Friday, May 7, 2010

Santy Soeyitno: Bermimpi Lewat Foto Hitam Putih

Santy Soeyitno:


Bermimpi Lewat Foto Hitam Putih


Santy Soeyitno (36) adalah seorang wanita urban yang hidupnya penuh warna.  Sejak mengenal Yesus Kristus sebagai Juruselamat tahun 1997, ia aktif menjadi wanita pendoa – dan kini bahkan secara khusus menjadi pendoa syafaat di GBI Gatot Soebroto Jakarta sejak September 2002. Selama masa liburan Lebaran kemarin pun, ia mengalokasikan waktu beberapa jam setiap harinya untuk berdoa bersama teman-temannya. “Melalui doa saya dapat kekuatan untuk terus melangkah dan melayani Dia.” kata Santy.

Dalam kesehariannya, Santy bekerja sebagai Business Development Director untuk sebuah perusahaan investasi keuangan di daerah Kuningan Jakarta.  Siapa nyana, di balik profilnya sebagai seorang pebisnis,  Santy adalah juga seorang fotografer yang tahan banting. “Tadinya cuma hobby saja karena saya senang dengan keindahan yang ditangkap lewat kamera. Awalnya pun saya cuma menggunakan kamera poket yang sangat sederhana. Pernah pada suatu kali, setelah saya memotret cukup banyak, rol-nya tidak berputar.” kata Santy sambil terbahak, mengingat pengalamannya itu.

“Akhirnya saya mengikuti kursus memotret di sebuah sekolah memotret di Jakarta sampai jadi asisten seorang fotografer kondang yang terkenal dengan foto-foto fashion-nya. Setelah beberapa waktu, saya mulai memasuki dunia media massa dengan bekerja di (alm) majalah Sarinah.  Disitulah saya punya banyak kesempatan untuk memotret di luar negeri.” kata Santy yang akhirnya menjadi spealisis pemotret fashion yang langganan memotret berbagai acara pagelaran fashion di Asia dan Eropa.
Pengalaman Unik: Digampar

Santy mengakui bahwa pengalaman yang unik ketika memotret justru didapatnya ketika ia digampar oleh para bodyguards Naomi Campbell, saat bekerja sebagai fotografer di  harian Bisnis Indonesia.  “Waktu itu entah mengapa, Naomi Campbell cuma dapat kelas ekonomi ketika terbang dari Singapura ke Jakarta untuk mengikuti pembukaan Fashion CafĂ©. Karena mungkin merasa lelah, ia tidak mau difoto ketika tiba di Jakarta. Sementara itu, fotografer seperti saya yang sudah 2 jam menanti dan dituntut untuk mendapatkan foto harus tetap memotret juga.

Akhirnya saya mengejar Naomi dan berusaha memotretnya terus sambil berjalan mundur.  Karena merasa tidak mendapatkan moment yang baik, saya menyelinap untuk memotret dari bawah ketika Naomi hendak masuk ke mobil.  Tiba-tiba salah seorang bodyguard-nya langsung menghadiahi  saya bogem mentah sehingga mata saya biru selama 2 minggu. Tetapi akibat hal ini, Naomi jadi ingat saya terus. Ketika akhirnya saya bertemu Naomi kembali keesokan harinya, ia meminta saya untuk bertukaran jaket dengannya.  Tentu saja jaket saya terlalu kecil ketika dikenakan olehnya.” kata Santy yang tingginya 1.58 m ini sambil kembali terbahak.
Hitam Putih = Memunculkan Karakter

Santy sangat menyukai foto hitam putih karena menurutnya foto jenis ini memiliki spirit yang kuat dalam visualisasinya. “Kebetulan saya juga penggemar foto human interest. Dengan foto hitam putih ini, kita bisa menampilkan foto-foto human interest dalam suatu dimensi yang berbeda dari yang biasa kita lihat kasat mata. Karakter yang difoto pun bisa divisualisasikan dengan sangat kuat, sangat cantik dan sangat menarik untuk dinikmati.” kata fotografer yang terbiasa untuk menggunakan berbagai jenis kamera dengan peralatan yang seadanya ini.

TIPS memotret foto hitam putih                                                                                                    ala Santy Soeyitno:



  1. Menguasai teknis memotret foto berwarna


Jika seseorang sudah biasa bermain di foto berwarna, ia dapat lebih menjiwai ketika beralih ke foto hitam putih dan bukan sebaliknya.



  1. Berani bermimpi


Dalam foto berwarna kita bisa bermain warna, sedangkan di foto hitam putih kita harus main di basic. Untuk itu kita musti berani bermimpi karena foto hitam putih itu kasat mata.

  1. Tertarik pada manusia


Objek foto hitam putih yang paling kuat adalah manusia (human interest) karena karakternya mudah terlihat.  Jika kita memotret benda mati, kita harus bekerja lebih keras dalam mengatur lighting dan komposisi agar karakter benda tersebut bisa keluar.

  1. Cermat memilih Tempat Cuci Cetak


Jika kita bisa mencuci sendiri itu akan baik sekali, tapi jika tidak memungkinkan, harus mencari tempat cuci cetak yang dapat mencuci foto hitam putih dengan baik. Di Jakarta saja cuma ada beberapa tempat yang dapat mencuci foto hitam putih dengan baik.

  1. Mempersiapkan Doku Yang Cukup Banyak


Dana memotret foto hitam putih bisa 2 hingga 4 kali lebih besar dari memotret foto berwarna. Proses cetaknya pun lebih lama.  ASA minimal yang paling baik untuk foto hitam putih adalah ASA 400, karena hasil pemotretan dari ASA ukuran ini dapat dinaikan pada waktu proses pencucian mengingat ASA 800 dan ASA 1600 sulit dicari di Indonesia (Santy sendiri sering menggunakan ASA 3200 yang harga per rolnya mencapai sekitar Rp  70.000,-).

Thursday, May 6, 2010

Nyanyian yang Mengubah Sejarah

Nyanyian yang Mengubah Sejarah

In age and feebleness extreme,
Who shall a helpless worm redeem?
Jesus, my only hope Thou art,
Strength of my failing flesh and heart,
O, could I catch a smile from Thee
And drop into eternity!

Lagu ini didiktekan oleh Charles Wesley, sang Pujangga Metodis kepada istrinya, sesaat sebelum sang pengarang menghembuskan nafasnya yang terakhir. Lagu terakhir ini melengkapi sekitar 6.500 lagu lainnya yang sudah ditulis seumur hidupnya.

Waktu itu Inggris sedang mengalami masa yang sulit. Korupsi dan kebejatan moral berlangsung dengan hebat. Revolusi industri baru dimulai sehingga terjadi perubahan besar dalam kehidupan masyarakat. Banyak orang tergoncang dan merasa tersingkirkan. Ketimpangan sosial terjadi dimana-mana. Sementara itu, ide-ide tentang pencerahan (enlightenment) dengan pandangan-pandangan yang menekankan rasionalisme, semakin populer.

Keadaan itu makin parah karena gereja menjadi dingin dan beku, tidak lagi memiliki antusiasme dan kehangatan. Belum lagi negara yang mengendalikan gereja dan membuatnya menjadi seperti panggung sandiwara.

Di saat seperti itulah, tepatnya tanggal 21 Mei 1738, Charles Wesley bertemu secara pribadi dengan Kristus. Pertemuan itu mengubah seluruh arti dan perjalanan hidupnya. Charles sadar bahwa selama ini ia hanya menjalankan kehidupan agamawi, tanpa mengenal Kristus secara pribadi sama sekali. Pada hari itu ia membuka Mazmur 40:4, “Ia memberikan nyanyian baru dalam mulutku untuk memuji Allah kita. Banyak orang akan melihatnya dan menjadi takut, lalu percaya kepada Tuhan.”

Tuhan menepati FirmanNya. Keesokan harinya Charles langsung  menulis lagunya yang pertama, yang diberi judul “And Can It Be?”

Lama sudah terpenjara rohku
Erat terikat dalam dosa dan malam alam
Mataku mengabur sinar berkelebat
Ku terbangun, penjara membara oleh cahya
Rantaiku luruh, hatiku bebas
Ku bangkit, berjalan dan mengikut Dikau

Tuhan mengurapi lagu-lagunya itu sehingga menembus hati orang-orang yang putus asa, tersingkirkan, dan dari kelas bawah yang tidak terjamah oleh Gereja Inggris, yang saat itu lebih mementingkan penampilan luar seseorang. Pada saat bersamaan, John Wesley (kakak Charles) pun mulai meraih orang-orang ‘terbuang’ ini lewat khotbah-khotbahnya. Kakak-beradik ini berkhotbah dan bernyanyi kepada orang-orang di penjara, di pertambangan, dan di lapangan terbuka.

Sejarah mencatat bahwa lagu-lagu Charles Wesley membuat gerakan kebangkitan rohani pada abad 18 menjadi sangat efektif karena berhasil mengubah kehidupan banyak orang. Nyanyian menjadi alat untuk mengajar Firman Tuhan dan mengekspresikan sukacita seperti yang ditekankan oleh Marthin Luther. Para ahli sejarah memperkirakan, kalau orang-orang Inggris tidak dijamah dan disentuh oleh gerakan ini, bukan tidak mungkin revolusi berdarah di Perancis terjadi juga di Inggris!

Semoga Tuhan membangkitkan para komposer, musisi dan penyanyi yang dapat mengubah sejarah Indonesia. ** (Henry Sujaya)

Wednesday, May 5, 2010

Kebiasaan Buruk Pasangan

KEBIASAAN BURUK PASANGAN


Shalom Pak Daniel & Ibu Lydia,

Kami berencana untuk menikah 3 bulan yang akan datang. Calon suami saya memiliki satu kebiasaan buruk yang tidak saya sukai, dan saya sudah berulang kali menyatakannya, namun ia tidak pernah lepas dari kebiasaan tersebut. Apa yang harus saya lakukan untuk menghadapinya?

Terima kasih untuk saran yang akan Bapak dan Ibu berikan. Tuhan memberkati.

Salam

Ha, Jakarta

Jawaban Daniel& Lydia Kurnia:

Shalom juga,

Sebelumnya kami mau bertanya dulu, apa kebiasaan pasangan Anda yang tidak Anda sukai itu? Ini pertanyaan pertama yang perlu diajukan kepada diri sendiri. Apabila kebiasaan itu merupakan dosa, atau membawanya jauh dari Tuhan, wajar bila Anda menuntutnya untuk berubah. Tapi sayangnya, seringkali yang terjadi bukan seperti itu, dan hal ini menyebabkan banyak pasangan menghadapi masalah yang malah makin rumit.

Tanpa disadari, kita sering menginginkan supaya orang yang kita cintai mempunyai sifat-sifat baik yang ada pada diri kita. Tidak selamanya keinginan ini merupakan hal yang buruk, kecuali bila kita lupa bahwa pasangan kita adalah pribadi yang unik dan sangat berbeda dengan kita.

Konflik banyak terjadi waktu seseorang berusaha mengubah orang lain menjadi seperti dirinya, betapapun baiknya dirinya itu! Apalagi kalau di dalam proses ‘mengubah’ pasangannya itu, dia sampai marah-marah. Yang sering menjadi masalah dalam pernikahan ataupun masa ‘pacaran’ adalah ketika kita sangat ingin mengubah pasangan kita menjadi orang lain, tanpa diimbangi dengan kesediaan dan kerelaan untuk menerima pasangan kita itu apa adanya.

Kunci untuk mengatasi hal ini adalah komunikasi yang baik. Berkomunikasi bukan hanya menyampaikan apa yang kita sukai dan yang tidak kita sukai, tetapi termasuk juga mendengarkan dan memahami pasangan kita. Mungkin ia sedang merasa frustasi dan perlu dukungan untuk  lepas dari kebiasaan buruknya.

Selain itu, komunikasi yang baik juga bukan cuma soal pemilihan kata-kata yang baik dan tepat untuk disampaikan, ataupun telinga yang siap mendengarkan, tapi perlu didukung juga oleh cara, waktu, suasana dan tempat yang tepat. Ini sangat penting supaya pembicaraan kita dapat membuahkan hasil yang baik, sebab: “Perkataan yang diucapkan tepat pada waktunya adalah seperti apel emas di pinggan perak.” **



Tips bulan ini:

Bagaimana mengatasi perbedaan?

  1. Kenali dan komunikasikanlah perbedaan yang ada di antara Anda dengan pasangan Anda.

  2. Belajarlah untuk menerima perbedaan tersebut apa adanya.

  3. Tidak semua perbedaan harus dihilangkan, tetapi semua perbedaan harus dikelola.

  4. Apabila Anda yang justru perlu diubah, mintalah bantuan pasangan Anda untuk melatih agar Anda bisa berubah.

  5. Apabila  pasangan Anda yang perlu ditingkatkan untuk mengatasi perbedaan tersebut, latihlah dia dengan sabar agar bisa berubah.

  6. Bila tidak dapat mengatasi suatu persoalan dengan tanpa melibatkan orang lain, pilihlah seorang yang dapat Anda percayai untuk membantu. Berbagi pengalaman dengan seseorang seringkali dapat menolong kita menemukan jalan keluar yang baik  (GETLIFE - www.InspirasiAnda.com)















Daniel & Lydia Kurnia adalah pendiri lembaga “Sahabat Keluarga” yang akan melayani para pembaca GetLIFE! sebagai konselor untuk berbagai masalah seputar keluarga dan pernikahan. Layangkan email Anda ke <konsultasi@sahabat-keluarga.com>

Tuesday, May 4, 2010

SENJATA PEMUSNAH PMS (Pre-Menstrual Syndrome)

Lika-Liku


SENJATA PEMUSNAH PMS


PRIA WAJIB BACA


“Hhmmrph...”, Beno (32) mendengus kesal.

Bagaimana tidak, istrinya Lina (29) mengomel terus sepanjang hari. Segala sesuatu yang Beno lakukan selalu salah di mata Lina.

“Akh! Lebih baik aku kena macet di jalan daripada diomelin terus di rumah!!”, teriak Beno sambil membanting pintu dan meninggalkan rumah karena sudah  tidak tahan lagi.

Sepeninggal Beno, Lina terhenyak karena tiba-tiba ia teringat sesuatu. Setengah berlari, ia segera memeriksa kalender. “Astaganaga, rupanya aku kena PMS. Coba dari kemarin aku sadar, pasti nggak perlu seperti ini.” pikir Lina dengan menyesal.

Penyakit khusus wanita ini memang bisa menimbulkan masalah bagi banyak couples, apalagi kalau para couples tidak menyadari adanya ‘mahluk’ yang bernama PMS (Pre-Menstrual Syndrome) atau Sindroma Pra-Haid ini. Karena itu GetLife! memberikan beberapa senjata rahasia untuk mengatasinya:

Senjata 001: SADAR DIRI Dengan Mengenali Gejala PMS

“Sadar diri memang senjata utama untuk menangani PMS. Jika kita sadar bahwa kita sedang mengalami PMS, kita akan bisa  menahan diri karena memahami mengapa kita bisa tiba-tiba terserang depresi.”  kata Ev. Hellen Pratama, pengerja GKI Anugerah Bandung.

PMS ditandai sederet gejala, baik fisiologis maupun psikologis, yang dibedakan dalam empat kelompok. Setiap orang bisa saja menderita kombinasi gejala yang berbeda, dengan tingkat keparahan yang berbeda pula. Bahkan, keragaman gejala dan keparahannya bisa sangat bervariasi dari bulan ke bulan.

Gejala PMS kelompok pertama berbentuk ketegangan saraf serta sensitif berlebihan, seperti mudah tersinggung atau sebaliknya sangat mudah tersentuh dan gampang menangis.  Selain itu suasana hati pun tidak nyaman, gampang cemas dan sulit berkonsentrasi.

Kelompok kedua adalah depresi yang menyebabkan seseorang jadi mudah lupa, sulit berkonsentrasi, sulit tidur, menjadi bingung dan gugup. Ketiga, munculnya keranjingan makanan secara temporer, biasanya terhadap makanan gurih dan manis. Bisa saja disertai sakit kepala, sakit punggung, pegal, jantung berdebar, bahkan pingsan. Keempat, sindrom hiperhidrasi yang ditandai dengan bertambahnya berat badan, pembengkakan disertai rasa sakit pada payudara, pembengkakan pada kaki, tangan dan perut kembung yang kadang disertai  mual, sembelit dan timbulnya jerawat.

Waktu munculnya gejala PMS sangat beragam, namun umumnya berkisar dari satu-dua hari hingga 14 hari menjelang menstruasi. Beberapa wanita mengalaminya sepanjang 12 – 14 hari sebelum haid, sementara yang lainnya hanya selama 1 – 4 hari sebelumnya. Panjang-pendeknya waktu serangan PMS tidak menandakan berat-ringannya gejala. Artinya, walaupun waktunya singkat, gangguan PMS bisa saja ringan atau bahkan sebaliknya.

Penderita utama adalah para wanita dalam rentang usia kehamilan. Makin matang usianya, makin parah gejala yang diderita. Persentase penderita PMS lebih tinggi pada wanita yang sudah pernah melahirkan, pengguna pil KB atau yang menjalani sterilisasi ― terutama pengikatan saluran telur. Hal ini berkaitan dengan fluktuasi kadar Hormon Estrogen-Progesteron dalam darah.


Senjata 002: SADAR DIRI Dengan Mengenali Penyebab PMS


Walaupun penyebab pasti PMS belum ditemukan, sudah ada titik terang dengan diketahuinya hubungan antara PMS dengan ketidak-seimbangan pasangan Hormon Estrogen dan Progesteron di dalam tubuh. Konsentrasi Estrogen yang mendadak melimpah membuat Progesteron kewalahan, sehingga keseimbangan di antara keduanya menjadi timpang.

Membanjirnya Hormon Estrogen disebabkan antara lain oleh ketidak-mampuan tubuh untuk memecah hormon ini lantaran kurangnya konsumsi vitamin B-kompleks, khususnya B6 (piridoksin).  Menurut para peneliti dari American College of Obstreticians and Gynecologists, sejumlah penderita PMS memang memiliki kadar vitamin B yang rendah dalam darahnya.  Guna menguatkan dugaan adanya kaitan antara vitamin B dengan PMS, para penderita diterapi dengan diberikan suplementasi vitamin B6. Hasilnya, persentase penderita dan tingkat keparahannya berkurang drastis.

Selain rendahnya asupan vitamin B, meningkatnya konsentrasi Hormon Estrogen bisa disebabkan pula oleh terlalu sedikitnya Estrogen yang dibuang ke luar tubuh. Umumnya, pemogokan fungsi pembuangan ini diakibatkan oleh rendahnya konsumsi Magnesium, yang kadang disertai pula oleh kurangnya asupan  Kalsium dan Seng. Derita PMS akan makin parah jika dibarengi konsumsi gula berlebihan. Soalnya, Magnesium yang terbatas itu masih harus dirampas lagi untuk memecah gula.

Senjata 003: MAKANAN Pelumpuh PMS

Para peneliti menyimpulkan kasus kelebihan Estrogen dapat diatasi dengan banyak mengkonsumsi makanan berserat kasar plus meningkatkan jumlah asupan Magnesium, Kalsium, dan Seng disertai pembatasan konsumsi gula.

Kalsium memegang peranan penting, terutama setelah suatu penelitian yang dilakukan di Metropolitan Hospital di New York menunjukkan bahwa 75% wanita yang mengalami PMS berkurang penderitaannya setelah mengkonsumsi makanan berkalsium secara teratur – khususnya mereka yang mengalami pembengkakan, rasa sakit pada payudara, sakit kepala dan kram perut.

Sebagian ahli masih menyakini PMS disebabkan oleh hiperhidrasi, yakni  kelebihan dan penimbunan air dalam tubuh, yng mengakibatkan pembengkakan. Untuk itu konsumsi air memang perlu dikurangi walau jangan terlalu drastis, agar tidak loyo dan pingsan. Upaya ini harus disertai pembatasan konsumsi garam, lemak jenuh, gula, dan kafein.**















Makanan Pelumpuh PMS



Vitamin B6: Ragi, ikan segar terutama ikan tuna, hati sapi/ayam, kacang-kacangan (kedelai, tempe, kacang merah, kacang tolo), pisang, anggur, alpukat, kenari, beras merah.



Magnesium: Susu, kacang mete, apel, jagung manis, kerang dan hidangan laut lainnya, lalap mentah sayuran daun hijau, kedelai, tempe.



Kalsium: Kedelai, tempe, tahu, kacang hijau, wijen, rebon kering, ikan sarden kalengan, teri, havermut, bayam, daun kacang panjang, daun labu, daun pepaya, daun melinjo, daun singkong, daun katuk, sawi, selada air.



Seng: Susu dan hasil olahannya (keju, yohurt), telur, hati, daging sapi, ayam, kerang.

Serat kasar: Kacang tolo, kacang hijau, kacang merah, kedelai, jambu biji, daun singkong, daun pepaya, daun kacang panjang, kacang panjang, kecipir, buncis, nangka muda, jamur, kangkung, bayam, buah-buahan.

















Makanan pemicu PMS



Lemak jenuh: Gajih/lemak hewan, daging berlemak terutama daging babi, kelapa tua, santan kental, minyak kelapa, susu berlemak, keju, mentega.

Gula: Gula pasir, gula merah, permen, arumanis, sirup, selai, jeli, susu kental manis, manisan buah, minuman ringan (softdrink), es krim, dodol, donat lapis gula/meises/cokelat siram, cake, kue kecil (cookies), abon, dendeng, ikan sarden kalengan.

Kafein: Kopi, teh terutama yang pekat, cokelat, minuman ringan (softdrink).

Natrium: Garam dapur, kecap, kornet, makanan yang diolah menggunakan soda kue (biskuit, crackers, kue kering, roti), ginjal, ham, daging bebek, sosis, keju, telur terutama bagian putih telur, selai kacang tanah, susu bubuk skim, margarin, mentega, kaldu blok, saus tomat.

Monday, May 3, 2010

Michael W. Smith: LOVE AT THE FIRST SIGHT

Michael W. Smith:

LOVE AT THE FIRST SIGHT


I will be here for you…

Somewhere in the night

Michael W. Smith bukan nama yang asing buat banyak orang, terutama orang Kristen. Suaranya yang serak-serak enak, tampangnya yang ‘sedikit’ ganteng bikin banyak orang kesengsem. Di balik semua ketenarannya itu, ternyata Michael…

Michael Kecil


Lahir di akhir tahun 1957, Michael tumbuh sebagai seorang anak yang biasa-biasa saja di Kenova, AS. Orang tuanya mengarahkan dia untuk aktif di gereja sejak kecil, dan seperti banyak anak yang lain di sana, Michael senang sekali main baseball, selain hobbinya bermain piano. Bahkan  cita-citanya sejak kecil adalah untuk menjadi pemain baseball professional. Tapi makin hari, bakatnya di bidang musik makin menonjol, sehingga saat memasuki tahun pertama kuliah, tujuan hidupnya menjadi lebih jelas, sehingga ia memutuskan untuk melepaskan kuliah dan mengembangkan karir musiknya secara profesional.

Memburu Calon Istri


Sewaktu Michael bekerja di Benson Publishing Group sebagai seorang penulis lagu, ia sempat berkata, “Tuhan nggak usah melakukan apa-apa lagi untukku. Aku nggak membutuhkan kontrak rekaman lain, gaji yang lebih besar, seorang pacar apalagi seorang istri. Aku sudah punya segalanya. Aku bahkan dibayar untuk melakukan sesuatu yang aku sukai, inilah puncak hidupku”.

Suatu hari, seorang wanita berjalan melewati kantornya, namanya Deborah Kay Lewis. Michael terkejut sekali waktu melihat wanita itu, karena menurut dia, Deborah adalah wanita tercantik yang pernah dilihatnya.

Saat itu juga Michael menelepon ibunya. Ia mengatakan bahwa ia baru saja berjumpa dengan calon istrinya. Berita tiba-tiba itu membuat ibunya kebingungan, apalagi waktu ibunya menanyakan siapa nama si ‘calon istri’ itu, Michael menjawab bahwa ia belum tahu siapa nama wanita itu. “Aku baru akan berkenalan dengannya Bu, aku harus pergi sekarang untuk mencari tahu!” kata Michael sambil tergesa-gesa menutup telepon dan berlari keluar untuk memburu calon istrinya itu.

Akhirnya Michael berhasil menemui Debora ketika ia baru saja keluar dari …toilet! Mereka pun langsung berkenalan, bertunangan 2 minggu kemudian dan menikah 4 bulan setelahnya. Wah…tidak disarankan buat ditiru nich.

Meniti Karir


Tahun 1982 karir musik Michael makin terbuka lebar, terutama ketika ia diminta untuk menjadi pemain keyboard untuk Amy Grant (saat itu Amy sudah terkenal) sambil tetap menulis lagu bagi dirinya sendiri.

Manajer Amy Grant, Mike Blanton & Dan Harrell melihat bahwa Michael memiliki potensi yang sangat besar. Tapi saat itu tidak ada satu pun perusahaan rekaman Kristen yang mau mengotrak Michael, sehingga mereka terpaksa memutuskan untuk mendirikan perusahaan rekaman sendiri dan memulainya dengan Michael W Smith dan Kathy Troccoli. Album pertama Michael keluar di tahun 1983, dan sejak saat itu ia berhasil menelurkan 26 lagu hits dan memenangkan 34 Dove Award (penghargaan model Grammy Award untuk musik rohani).

Sampai hari ini Michael tetap melayani Tuhan lewat musiknya. Salah satu albumnya yang paling baru adalah ‘Worship’, yang meledak di AS karena banyak orang merasa mendapat ketenangan dan bertemu dengan Tuhan, setelah peristiwa runtuhnya WTC. Kalau ingin mendengar lagu-lagu lamanya, memang sudah jarang ada di pasaran. Tapi saat ini ada 2 album terakhir yang cukup ‘anyar’: The 1st Decade (sudah bisa dicari di toko rohani) dan The 2nd Decade (sudah keluar di tahun 2003 diharapkan akan segera dirilis di Indonesia oleh Aenon International yang dulu merilis album instrumentalnya juga). Kedua album ini adalah kumpulan lagu-lagu terbaik Michael W Smith selama 20 tahun pelayanannya. Rasanya tidak akan mengecewakan ** (Bloer). GETLIFE - www.inspirasianda.com

Sunday, May 2, 2010

MISTER PENIS: CUKUPKAH KALAU CUMA DUA INCI?

MISTER PEN: CUKUPKAH KALAU CUMA DUA INCI?


Antara Mitos & Kenyataan



Oleh: dr. Handrawan Nadesul

Kebahagiaan yang sudah Tuhan sediakan di depan mata seringkali hancur hanya karena kita mengikuti mitos-mitos yang salah. Banyak suami yang begitu terobsesi sehingga bolak balik bertanya, “Berapa panjang itu seharusnya, Dok? How long must we get?” Mereka risau karena banyak suara burung dan mitos di antara rekan sekerja yang membuat ribuan suami, mungkin juga lebih, jadi tidak percaya diri lantaran sang Mr Pen dirasakan bukan sebagai sosok binaragawan sejati yang bisa dibanggakan di depan istri. Benarkah?



Konon, ada dua tipe suami yang sama-sama bisa dilanda kecemasan luar biasa kalau perkakas miliknya tidak sebagus roti Long John, tapi pendek seperti lidi korek api:

Tipe 1: Mini-Me

Suami tipe ini sering gundah karena Mr. Pen-nya berukuran mini. Ia tertekan ketika menghadapi malam pengantin.  Padahal, percayalah, di mata semua istri normal, citra Mr Pen sejati tidak perlu seperti itu. Justru ada banyak istri yang menjadi kaget dan sama sekali tidak kesemsem, kalau melihat betapa king-size-nya punya si Papi. Bukan saja menyeramkan, tapi juga tidak diperlukan, karena spec. Mrs. V punya Mami memang tidak membutuhkan yang sekaliber itu.

Tipe 2: Maxi-Me

Suami tipe ini sebetulnya punya Mr. Pen yang sudah normal, tapi masih selalu merasa kurang panjang juga. Tipe ini sudi buang waktu, tenaga dan uang bertahun-tahun untuk mondar mandir ke sinshe dan tabib, bahkan sampai menggandulinya dengan air seember setiap kali mandi pagi (memangnya otot tukang panco yang bisa bertambah besar dengan cara angkat beban?).

Pesona pria


Sebetulnya, pesona pria dan loyalitasnya kepada istri bukan ditentukan oleh seberapa menakjubkannya ukuran Mr. Pen. Soalnya, memang bukan di situ letaknya kemachoan seorang suami. Yang lebih penting adalah bagaimana setiap suami dapat mengaduk-aduk hati pasangan hidupnya dengan perhatian, cinta, dan pengertian yang diberikan dengan tulus dan segenap hati.

Suami yang ‘hebat’ adalah yang dapat merasa seperti seorang Michael Schumacher, yang kendati mobilnya cuma angkot, namun tetap bisa number one. Tak perlu mimpi punya Formula Satu kalau menjadi sopir saja masih kagok. Lagipula buat kebanyakan istri, yang terpenting bukan apa mobilnya (kehebatan seks suami), tapi lebih kepada pribadi si sopir.

Karena itu Mr Pen cukup berukuran dua inci  saja pada detik-detik hidupnya yang paling bersemangat, karena G-Spot istri pun berada tidak sampai dua inci dari kedalaman Mrs. V.  Kita tahu, G-Spot itu adalah titik imajiner kasat mata yang ada di daerah di saluran Mrs. V.  G-Spot ini sangat peka pada rangsangan dan kedalamannya tak lebih dari setelunjuk saja. Jadi benar juga kata filsuf seks: “yang ideal itu adalah yang tidak terlampau besar untuk bisa memasuki pintu kamar, tapi juga tidak terlalu kecil agar mudah mencarinya kalau hilang di kebun”.

Lagipula, mengamuk sampai jauh ke pedalaman istri malah bisa merusak suasana, karena bisa membuat istri menjerit bukan lantaran takut, tapi karena nyeri tak terperi. Malah mungkin bisa sampai berdarah-darah, sehingga membutuhkan perawatan luka. Dalam beberapa kasus bahkan ada yang sampai perlu dijahit akibat luka pasca-senggama. Alih-alih enak, malah bikin trauma istri seumur hidup. Bukannya untung, malah jadi buntung.

Pecahnya Pembuluh Darah


Selain itu, pembuluh darah pun bisa pecah jika Mr Pen sering ‘diperbesar’ dengan cara disedot vakum secara rutin oleh Sinshe. Pembuluh darah di daerah ini bersifat buntu, sehingga jika rusak akan mengakibatkan kematian jaringan yang diberinya makan. Mr Pen yang rusak pembuluh darahnya akan menjadi cemberut seumur hidup sehingga tidak akan bisa lagi menunaikan tugas dengan sempurna.

Yang jelas, perkawinan akan mudah goyah kalau cuma mengandalkan seks sebagai fondasinya. Seks cuma tiang kecil pondok perkawinan kita, sekadar pelengkap, bukan tujuan perkawinan. Karena itu, jangan andalkan seks kalau yang kita nantikan adalah kebahagiaan yang lebih besar. Kebahagiaan perkawinan lebih ditentukan oleh tepat tidaknya kita memilih teman hidup dan bagaimana kita mau saling mengerti pasangan kita lebih  lagi - dan itu  bisa terjadi dari buah bimbingan Roh Kudus. **















Jika Anda memiliki pertanyaan seputar seks, kirimkan e-mail ke <getlife@cbn.net.id> atau layangkan surat ke Redaksi getLIFE!. Dr. Handrawan Nadesul akan secara khusus melayani Anda di bidang ini.















What WOMEN WANT

80% wanita Inggris yang disurvey dalam ‘National Sex & Relationship Survey 2002 ‘ mengatakan bahwa “kasih sayang, perhatian dan pelukan” adalah hal utama yang paling diinginkan dalam sebuah hubungan cinta.  Hanya satu dari lima yang mengatakan ‘seks” sebagai yang terpenting..

Dua pertiga dari 2000 wanita yang ditanyai dalam jajak pendapat tersebut juga mengatakan mereka memilih berhubungan seks di dalam ikatan pernikahan. Hanya 22% yang memilih untuk berhubungan seks di luar pernikahan.  Hal ini sempat membuat kaget banyak kalangan mengingat masyarakat Inggris terkenal cukup liberal.

“Ini menunjukan para wanita di Inggris membutuhkan rasa aman dan kasih sayang untuk bisa melakukan hubugan seks dengan baik.” kata seorang  pengamat dalam thisislondon.com.

“Pendekatan wanita memang berbeda dengan laki-laki. Bagi wanita, untuk bisa doing sex dengan baik, relationship harus beres dulu. Kalau laki-laki ‘khan bisa melakukannya walau tanpa relationship sama sekali.” kata Ev. Hellen Pratama, seorang istri hamba Tuhan dari GKI Anugerah, Bandung.

Menurut Ev. Hellen, kebanyakan masalah keluarga berasal dari hilangnya respek istri pada suami atau sebaliknya, suami yang kehilangan kasih sayang kepada istrinya. “Buat wanita, kebutuhan untuk bisa respek ini mendasar. Jika dia tidak bisa respek tapi dipaksa untuk melakukan hubungan seksual, dia akan merasa seperti dimanfaatkan.” ** (GETLIFE  - www.inspirasianda.com)

Saturday, May 1, 2010

Mr. Bisnismen vs Mr. Pendeta

Mr. Bisnismen vs Mr. Pendeta




Budi sangat mengasihi Tuhan dan ingin sekali melayani Dia dalam kehidupannya. Cuma saja, pekerjaannya sebagai staf di sebuah perusahaan konsultan asing menyebabkan Budi harus kerja ‘rodi’ sampai malam hampir setiap hari. “Aku betul-betul tidak punya waktu untuk pelayanan.” keluh Budi.

Keluhan Budi itu, menurut  L.T. Jayachendran, Direktur Eksekutif dari Ravi Zacharias International Ministries (Asia Pacific), merupakan akibat dari pandangan yang salah tentang konsep kerja dan melayani.

“Ada kesan seolah-olah pekerjaan di bidang sekuler  tidak rohani, sedangkan pekerjaan di bidang religius jauh lebih rohani. Itu namanya dikotomi (pandangan yang mendua -red) yang tidak Alkitabiah karena kita membatasi pekerjaan Tuhan di dalam setiap bidang kehidupan. Dalam bahasa Inggris, kata ‘vocation’ (yang artinya ‘pekerjaan’) berarti pula ‘panggilan untuk melayani’.  Jadi segala jenis pekerjaan, yang merupakan panggilan Tuhan untuk kita, merupakan pelayanan atau ibadah di depan Tuhan. Baik sebagai pegawai negeri, pengusaha, karyawan atau pun yang lainnya.

“Seringkali pekerjaan sekuler dianggap tidak rohani karena kita mengkaitkannya dengan ‘hukuman Tuhan’. Kejadian 3 memang menceritakan bagaimana Adam dihukum dan diharuskan untuk bekerja. Tapi kalau kita menyelidiki lebih lanjut dalam Kejadian 2, dikatakan bahwa Tuhan pun bekerja dengan kreatif untuk menciptakan bumi ini. Jadi ketika kita bekerja, kita sedang melakukan apa yang Tuhan juga lakukan.” kata L.T. yang sehari-harinya bekerja sebagai pembicara bidang apologetika  di berbagai negara di Asia Pasifik.

Penipuan Oleh Iblis


Sementara itu, Ed Silvoso - pendiri dan President Harvest Evangelism dalam bukunya “Diurapi untuk Dunia Bisnis” bahkan mengatakan dengan tegas bahwa Iblis telah menipu orang-orang Kristen dengan membuat kita percaya bahwa:

  • Kerajaan Allah adalah sesuatu yang hanya terjadi di masa yang akan datang, waktu Tuhan nanti mengangkat orang percaya

  • Gereja dan pelayanan adalah sesuatu yang dilakukan di dalam gedung gereja saja

  • Dunia usaha adalah tempat yang penuh dengan Iblis dan harus dihindari.


Akibatnya menurut Silvoso, gereja dianggap sebagai aktifitas dalam gedung yang diikuti hanya beberapa jam saja di hari Minggu. Begitu keluar dari gedung gereja, maka seseorang merasa kembali ke dalam kehidupan sekuler.

Kurangnya Waktu & Kesempatan


Hendra Suhartanto - Konsultan Teknologi, menanggapi persoalan seputar dikotomi ini dengan mengatakan bahwa masalah utama kebanyakan profesional di bidang sekuler terletak pada kurangnya waktu untuk menyampaikan pesan Amanat Agung dalam pekerjaan sehari-hari.

“Saya merasa kurang adanya kesempatan yang luas untuk memberitakan Injil  ketika kita misalnya sedang membuat program komputer. Soalnya dalam menjalankan Amanat Agung yang ada di Matius 28:20 terdapat elemen pengajaran. Analoginya, kalau saya ingin mengajarkan suatu nilai kepada anak-anak di rumah,  tidak mungkin nilai-nilai itu bisa tertanam kalau saya hanya ada bersama mereka tanpa saya menyediakan waktu khusus untuk mengkomunikasikan nilai-nilai tersebut.” kata Hendra  yang berjemaat di JICF (Jakarta International Christian Fellowship).

Sementara itu Shirley Doornik, Sekretaris Eksekutif dari Lembaga Kajian ‘Demokrasi dan Hak Asasi Manusia’ tetap melihat bahwa dalam menjalankan Amanat Agung, yang lebih penting bukan kata-kata tapi keteladanan dari tindakan dan kemampuan orang tersebut di bidang ‘sekuler’.

“Contohnya Paul Marshall, dia adalah seorang yang aktif melayani di bidang dialog antar agama, tapi dia jauh lebih dihargai dan didengar karena dia juga seorang ilmuwan. Setidaknya dari pengalaman saya bertahun-tahun bekerja-sama dengan berbagai kalangan Kristen di Indonesia,  tampaknya keteladanan itulah yang lebih penting.” kata Shirley yang pernah bekerja cukup lama sebagai staf di Akademi Leimena ini.


Pasukan Gerilya Pelempar Injil


Titus – professional  ekspor furniture di Jakarta, melihat bahwa orang Kristen harus melaksanakan Amanat Agung (memperkenalkan Yesus sebagai Juruselamat), tapi juga Perintah Utama (mengasihi Tuhan dan mengasihi sesama manusia).

Itulah sebabnya mengapa konsep ‘bekerja’ yang salah dari orang Kristen perlu dibenahi.” kata Titus.

“Proses penciptaan dalam kitab Kejadian menjelaskan bahwa bekerja itu merupakan bagian dari identitas orang Kristen. Kita perlu bekerja supaya tidak cuma jadi pasukan gerilya yang melempar Injil kemana-mana, tapi tanpa bisa memberi dampak dalam kehidupan sehari-hari.  Kerajaan Allah itu berarti keselamatan, tapi juga refleksi dimana yang lemah dibela, dan yang sakit disembuhkan. Dalam konteks Indonesia yang sistemnya begitu korup, maka kita sebagai orang-orang Kristen yang akal budinya sudah diperbaharui harus bisa memperbaiki sistem yang korup atau yang memeras rakyat, dan membawa dampak yang nyata di tengah masyarakat” papar Titus dengan serius.

‘Grey Area’ dalam Berbisnis


Cuma masalahnya, dalam kehidupan nyata khususnya di Indonesia, pengertian bahwa pekerjaan sekuler pun merupakan panggilan untuk melayani, seringkali menyebabkan timbulnya dilema di seputar masalah etika. Dilema ini termasuk misalnya, memilih antara tidak mendapatkan order besar karena tidak mau KKN atau dapat order asal mau KKN, yang memang sudah dianggap super duper wajar di negara ini.

Menanggapi hal ini, Titus mengakui bahwa dalam berbisnis memang banyak grey area (daerah kelabu) yang harus dihadapi.

“Ketika masih kuliah di Amerika, saya banyak mempelajari soal Hak Asasi Manusia. Karena itu ketika balik ke Indonesia dan melihat ada perusahaan yang tidak mematuhi standar UMR misalnya, saya langsung berpikir mereka melanggar HAM.  Setelah saya selidiki lebih lanjut, ternyata masalahnya tidak sesederhana itu. Ada dimensi ekonomi, budaya, sosial, politik dan hukum yang secara kompleks membayangi kasus-kasus perburuhan di Indonesia, misalnya.” aku Titus.

“Karena itu sebagai profesional Kristen kita harus lebih sistematis dalam melakukan pendekatan dalam menghadapi masalah-masalah etika seperti ini. Saya pribadi berharap gereja-gereja di Indonesia dapat memfasilitasi jemaat untuk membahas dan menghadapi grey area ini.

Orang Kristen jangan cuma tampak hebat dan religius dalam menyanyi di kantata gereja, tapi ketika di kantor tidak bisa memberikan yang terbaik, tidak bisa menghadapi masalah etika dengan rekan bisnis atau pelanggan.” kata Titus yang selama ini memang aktif memfasilitasi forum-forum diskusi untuk  berbagai kelompok profesional Kristen, khususnya yang berada di daerah Jakarta dan sekitarnya. ** (GETLIFE - www.inspirasianda.com)

MamaOla