Showing posts with label jodoh. Show all posts
Showing posts with label jodoh. Show all posts

Tuesday, July 6, 2010

Mendoakan Seorang Gadis

Question
Setelah terima Yesus secara pribadi, semua yang kuharapkan selalu kutanyakan pada-Nya. Begitupun dengan pasangan hidup. Aku bertemu dengan seorang gadis yang aktif dalam pelayanan (sebut aja si A), dia pun udah terima Yesus. Melalui si A inilah Imanku bisa bertumbuh. Aku memohon kepada Tuhan agar dia bisa jadi pacarku. Aku selalu berdoa untuknya bahkan aku berpuasa untuknya. Hubungan saya dengannya sangat dekat, bahkan saya dengannya terlibat bersama-sama dalam pelayanan. Pada suatu saat, saya berdoa memohon hikmat dari Tuhan untuk mengungkapkan perasaanku padanya, namun pada saat itupun aku tahu bahwa teman baikku juga mendoakannya. Dan akhirnya niatku untuk mengungkapkan isi hatiku tertunda. Hanya berselang seminggu, temanku mengungkapkan isi hatinya dan akhirnya merekapun jadian. Aku yang telah menerima-Nya sebagai Tuhan Dan Juruselamatku, sadar bahwa apa yang terjadi dalam hidupku adalah yang terbaik yang Ia berikan bagiku. Selama mereka jadian, aku selalu mendoakan mereka.

Empat bulan kemudian aku dekat dengan si B, dan aku selalu membawanya dalam doa, bahkan akupun berpuasa untuknya. Setelah kurang lebih dua bulan aku dekat dengan si B, aku terima kabar bahwa Si A telah putus dengan temanku. Karena si A telah mengetahui bahwa aku pernah mendoakannya, maka iapun kembali dekat denganku. Kedua cewek ini, sama-sama terlibat dalam pelayanan. Melihat kekurangan mereka, masing masing ada kekurangannya sendiri. Namun kekurangan mereka selalu tertutupi dengan kelebihan mereka. Aku jadi bingung mau milih yang mana?
Teman-teman bilang aku harus milih yang si A karena dia yang lebih dulu aku doakan. Namun adapula yang katakan bahwa saya harus fokus dengan doa saya saat ini. (C – Minahasa)

Answer
GF! punya 4 hal yang harus diperhatikan kalau mau milih teman hidup. Yang pertama, cari tahu apakah orang yang kamu doakan itu memang dari Tuhan atau bukan. Gimana taunya? Tentu saja dengan doa, kalo perlu sambil puasa dan siap-siap denger jawaban Tuhan. Yang susah dari langkah pertama biasanya gimana cara denger suara Tuhan. Jawaban Tuhan datengnya bisa lewat macem–macem cara dan berbeda–beda untuk setiap orang. Ada yang lewat firman Tuhan, pas baca Alkitab tiba–tiba ada ayat yang waktu dibaca sepertinya mata kita gak bisa lepas dari ayat itu dan ayat itu mungkin secara implisit atau eksplisit merupakan jawaban doa. Ada juga yang mendapat jawaban secara supranatural, misalnya lewat mimpi, tanda–tanda atau suara Tuhan yang terdengar audible. Apapun caranya, yang penting kita harus bener–bener yakin bahwa orang itu memang dari Tuhan.

Yang kedua, siapkah kamu berkomitmen dengan orang itu? Tuhan kita nggak kayak orangtua Siti Nurbaya, teman hidup yang dia sediakan tentu saja yang terbaik untuk kita tapi Tuhan gak akan memaksa kita untuk menikah dengan pilihan-Nya. Pernikahan adalah persetujuan antara 3 pihak yaitu Tuhan, kamu dan pasangan kamu. Sebelum kita menyatakan setuju, kita harus berpikir baik–baik apakah kita mau berkomitmen dengan orang itu seumur hidup. Apakah kita mau melihat mukanya setiap pagi seumur hidup? Apakah kita mau dia menjadi ayah-ibu dari anak–anak kita nanti? Apakah kita siap menerima karakter, kekurangan dan kelebihan dia? Kalau kita siap maka kita berkomitmen dengan orang itu. Saat kita berkomitmen berarti kita berjanji bahwa apapun yang terjadi dimasa depan, kita akan tetap bersama orang itu.

Yang ketiga, apakah kamu mencintai dan mengasihi orang itu? Banyak yang bilang kalau yang namanya perasaan paling hanya bertahan 4 tahun karena itu hanya reaksi kimia sesaat. Walaupun memang benar perasaan cinta tidak selalu menyala sepanjang hubungan tapi bukan berarti itu tidak penting. Hubungan tanpa perasaan seperti menari tanpa musik. Sekalipun tarian yang ditarikan benar, langkah–langkah kaki dan gerakan tubuhnya sempurna tapi tanpa musik kita ga akan bisa menikmati tarian itu. Walaupun begitu, mungkin saja terjadi ketika langkah pertama dan kedua OK, ternyata langkah ke 3 tidak OK karena kamu gak ada perasaan pada orang itu. Jangan khawatir! Kalo emang jodoh pilihan Tuhan, suatu saat perasaan itu pasti muncul.

Yang keempat, memang baik sih nyari orang yang tepat. Masalahnya apakah kita sendiri udah menjadi orang yang tepat bagi pasangan kita nantinya? Jangan sampe hubungan dengan Tuhan masih acak–acakan udah sibuk doa cari pasangan yang tepat. Kalo memang kitanya masih belum bisa jadi pasangan yang tepat tentu saja Tuhan juga gak akan ngasih pasangan ke kita biarpun kita doanya sambil push up satu tangan pake jempol. Dalam hal ini jawaban Tuhan bukan ya atau tidak, tapi “Tunggu!”

Kalo ngebaca cerita kamu sih sepertinya langkah pertama juga belum lewat yah? Santai aja, masalah teman hidup adalah masalah yang sangat penting. Jangan sampe bikin salah, take your time. Soal jangan sampe menyakiti perasaan... sulit juga karena gimanapun juga kamu harus memilih salah satu dari dua orang itu. Yang dipilih pasti senang dan yang gak dipilih pasti sedih, apa boleh buat. Kalo kamu salah milih, kamu justru akan menyakiti 3 orang. Pasangan yang benar pasti sedih, pasangan yang salah juga sedih karena banyak masalah dalam hubungan dan kamu juga pasti sedih karena kehidupan kamu gak akan bisa maksimal. (min2)

Friday, July 24, 2009

MAYAT, JODOH, PERJAMUAN KUDUS

Tjentjen Sindjaja at 7:27pm May 30
dalam iman kristen..apakah percaya kalau habis dari melayat harus basuh2 ? (cuci muka&tangan) ? tolong dijawab yach...tq

Tidak harus. Kecuali kamu pegang-pegang mayatnya.

Ninik Liu at 7:31pm May 30
katanya jodoh, rejeki, umur di tangan Tuhan? apa 100%?

Dari tiga yang kamu sebutkan, yang di tangan Tuhan adalah umur/kematian. Ketika kita menentukan sendiri kapan kita mati itu artinya mengambil hak Tuhan.

Tentang jodoh dan rejeki, kita punya pilihan. Tapi ketika kita jadi anakNya, hidup kita ada dalam kendali Tuhan, Tuhan menudungi kita dengan rencana-rencana indahnya. Mungkin kita punya banyak pilihan, tetapi percayalah itu masih ada dalam batasan-batasan kasihNya. Ketika kita mengasihi Tuhan maka jika kita memilih jodoh atau pekerjaan, mungkin kita akan memilih yang baik atau berkenan atau sempurna, semua Tuhan bisa setuju. Libatkan saja Tuhan dalam pergumulan mencari jodoh atau pekerjaan, dan nggak usah stress karena takut salah. Memang alangkah lebih baik jika kita memilih yang sempurna, tapi yang lebih penting adalah komitmen. Cinta bukan HANYA perasaan tapi sebuah komitmen.

NoVhita Chan at 7:35pm May 30
Apakah klu blm dibaptiz tdk bsa ikut perjamuan kudus?

Gak dijelaskan di Alkitab. Ikuti saja peraturan di gereja tempat kamu berjemaat atau dibaptis. Ada yang membolehkan ada pula yang tidak. Ikuti peraturan.

PACARAN MENURUT ALKITAB

Eka D Besst at 8:50pm May 30
tujuan pacaran yg bener mnurut alkitab gmn?

Pacaran adalah perkembangan budaya manusia, di jaman Alkitab gak ada yang namanya pacaran, ada juga tunangan menuju pernikahan. Sebelum itu, hanya pertemanan/persahabatan. Bukan berarti budaya itu salah. Sah-sah aja. Yang penting tidak berbuat dosa dan tidak melencengkan tujuan hidup kita.

Pacaran (yang bukan dengan tujuan pernikahan) sebenernya penting gak penting, bagi saya bahkan gak begitu penting (sayapun hanya punya satu pacar yang kemudian jadi istri saya).

Jika kita sudah dewasa, maka pikiran kita akan memandang jauh ke depan, termasuk pernikahan. Bukan berarti sekali pacaran harus dinikahi, tapi pola pikir kita memandang bahwa pacaran bukan hanya main-main tapi suatu yang serius. Mau have fun? Boleh aja, kenapa banyak-banyak temen aja.

MamaOla