Showing posts with label indonesia. Show all posts
Showing posts with label indonesia. Show all posts

Sunday, February 26, 2012

ADA APA DENGAN INDONESIA?

‘Her, lu udah denger berita, katanya ada kecelakaan kereta api lagi.’ Kata Hery pada Tomy pagi itu.

‘Ah, gue kok jadi biasa denger berita kaya gitu?’ Kata Tomy. ‘Kayanya mulai awal taun ini beritanya sekitar kecelakaan ini, kecelakaan itu. Apa nggak ada berita laen apa?’

‘Iya ya. Kenapa ya? Tapi emangnya dari awal taun ini ada banyak kecelakaan ‘kan? Makanya nggak heran kalo beritanya juga sekitar kecelakaan itu.’

‘Nah itu yang bikin gue heran. Sebenernya ada apa sih sama Indonesia? Kenapa ada banyak banget kecelakaan? Kenapa ada banyak banget musibah?’

‘Iya. Ada apa ya sama Indonesia?’

Ada apa dengan Indonesia? Mungkin itu juga yang jadi pertanyaan GF!ers semua. Kenapa bencana demi bencana kayanya nggak pernah berenti? Kenapa udah banyak doa-doa yang dinaikkan tapi nggak ada hasilnya? Apa Tuhan marah sama Indonesia? Apa Tuhan pengen menghukum Indonesia? Terus gimana sama isu transformasi yang sempet rame dulu? Apa itu bohongan?

Semua pertanyaan itu bakal GF!ers temuin jawabannya di F!er edisi kali ini. So, tunggu apa lagi. Cepetan baca F!er nya sampe abis. (dp)


ADA APA DENGAN INDONESIA?

Di mana-mana bencana. Padahal ada banyak orang yang ngedoain Indonesia. Makin didoain makin banyak bencana. Apa nggak salah? Apa kita yang salah doa ato Tuhan yang salah denger? Kita’kan minta supaya Indonesia dipulihkan bukannya dihancurkan.

GF!ers mungkin itu yang kepikiran sama GF!ers kalo baca koran ato denger berita akhir-akhir ini. Tapi memang itu yang terjadi. Padahal ada banyak orang yang udah doaian Indonesia tapi bencana masih banyak, gmana kalo nggak didoain? Terus apa yang Tuhan mo kita lakuin?

And seek the peace of the city where I have caused you to be carried away captive, and pray to the LORD for it; for in its peace you will have peace

Carilah kesejahteraan kota dimana kau Kubuang, dan berdoalah kepada Tuhan buat kota itu; karena kesejahteraannya adalah kesejaheraanmu juga
Yeremia 29:7

Jawabannya udah jelas ‘kan, Tuhan mo supaya kita berdoa. Jangan berenti, soalnya ada sesuatu di balik bencana ini yang Tuhan siapin. Hagai 2:7-10 bilang begini:

Aku akan menggoncangkan segala bangsa, sehingga barang yang indah-indah kepunyaan segala bangsa datang mengalir, maka Aku akan memenuhi Rumah ini dengan kemegahan, firman TUHAN semesta alam. Kepunyaan-Kulah perak dan kepunyaan-Kulah emas, demikianlah firman TUHAN semesta alam. Adapun Rumah ini, kemegahannya yang kemudian akan melebihi kemegahannya yang semula, firman TUHAN semesta alam, dan di tempat ini Aku akan memberi damai sejahtera, demikianlah firman TUHAN semesta alam."

Tuhan punya sesuatu dibalik semua bencana yang ada di Indonesia. Ada kemegahan rumah Tuhan yang bakal dipulihkan. Kemegahan di sini bukan ngomongin soal materi aja, tapi tentang kasih karunia yang bakal Tuhan kasih sama gereja. Bakal ada otoritas yang dikasih sama gereja. Bakal ada standar moral yang lebih tinggi. Itu janji Tuhan buat gereja.

Terus apa bagian kita? Jawabannya ada di Yesaya 62:6-7:

Di atas tembok-tembokmu, hai Yerusalem, telah Kutempatkan pengintai-pengintai. Sepanjang hari dan sepanjang malam, mereka tidak akan pernah berdiam diri. Hai kamu yang harus mengingatkan TUHAN kepada Sion, janganlah kamu tinggal tenang dan janganlah biarkan Dia tinggal tenang, sampai Ia menegakkan Yerusalem dan sampai Ia membuatnya menjadi kemasyhuran di bumi.

Bagian kita adalah mengingatkan Tuhan tentang Sion. Sion di sini bicara soal gereja. Soal kota kita. Janji Tuhan di Yesaya 62:7 adalah Dia bakal menegakkan Yerusalem en jadiin Yerusalem kemegahan di bumi. Gereja adalah Yerusalem rohani. Berarti ini janji buat kita. Tapi kita kudu inget, buat bisa menegakkan sesuatu yang baru, ada hal-hal lama yang harus dicabut. En itu yang Tuhan sedang kerjain dengan banyaknya bencana yang ada di Indonesia. Tuhan lagi nyabut hal-hal yang salah dari bangsa ini supaya Dia bisa menegakkan kembali kemuliaanNya di Indonesia. (dp)
(sumber: khotbah Pdt. Rahmat Manulang di GBI Fresh Annointing Bandung, 28 Maret 2007)


INDONESIA: NEGERI 1001 BENCANA

Indonesia, negeri 1001 bencana. Bener? Kalo nggak percaya perahtiin deh data bencana di Indonesia yang GF! dapetin selama tujuh taun terakhir.

TAUN    BENCANA
2000    Gempa, Bengkulu
Banjir, Bekasi
Banjir, Jawa Tengah
Longsor, Cilacap
2001    Banjir, Jakarta
Longsor, Lebak
Angin puting beliung, Gorontalo
2002    Angin puting beliung, Kalimantan Tengah
Banjir, Jakarta
Kekeringan, Jambi
Longsor, Jawa Tengah
2003    Banjir bandang, Sumatera Utara
Angin puting beliung, Kalimantan Tengah
Banjir bandang, Jawa Timur
Banjir, Jambi
Longsor, Kebumen
2004    Gempa, Nias (9 SR)
Tsunami, Aceh
Banjir, longsor, Kebumen
2005    Longsor bukit sampah, Bandung
Gempa, Nias (8,3 SR)
2006    Kebakaran hutan, Kalimantan
Gempa, Yogyakarta
Banjir lumpur, Sidoarjo
Banjir banding, Jember
2007    Pesawat Adam Air hilang
KM Senopati tenggelam
KM Levina terbakar
Pesawat Garuda meledak
Gempa, Sumatera Barat
Banjir, Jakarta







Sekarang percaya kalo Indonesia itu negeri 1001 bencana? Kalo GF! terusin daftarnya mungkin bisa abis satu edisi G!Fresh…  

Guys, bencana demi bencana udah jadi temen akrab bangsa ini. Kita nggak tau lagi besok bakal ada bencana apa lagi. Di kota mana ada bencana lagi. Malah sepertinya kita udah terbiasa sama yang namanya bencana. Ada apa dengan Indonesia? Kenapa ada banyak bencana seperti ini?

Menurut Ko Andre Dean Sahaga yang khusus GF! temui di rumahnya, banyaknya bencana yang terjadi di Indonesia karena salah orang Indonesia sendiri. Maksudnya gini, udah bukan rahasia umum lagi kalo sebagian besar penduduk Indonesia itu adalah penyembah berhala. Dari Sabang sampe Merauke ada aja berhalanya. Inget nggak gimana Tuhan marah sama orang Israel dulu gara-gara mereka nyembah berhala? Tuhan marah besar waktu itu en nggak cuma itu aja, ada banyak bencana yang terjadi waktu itu. Makanya wajar aja kalo sekarang Indonesia ngalamin hal yang sama.

Hal kedua yang bisa nyebabin bencana yang nggak berenti-berenti ini kata Ko Andre adalah akibat kutuk generasi. Udah nggak keitung ada berapa banyak dosa yang dilakukan sama orang-orang yang ada sebelum kita di tanah Indonesia. ‘Dosa yang dilakukan di suatu tempat secara rohani akan membuat tempat tersebut dikutuk. Dan kutuk itu akan terus turun temurun ke generasi selanjutnya. Kutuk itu akan menyebakan tempat tersebut mengalami hal-hal yang tidak menyenangkan. Misalnya seperti bencana.’ Begitu kata Ko Andre.   

So, apa yang bisa kita lakukan buat Indonesia? Doain Indonesia. Itu hal paling sederhana yang bisa kita lakuin. Tapi bukan cuma doa sembarang doa, Ko Andre kasih beberapa hal spesifik yang bisa kita doain buat Indonesia.

1.    Mulailah doa peperangan. Inget, kita ini anak Tuhan. Kita punya kuasa atas roh-roh jahat. Perangi roh-roh jahat dalam nama Yesus. Perangin juga roh penguasa yang ada di Indonesia. Supaya lebih ampuh jangan cuma berdoa sendirian. Ajak temen-temen, saudara-saudara seiman untuk ikutan sama-sama doa memerangi roh-roh jahat yang ada di Indonesia.

2.    Doakan juga pengampunan buat tempat di mana kamu ada. Sebisa mungkin cari tau dosa apa aja yang pernah dibuat di tempat kamu tinggal. Dan minta pengampunan Tuhan buat dosa itu.

3.    Doakan juga supaya penduduk Indonesia mo berbalik dari jalan mereka yang jahat en mencari Tuhan. (dp)


TRANSFORMASI…CUMA MIMPI???

Dulu pas Taun 2000-2005 istilah transformasi sempet booming di Indonesia. Semua gereja bikin yang namanya seminar transformasi. Di mana-mana ada pertemuan doa buat menyambut transformasi.

Ok, sebelom GF! ngomong panjang lebar tentang transformasi, kita flashback dikit apa sih yang dimaksud sama transformasi itu. Transformasi, menurut Rev. George Otis, Jr adalah ‘suatu komunitas dimana nilai-nilai dan institusi-institusinya dikuasai oleh kasih Allah. Tempat dimana api Ilahi telah  turun. Kerajaan Allah berdampak dengan sepenuhnya dalam masyarakat. Dimana kuasa supranatural seperti lava cair yang melanda, seperti sungai yang mengalir dan mengubah siapa saja yang dilewatinya’. Ato bahasa gampangnya, kuasa Allah nyata di satu tempat en ngerubah semua yang ada di tempat itu, baik secara fisik maupun spiritual.

Menurut banyak hamba Tuhan, sudah waktunya Indonesia mengalami transformasi, waktu transformasi terjadi di Indonesia bakal ada perubahan besar-besaran. Bukan cuma secara rohani aja, tapi juga secara fisik. Bakal ada banyak jiwa baru yang bertobat. Pemerintahan bakal berubah. Dari yang dulunya korup jadi pemerintahan yang bersih. Malah sumber daya alam juga bisa berlipat kali ganda banyaknya.

 Makanya buat menyambut transformasi itu, diadain banyak kegerakan doa yang intinya mempersiapkan orang Kristen buat transformasi. Ada juga banyak lokakarya en workshop buat para hamba Tuhan. Malah ada event nasional doa bersama buat transformasi Indonesia yang diadaian taun 2003 en 2005.

Tapi setelah lewat taun 2005, transformasi yang sempet jadi isu nasional itu, kaya ilang nggak berbekas. Kelompok doa yang doaian transformasi Indonesia berkurang drastis (bukannya ilang sama sekali loh…masih ada kelompok doa yang ngedoain transformasi Indonesia).

Kenapa hal itu terjadi? Apa hamba-hamba Tuhan itu salah denger suara Tuhan? Apa yang namanya transformasi nggak pernah ada? Apa Tuhan nggak pengen Indonesia ditransformasi? Menurut Ko Andre Dean Sahaga, transformasi itu bukannya nggak jadi, tapi lebih tepatnya ditunda. Kenapa? Ada banyak sebabnya. Salah satunya karena gereja-gereja Tuhan belom siap sama gelombang transformasi yang bakal melanda Indodnesia. Gereja masih sibuk sama urusannya internalnya masing-masing, padahal dari taun 2000 dulu udah banyak hamba Tuhan yang bilang kalo Indonesia mo ngalamin transformasi, gereja kudu bersatu, gereja kudu ninggalin semua cara hidupnya yang salah, en mulai berdoa cari wajah Tuhan. Minta belas kasihan Tuhan buat Indonesia.

Tapi kenyataanya gereja masih sibuk sama urusannya sendiri-sendiri. Malah banyak gereja yang pecah. Terus gimana gereja bisa jadi alat Tuhan buat transformasi kalo gitu? GF!ers, yang lalu biarlah berlalu, tapi kita sebagai generasi muda yang baru dalam Tuhan ayo kita buat perubahan. Stop perpecahan dalam gereja. Mulai sadari kita itu saudara dalam Tuhan. Nggak ada yang lebih tinggi nggak ada yang lebih rendah di mata Tuhan. Semua sama. En mulailah berdoa buat Indonesia. Minta belas kasihan Tuhan buat Indonesia. (dp)     


‘TUHAN, APA KAU SAYANG INDONESIA?’

Gw: Met malam, dad.
GOD: Met malam, son.
Gw: Dad, aku punya satu pertanyaan.
GOD: Apa itu?
Gw: Apa daddy sayang Indonesia?
GOD: Ya.
Gw: Tapi mana buktinya? Kenapa sampe sekarang bencana nggak berenti-berenti? Masih banyak orang miskin. Flu burung di mana-mana. Sekarang tambah lagi DB.  Besok apa lagi? Apa daddy masih peduli sama Indonesia?
GOD: Tenang, anakKu. Tenang. Jangan marah dulu. Aku selalu sayang Indonesia. Negeri ini selalu ada di hatiKu.
Gw: Tapi apa buktinya?
GOD: Buktinya aku masih memberkati Indonesia. Aku masih kasih matahari, hujan, udara buat negeri ini.
Gw: Tapi itu terlalu umum, dad. Kau berikan hal yang sama buat semua bangsa laen di dunia ini.
GOD: Ok. Bukannya ada banyak hamba-hambaKu memberi tahu isi hatiKu buat bangsa ini?
Gw: Iya. Bentar ya, dad. (hening sejenak). Ketemuuu! Liat, dad aku masih punya catatan nubuatan apa aja yang pernah disampein buat Indonesia.
GOD: Bagus. Coba baca, son. Itulah isi hatiKu buat Indonesia. Itu adalah rencanaKu buat Indonesia.
Gw: Bakal ada kegerakan Allah di Indonesia (George Anadorai)
Bakal ada panen ikan, padi, minyak bumi di Indonesia (Cindy Jacobs)
Bakal ada tuaian jiwa besar-besaran di Indonesia (Billy Graham)
Bakal ada kebangkitan para pendoa (Ir. Niko)
GOD: Ok. Cukup. Cukup. Sampe di situ dulu.
GOD: Gimana, son? Kamu sudah tahu isi hatiKu buat Indonesia?
Gw: Iya, dad. Aku udah tau ini dari dulu.
GOD: Terus kenapa kamu nanya kalau Aku sayang Indonesia atau tidak?
Gw: Soalnya udah banyak nubuatan yang disampein tapi kok nggak ada hasilnya?
Gw: Mana penggenapannya, dad?
Gw: Apa daddy serius sayang Indonesia?
GOD: (smile) I do love Indonesia. Sebab penglihatan itu masih menanti saatnya, tetapi ia bersegera menuju kesudahannya dengan tidak menipu; apabila berlambat-lambat, nantikanlah itu, sebab itu sungguh-sungguh akan datang dan tidak akan bertangguh.*
GOD: There is the time. Ada waktunya semua itu akan tergenapi. Bersabarlah.
Gw: Ok, dad. Tapi yang pengen aku tanyaian kenapa sampe sekarang ada banyak bencana di Indonesia? Kalo daddy emang sayang Indonesia, kenapa bencana yang datang en bukannya berkat?
GOD: (menghela napas) dan umat-Ku, yang atasnya nama-Ku disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah-Ku, lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka Aku akan mendengar dari sorga dan mengampuni dosa mereka, serta memulihkan negeri mereka.**
Gw: Aku tahu ayat itu, dad.
GOD: Banyak orang yang tahu ayat itu, son. Tapi sedikit yang mau melakukan apa yang tertulis di situ. Ada berapa orang yang mau menanggapi ayat tadi? Berbalik dari jalan mereka yang jahat.
GOD: Umatku berdoa. Mereka meminta aku memulihkan Indonesia. Tapi mereka sendiri tidak mau melakukan bagian mereka. Mereka masih hidup dalam jalan mereka yang lama.
Gw: Tapi Tuhan ada ‘kan orang-orang yang menanggapi ayat tadi?
GOD: Ada.
Gw: Terus kenapa Kau tidak menjawab doa mereka en memulihkan Indonesia?
GOD: Karena Aku masih menunggu umatKu yang lain untuk berbalik dari jalan mereka yang jahat. Aku mau mereka untuk menjadi pekerjaKu.
GOD: Akan tiba saatnya Aku akan memulihkan Indonesia. Pada saat itu Aku akan membutuhkan banyak pekerja. Bukan pekerja biasa, son, tapi pekerja yang punya kualitas. Dan langkah awal yang harus mereka lakukan adalah berbalik dari jalan mereka yang jahat dan mengikut Aku.
Gw: Bagaimana kalo mereka nggak mau berbalik juga dad?
GOD: Kalau sampai waktunya mereka tidak berbalik juga, lenyaplah kesempatan mereka. Mereka akan menerima upah mereka karena tidak mau berbalik dari jalan mereka yang jahat.
Gw: Dad, ampuni mereka. 
GOD: Aku masih beri mereka waktu. Kalau mereka tidak mau menanggapi juga…
Gw: Dad, apa yang bisa aku lakukan?
GOD: Doakan mereka. Sampaikan kebenaran ini pada mereka.
Gw: Baik, dad.

*Habakuk 2:3
**2 Tawarikh 7:14
(dp)   

A C I
(AKU CINTA INDONESIA)

Coba kamu jawab pertanyaan di bawah ini dengan sejujur-jujurnya. (nggak usah takut salah. Nggak bakalan ada yang ngehukum kok…)

1.    Ada berapa propinsi di Indonesia sekarang?
a. 32        b. 27            c. Ngga tau, lupa…
2.    Ada berapa banyak pulau yang ada di Indonesia?
a. 13.776    b. 12. 776        c. Ratusaaan…
3.    Lebih luas mana laut ato daratan Indonesia?
a. Lautan    b. Daratan        c. Sama aja
4.    Indonesia ada di benua?
a. Asia        b. Eropa        c. Nggak tau

Loh kok jadi pelajaran geografi sih. Nggak salah buku ‘kan? Ini masih G!Fresh ‘kan? Bukan buku cetak geografi? Mungkin itu yang ada di pikiran GF!ers waktu baca pertanyaan tadi.

Tenang…ini masih majalah kesayangan kamu semua. Masih di F!ER bersama GF! yang selalu setia menemani kamu. Guys, pertanyaan tadi itu bukan iseng. Tapi ada maksudnya. Jawaban kamu nunjukkin seberapa jauh kamu cinta Indonesia.

Emang apa hubungannya antara pertanyaan geografi sama cinta Indonesia? Ada lagi. Ada pepatah bilang tak kenal maka tak sayang. Artinya kalo kita mo cinta sama seseorang, kita kudu kenal dulu orang itu. Kalo kamu ngaku cinta Indonesia artinya kamu kudu kenal dulu sama Indonesia. En kalo kamu kenal Indonesia, kamu pasti bisa jawab semua pertanyaan tadi dengan betul.

Tapi jawaban kamu tadi itu nggak bisa dijadiin dasar kuat buat ngebuktiin kamu cinta Indonesia ato nggak. Bisa jadi kamu bisa jawab semua pertanyaan tadi karena kamu hapal pelajaran di sekolah ‘kan?

Kamu  cinta Indonesia ato nggak itu keliatan loh dari sikap kamu sehari-hari. Orang yang cinta Indonesia nggak bakalan ngelakuin hal-hal yang merusak lingkungan kaya misalnya buang sampah sembarangan. Corat-coret tembok. De el el.

Kalo kamu cinta Indonesia kamu bakal ngelakuin sesuatu yang berguna buat bangsa ini. Contoh paling gampang kamu punya waktu doa khusus buat Indonesia, nggak beli barang bajakan, nggak buang sampah sembarangan, de es te. Jadi tunggu apa lagi? Tunjukkan kalo kamu emang bener-bener cinta Indonesia dengan tindakan kamu. (dp)


BERDOA AJA NGGAK CUKUP!

Ok, sekarang buat kamu yang ngaku cinta Indonesia. Apa yang bisa kamu lakuin buat negeri tercinta yang lagi dirundung bencana ini? Berdoa. So pasti. Itu wajib hukumnya. Tapi berdoa aja nggak cukup man. Kita juga harus bertindak. Inget ora et labora, berdoa dan bekerja. Jadi apa yang bisa kita lakukan buat Indonesia?

1.    Jadi ‘pengacara’ buat Indonesia
Aku mencari di tengah-tengah mereka seorang yang hendak mendirikan tembok atau yang mempertahankan negeri itu di hadapan-Ku, supaya jangan Kumusnahkan, tetapi Aku tidak menemuinya.
(Yehezkiel 22:30)

Pernah liat film tentang pengadilan ato minimal pernah baca berita koran tentang pengadilan ‘kan? Di setiap pengadilan pasti ada yang namanya pengacara yang tugasnya ngebela si terdakwa biar hukumannya nggak terlalu berat ato kalo bisa malah dibebasin dari hukuman sekalian.

Di Yehezkiel 22:30 Tuhan juga lagi nyari ‘pengacara’ yang mo ngebela satu bangsa di hadapan Tuhan, supaya Tuhan nggak jadi ngehukum bangsa itu. Hal yang sama juga masih berlaku sampe hari ini. Tuhan lagi nyari ‘pengacara-pengacara’ (banyak loh ya bukan cuma seorang doang) yang mo ngebela bangsa Indonesia di hadapan Tuhan. Yang tugasnya tawar-tawaran sama Tuhan biar Tuhan nggak jadi ngehukum Indonesia.

Guys, kalo ada satu hal yang bisa kamu lakuin buat Indonesia. This is the right thing to do. Bangsa ini lagi butuh orang-orang yang mo jadi ‘pengacara’ yang ngebela bangsa ini, jangan sampe Yehezkiel 22:31 terjadi di Indonesia. ‘kan ngeriii…

Maka Aku mencurahkan geram-Ku atas mereka dan membinasakan mereka dengan api kemurkaan-Ku; kelakuan mereka Kutimpakan atas kepala mereka, demikianlah firman Tuhan ALLAH."
(Yehezkiel 22:31)

2.    Jadi warga negara yang baik
Jadi warga negara yang baik? Gimana caranya? Caranya gampang-gampang susah. Gampang, asal kita mo taat sama aturan yang udah ada. Susah, soalnya kita udah terbiasa hidup nggak pake aturan.

Mo bikin KTP, aturannya bayar murah, jadi mahal. Ada lampu merah, aturannya stop, eh malah jalan terus (buta warna kali ya nggak tau bedanya lampu merah sama ijo). Aturannya nggak boleh beli barang bajakan, apa daya uang kepepet terpaksalah beli bajakan. Ada aturan nggak boleh buang sampah sembarangan, tapi ‘kan nggak ada tong sampah, jadi…buang aja di tempat seadanya, nanti juga ada yang bersihin.

Jujur aja GF!ers bukannya itu yang jadi gaya hidup kita sehari-hari? Bukannya kita udah terbiasa hidup tanpa aturan? Justru kalo kita ngeliat orang yang taat aturan, kita kayak ngeliat orang aneh. Padahal nggak lagi. Justru yang aneh itu orang yang nggak taat aturan. So kalo kamu ngaku anak Tuhan yang cinta Indonesia, mulailah berubah. Taatilah aturan. Inget, ‘Warga Negara yang baik, taat aturan’ (kata iklan loh…) 

3.    Jangan malu-maluin Indonesia
Kalo GF!ers suka baca koran ato nonton TV, perhatiin deh, ada banyak hal yang bikin kita malu jadi bangsa Indonesia. Masa ada anggota DPR berantem di depan TV ato pas waktu siding malah tidur nyenyak. Ato belom lagi artis-artis yang kawin cerai seenaknya, jadi model majalah porno, belom lagi ada pejabat yang nggak kompak, saling sikut, bukannya mikirin kesejahteraan rakyat, malah mikirin kepentingan sendiri.

Semua itu ‘kan bikin malu kita sebagai bangsa Indonesia. Padahal bangsa ini udah lama merdeka. Udah lama eksis. Tapi kelakuan orang-orangnya kok bikin malu. Guys, mungkin kamu bisa bilang ‘itu ‘kan bukan saya. Itu orang laen’ you’re right! Tapi nanti kamu juga bakal ada di posisi mereka. Kamu bakal ngegantiin posisi mereka. Apa kamu bakal ngelakuin hal yang sama nantinya? Makanya sebelom kamu nanti ada di posisi mereka, tetapkan dari sekarang kalo kamu nggak bakal malu-maluin Indonesia kaya mereka. Tetapkan dalam hati kamu, kalo kamu bakal bawa nama bangsa ini harum karena tindakan kamu.  

4.    Stop perpecahan
Salah satu sebabnya kenapa bangsa Indonesia nggak ngalamin perubahan adalah karena masih adanya perpecahan. Kalo GF!ers perhatiin ada banyak banget gereja baru yang bermunculan, tapi asalnya karena pecah dari gereja lama. Gara-garanya? Salah paham. Yang kena akibatnya? Jemaatnya.

Guys, mungkin kita sekarang ada di jemaat yang dulunya pecah dari gereja laen karena suatu masalah. It’s ok. Tapi kita nggak usah dendam sama pemimpin kita, ‘Gara-gara si om itu, gereja jadi pecah.’ Kalo kita lakuin hal itu sama aja kita lagi naburin benih perpecahan lagi. Udah cukup. Kalo emang gereja kita udah pecah. Ya udah. Tapi kita jangan ikut-ikutan bikin perpecahan juga. Kita ‘kan satu tubuh Kristus (I korintus 12:12), jadi stop perpecahan di generasi kita dengan cara jangan saling nyalahin, terima orang laen apa adanya, kalo ada masalah selesaikan baik-baik. (dp)     


WAKTUNYA BERTINDAK

Ok guys, dari tadi kita udah ngomongin apa yang mesti kita lakuin buat Indonesia.
Sekarang waktunya buat kita bertindak. Ngapain kalo cuma bisa omong doang tapi nggak ada tindakan? Makanya sekarang waktunya kita buat bergerak. Lakuin apa pun yang bisa kita lakuin. Sekecil apapun itu just do it. En jangan tunda-tunda lagi. Mulai dari sekarang. Mulai dari diri kita sendiri. En liat aja hasil yang bakal kita capai nanti di depan. (dp) 

WALKTALK

Kenapa di Indonesia ada banyak bencana?

Yohan (pelajar SMP Pandu Bandung)
Kalo kata gue sih ini karena di Indonesia ada banyak koruptor. Banyak orang jahat. Pemerintahnya nggak bener. Kalo gue boleh berharap coba dibenahi pemerintahnya. Korupsi diberantas.

Anita (pelajar SMP Pandu Bandung)
Kita pake logika aja. Secara ilmu pengetahuan, Indonesia ‘kan umurnya udah tua. Biasanya kalo semakin tua barang kondisinya makin jelek makin banyak rewelnya sama aja dengan Indonesia. Makanya banyak bencana. Terus kalo secara rohani emang ada banyak orang yang bikin dosa, jadi wajar aja banyak bencana.

Anna (pelajar SMP Pandu Bandung)
Yuliani (pelajar SMP Pandu Bandung)

Friday, February 10, 2012

SAYA MAU JADI BERKAT BAGI INDONESIA

SAYA MAU JADI BERKAT BAGI INDONESIA
   
EV. DANIEL ALEXANDER, seorang hamba Tuhan kelahiran Surabaya 44 tahun lalu, yang telah mengabdikan diri melalui pelayanannya di Nabire, Papua sejak tahun 90 bersama istrinya Louis Alexander.  Cinta tanah air dan beban yang Tuhan taruh dalam hatinya telah membuahkan belasan sekolah dan perguruan tinggi di Papua yang didirikan  bersama yayasan setempat.  Beliau juga banyak menyekolahkan anak-anak di berbagai suku terpencil yang tak mampu namun berprestasi. 

TUHAN SAYANG INDONESIA
Terus terang, kalau berbicara mengenai bangsa Indonesia, saya pernah mengalami hal yang menyakitkan sebagai salah satu anak bangsa ini tetapi Tuhan bukakan dalam firmanNya melalui Roh Kudus beberapa ayat tentang Indonesia yang telah mengubah saya. Yesaya 49:1–2, menulis tentang bangsa yang besar dan banyak pulau.  Lalu Zefanya 2:11, tertulis bahwa bangsa-bangsa daerah pesisir akan datang dan sujud kepada Tuhan.  Wahyu 5:9, intinya: Tuhan sudah membeli semua orang dari setiap suku, bangsa, kaum dan bahasa.  Indonesia adalah bangsa yang paling banyak memiliki ke-4 hal diatas.  Dari kenyataan ini, kita sadar kalau mata Tuhan tertuju pada Indonesia yang sudah dipilih demi kemuliaanNya.  Saya sangat bersyukur jika seluruh Gereja mengkhotbahkan betapa Tuhan mengasihi bangsa ini. Karenanya suku apapun kita, kalau kita dilahirkan sebagai bangsa Indonesia, terimalah itu dengan penuh ucapan syukur. Sejelek apapun keadaan negara kita saat ini, Tuhan tetap sayang kepada bangsa ini dan bangsa kita butuh kita.

MAU LAHIR DI MANA?
Tuhan memberikan kehendak bebas pada manusia untuk memilih.  Tuhan tidak ikut campur kalau tidak diminta. Misalnya: kita mau sekolah dimana, beli apa, itu semua hak kita, Tuhan tidak bakalan ikut campur atau menggunakan hak prerogatif-Nya (hak istimewa). Tapi ada dua hal dimana manusia tidak bisa memilih menurut kehendaknya sendiri,  yaitu: lahir dimana dan mau jadi bangsa apapun itu hak Tuhan. Kita tidak bisa minta agar lahir jadi bangsa Amerika yang katanya keren. Tuhan punya maksud dalam hidup kita.

YUSUF, PENGUASA MESIR KEBANGSAAN ISRAEL
Alkitab menulis bahwa kita bertanggungjawab terhadap bangsa dimana kita dilahirkan. Kita juga harus bisa jadi berkat bagi orang lain yang mungkin berbeda bangsa. Kenapa?
Yusuf yang tinggal di bangsa lain, tempat dia dibuang saudaranya, menderita jadi budak bahkan tawanan. Pokoknya hidup Yusuf di Mesir penuh penderitaan yang menyakitkan, tapi dia mau menolong bangsa itu saat Mesir dilanda  kekeringan dan kelaparan. Dia tidak menolak untuk menjadi berkat bagi orang Mesir meskipun mereka pernah jadi memori hitam dalam hidupnya.
Jadi bagaimanapun kita diperlakukan, baik menyakitkan atau menyenangkan, tetaplah untuk bisa jadi berkat bagi orang lain. Saya berbicara begini karena sesuai dengan kenyataan yang terjadi dalam kehidupan bangsa Indonesia. Kita bisa saja keturunan asing/suku apapun yang hidup di Indonesia.  Kadang bisa tertekan, terpojok, atau tersisih. Tapi saya sadar bahwa dilahirkan di negara ini, jadi WNI bukan karena kebetulan saja tapi Tuhan memang punya rencana untuk saya.   Saya yakin, kita semua bisa jadi berkat bagi bangsa ini.

MAU PINDAH NEGARA? NANTI DULU!
Kenyataan saat ini, banyak anak muda yang bangga jika bisa menuntut ilmu bahkan bekerja di luar negeri.  Saya tidak salahkan karena ini hak mereka. Kalau dilihat memang rasa nasionalisme pada generasi muda saat ini makin berkurang. Saya berpendapat bahwa Gereja seharusnya jadi alat Tuhan yang sempurna untuk mengobarkan rasa nasional, sayangnya belum semua gereja melakukannya!  Malah ada hamba Tuhan yang seharusnya jadi contoh cinta bangsa  tapi banyak yang ‘kabur’ bahkan pindah ke luar negeri karena takut, kecewa terhadap Tuhan/manusia, dll.  Sangat disayangkan, justru Tuhan memanggil kita untuk mengasihi orang yang telah menyakiti kita.
Yunus, nabi yang dikasihi Tuhan, yang banyak menobatkan orang lewat pelayanannya karena Tuhan selalu menyertainya.  Tapi saat diutus pergi ke Niniwe supaya bangsa itu bertobat sebelum dibinasakan,  Yunus menolak dan lari dari Tuhan. Mengapa?  Gara-gara Yunus terlanjur sakit hati dan dendam karena nenek moyangnya dulu dibantai bangsa Niniwe (dulu bernama bangsa Asyur).  Tuhan menegurnya, sebelum akhirnya nabi Yunus datang ke kota itu dan terjadilah pertobatan yang besar, murka Tuhan pun surut.  Jadi kita harus mau menjadi berkat bagi orang atau bangsa yang telah menyakiti kita.  Ingat ayat yang bilang, ‘Kasihilah musuhmu dengan segenap hatimu dan berkati mereka’.
Saya punya pengalaman seperti nabi Yunus. Saya keturunan Tionghoa yang pernah mengalami tekanan yang bertubi-tubi. Bahkan sejak kecil saya sudah merasakan yang namanya dendam, sakit hati atau kecewa. Sebab pada umur 9 tahun, Ayah saya dibunuh, saya tidak tahu kenapa.  Kejadian itu membuat saya begitu membenci bangsa ini.  Keinginan untuk hijrah ke luar negeri begitu kuat. Tapi dari waktu ke waktu Tuhan memulihkan dan membukakan sesuatu kepada saya mengenai bangsa ini.
Rasa nasionalisme dan cinta saya pada bangsa Indonesia makin besar. Karena saya sadar bahwa saya lahir di bangsa ini, meskipun berbeda dan  mengalami sakit hati. Tapi saya mau jadi berkat buat bangsa ini, sebab itulah panggilan Tuhan untuk kita bagi bangsa ini. Jadi mari kita bangun bangsa ini, jangan lupakan bangsa ini!

KADO UNTUK INDONESIA
Saya sangat rindu untuk bisa mempersembahkan sesuatu buat bangsa ini dan berusaha untuk ikut membangun bangsa ini.  Bulan Oktober ’87, saat saya berdoa pada Tuhan untuk memberikan visiNya, apa yang harus saya buat untuk negara ini, Roh Kudus dengan lembut berkata, “Daniel, kenapa kamu nggak mau kembali kepada pelayanan Yesus yang semula”. Roh Kudus bikin saya kaget karena sadar bahwa awal mula pelayanan Yesus adalah pendidikan dan rumah sakit.  Kemana saja Yesus pergi bahkan sampai hari terakhir naik ke surga,  selalu dibawa orang sakit dan orang  kenal Dia sebagai guru Yesus bukan pendeta Yesus.
Saya baca di ensiklopedi ternyata kata pendidikan  pertama kali ditemukan dalam literatur tertua di  Ulangan 6:7. Musa bilang ajarkan itu kepada anak-anak.  Apalagi sekarang dunia butuh pendidikan. Tidak harus bentuk sekolah tapi intinya pendidikan.  Sejak itu saya bergerak  membangun bangsa ini lewat sekolah dan kesehatan. Sekarang kami buat banyak sekolah di Papua barat dan Kalimantan Timur,  juga menyekolahkan perawat dan dokter. Sekarang ada 5 dokter yang kami sekolahkan.  Nanti kami akan buka RS terbaik di sana.

MAU BUAT SESUATU?
Di Papua, tepatnya suku terpencil di Krayan, kami menyiapkan anak-anak kecil dari TK sampai besar diasramakan. Ternyata perubahan hidup mereka luar biasa melalui pelayanan langsung dengan mendidik, mengubah pola pikir dan cara hidup mereka.  Kalau kita hanya pelayanan kegerejaan saja, tidak akan mengubah. Kami butuh dokter, ahli tehnik dan ekonomi, dll.  Kalau berminat hubungi saja: Kotak Pos 206, Nabire 98802–Papua (Telp. 0984-22282)


DUA SISI YANG BERBEDA

Tanah airku tidak kulupakan
Kan terkenang selama hidupku
Biarpun saya pergi jauh
Tidak kan hilang dari kalbu
Tanahku yang kucintai
Engkau kuhargai

Walaupun banyak negeri kujalani
Yang mashyur permai kata orang
Tetapi kampung dan rumahku
Disanalah kurasa tenang
Tanahku ta kulupakan
Engkau kubanggakan
(cipt Ibu Sud)

Sepertinya lagu yang suka diputar di akhir siaran TVRI ini harus sering dinyanyikan. Baca deh cerita berikut:
Saya punya teman yang baru 3 tahun studi di luar negeri. Saya cukup shock, waktu dia pulang baru-baru ini.  Dandanannya tentu saja udah western style, yang aneh bahasa sendiri aja banyak nggak hapal, dan yang lebih bikin saya sedih adalah celaan dan nada meremehkan yang sering keluar dari mulutnya.  Melihat truk sampah yang over load alias hampir tumpah berceceran, katanya sambil menutup hidung, “Di sono mah bersih, Jakarta makin dirty, ya!”.  Dan setelah itu dengan santainya dia membuang bungkus tissue ke kali! Olala….Waktu saya tanya kenapa dia buang sembarangan, lagi-lagi dengan nada sinis katanya, “Apa artinya buang sampah pada tempatnya? Di sini buang ke kali sama kayak buang garam ke laut, udah kepalang!”

Saya kenal seorang bernama John Sisson, kakek dari 5 cucu kebangsaan Australia waktu dia lagi motret acara tujuh belasan 6 tahun lalu.  Sejak itu kami bersahabat lewat surat.  Tiap tahun John pasti ke Indonesia, khususnya Padang, Bangka, Bali, dan Jakarta (sekalian ketemu saya!).  Yang bikin saya kagum, John cinta banget sama Indonesia.  Dia seorang pensiunan kantor pos dan uang pensiunnya nggak dikemana-manain selain dipakai untuk datang ke Indonesia.  Bahkan di tahun saat kerusuhan terjadi (1998), dimana turis-turis pada ngumpet, John tetap aja dateng! Bahkan di beberapa suratnya John menulis kerinduannya melihat Indonesia pulih dan bangkit kembali.  Yang bikin saya haru, setiap ada artikel tentang Indonesia di koran Perth, pasti digunting termasuk berita tentang kelahiran anak harimau putih di Taman Safari yang bikin John bela-belain datang meski sedang sakit. 

Dua cerita di atas kiranya menggugah hati kita sebagai generasi muda Indonesia.  Sungguh dua sisi yang berbeda! Jangan sampai kita yang notabene bangsa Indonesia tidak suka dengan bangsa sendiri tanpa mau melakukan sesuatu, sedangkan ada orang-orang asing yang prihatin dengan bangsa kita dan rindu pemulihan terjadi.

Keadaan Indonesia belumlah pulih total.  Lepas dari kegetiran dijajah sekian ratus tahun,  justru diusia kemerdekaan yang makin lanjut banyak anak bangsa yang cuek, pindah, bahkan ada yang  malu mengakui ibu pertiwinya.  Masih ingat lagu wajib nasional :
Oh lihat Ibu Pertiwi, sedang bersusah hati
Air  matanya berlinang, mas intannya terkenang
Hutan, gunung, sawah, lautan, simpanan kekayaan
Kini Ibu sedang lara, merintih dan berdoa
(Cipt. Charles C.)

Indonesia butuh cinta dan doa kita supaya Tuhan memulihkan Indonesia. Lalu apa yang bisa kita perbuat?   Nggak usah muluk-muluk, yang praktis ini aja dulu :
•    Peduli lingkungan
Udah jelas, jangan bikin rusak lingkungan gara-gara malas buang sampah.  Jangan tutup mata dengan bencana yang terjadi pada saudara sebangsa dan setanah air kita (gempa di Bengkulu, misalnya).
•    Disiplin
Sudah harus kita menghapus cap “jam karet” di dahi bangsa ini.  Mulai dengan disiplin waktu, nggak telat kalo ke gereja, nggak ngaret kalo janjian.  Kalo mau pasti bisa! (Saya juga mau!!).
•    Stop foya-foya
Kalau merasa kebanyakan uang yang bisa dipakai sesuka hati, ada baiknya kita jalan-jalan sejenak di samping rel KA, mengunjungi rumah-rumah dipinggiran kali Ciliwung, mampir di bawah kolong jembatan, dll.  Kiranya mata kita tercelik dan sadar bahwa yang dibawah garis kemiskinan masih banyak.  Contoh gampang : jangan buang-buang makanan (ingat berapa banyak keringat petani terkuras demi sepiring nasi).
•    No more corruption
Jangan lagi jadi koruptor kecil-kecilan (nyontek, bohong demi dagangan laku, dll).  Selain ini dosa, nanti gedenya kita terlatih jadi koruptor.
•    Gotong royong
Inget lho, ini ciri khas bangsa kita yang nggak boleh hilang.  Jangan terlalu EGP (emang gue pikirin) soalnya ini bibit sombong dan nggak nguntungin banget!
•    Cinta produk Indonesia
Bukannya nggak boleh pakai barang bermerk luar negeri.  Tapi berkatilah bangsa sendiri dengan menggunakan produk Indonesia yang kualitasnya nggak kalah.  Harusnya kita bangga karena telah membantu pengusaha kecil Indonesia.
•    Bangga
Kalo punya kesempatan, datanglah ke Taman Mini Indonesia Indah.  Kali-kali ada yang belum tau bahwa Indonesia itu kaya dengan kesenian, kebudayaan, dan punya daerah wisata yang bagus-bagus.  Promosikanlah kemana saja kita pergi.
•    Doa
Nggak bakalan bisa doa buat bangsa sendiri kalo nggak punya cinta dan belas kasihan. Dengan melakukan hal-hal praktis di atas, otomatis akan menumbuhkan rasa nasionalisme kita dan pasti Tuhan akan berikan belas kasihan di hati kita.
Kami umatMu, rendahkan diri, sujud dan berdoa….Mencari wajahMu, berbalik dari jalan kami yang jahat….(2Taw7:14) (ti)

MamaOla