Sunday, July 11, 2010

UJIAN GENERASI

INI WAKTU UNTUK GENERASIMU

Tuhan lagi bener-bener merindukan keluarnya anak-anak muda yang mau hidup untuk Dia. Anak-anak muda yang matanya tertuju hanya kepada Tuhan, nggak peduli dalam profesi apa pun Tuhan menempatkannya. Dan GF! udah lihat ada suatu gelombang yang baru yang lagi mulai melanda generasi kita, akibatnya mulai muncul anak-anak muda yang hidupnya, pelayanannya, kasihnya berbeda dibanding dengan anak muda kebanyakan. Kamu nggak mau ketinggalan? Perhatiin deh cara Tuhan mulai memunculkan orang-orang pilihannya ini:

GF! perhatiin hari-hari ini Tuhan lagi banyak melawat anak muda. Ada suatu kegerakan yang bersifat Apostolik dan Profetik yang sangat kuat yang sedang dibangkitkan di tengah generasi kita ini. Apa itu? Singaktnya, pelayanan yang bersifat profetik adalah pengurapan untuk melihat dan mendengar tuntunan Tuhan secara kuat untuk hari-hari ini. Sementara pelayanan yang bersifat Apostolik adalah pengurapan untuk membangun Tubuh Kristus, pengurapan untuk melakukan apa yang menjadi tuntunan Tuhan.

Di dalam pergerakan Allah dalam membangkitkan generasi ini, Tuhan melawat generasi kita dengan kemuliaanNya dan nggak jarang Tuhan bekerja dengan disertai manifestasi. Kalau kemuliaan Tuhan turun ada beberapa manifestasi yang Alkitabiah yang hari-hari ini banyak terjadi:

  1. Sukacita/bahagia yang melimpah (MAT 17:1-13)

  2. Rebah di dalam Roh (2TAW 7:1-7)

  3. Gemetar

  4. Kerelaan untuk menderita bersama Yesus


Ada 3 respon: tidak mau masuk dalam lawatan Tuhan, masuk tapi acuh-tak acuh, atau menghargai lawatan Tuhan dan mau terus maju di dalamnya. Pengurapan yang sedang Tuhan curahkan atas generasi ini sangat kuat, begitu banyak anak muda hari-hari ini menangkap pesan Tuhan yang sangat tajam untuk Gereja Tuhan. Juga banyak anak muda yang dibangkitkan dengan disertai dengan kuasa Allah yang begitu luar biasa untuk membangun Tubuh Kristus. Hal ini luar biasa, tapi kalau nggak berjaga-jaga, bisa malah membuat kita hancur sebelum ‘berkembang’.

Gimana caranya supaya kita bisa menjaga supaya apa yang kita peroleh dari Tuhan ini bisa berkembang sesuai dengan kehendakNya dan waktuNya?

  1. menyangkal diri dari rasa hebat, sombong, merasa lebih dipakai Tuhan dari yang lain, merasa lebih pintar, dsb.



  1. memikul salib, karena itulah orang pilihan Tuhan juga akan disertai dengan kerelaan untuk menderita bersama Yesus. Karena unutk bisa menjadi pelayan bagi orang lain kita harus mengalami penderitaan, supaya kita bisa belajar apa arti yang sebenarnya dari rendah hati! Bukannya jadi pelayan Tuhan yang sok-sokan, tapi supaya kita punya karakter yang kuat. Orang yang nggak mau masuk dalam pelayanan penderitaan bersama Tuhan Yesus tidak akan memiliki karakter yang kuat. Karunia bisa saja tetap bekerja, tapi karakternya akan lemah sekali, mudah kecewa, sakit hati, kompromi dengan dosa, yang akhirnya akan membuat dia menghilang dari pelayanan.



  1. Mengikut Tuhan. Artinya: kemanapun, apapun yang Tuhan suruh kita mau melakukannya. Kita hidup di dalam tuintunan Tuhan.


Pada waktu gerakan Allah mulai bekerja di antara kita, kita harus hati-hati. Karena pasti akan mulai terjadi perselisihan, kesalahpahaman yang muncul karena faktor manusia. Di sinilah kita akan diproses Tuhan lebih lagi, jangan sampai kita mental dalam proses ini tapi jadilah pemenang.

5 ujian yang pasti akan dialami oleh seseorang yang Tuhan mau pakai:

  1. ‘ujian ‘SD’: disakiti oleh orang tidak seiman

  2. ujian ‘SMP”: disakiti oleh saudara seiman

  3. ujian ‘SMA’: disakiti oleh sesama pelayan Tuhan

  4. ujian ‘perguruan tinggi’: disakiti oleh pemimpin rohani kita

  5. ujian ‘pascasarjana’: kecewa kepada Tuhan sendiri, contohnya seperti Petrus yang ditegur dengan keras oleh Tuhan Yesus.


So, kalo udah sampe GF!ers lulus dalam tiap ujian, wah-wah-wah… jadi pemenang dong! (and)

Kasih-Setia

Sekarang ini aku hampir nggak bisa ngelakuin apa-apa. Kerjaku cuma berbaring di tempat tidur sambil nunggu waktu minum obat. Aku juga nggak bisa pergi kemana-mana, sekalipun aku bosen banget. Aku bosen tidur terus. Aku bosen ama bau rumah sakit. Aku bosen ama warna serba putih, bosen juga ama kiriman bunga dan buah-buahan dari orang-orang yang dateng besuk-in aku. Bosen! Bosen banget.

Tapi yang paling bikin aku sedih bukan semua itu.
Bahkan bukan karena aku udah nggak bisa maen en jalan-jalan bareng temen-temen.
Bukan karena aku udah nggak bisa nari ato melukis kayak dulu lagi
Bukan karena badanku yang semakin kurus, kulit wajahku yang rusak dan rambutku yang rontok
Juga bukan karena impianku untuk studi ke luar negri akhirnya gagal.
Kalo untuk semua itu, aku masih bisa terima. Masih bisa.
Tapi yang ada satu hal yang aku nggak bisa terima.

Kamu.

Aku nggak rela kamu ikut menderita...
Aku nggak rela kamu ikut merasa sakit...
Aku nggak rela kamu ikut batal pergi keluar negeri demi aku...
Bukannya aku udah bilang, kamu nggak perlu dateng setiap hari.
Bukannya aku udah bilang, kamu nggak usah nunggu-in aku terus.
Bukannya aku udah bilang, aku siap kalo kamu mau ninggalin aku...
Aku siap dilupa-in, aku siap diputusin, aku siap kalo kamu harus pergi.
Tapi kenapa kamu nggak laku-in semua itu? Kenapa? Kenapa?

Hmh..wajahmu itu. Wajah lucumu waktu kamu jelasin semuanya sama aku, sambil tersenyum dan garuk-garuk kepala. Gimana aku bisa lupa?

Kamu bilang...

Kenapa sih kamu senewen begitu?
Aku nggak pa-pa kok.
Justru aku seneng, sekarang aku punya kesempatan buat nunjukkin ke kamu,
kalo aku bener-bener sayang kamu.
Kamu inget nggak?
Dulu kamu sering ngambek, sering marah-marah trus berantem ama aku
Gara-garanya kamu tuh nggak percaya kalo aku sayang kamu.
Inget nggak sih?
Nah, aku nggak kuatir lagi.
Karena aku percaya, sekarang kamu udah tau ...
Kalo aku terlalu sayang ama kamu

(by, evelynjingga@yahoo.com)

Saturday, July 10, 2010

TUA-TUA



Wahyu 5:8-11

Dalam kitab Wahyu diceritain tentang tua-tua yang tinggal dekat sama Tuhan, mereka dianugerahi mahkota emas, mereka banyak memuji dan menyembah Tuhan. Mereka tinggal di Surga yang luar biasa asyiknya itu! Pengen nggak kita ada di sana juga suatu saat nanti?

Wahyu 4:4


Tua-tua itu pake baju putih, lambang perbuatan benar. Kalau kita mau jadi seperti tua-tua itu, duduk di atas tahta (mendapat tempat di Surga), dan pake mahkota (lambang upah untuk semua jerih lelah kita buat Tuhan) maka kita juga harus pake pakaian putih.

Secara rohani, pakaian putih itu menggambarkan keadaan hidup setiap kita. Apa kita sudah punya kehidupan yang OK? Udah belon kita pake pakaian putih? Hei, coba deh kita perhatiin soal pakaian rohani ini, soalnya ada 3 jenis pakaian rohani dalam FT yang kita perlu tahu!

  1. 1. PAKAIAN PUTIH = perbuatan yang benar dari orang-orang kudus.


“Dan kepadanya dikaruniakan supaya memakai kain lenan halus yang berkilau-kilauan dan yang putih bersih! (lenan halus itu adalah perbuatan-perbuatan yang benar dari orang-orang kudus)” – Wahyu 19:8

Kalo kita mau dikasih pakaian putih sama Tuhan, kita musti mulai ngelatih diri kita untuk melakukan FT dalam hidup kita sehari-hari. Ayo kita belajar ngelakuin FT di sekolah, di kampus, di kantor, di antara sohib-sohib kita, juga di rumah kita. Ayo kita belajar buat nggak nyontek lagi, nggak tipsani (tipu sana-sini), nggak gosip lagi, nggak teler lagi, nggak ikut-ikutan bikin dosa hanya supaya kita nggak dianggap kuper! KEPUTUSAN! Itu yang kamu perluin buat bisa belajar hidup benar di dalam Tuhan, dan itu keren banget!

  1. 2. PAKAIAN CEMAR = perbuatan dosa.


“...dan bencilah pakaian mereka yang dicemarkan oleh keinginan-keinginan dosa” – Yudas 1:23

Kalo kamu masih hidup dalam dosa, ayo bertobat! Sampe kapan kamu mau tinggal dalam keadaan seperti itu? Kalo Tuhan larang kita hidup dalam dosa, itu bukan gara-gara Dia seneng bikin hidup kita terkekang. Semua itu Tuhan buat karena Tuhan tahu bahwa apa yang ditawarin iblis itu nggak ada yang baik, semuanya cuma kedok buat ngejerat hidup kita.

30 tahun lalu ada anak muda yang keren & fungky buat anak muda jaman itu. Untuk tetep keren & fungky itu dia lakuin semua dosa, termasuk ngisep ganja, dan banyak dosa lainnya. Dia BAHAGIA SAAT ITU. Sekarang dia udah umur sekitar 50-an, dan udah sejak lama, waktu temen seumurnya masih pada sehat, dia udah susah gerak. Sarafnya terganggu gara-gara ganja yang banyak dia isep, gara-gara semua dosa yang dia nikmati di masa mudanya. Dia nyesel banget untuk itu semua, sayangnya penyesalan itu terlambat datang.

Kamu nggak perlu seperti itu! Cepet ambil keputusan yang bener, Tuhan nunggu kamu, tangan dan hatiNya selalu terarah untuk kamu.

“Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan” – 1 Yoh 1:9

  1. 3. PAKAIAN PALSU


“Ia berkata kepadanya: Hai Saudara, bagaimana engkau masuk ke mari dengan tidak mengenakan pakaian pesta?” – Matius 22:11-12

Ada juga orang yang dateng ke Tuhan seakan-akan pake ‘baju pesta’, tapi Tuhan tahu mana baju putih yang benar, mana baju putih yang palsu. Ada orang yang mikir bahwa kita bisa dapet baju putih yang bener dengan hanya sering ke Gereja, ikut pelayanan, dsb, tanpa mau belajar ngelakuin FT dalam hidup kita sehari-hari. Sorry ya, GF! nggak bermaksud sinis, tapi itu palsu! Persembahan, aktif ke Gereja, aktif dalam melayani, itu semua bagus dan perlu. Tapi tanpa kehidupan sehari-hari yang benar, semua itu percuma. Tuhan Yesus nggak bisa ditipu.

“Jadi pergilah dan pelajarilah arti firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan” – Matius 9:13a

Ayo kita mulai belajar hidup sesuai FT dalam kehidupan kita sehari-hari, jangan sampe penyesalan datang terlambat. Perhatikan pakaian rohani kita, OK? GBU! (and)

Chat: CINTA?

CINTA…..?

Malam hari. Kamar kost GF!

GOD: Lagi nulis apa, nak? Kok kayaknya asyik banget?
GF!: Eh, GOD. Bikin kaget aja. Aku lagi nulis puisi nih.
GOD: Puisi?
GF!: Iya. Coba dengerin ya, GOD…
GF!: Ehm… ehm… (dengan gaya pujangga baca puisi)
pertama kali aku mengenalmu
aku tahu hatiku menjadi milikmu
bilakah rasa ini akan pergi
ku tahu takkan pernah
karena kau telah menawan hatiku

GF!: Gimana, GOD? Keren ‘kan?
GOD: Keren. Keren. Emang buat siapa sih puisinya?
GF!: Ada dech… huah (nguap) udah jam segini. Aku bobo dulu ya, GOD. Besok harus bangun pagi.
GOD: Tapi, nak kamu belum saat teduh hari ini.
GF!: Besok aja ya, pagi-pagi. Ok. Good night, GOD.
GOD: Good night.

GF! pun langsung tertidur lelap.
[Kriiiiing. Alarm GF! bunyi. Dengan satu gerakan cepat GF! bangun, matiin alarm en… tidur lagi]

GOD: Nak, bangun udah pagi.
GF!: Hah… hah…(kucek kucek mata). Jam berapa sekarang?
GOD: Jam enam.
GF!: Hah (Bangun. Kaget) Jam enam?!

GF! buru-buru mandi, sikat gigi, langsung ganti baju.

GOD: Kok buru-buru, Nak? Hari ini kan nggak ada kuliah pagi.
GF!: Emang ngga ada kuliah sih, tapi aku ada janji penting. Bye GOD!

GF! langsung ngacir menuju kampus. Sesampainya di kampus, GF! langsung menuju kelas, nyari Valen.

GF!: Valen, ini buat elu (sambil menyerahkan amplop putih)
VALEN: Apaan nih?
GF!: Baca aja. Tapi jangan kasih liat siapa-siapa ya. Udah ah, gue pergi dulu. Dosennya udah datang tuh.
VALEN: Loh, elu ngga kuliah?
GF!: Nanti siang.
VALEN: Ya udah, bye.

Siangnya di taman kampus.

VALEN: … gue minta maaf. Gue udah komitmen buat ngga pacaran dulu. Gue harap elu bisa ngerti.
GF!: I…iya. Gue ngerti.
VALEN: Sorry ya…
GF!: Ngga apa…

Malamnya di kamar kost GF!

GF!: (nyanyi dengan diiringi lagu dari kaset). Yakinkan aku Tuhan…dia bukan untukku. Hapus aku…aku…hapus aku
GOD: Kenapa, nak, kok kayaknya bete banget?
GF!: Nggak kenapa-kenapa. (cemberut)
GOD: Oh, ya udah.

Hening sejenak.

GF!: GOD, tau Valen kan?
GOD: Yang rambutnya panjang. Cantik. Pinter. Rajin saat teduh. Rajin pelayanan. Apa sih yang tidak Aku tau?
GF!: Iya. Valen yang itu.
GOD: Kenapa emangnya?
GF!: Aku ditolak sama dia. GOD, emangnya aku kurang apa sih?
GOD: Nggak kurang apa-apa. Kamu kan anak Allah yang maha tinggi.
GF!: Terus kenapa aku ditolak?
GOD: Nak, buat segala sesuatu ada waktunya.
GF!: Kalo itu sih aku juga tau, GOD. Tapi maksudnya apa?
GOD: Sabar dulu Aku kan belum selesai.
GF!: Oh ya, sori, GOD. Silakan terusin.
GOD: Kamu pernah baca ngga ayat ini: ‘jangan kamu membangkitkan dan menggerakkan cinta sebelum iingininya? (Kidung Agung 2:7b)
GF!: Iya, aku pernah baca dulu. Tapi aku nggak ngerti maksudnya.
GOD: Maksudnya untuk segala sesuatu ada waktunya. Termasuk waktu untuk mencintai seseorang.
GF!: Tapi kan GOD, yang namanya cinta ngga bisa diduga kapan datangnya?
GOD: Cinta ato cuma sekedar suka?
GF!: Emang beda?
GOD: Ya beda. Cinta itu sebuah gift dariKu buat manusia supaya mereka bisa menikmati hidup dengan lebih indah. Kalo suka cuma emosi sesaat yang cepet ilangnya.
GF!: O begitu ya. Terus GOD, gimana aku tau ini cinta ato suka?
GOD: Aku tanya dulu. Kamu kapan dikasih gift ama orang tua kamu?
GF!: Kalo aku ulang taun ato kalo aku dapet nilai bagus.
GOD: Jadi intinya, gift dikasih kalo ada event khusus. Sama dengan cinta. Cinta itu gift. dan gift ini hanya akan dikasih pada event khusus. Yaitu kalo kamu sudah Aku anggap cukup dewasa secara rohani dan mental untuk menerima gift ini. Kalo suka, munculnya bisa kapan aja. Karena asalnya juga dari dalam diri kamu. Dari
perasaan yang kamu miliki.
GF!: Terus sekarang aku harus ngapain dong?
GOD: ‘Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.’ (Matius 6:33). Aku mo tanya. Selama sebulan ini, berapa kali kamu saat teduh? Berapa kali kamu baca Alkitab? Berapa kali kamu merenungkan firman?

GF! tertunduk malu. Matanya memandang kertas yang ditempel di tembok kamar kostnya. bunyinya: “Jesus comes first!

GF!: Sorry ya GOD. Aku jadi jarang saat teduh en berdoa lagi. Gara-gara…
GOD: Gara-gara keseringan telpon-telponan ama Valen kan?
GF!: Abis GOD, dia kan cuma kosong jam segitu. Lagian kan aku udah ngomong kalo jadwal saat teduhnya jadi pagi aja.
GOD: Terus pagi-pagi kamu bangun telat, langsung mandi, kuliah. Ngga sempet saat teduh.
GF!: GOD, jangan marah dong.
GOD: Aku ngga marah. Aku cuma pengen kamu sadar kalo rasa suka kamu sama Valen udah merusak hubungan pribadi kamu dengan Aku. Nak, aku ngga nyalahin kalo kamu suka sama Valen. Itu sangat sangat manusiawi kamu suka seseorang. Tapi kamu harus bisa ngendaliin rasa suka kamu itu. Minta bantuan Roh Kudus buat hal itu. Inget ngga boleh sampe ada orang laen yang ngegantiin tempatKu di hidupmu.
GF!: Iya, Tuhan.
GOD: Nah Sekarang, gimana kalo kamu saat teduh.
GF!: Ok, GOD.

(DP!)

Friday, July 9, 2010

DOA TIDAK AKAN SIA-SIA

Halo, namaku Lispridona Diner. Dulu, walau kami datang dari keluarga kristen, tapi papa masih suka ngerokok dan males ke gereja, berdoa, dan baca Alkitab. Kerjanya cuma cari uang, uang dan uang. Pokoknya uang di atas segalanya. Mama sering ke gereja, tapi kalau di rumah seringnya ngomel-ngomel dan ngegosip.

Sejak SMU aku kost, karena rumah dan sekolah letaknya berjauhan. Hal inilah yang membuat aku di luar kontrol orang tua. Aku bergaul dengan teman-teman yang suka ngerokok dan minum minuman keras, kerjaanku hanya ngeluyur, nonton, en pulang pagi. Karena sekolahku disiplin, nggak masuk satu hari saja,  bisa langsung manggil orang tua, makanya aku terpaksa masuk, walaupun ngantuk aku harus tetep ke sekolah. Setiap pelajaran nggak ada satu pun yang nyangkut di otakku.

Sebenernya aku tahu Yesus, tapi aku nggak kenal sama Dia. Aku ngecewain orang tua karena nilaiku tidak memenuhi syarat untuk masuk di kelas yang diharapkan. Aku menyalahkan Tuhan atas semua itu. Aku merasa hanya teman se-gank aja yang bisa menerima aku. Setelah lulus sekolah, aku ikutan UMPTN dan lulus di Universitas Negeri Manado (UNIMA) jurusan Bahasa Jepang.

Setelah beberapa bulan kuliah, aku diajak oleh seorang teman untuk mengikuti Bina Rohani yang diadakan oleh Unit Pelayanan Kerohanian di Fakultas. Aku coba-coba aja ikut, aku nggak nyangka kalau Roh Kudus betul-betul bekerja. Aku dilawat Tuhan, hatiku hancur dan menangis serta menerima Yesus sebagai Juruselamatku. Lalu temanku tadi menolongku dan menjadi pembina rohaniku.

Kini aku selalu mendoakan mama, papa dan adikku. Aku sempet putus asa ngedoain mereka, karena selama 2 tahun rasanya nggak ada perubahan dalam keluargaku. Tapi di saat aku pasrah dan benar-benar tak berdaya, aku sungguh berharap pada Tuhan, justru pada saat itulah aku dikuatkan. Tiba-tiba, aku dengar Papa berhenti total merokok, dan yang lebih dahyat, dia mau terima Yesus! Kini ia rajin ke gereja, berdoa dan baca Alkitab. Disusul oleh Mama nggak pernah lagi keluyuran tetapi tinggal di rumah mengurus keluarga. Kalo aku pulang ke kampungku, Papa dan Mama selalu mengajakku ke ibadah.

Puji Tuhan, adikkupun sekarang ini kuliah bersamaku. Sekarang pun ia sudah terima Yesus. Keluargaku semakin dipulihkan. Aku bersyukur, Papa kini sudah mengerti dan melakukan juga perpuluhan. Allah kita adalah Allah yang sellu menyediakan apa yang nggak pernah dilihat, didengar bahkan dipikirkan buat kita yang percaya padaNya.

Kalau saja dulu temanku yang jadi pembina rohaniku itu tidak mau peduli kepadaku, mungkin aku masih belum dipulihkan, dan dari pengalamanku aku ingin sampaikan bahwa jangan putus asa untuk berdoa, apalagi untuk keluarga kita.

Lispridona Diner

TOP 9 AJARAN YESUS PALING POPULER

TUHAN! TUHAN!
“Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.” (Matius 7:21)

Kalo kita baca sampai ayat 23, di situ dijelasin kalo yang berteriak itu orang-orang yang merasa udah berhasil dalam melayani Tuhan. Kadang kita merasa bangga kalo udah sukses melayani Tuhan baik di gereja ataupun di sekolah or di keluarga. Tapi ternyata Yesus ngajarin kalo hal itu nggak bisa dijadiin standar buat menilai hubungan kita dengan Yesus atau syarat buat masuk kepada hidup kekal. Hanya dengan melakukan kehendak Bapa-lah yang bisa bikin kita masuk kerajaan Sorga. Tentunya hal ini hanya berlaku pada mereka yang sudah percaya pada Yesus. Intinya, kalo mau melayani Tuhan, yang peling penting adalah menjalin hubungan pribadi yang baik denganNya sehingga kita tau kehendakNya, bukan cuma melakukan apa kehendak kita.

PENGEN DIKASIHI?
"Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.” (Matius 7:12)

Inti kalimatnya sebetulnya adalah kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Misalnya, kalo kita pengen diperhatikan maka perhatikanlah sesama kita. Karena dengan begitu berarti kita sedang mengasihi sesama kita seperti kita mengasihi diri kita sendiri. Kalo kita lihat di 10 perintah Allah, perintah ke 5-10 itu isinya adalah perintah-perintah yang berlaku dalam relasi kita dengan sesama. Sedangkan perintah ke 1-4 itu relasi dengan Tuhan.

INTI AJARAN TUHAN
Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi." (Matius 22:37-40)

Inilah inti dari semua ajaran Tuhan: mengasihi Tuhan dan sesama manusia. Bobotnya sama yakni mengasihi segenap hati-jiwa-akal budi (sama seperti mengasihi diri kita sendiri). Apapun yang kita lakukan haruslah mengandung dua hukum ini, sama kayak menanyakan WWJD? (What Would Jesus Do?) ketika kita hendak melakukan sesuatu.

AMANAT AGUNG
“Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman." (Matius 28:19)

Ini yang disebut Amanat Agung. Yesus secara langsung memerintahkan kita gerejaNya buat menginjili. Tapi nggak cuma sampe pertobatan doang, harus ada follow up yakni pemuridan. En nggak usah takut melakukannya lantaran Tuhan sendiri berjanji akan menyertai kita sampai selesai.

UNDANGAN
“Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.” (Matius 11:28)

Duuuh... siapa sih yang nggak tertarik dengan undangan Yesus yang manis ini. Yesus mengajarkan kita untuk datang padaNya ketika kita letih lesu dan berbeban berat (entah karena tugas dariNya ataupun karena kesalahan sendiri (dosa)), Tuhan akan memberi kelegaan dan membantu jalan keluarnya dengan memberi kita damai dan Roh Kudus yang akan menuntun kita, asal kita mau mentaati petunjukNya dan mau menjadi hambaNya.

TOK-TOK-TOK!
“Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pin tu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku.” (Wahyu 3:20)

Perkataan Yesus ini diucapkanNYa kepada jemaat Laodikia yang udah menyingkirkan Yesus lantaran mereka dibutakan oleh keduniawian dan gelimang harta (ayat 15-18). Makanya Yesus seperti berdiri di luar rumah (bukan di dalam), tetapi Yesus mengasihi mereka dan mengetuk pintu agar mereka yang mau bertobat dapat ‘memasukkan’ kembali Yesus dalam ‘rumah’ mereka.

POKOK ANGGUR
“Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.” (Yohanes 15:5)

Yesus mengumpamakan diriNya sebagai sebuah pohon dengan kita sebagai ranting-rantingnya. Ranting yang tetap berpaut pada pohonnya akan menghasilkan buah. Soalnya kalo putus dari pohonya, Cuma bisa diinjek terus dibakar deh (ayat 6). Tapi sekalipun kita sebagai ranting berpaut pada Yesus sebagai pohon, Bapa kita (digambarkan sebagai tukang kebun) akan memotong kita kalo kita nggak mau berbuah, artinya nggak mau hidup berdasarkan iman dan kasih Kristus (Matius 3:10).

MINTA - CARI - KETOK
“Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.” (Matius 7:7)

Dalam bahasa Yunani sebetulnya menunjukkan tindakan yang terus menerus. Artinya kita harus terus menerus meminta, mencari dan mengetok. Meminta itu berarti kita sadar akan kebutuhan kita dan kepercayaan akan pemeliharaan Allah. Mencari berarti kita sungguh-sungguh memohon. Mengetok itu menunjukkan ketekunan kita walaupun Tuhan belum menjawab. Tapi jaminan kita bakalan menerima apa yang kita minta itu didasarkan pada harus mencari dahulu Kerajaan Allah serta kebenarannya. Kalo kita udah mengerti dan punya Kerajaan dan kebenaranNya, kita akan tau apa yang harus kita minta dan apa yang kita minta akan sesuai dengan kehendakNya, so... pasti Tuhan kabulkan kan!?

PUASA
“Dan apabila kamu berpuasa, janganlah muram mukamu seperti orang munafik. Mereka mengubah air mukanya, supaya orang melihat bahwa mereka sedang berpuasa. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya. Tetapi apabila engkau berpuasa, minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu, supaya jangan dilihat oleh orang bahwa engkau sedang berpuasa, melainkan hanya oleh Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu." (Matius 6:16-18)

Menurut Alkitab Penuntun Hidup Berkelimpahan (LAI), berpuasa sama kayak berdoa tanpa kata-kata. Berpuasa adalah untuk merendahkan diri di hadapan Tuhan, jadi jangan pengen kepuji ama temen or orang lain. Malah kalo kita berpuasa jangan sampe keliatan lagi berpuasa, tetaplah ceria, semangat dan enerjik, biar Cuma Tuhan aja yang melihat puasa dan hati kita. Puasa menunjukkan disiplin rohani. Ada 3 jenis puasa dalam Alkitab, (1) puasa biasa: berpantang segala jenis makanan tapi tetep minum air (Luk 4:2), (2) puasa sepenuhnya: nggak makan dan nggak minum (Est 4:16; Kis 9:9), (3) puasa sebagian: berpantang pada beberapa jenis makanan (Dan 10:3).

Thursday, July 8, 2010

Nindy Ellesse

Nindy Ellesse


Tampil apa adanya, suka bacanda ala Manado.., pokoknya nggak bakal bosen deh bila denger celoteh Nindyani Karyawati nama lengkapnya, kelahiran Ambon manise ini, 16 April 1967. Anak ke dua dari lima bersaudara ini selalu aja mempunyai joke-joke segar yang dapat mengocok perut kita, walau terkadang kedengarannya konyol dan terkesan mengada-ada. “ Bener lho ini cerita serius dan beneran....“ ujarnya membela diri.

Jeremy Timothy Laoh yang baru saja lahir 9 Mei 2001 lalu adalah buah cintanya dengan Willem F. Laoh, “Keluarga ini harus bisa menjadi proyek percontohan keluarga kristen, bisa memberkati banyak orang”, ujar Nindy sangat bersemangat sembari menyantap kuenya.



Apa aja sih kegiatan Nindy sekarang?

Sekarang ini kegiatan aku diluar pelayanan sebagai host di acara rohani SURAT (yang akan segera ditayangkan stasiun TVRI), aku juga pembawa acara Santapan Nusantara di TPI, sering juga diundang nyanyi di persekutuan-persekutuan atau di gereja-gereja, pokoknya semua ini demi kemuliaan Tuhan.

Bisa ceritain masa muda Nindy dulu?

Masa muda saya sungguh sangat berat. Hubungan saya dengan orang tua nggak terlalu istimewa. Ayah saya adalah orang Padang, sedang ibu saya orang Ambon, tetapi sewaktu mereka mau married ayah saya masuk kristen. Masa kecil saya tidak terlalu banyak saya ingat karena kehidupan masa kecil saya nggak terlalu happy. Rumah tangga ayah ibu saya sering cekcok, dan ini mengakibatkan saya menjadi minder, punya  perasaan pahit, nggak punya gambar diri yang jelas. Terus ketika berumur 12 tahun saya benar-benar kecewa karena ayah ibu saya bercerai. Katanya orang kristen tapi kok cerai! Kok orangtua saya ngelanggar Firman Tuhan. Kehidupan dalam keluarga kami yang sangat berkekurangan. Rumahpun nggak punya, artinya kita-kita harus sampe ngontrak dan pernah karna nggak bisa bayar kontrakan rumah, ibu saya harus nitipin kita-kita ke sodara-sodara kita. Ujian yang kita hadapi sungguh sangat berat.  Tetapi Tuhan sangat baik. Saya dikaruniai suara yang bisa memberkati dan keluarga kitapun diberkati. Sedikit demi sedikit saya dapat menyimpan uang untuk ngangkat keluarga saya. Membiayai adik-adik saya dalam bersekolah.

Ibu saya nikah lagi. Ayah tiri saya adalah orang Ambon. Saya nggak welcome, mungkin karena itu ayah tiri saya juga nggak welcome juga sama saya. Ayah pemalas, nggak mau kerja, suka main judi, mabuk-mabukan dan suka main pukul. Saya lihat kelakuan dia ini nggak boleh dibiarin terus begini, sampai suatu kali saya tantang ayah tiri saya. Akhirnya saya dan dia kena akibatnya, saya luka 18 jahitan di kepala, dan ayah tiri saya nggak berani pulang lagi karena om saya nuntut dia ke kantor polisi.

Waduh, Nindy punya luka hati dong?

Tadinya iya, tapi sekarang sudah nggak, saya benar-benar mengampuni ayah tiri saya. Saya udah mengalami pelepasan atas keterikatan dari semua itu. Proses pelepasan saya sampai tiga kali, luka hati saya, dosa-dosa yang saya buat sendiri dan kutuk. Karena saya pernah dimandiin kembang sama ibu saya, apalagi saya dulu suka diramal tangan.

Gimana Nindy sekarang mengenai masa lalu itu?

Sekarang saya sangat paham kalo kehidupan saya dahulu itu adalah salah dan kehidupan yang sangat nggak kudus, yang tidak berkenan di hadapan Tuhan. Masa lalu adalah masa lalu. Masa lalu nggak bisa diubah. Itu hanya menjadi sejarah. Tetapi semua latar belakang kita, dapat Tuhan pakai untuk mengubah dan memenangkan setiap jiwa-jiwa. Ketika saya bersaksi dalam persekutuan-persekutuan, di gereja-gereja atau dimana aja, saya yakin semua yang saya perkatakan akan dapat memberi kabar baik buat orang tersebut. Karna saya sekarang ini dapat berubah, bebas dari keterikatan narkoba, rokok, nonton film yang nggak benar, dan pacaran yang nggak kudus, Tuhan mau saya ada dalam rancanganNya. Setiap kita sungguh berharga di mata Tuhan. Kalo Tuhan mampu ubahkan saya, kenapa enggak dengan orang lain juga.

Ada bekas-bekasnya atau dampaknya nggak sekarang?

Begitu saya terima Yesus, saya adalah ciptaan baru. Yang lama sudah berlalu dan sesungguhnya yang baru sudah datang. Dan kalopun ada yang ngomongin, biarin aja dan saya tetap pegang Firman Tuhan. ‘Nindy’ yang dulu udah ‘mati’. Sesungguhnya Nindy baru udah lahir.

Kalo dampak di pergaulan sehari-harinya gimana ?

Manusia itu kompleks. Datang dari berbagai latar belakang. Pasti ada aja memberi komentar-komentar miring. “ Jangan terlalu fanatiklah, jangan terlalu ekstrimlah entar elu nggak laku lagi lho . . . !” komentar-komentar beberapa teman-temannya aku. Tetapi saya selalu akan berusaha membuat dampak.  Dan dampak tersebut adalah dampak positif yang datang dari Tuhan. Bagi saya, mau laku atau nggak laku itu bukan urusan manusia. Berkat itu datang dari Tuhan. Dan dengan pernyataan-pernyataan tersebut banyak juga anak Tuhan yang nggak sanggup. Tapi kalo saya, siap pikul salib.

Terus kenalannya dengan Willem-nya gimana ?



Saya bertobat di Jakarta Praise Center, Oktober 1995. Pertama-tama saya datang niatnya hanya nemenin teman saya untuk ibadah di persekutuan JPC, daripada nggak ada kerjaan, ya udah datang ibadah aja pikir saya.

Waktu itu Pak Jeffry Rahmat yang khotbah, jadi semangat  saya untuk datang makin lebih  lagi. Karena saya udah kenal lebih dahulu siapa Pak Jeffry. Tetapi ternyata tidak ada yang kebetulan buat Tuhan. Saya datang hanya iseng-iseng, ternyata saya bener-benar dijamah Tuhan. Pada waktu altar call saya langsung maju, padahal saya duduk paling belakang, pake baju ketat dan celana ketat, tapi tetap saya maju ke depan. Orang-orang pada ngeliatin. Tetapi keputusan kita hari ini adalah yang menentukan masa depan kita yang akan datang. Saya memutuskan untuk maju walaupun saya yakin ada yang mencibir.

Mulai dari sini, saya terus mencari Tuhan dan membuka hubungan pribadi dengan Tuhan. Saya mulai haus dan lapar akan Tuhan. Karena pada waktu itu karya dan jamahan Tuhan dalam hidup saya banyak Tuhan buat lewat hambaNya, Pak Jeffry, maka saya akhirnya lebih banyak terlibat dalam pelayanan dengan dia.

Nah, suami saya ini juga yang melayani di tempat ini. Pada awalnya kita hanya temanan biasa aja. Perkenalan kita makin lebih lagi  karena dia ini sering nguatin saya. En, kita sering ketemu dalam banyak kegiatan, akhirnya kita memutuskan untuk masuk ke tahap yang lebih serius. Kalo kata orang pacaranlah. Dan, 2 Juni 1998 kita nikah deh setelah kita pacaran delapan bulanan. Jadilah sekarang . . . .

Ada beberapa artis yang Nindy bawa pada Tuhan juga, ya?

Segala kemuliaan buat Tuhan..., mungkin karena saya udah ngerasain jamahan Tuhan akhirnya membuat saya rindu setiap jiwa juga ngerasain jamahanNya. Jadi setiap kali ketemu artis Kristen, saya selalu berusaha mengundang mereka untuk datang ke persekutuan saya dengan teman-teman. Terus tidak gitu aja, kan sekarang ini aku udah nggak ngerokok lagi, nggak mau ngedugem (dunia gemerlap), nggak ada narkoba lagi, pokoknya biar mereka lihat perubahan dalam hidupku yang bisa jadi teladan.

Makanya saya selalu mencoba untuk masuk ke mereka. Saya nabur terus. Karena apapun yang diucapkan, bila itu disebutkan di dalam nama Yesus tidak akan pernah jadi sia-sia. Jadi apa yang kita tabur pasti kita akan tuai nantinya.  Dan masalah mereka mau merespon, puji Tuhan banget, kalopun nggak kita serahin aja bagian itu kepada Tuhan.

Kira-kira anda punya saran untuk bisa membuat anak muda menang dalam dalam setiap peperangan ?

Kita harus tahu panggilan hidup kita, dan kita hidup harus benar-benar hidup dalam rencana Tuhan, kalo kita mau lakukan itu pasti kita punya kekuatan untuk menghadapi setiap peperangan. Nggak menjamin sih kalo kita terima Yesus berarti kita udah kebal dosa. Kalo hidup kita nggak berjaga-jaga, sewaktu-waktu bisa juga jatuh lagi, apalagi kalo kita memang buka celah. Tetapi kalo kita jaga keintiman ama Tuhan, kita akan lebih peka dalam keseharian kita. Malaikat Tuhan akan memagari kita dalam kehidupan kita sehari-harinya. Akhirnya kita bisa bedain yang mana hitam, yang mana abu-abu, dan yang mana putih. Kita pasti dikasih tahu, saya yakin setiap dosa mau mendekati kita, pasti ada suara dalam hati yang bilang, jangan!, karena saya yakin Immanuel Elohim itu benar-benar ada, dan menyatu dalam setiap kita, setiap anak Tuhan. Sensor dari Tuhan pasti ada dalam diri kita. Jadi kita nggak usah takut untuk bergaul, nggak usah buat gap antara kita dan mereka yang belum dalam Tuhan. Kita nggak perlu jadi kuper dan nggak ngerti apa-apa tentang perkembangan jaman, asal kita hidup sungguh-sungguh di dalam prinsip dan sensor yang Tuhan kasih buat kita. Tapi jangan juga mentang-mentang udah anak Tuhan terus kita asal nantang aja. Misalnya langsung mau ngelayani orang yang jatuh akibat narkoba atau orang-orang yang ada dalam pelacuran, wah.. kalo kita belum siapin senjata rohaninya dan belon punya hati yang sungguh-sungguh bertobat, bisa-bisa kita yang diseret ama mereka. Kalau mau menang kita harus radikal setiap hari. Jauh dari dosa.

Peperangan setiap kita itu kan berbeda-beda. Semenjak saya bertobat, eh... malah order yang saya terima makin dikit. Katanya kalo ikut Tuhan hidupnya diberkati, lho kok malah hidup saya makin seret, lirih saya kala itu. Ini jadi tanya besar dalam hidup saya, tapi karena saya semakin bertumbuh dekat sama Tuhan, saya ambil keputusan: ‘walaupun Engkau tidak memberkati saat ini, saya tetap ikut Tuhan!’. Saya benar-benar buktikan hal ini, dalam penganiayaanpun saya mau tetap setia sama Tuhan.

Setelah Anda menjadi ortu, apa yang bisa dibagiin?

Buat anak saya setiap pagi saya bacain Firman Tuhan dan berdoa buat anak saya, di dalam nama Yesus. Karena saya percaya perkataan dari mulut  orang percaya itu punya kuasa. Dan saya nggak mau pengalaman saya terulang dengan anak saya. Saya pengen anak saya nantinya bisa menjadi berkat bagi setiap orang. Terserah dia dalam memilih profesi, saya yakin apa pun itu dia akan ada didalam rancangan Tuhan.

Nah, cerita soal hubungan Nindy dengan Tuhan!

DIA bisa sebagai Bapak saya dan juga bisa sebagai Sahabat saya. Tapi beberapa anak Tuhan saya lihat ‘saking dekatnya sama Tuhan’ malah ada yang kelewatan. Memang Dia teman kita. Tapi Dia adalah Tuhan yang Agung, yang juga ciptain langit dan bumi ini. Bukan berarti Tuhan mau kita formal-formal banget sama Dia, tapi kita musti ingat kalo Dia adalah Allah kita. Pokoknya saya minta hikmat aja deh terus ama Tuhan supaya saya bisa bersikap benar di dalam Dia.

Buat saya Tuhan itu lebih dari segalanya deh..., kalo nggak punya uang saya ngadu sama Tuhan, atau kalo lagi berantem atau kekurangan kasih sayang atau nggak bisa ngelakuin sesuatu, ya... saya juga ngadu sama Tuhan. Saya sediain waktu setiap pagi atau malam, bersama suami untuk membangun tahta menghadap Tuhan (Berdoa, muji nyembah & baca FT; red). Pokoknya berserah sama Tuhan aja, Dia hanya sejauh doa.

Kelihatannya Anda sekarang lebih concern pada pelayanan kaum wanita ?

Sebenarnya pengurapan itu datang kepada setiap kita, tanpa lihat gender. Wanita juga bisa dipake Tuhan, lihat aja Ester, keselamatan datang bagi Israel melalui dia. Tuhan Yesus juga datang dari dara Maria. Dan orang yang dekat dengan Yesus juga banyak yang wanita. Masih banyak lagi wanita yang dipakai oleh Tuhan dan benar-benar diurapi.  Kita dipakai sebagai penolong kepala, imam atau sang pria dan bukan mengambil alih. Kebanyakan wanita sekarang tidak tahu tempatnya dimana, begitu kariernya lebih tinggi dari sang suami, udah deh... jadi sembarangan, mulai perintah-perintah suami. Ini perlu pemulihan, sebagai istri kita harus benar-benar jadi penolong bukan perongrong.

Apa pesan Nindy tentang pacaran anak muda?

Sebenarnya masa pacaran yang lama nggak berarti kita bisa mengenal pasangan kita. Karena semasa kita pacaran banyak palsunya. Karena setiap orang akan ada usaha untuk nutupin siapa sebenarnya dia, yang penting dia harus dapetin cowok atau cewek yang dia kejar. Jarang sekali pasangan itu tampil apa adanya. Nah, inti dalam mendapat pasangan yang tepat adalah ‘apakah pernah kita tanya sama Tuhan tentang pasangan kita?’. Dan buat anak Tuhan, kalo mau cari pasangan carilah yang anak Tuhan, yang seiman, karena kita sama-sama tahu kebenaran itu sehingga Tuhan bisa memimpin masa depan kita.

Gimana cara Nindy mempertahankan rumah tangga sementara banyak artis akhir-akhir ini kawin cerai?

Kita nggak pernah ngambil keputusan untuk bercerai, apapun yang terjadi di rumah tangga kita. Sebab kalo sampe kita bercerai lalu kita married lagi, Firman Tuhan mengatakan kalau itu adalah perzinahan juga.  Saya yakin manusia nggak ada yang sempurna. Kalo pun kita udah diberkati dan udah melalui proses yang panjang, perkawinan kita nggak akan selalu mulus setiap saat. Ada aja masalah yang bisa muncul, namanya juga hidup. Yang penting, harus selalu sadar dan ingat rencana Tuhan pada setiap kita, kita ini berharga, dan selalu cari Tuhan. Akhirnya kita akan dimampukan memahami karakter pasangan kita, mampu untuk rendah hati, mampu mengampuni pasangan kita. Siapapun dia nantinya.

Contohnya yang saya alami. Tipikal saya adalah kolerik dan suami saya melankolis. Ini kan dua kepribadian yang berbeda, tapi kan ada Yesus yang memampukan saya untuk dapat memahami dia. Kedua, kita saling percaya dan kita tahu kalo kita berbuat dosa itu salah dihadapan Tuhan. Jadi dimanapun saya berada atau suami saya berada, kita percaya Tuhan ada di situ. Pernah saya pelayanan satu setengah bulan di Amerika, tapi suami saya nggak apa-apa. Kita tahu pertanggunganjawaban dosa bukan sama manusia, tapi langsung kepada Tuhan.

Jadi dalam membangun keluarga, saya benar-benar melibatkan campur tangan Tuhan. Awal saya married, suami saya nggak kerja. Nganggur lebih kurang sepuluh bulan, saya bener-bener gemas sama dia. Tapi saya tahu rencana Tuhan terhadap keluarga ini. Setiap malam ketika suami saya udah tidur, saya tumpang tangan kepada suami saya. Pokoknya saya percaya, kalau kita mengasihi Tuhan dan mau hidup sesuai FirmanNya, maka semua yang kita alami ada dalam rancangan damai sejahteranya Tuhan. Kalo enggak gitu, bisa-bisa persoalan ngorok atau salah pencet pasta gigi aja, bisa bikin kita cerai. Padahal sepele banget kan.

Makanya anak muda pikir dulu sebelum kawin! Tapi jangan terlalu banyak mikir sehingga nggak kawin-kawin. Pertimbangan buat kita ngambil keputusan kan bisa kita dapet dari teman-teman persekutuan, orang tua atau adik kita, kakak rohani atau hamba Tuhan, dari kotbah yang kita denger atau banyak lagi. Jangan main labrak sendiri aja. Kalo begitu, hasilnya juga akan tidak maksimal dalam rumahtangga kita nantinya.

Anda pernah punya mimpi tentang keluarga Anda nantinya ?

Ya! Dan saya sudah dapatkan dalam keluarga saya sekarang ini. Saya mempunyai suami yang benar-benar mengasihi saya dan punya anak yang betul-betul sangat kita sayangi. Selain itu, pokoknya saya ingin apapun yang saya kerjakan melalui hidup saya dan keluarga saya, benar-benar dapat memberkati banyak hidup orang. (pt, foto pt)

MamaOla