jadi pelanduk, en cuma disebutin 3 kali di Alkitab, di Imamat 11:5, Mazmur 104:18, Amsal 30:26. Di Amsal, pelanduk disebut sebagai binatang yang lemah tapi cekatan. Jadi kita sebagai manusia juga harus cekatan en rajin, jangan hanya gara-gara kita dianggap orang yang ‘lemah’ lalu jadi malas.


BINATANG GAK POPULER LAINNYA DI ALKITAB
Lebah
Ngggg... nggggg... Awas ada lebah! Awas disengat! Tapi dari 5 kali disebut-sebut di Alkitab, gak ada satupun ayat yang ngomongin tentang lebah yang suka nyengat. Ulangan 1:44, Hakim-hakim 14:8, Mazmur 19:11, Mazmur 118:12, Yesaya 7:18.

Ulat
Biasanya kita cuma tau ulat di pelajaran Biologi doang, tentang metamorfosis kupu-kupu. Tapi kita gak ngeh kalo ulat juga ada di Alkitab. Lumayan banyak lagi, ada 10 kali ulat disebut-sebut di Alkitab. 

Kelinci
Dari dua kali disebutin di Alkitab, kelinci selalu dihubungin sama makanan yang gak halal, alias haram. Coba aja baca Imamat 11:6,Ulangan 14:7.

Bagal
Kita mungkin belum pernah dengar apa sih bagal itu. Karena belum pernah dengar itu, makanya bagal jadi kurang terkenal. Padahal zaman dulu bagal itu binatang terhormat, dia selalu jadi hewan tunggangan raja en keluarganya (2 Samuel 18:9, 1 Raja-raja 1:33). Makanya dia sampe disebut 15 kali di Alkitab. Btw, bagal itu hasil kawin silang kuda sama keledai.

Naga  
Sampe sekarang, masih jadi perdebatan apa naga itu beneran atau cuma hasil imajinasi orang doang. Tapi yang pasti di Alkitab, naga itu disebut-sebut. En bukan cuma sekali dua kali doang, tapi sampe 22 kali. Malah kalo kita liat dari bahasa aslinya, naga itu bisa juga diterjemahin sebagai binatang-binatang laut yang besar (Kejadian 1:21). Kemungkinan besar adalah sebutan untuk binatang sejenis  dinosaurus.


Copyright majalah GFRESH! www.anakmudanet.blogspot.com

Tuesday, May 22, 2012

JALAN 2 MIL Oleh: Pdt. Philip Mantofa, Bre.

JALAN 2 MIL
Buat apa sih kita sekolah? Buat apa sih kita harus kerja atau mengerjakan semua tanggung jawab dalam hidup ini? Pertanyaan semacam ini selalu terlontar. Siapapun kita, dan apapun yang kita lakukan sekarang, pastikan kita nggak melakukannya cuma lantaran sekedar kewajiban. Jika kita melakukannya dengan benar, maka hidup kitapun akan benar karena apa yang kita lakukan merupakan bagian yang nggak bisa terpisahkan dari hidup kita, termasuk pekerjaan dan studi kita.

Oleh: Pdt. Philip Mantofa, Bre.

Matius 5:41 berkata, “Dan siapa pun yang memaksa engkau berjalan sejauh satu mil, berjalanlah bersama dia sejauh dua mil”. Ada tiga point penting yang perlu kita perhatikan dari ayat ini.

1. “Memaksa engkau”
Siapakah yang ‘memaksa’ kita berjalan 1 mil di ayat tersebut? Saya mendapat pengertian mengenai 'panggilan hidup' dalam ayat ini, bahwa yang 'memaksa' kita bukan manusia, bukan pula si Iblis karena Tuhan nggak mungkin menyuruh kita berjalan bersama iblis. Tapi Roh Kudus-lah yang digambarkan ‘memaksa’ kita buat melakukan studi atau perkerjaan kita. Itu adalah mengenai panggilan hidup kita.

Nah, karena Roh Kudus yang meminta kita melakukan semua tanggung jawab kita, kita nggak boleh merasa terpaksa melakukannya. Studi atau tanggung jawab apa pun nggak boleh menjadi paksaan dan siksaan dalam hidup kita. Banyak dari kita yang secara tubuh ada di sekolah, di kampus, atau mungkin di tempat kerja(buat yang udah kerja), tetapi hati kita di tempat lain. Sekalipun mungkin hati kita ada pada pelayanan di gereja, hal ini tetap salah karena pelayanan di gereja punya perannya sendiri dalam hidup kita. Studi, pekerjaan ataupun pelayanan di gereja semuanya adalah sama-sama pelayanan pada Tuhan, tapi dalam fungsi dan bentuk yang berbeda. Kalo kita gagal menerima pewahyuan ini, berkat Tuhan nggak bisa mengalir. Tapi, bukan berarti kita harus gila kerja atau gila studi atau gila pelayanan di gereja, karena Tuhan menghendaki kita tetap berjalan tanpa harus jatuh ke kanan maupun ke kiri.
                               
Seringkali kita ngerasa stres dengan kewajiban-kewajiban kita. Tuhan nggak pernah memberi pekerjaan yang lebih besar daripada apa yang kita dapat tanggung. Pekerjaan yang besar pasti Dia sertai dengan kasih karunia yang besar. Stres timbul dari rasa takut dan kuatir kita yang nggak realistis. Belajarlah buat bersukacita dalam pekerjaan atau studi kita. Tuhan yang memanggil kita untuk melakukannya dan kita harus percaya bahwa Dia turut campur dalam apa yang kita kerjakan.

2. “Berjalanlah bersama dia”
Libatkan Roh Kudus dalam sekolah dan semua tanggung jawab kita yang lain. Cara untuk berjalan bersama Roh Kudus dimulai dari gimana kita memulai hari kita. Sediain waktu dengan cara bangun lebih pagi untuk berdoa dan membaca firman Tuhan. Sekalipun mungkin kita nggak dengar apa-apa, roh kita tenang dekat Dia dan ada damai sejahtera. Kalo kita memulai hari dengan terburu-buru tanpa menyerahkan roh kita kepada Roh Kudus, apapun yang kita lakukan hari itu nggak bakalan efektif dan kita bakal lebih mudah terserang stres, setiap tantangan  dan masalah yang ada terlihat besar dan kita seperti belalang karena kita nggak pake kacamata-nya Tuhan. Bersama dengan Roh Kudus, setiap masalah selalu ada dalam kapasitas kita untuk diselesaikan, sehingga kita bisa berkata “... kesusahan sehari cukuplah untuk sehari” (Matius 6:34).

3. “Dua mil”
Ayat di atas nggak berhenti hanya sampai di mil pertama. Ada mil kedua yang juga merupakan bagian kita. Kita nggak boleh hanya bersukacita di mil ke-1 karena kedua mil ini bukanlah pilihan, melainkan janji Tuhan dan kita perlu untuk claim janjiNya. Mil ke-2 adalah membagi kasih Tuhan di sekolah, di tempat kita kerja atau dimana pun kita berada. Entah itu mengasihi, memberkati, jadi tempat curhat, jadi jawaban, bersaksi, ngajak ikut retreat atau sekedar kasih brosur tentang sebuah KKR, yang penting adalah mengasihi mereka yang terhilang atau yang mundur dan mengajak untuk kembali sama Tuhan. Nggak cukup bagi kita untuk hanya minta disertai Tuhan dalam kewajiban kita, tapi sampai menjadi teladan, bangkit dan bersinar terang disana. Hidup kita harus berdampak dan menjadi sebuah kesaksian terbuka bagi orang yang belum mengenal Tuhan. Sampaikanlah sukacita kita kepada mereka sehingga hidup mereka berubah secara kekal karena mereka mengenal kita. Inilah panggilan injil kita.

Berjalanlah dalam mil ke-1 dengan sukacita. Namun jangan berhenti disana. Prioritas kita adalah Kerajaan Surga. Oleh karena itu, kita harus teruskan sampai mil ke-2. Jangan tunggu sampai kita sempurna di mil ke-1 baru mau bergerak ke mil ke-2. Minta penyertaan Tuhan dan tanya kepada Tuhan kapan waktu yang tepat untuk bergerak kesana. Tanpa kita sadari, iman kita mulai dibawa Tuhan ke level yang lebih lagi karena kita berani bergerak sampai ke mil ke-2.


Pdt. Philip Mantofa, Bre. adalah wakil gembala sidang Sinode Gereja Mawar Sharon, Surabaya. Dengan istrinya  Irene Saphira, ia mempunyai 3 anak: Vanessa, Jeremy dan Warren.


Thursday, April 5, 2012

WHAT WE SHOULD DO KNOW??


WHAT WE SHOULD DO KNOW??

Dahsyat!! Tuhan sudah mulai bekerja dengan lebih lagi. Di mana-mana kita mulai mendengar tentang adanya kegerakan Roh Kudus, orang-orang mulai bertobat, Tuhan menampakkan diri, kegerakan anak muda, dsb. Hujan awal dan hujan akhir sudah turun, tapi ada beberapa yang harus kita perhatiin nih:

I RAJA-RAJA 19

1.   Hati-hati sama intimidasi dari roh Izebel!!
Kita yang ada dalam Tuhan musti hati-hati, soalnya sering waktu kita lagi semanget, tahu-tahu ada sesuatu dalam hidup kita yang bisa bikin kita down, alias loyo lagi. Elia ternyata juga pernah ngalamin hal yang sama, waktu kuasa Tuhan udah dinyatain harusnya Elia exiting, tapi kenyataannya dia malah ketakutan, pake pengen mati segala.
‘cukuplah itu! Sekarang, ya Tuhan, ambillah nyawaku...’ IRAJA-RAJA 19:4b. Penyebabnya ternyata gara-gara dia ngerasa sendirian (IRAJA-RAJA 19:10). Emang kalo kita ‘perang’ (pelayanan, misi, doa) sendirian, sering rasanya berat banget, kita gampang diserang balik sama si jelek itu. Makanya Tuhan mau kita mulai bangun unity sama yang lain, supaya waktu kita lemah ada yang nguatin kita.

Gimana dong ngebangun unity itu?
Kalo di kebaktian yang rame-rame, boro-boro unity, kenal aja kagak, paling banter unity secara Roh. Kalo unity secara persaudaraan  bakal lebih OK di kelompok sel/FA. Makanya sekarang ini kalo kita mau bisa makin maju dalam Tuhan, nggak loyo lagi, kita harus ikut di dalam kelompok sel/FA. Ikutnya jangan pasif, kalo pasif ya pasti nggak efek! Aktif & inisiatif dong, itu baru keren. Bangun deh persaudaraan yang bener di kelompok sel/FA kita, pasti kita bakal makin maju di dalam Tuhan, iblis bakal kocar-kacir gara-gara apa yang Tuhan buat lewat kita, and yang pasti kita nggak akan ‘perang’ sendirian lagi. Karena itu ayo semua harus ikut dalam kelompok sel/FA.

Tahu nggak kenapa Tuhan lagi seru-serunya bawa Gereja masuk ke dalam gerakan kelompok sel?

a.   Siap menghadapi aniaya.
Wah, kalo yang ini nggak usah ngomong deh, jumlah Gereja yang dibakar, diteror, dsb, udah yang tertinggi sepanjang sejarah Indonesia, and kayanya bakal terus naik. Kalo kita lihat, jemaat mula-mula dulu juga dianiaya, tapi kok mereka bisa terus bertambah, dan terus ngalamin kuasa Tuhan, ya?
KISAH 2:46 ‘dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati’
Ternyata mereka bisa gitu gara-gara mereka seimbang antara ‘ibadah raya’ dengan ‘kelompok sel’.

b.    Buat nampung penuaian.
Tahu nggak, di Keramat, itu lho tempat Tuhan nampakin diri, Gereja di sana sampe nggak bisa nampung yang mau bertobat!! Kalo nanti Tuhan lakuin pekerjaan yang lebih dahsyat, wah, mana ada gedung Gereja yang bisa nampung!! Karena itu kalo kita memang mau nuai jiwa besar-besaran, kita musti bangun kelompok sel/FA sama-sama di mana-mana. Kelompok sel ini yang bakal jadi lumbung buat jiwa-jiwa. Karena itu bangun kelompok sel kita supaya sehat, supaya terus bertambah banyak, dan siap nampung tuaian di akhir jaman ini.

c.   Mempersiapkan kita jadi umat yang layak.
Sewaktu-waktu Tuhan bisa dateng nih, jemput GerejaNya. Kalo pun Tuhan belon dateng, umur kita yang bisa putus kapan aja. He.. he.. bukan nakut-nakutin, emangnya gitu kan? Makanya kita musti jadi umat yang layak, supaya kapan aja menghadap Tuhan kita siap, hidup kita udah berbuah and udah ikut jalanin ‘mission impossible’-nya Tuhan. Nah, untuk itu kita harus jadi murid Yesus, yang nggak hanya denger Firman Tuhan, tapi mau ngejalaninnya, nggak hanya mau diberkati tapi mau memberi, nggak hanya mau diselamatin tapi mau cari jiwa. Itu baru murid Yesus! Buat jadi murid, ya kita harus mau dibina. Di kelompok sel/FA ini jugalah, kalo kita mau ikut sungguh-sungguh, kita bakal diajar jadi muridnya Tuhan yang sungguh-sungguh, dan kita bakal jadi umat yang layak.

d.   Tempat penggembalakan yang lebih baik.
Kalo di Gereja, banyak yang kecewa sama pak pendeta. Soalnya waktu salaman eh.. dianya lupa nama kita, padahal kan udah kenalan 3x. Kalo di kelompok sel hal begituan nggak bakal deh kejadian, soalnya khan kita bisa saling merhatiin dengan lebih baik, kita bisa saling nguatin, bisa curhat sama pembina/kakak rohani kita, kita bisa ‘dimarahin’ kalo lagi ngaco, kita bisa diarahin buat pelayanan yang nyata, dsb. Pokoknya kalo kita mau aktif & sungguh-sungguh di dalam kelompok sel/FA kita, bakal asyik deh.

2.   Perjumpaan dengan Tuhan.
Kenapa banyak yang sering loyo rohaninya, ya? Semanget ikut Tuhan paling banter 2 bulan, udah gitu males lagi. Ada KKR jadi semanget lagi, terus loyo lagi, terus... Tahu nggak, yang kita perluin supaya nggak kaya gitu terus sebenernya: ‘perjumpaan dengan Tuhan secara pribadi’ yang terus menerus. Kalo kita ngalamin ‘perjumpaan sama Tuhan’, kita bakal dapet banyak pewahyuan, pengertian tentang Tuhan, ngalamin kemuliaan & kuasa Tuhan dalam hidup kita, punya hubungan pribadi yang seger terus sama Tuhan. Kalo udah gini, wah dijamin masalah keloyoan rohani bisa diatasi.

Wah, mau dong!? Nggak gampang lho! Emang buat keselamatan dalam Yesus itu gratis, tapi kalo kita mau ngalamin kemuliaan Tuhan yang makin besar, ada harga yang musti kita bayar. Kita harus bikin ‘tahta’ buat Tuhan.
MAZMUR 22:4 ‘sebab Engkaulah yang kudus, yang bertahta di atas puji-pujian umatMu’ (terj. bebas)
Pujian dan penyebahan yang gimana yang bisa jadi ‘tahta’ buat Tuhan? Pujian dan penyembahan yang keluar dari hidup yang taat (mau ngelakuin Firman Tuhan), rendah hati (mau ditegur, mau dibentuk & dinasehati), kudus (nggak kompromi sama dosa). Tuhan juga bakal  ber’tahta’ dalam hidup kita, bila kita jadi ‘the right man in the right place’, alias ambil bagian dalam pelayanan sesuai dengan karunia yang sudah Tuhan kasih buat kita, jadi nggak hanya asal seneng melayani. Karena itu, ayo kita semua jangan ada yang ketinggalan, ambil posisi yang ditentuin buat kamu dalam tubuh Kristus ini, jangan sampe ketinggalan waktu kemuliaan Tuhan dinyatain.

Segitu dulu ya, tuntunan Tuhan buat kita, nanti diterusin. Yang penting kita udah ngelakuin belon? Soalnya tanpa ketaatan nggak bakal ada efeknya buat hidup kita. GBY


Copyright majalah GFRESH! www.anakmudanet.blogspot.com

MamaOla