Showing posts with label bayi. Show all posts
Showing posts with label bayi. Show all posts

Wednesday, January 18, 2012

BAYI MASUK NERAKAA


BAYI MASUK NERAKA
Q: Dear Min2, kemarin adikku cerita, katanya guru agama di sekolahnya pernah bilang kalo bayi yang meninggal dan belum dibaptis bakalan nggak masuk surga. Emangnya bener gitu ya? Bukannya Yesus itu cinta anak-anak? (beatrice)

A: Wah, setahu saya sih itu gak ada tertulis di Alkitab. Yang tertulis tuh “Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan (Markus 16.16). Dengan kata lain harus percaya dulu, kemudian dibaptis baru diselamatkan. Baptisan saja tidak membuat seseorang diselamatkan, karena untuk diselamatkan seseorang juga harus percaya pada penebusan Tuhan. Dan gak bisa diwakilkan pada orang lain, misalnya karena orangtuanya percaya Yesus maka anaknya juga dianggap percaya Yesus jadi bisa diselamatkan. Percaya atau nggak pada Yesus adalah urusan pribadi seseorang dengan Tuhan en gak bisa diwakilin ke orang lain. Jadi, gak ada hubungannya kalo bayi dibaptis atau nggak berarti masuk surga atau neraka karena baptisan saja tanpa percaya gak ada gunanya.

Masalahnya, bayi kan belom bisa mikir jadi mereka juga gak bisa percaya sama Yesus. Terus gimana dong? Kalo nggak percaya kan berarti mereka gak bisa masuk surga dong, kalo meninggal masuk neraka? Kasian amat! Masa Tuhan kayak gitu ? Gak adil dong kalo mereka harus masuk neraka. Kalo mereka belum bisa percaya, ya udah baptisnya aja boleh kan?

Sebelum saya jawab pertanyaan itu, saya minta kamu beli kue dan ambil pisau di dapur. Potong kue tadi jadi 2 bagian sama besar seadil-adilnya. Sama sekali gak boleh ada bagian yang lebih besar dari bagian yang lain, 1 atom pun gak boleh ada yang lebih banyak dari yang lainnya. Bisa? Saya yakin gak ada yang bisa. Kenapa saya suruh potong kue? Saya cuma mau nunjukin kalo bagi kue aja kita gak bisa adil, jadi jangan memutuskan Tuhan itu adil atau gak adil.

Saya gak tau gimana nasib bayi yang baru lahir kemudian meninggal, apakah mereka masuk surga atau nggak. Tapi saya percaya kalo Tuhan jauh lebih baik, jauh lebih pinter en jauh lebih adil daripada saya yang bagi kue jadi 2 dengan adil aja ngga bisa. Saya percaya kalo Tuhan bakalan melakukan hal yang terbaik dan teradil buat mereka. (min2)

KOMSEL ANAK DUKUN
Hai, di edisi #83 GF! kan nyinggung mengenai komsel. Udah 2 bulan ini aku gak ikut komsel karena aku lihat ketua komselnya rada aneh. Masa yang dikumpulinnya anak-anak dukun yang masih belum lahir baru, bahkan dia sendiri pacaran sama anak dukun. Trus kami pernah disuruh berdoa sambil bergandengan tangan dan tiba-tiba anak-anak dukun yang bergandengan tangan dengan aku gelisah karena katanya tanganku panas. Menurut GF!, gimana ya caranya aku keluar dengan baik-baik? Apa alasanku yang harus aku kemukakan? Jujur aja aku sama sekali tidak nyaman dengan keadaan komsel yang sangat aneh ini. Thanks. (bukan anak dukun, di rumah)

A: Wah, kayaknya komsel kamu seru juga yah? Tapi kok bisa ngumpulin anak–anak dukun semua? Gimana nyarinya? Nggak salah sih kalo komselnya memang khusus menjangkau anak–anak dukun. Seringkali memang lebih mudah kalo suatu komsel khusus dibentuk untuk satu kelompok tertentu, misalnya khusus komsel untuk SMA, khusus karyawan, komsel anak jalanan atau komsel anak punk. Salah satu senior saya di gereja dulu suka malam–malam pergi ke alun–alun pake dandanan yang agak serem buat ngejangkau anak–anak punk. Jadi, kalo menurut saya sih gak masalah kalo memang komselnya khusus untuk ngejangkau anak–anak dukun.

Walaupun komsel khusus seperti ini memang lebih mudah untuk diurus tapi kelemahannya komsel ini juga jadi terbatas hanya pada kelompok yang dijangkau saja. Kalau ada orang dari kelompok yang berbeda mencoba masuk ke komsel ini bakalan lebih susah untuk menyesuaikan diri. Misalnya, pasti susah buat seorang karyawan untuk ikutan komsel anak SMA, udah gak nyambung. Atau mahasiswa masuk komsel anak SD, atau ibu-ibu rumah tangga masuk komsel anak punk, susah nyambungnya.

Kalo memang gak cocok en gak nyaman di komsel yang sekarang ya gak usah dipaksain. Gimanapun juga lebih bagus kalo seseorang ikut komsel yang lingkungannya lebih nyambung dengan dianya. Lebih mudah untuk gabung dan terlibat di dalem komsel itu. Kalo mau pindah ke komsel lain, aturannya sama aja dengan pindah gereja, jangan ninggalin masalah di komsel lama supaya gak bawa masalah ke komsel baru. Maksudnya, kalo ada ganjelan atau ada masalah sama seseorang di komsel lama, beresin dulu. Kalo harus minta maaf, ya minta maaf dulu. Jangan pernah pindah komsel karena kita ribut dengan seseorang dan keributan itu gak diselesaikan. Soalnya masalah yang gak diselesaikan biasanya muncul lagi di komsel yang baru dan malah bikin komsel yang baru jadi kacau. Kalo udah yakin gak ada ganjelan dan kita memang pindah komsel karena ngerasa gak nyambung, pindah deh. Kalo komselnya berada di bawah naungan gereja kamu, jangan lupa lapor ke pengurus buat memudahkan pendataan jemaat dan administrasi sekalian minta ijin juga.

Kalo soal ngomongnya harus gimana, ya jujur aja. Paling gampang jujur aja bilang kalo kamu emang gak nyaman dengan suasana komselnya dan mau pindah ke komsel lain yang lebih nyambung. Jangan nyari alesan lain soalnya yang pertama jelas berarti kita harus bohong dan yang kedua sekali kita bohong bakalan bikin kebohongan terus menerus buat ngedukung kebohongan kita yang pertama. Jadi, mendingan dari awal jujur aja. Toh, kalau alesannya kuat en jelas en kamu gak ninggalin masalah, pemimpin komsel kamu juga gak punya alesan buat nahan kamu di komsel itu. Setuju? (min2)

Thursday, July 22, 2010

ABORSI (BAGIAN 5)

Apa Yang Harus Dilakukan Anak Tuhan?

Tidak diragukan lagi bahwa aborsi adalah tindakan yang sangat dibenci Allah. Sudah saatnya bagi umat Tuhan untuk bergerak membendung praktek ini. Langkah-langkah berikut ini kiranya bisa diambil oleh anak-anak Tuhan.

1.Berdoa

Langkah pertama yang harus dilakukan oleh setiap umat Tuhan adalah berdoa. Perkuatlah jaringan persekutuan doa. Ingat, musuh yang kita hadapai bukan hanya dokter dan bidan pelaku aborsi, ataupun para penentu undang-undang pro-aborsi. Yang jauh lebih penting untuk diserang adalah roh-roh Molokh yang berada di belakang mereka.

“ Karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetaou melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara.”

(Ef 6 : 12)

Doakan agar aborsi tidak pernah dilegalkan dinegara kita, doakan pula agar pemimpin-pemimpin bangsa kita semakin peka dan peduli terhadap kasus ini. Berdoa juga bagi kerohanian kita, agar kita tidak terjebak dalam dosa ini. Sehingga kita tetap bisa menjaga kekudusan hidup di hadapan Allah.



2. Informasikan Kepada masyarakat Umum.

Kita telah mengetahui kebenaran tentang aborsi. Bahwa hal ini sangatlah ditentang oleh Allah. Kebenaran inilah yang harus disebarkan kepada masyarakat umum. Sampaikan kepada dokter-dokter dan pakar hukum, bahwa aborsi adalah tindakan pembunuhan. Informasikan melalui media masa yang ada. Tidak bisa dipungkiri bahwa media masa, baik TV, internet maupun cetak sangat potensial untuk disusupi ilah-ilah percabulan. Dari sinilah propaganda percabulan dan hawqa nafsu disebarluaskan melalui situs-situs porno di internet, tayangan film seks, serta bacaan-bacaan porno. Jika iblis menggunakan media untuk menyebarkan ajarannya, saatnyalah sekarang kita rebut kembali senjata yang dicuri iblis ini untuk memerqangi kembali pekerjaannya. Informasikan seluas-luasnya kepada publik bahwa aborsi benar-benar menyengsarakan.



3.Buatlah Fasilitas Penampungan Bagi Masalah Aborsi

Kita hanya menjadi tong kosong yang berbunyi nyaring jika mengatakan bahwa aborsi itu salah, namun tidak berbuat apa-apa dan terus saja menyalahkan tanpa memberikan solusi penyelesaian masalah ini.



Aktivis perempuan Myra Diarsi yang hadir dalam dialog publik itu menyatakan, saat ini wacana di tingkat masyarakat digiring dengan mempertentangkan aborsi dengan kepentingan agama. Sehingga terjadi saling hujat di masyarakat.  "Padahal, yang terjadi sebenarnya adalah kelalaian negara, dalam hal ini Pemerintah Indonesia yang memilih bentuk negara sekuler namun menyerahkan urusan privat kepada kekuasaan marginal. Karenanya, seharusnya yang dilakukan adalah menagih pemerintah untuk bersikap jelas dan transparan mengenai masalah aborsi," ujar Myra.(www.kompas.com)

Sudah sepatutnya umat Tuhan memiliki kepedulian yang sama dengan Myra, dan tanggung jawab menyediakan fasilitas ini bukan hanya menjadi beban pemerintah saja, tapi juga kita.

Mulailah membuat fasilitas penampungan bagi masalah aborsi ini. Mereka yang hendak melakukan pengguguran kandungan perlu mendapatkan bimbingan dan konseling. Umumnya mereka akan menjadi masyarakat yang merasa tertolak terhadap lingkungannya. Buat juga rumah-rumah penampungan dan perawatan bagi bayi-bayi yang hendak diaborsi, ataupun bayi batal aborsi yang masih hidup. Sangatlah baik untuk menyediakan panti pelayanan kehamilan yang disertai dengan bimbingan rohani. Bagaimanapun juga, seorang yang hendak melakukan aborsi membutuhkan teman, dan bukan membutuhkan hakim.



4.Bekerjasama dengan berbagai pihak

Kami yakin, masih banyak orang-orang yang nuraninya belum rusak. Mungkin mereka tidak seiman dengan kita, namun untuk membendung gerakan aborsi ini, tidak ada salahnya bergandeng tangan dengan mereka. Setidaknya iniliah kepedulian sikap orang kristen terhadap krisis moral yang melanda bangsa. Ketika umat non kristen memprotes SDSB, menutup tempat perjudian dan pelacuran, umat Nasrani terkesan tidak tanggap dengan situasi ini. Akankah fenomena aborsi ini kita diamkan begitu saja. Jika kita hanya diam saja dan tetap sibuk terjebak dalam permasalahan intern gereja, kita akan semakin dicap sebagai umat yang eksklusif dan hanya mementingkan kepentingan kelompoknya.Saatnya kita menggarami dan menerangi etika moral di dunia yang semakin gelap ini.

Kiranya artikel ini sanggup menggerakkan setiap pembaca untuk mulai mengambil tindakan. Mungkin engkau seorang dokter, seorang aktivis, ataupun mahasiswa. Komunikasikan masalaj ini kepada tokoh-tokoh kunci yang anda kenal. Bahkan jika anda merasa diri orang yang paling awam sekalipun, anda bisa memulainya dengan berdoa. Berdoa memohon

agar Allah memberikan kemurahan bagi bangsa ini. Sehingga krisis dan badai yang menerpa bangsa kita boleh segera dilalukan.

“ …,dan umat-Ku, yang atasnya nama-Ku disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah-Ku, lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka Aku akan mendengar dari sorga dan mengampuni dosa mereka, serta memulihkan negeri mereka.”(2 Taw 7 : 14). www.gfreshmagazine.com, www.anakmuda.net

Wednesday, July 21, 2010

ABORSI (BAGIAN 4)

Pembantaian Itu Terulang Kembali

Mungkin hingga Tuhan Yesus datang ke dua kali, paradigma tentang masalah aborsi takkan bisa berhenti. Saat ini pembunuhan terhadap bayi-bayi yang “tak berdosa” benar-benar berlangsung secara massal, dari tahun ke tahun jumlahnya terus meningkat, dibawah ini adalah catatan pembantaian yang memilukan.



Pembantaian Bayi-bayi oleh Firaun

Raja Firaun yang gelisah melihat perkembangan umat Israel makin bertambah banyak. Firaun memutuskan untuk menindas umat Israel serta membunuh setiap bayi laki-laki yang lahir pada masa itu.

“ Raja Mesir juga memerintahkan kepada bidan-bidan yang menolong perempuan Ibrani,….katanya” Apabila kamu menolong perempuan Ibrani pada waktu bersalin, kamu harus memperhatikan waktu anak itu lahir : jika anak laki-laki, kamu harus membunuhnya, tetapi jika anak perempuan bolehlah ia tetap hidup.”(Keluaran 1 : 15 – 16)



Pembantaian Bayi-bayi oleh Raja Herodes.

Sejak semula Herodes sudah berniat untuk membunuh Bayi Yesus. Herodes menjadi murka ketika niatnya tersebut diketahui oleh Yusuf lewat perantaraan malaikat. Akibatnya dia memerintahkan pembantaian massal terhadap bayi-bayi di seluruh wilayahnya.

“ ….Lalu  ia menyuruh membunuh semua anak di betlehem dan sekitarnya, yaitu anak-anak yang berumur dua tahun ke bawah ,….”(Mat 2 : 16)



Naga Yang Menginginkan Kematian Bayi Seorang Perempuan

Kitab Wahyu banyak berisi gambaran dan perlambang di akhir jaman yang makin lama kebenarannya semakin dibukakan. Dalam Wahyu 12 : 1-6, dikisahkan tentang seorang perempuan yang mengandung. Ia kelihatan cukup menderita hingga berteriak kesakitan ketika hendak melahirkan. Kemudian muncul juga Naga Merah yang hendak menelan anak dari perempuan yang sedang mengandung.

Kitab Wahyu yang ditulis sekitar 20 abad yang lalu ditafsirkan sebagai kitab yang menggambarkan kondisi dunia di akhir jaman. Naga merah yang digambarkan sebagai iblis hendak menelan anak dari perempuan tadi.

“…, Dan naga itu berdiri di hadapan perempuan yang hendak melahirkan itu, untuk melahirkan itu, untuk menelanNya.”(Why 12 : 4)

Beberapa pihak menafsirkan perempuan tersebut sebagai gereja Tuhan di akhir jaman. Dalam pasal 4, kata ganti “Nya” dari anak perempuan tadi ditulis dengan huruf besar. Jika anak tersebut menggambarkan anak-anak Allah yang berperang bagi kerajaan Allah, hal ini bisa dilihat sebagai pengulangan peristiwa pembantaian bayi yang dilakukan oleh Firaun dan Herodes.

Jerman Nazi membuat Undang- Undang yang mengijinkan pemusnahan anggota masyarakat( holocaust) yang “tidak berguna”. Manusia yang tidak dicintai dan tidak diinginkan untuk lahir, dibantai dengan kejam. Mungkin jika paham ini berkembang, dimasa mendatang orang-orang cacat, orang-orang idiot, orang buta dan orang tua akan dimusnahkan juga. Pembantaian terhadap Umat Yahudi pernah juga dilakukan oleh Nazi dibawah pimpinan Hittler. Bagi Hitler orang Yahudi adalah parasit. Bukan pula manusia, melainkan sesuatu yang menjijikkan menurut Dr. August Hirt. Orang Polandia juga dianggap sebagai sampah. Pada tahun 1936, pihak pengadilan Tinggi Jerman menolak untuk mengakui orang-orang Yahudi di Jerman sebagai’manusia’ secara resmi. Tindakan apapun dimungkinkan untuk diperlakukan terhadap orang-orang ini. Menggunakan manusia sebagai kelinci percobaan dianggap sebagai hal yang wajar. Bahkan tubuh manusia dipergunakan sebagai bahan untuk membuat kosmetik.

Hal serupa sedang digenapi di akhir jaman ini. Pelegalan hukum aborsi mengijinkan pembunuhan terhadap bayi-bayi yang bukan hanya dilahirkan oleh keturunan bangsa Yahudi ataupun Ibrani, tapi seluruh ras dan suku mempunyai resiko perlakuan yang sama. Bayi-bayi yang tidak dikehendaki dianggap sebagai parasit oleh kelompok feminis di boston pada tahun 1973. Bahkan menurut Dr. Amital Etzioni, bayi-bayi ini dianggap bukan manusia, melainkan hanyalah suatu jaringan tubuh. Kata ‘orang’ yang tertulis  pada amandemen ke-14 dalam undang-undang di Amerika tidak termasuk bayi yang belum lahir. Sehingga tidak heran jika juru bicara sebuah dewan aborsi menyebutnya sebagai ‘sampah’.

Jika semua negara melegalkan aborsi, tidakkah ini suatu jalan yang sedang dipersiapkan oleh iblis, si Naga Merah untuk melenyapkan keturunan-keturunan Allah secara sistematis?



Pengorbanan Bayi dan Murka Allah yang mengerikan.

Angka aborsi yang mencapai 2,3 juta jiwa pertahun di Indonesia, atau rata-rata 6300 kasus perhari sangatlah memprihatinkan. Hal ini belum  termasuk yang tidak terdata. Kita akan melihat mencoba melihat ilah-ilah dibelakang pembunuhan bayi-bayi ini.

Dalam Kejadian 19 : 33-38, dikisahkan bahwa Lot memiliki dua orang putri. Kedua putirnya ini bersetubuh dengan ayahnya setelah membuatnya mabuk terlebih dahulu, kemudian yang tua melahirkan Moab yang menjadi bapa Moab, sedangkan yang lebih muda melahirkan anak laki-laki yang dinamai Ben-Ami yang kemudian menjadi bani Amon. Jalan pikiran anak-anak Lot sangat dangkal. Dia tidak merundingkan segala sesuatunya dengan Allah. Mungkin merekapun tidak menyangka bahwa keturunannya akan menjadi suatu bangsa besar yang mendatangkan jerat. Bangsa Moab dan bangsa Amon dikisahkan menjadi batu sandungan bagi bangsa Israel.



“ Demikianlah Salomo mengikuti Asytoret, dewi orang Sidon dan mengikuti Milkom, dewa kejijikan orang Amon.”(1 Raja-raja 11 : 5).

Bangsa Amon melakukan pengorbanan anak-anak. Hal ini dipandang Allah sebagai suatu kejahatan khusus.



“Karena tiga perbuatan bani Amon, bahkan empat, Aku tidak akan menarik kembali keputusanku: Oleh karena mereka membelah perut perempuan-perempuan hamil di Gilead, dengan maksud meluaskan daerah mereka sendiri.”(Amos 1 : 13)

Bani Amon bermaksud meluaskan daerah mereka sendiri dengan cara membelah perut perempuan hamil. Undang-undang pelegalan aborsipun ternyata mempunyai tujuan yang sama, yaitu meluaskan daerahnya sendiri. Daerah hawa nafsu manusia. Keinginan daging manusia semakin tak terbatas. Hubungan seks pranikah bukan masalah, toh kalau hamil bisa diaborsi. Seandainya anak-anak Lot tidak bertindak menurut keinginannya, mungkin upacara penyembahan kepada dewa Milkom, serta penyembelihan perut perempuan hamil oleh bangsa Amon tidak akan pernah ada.

Dewa sembahan bani Amon lainnya, yang meminta persembahan nyawa anak-anak, adalah Molokh.

“ Mereka mendirikan bukit-bukit pengorbanan untuk Baal di Lembah Ben-Hinom, untuk mempersembahkan anak-anak lelaki dan anak-anak perempuan mereka kepada Molokh sebagai korban dalam api,…”

(Yer 32 : 35)

Hal ini jelas-jelas dipandang keji di mata Allah.

“ Aku sendiri akan menentang orang itu dan akan melenyapkan dia dari tengah-tengah bangsanya, karena ia menyerahkan seorang dari anak-anaknya kepada Molokh,….,Aku sendiri akan menentang orang itu serta kaumnya dan akan melenyapkan dia dari tengah-tengah bangsanya dan semua orang yang turut berzinah akan mengikuti dia, yakni berzinah dengan menyembah Molokh.”

(Imamat 20 : 3 – 5)

Para pelaku okultisme dan para penyembah berhala berkeyakinan, bahwa pengorbanan darah akan membuat ilah yang disembah itu menjadi semakin muda dan kuat kembali. Jika pandangan ini benar, tentunya Molokh-molokh modern di jaman ini akan semakin berkuasa, sementara pengorbanan bayi secara sistematis dan legal terus berlangsung dijaman ini. Namun Allah sendiri akan menentang dan melenyapkan para penyembah Molokh ini.

Cartage adalah sebuah contoh kota dengan tingkat pengorbanan bayi sangat tinggi pada jaman kerajaan Venesia. Kota ini memiliki peradaban yang sangat maju. Namun para arkeolog menemukan banyak sekali bukti-bukti peristiwa pengorbanan anak di kota ini. Di kota ini ditemukan altar pengorbanan anak, serta gambar-gambar di dinding yang menunjukkan pengorbanan anak kepada Dewa Tanit, nama ritual untuk Asytoret, dewi sembahan bangsa Amon. Ilmu pengetahuan di kota ini bertambah maju, namun peristiwa pengorbanan anak tetap saja bertambah. Ketika Allah menjadi murka terhadap kota ini, apa yang kemudian terjadi? Tentara romawi menghancurkan seluruh peradaban kota ini. Kota yang mungkin terbesar dalam jaman kerajaan Venesia ini kini tinggal puing-puing belaka. Akankah kita menunggu Roma-roma yang lain sehingga bangsa-bangsa yang gemar melkukan aborsi ini dihancurleburkan?(Presentasi video Massacre of Inossence)

Sejak krisis ekonomi melanda beberapa negara termasuk Indonesia tahun 1997 yang lalu, bangsa kita belum sanggup keluar dari krisis ini. Sementara lambat laun negara yang lain mulai bangkit untuk membenahi diri, kelihatannya bangsa kita masih terjebak dalam situasi krisis ekonomi dan politik. Melihat jumlah aborsi rata-rata mencapai 6300 kasus perhari di Indonesia, mungkinkah Allah sedang murka terhadap bangsa ini? Sementara umat Tuhan semakin lamban bergerak untuk bersuara menentang praktek ‘Molokhisme’ modern.

Tuesday, July 20, 2010

ABORSI (BAGIAN 3)

Merekapun Pribadi-Pribadi Yang Harus Dihargai

Firman Tuhan mengatakan bahwa dari permulaan usia janin itu (mulai hari pertama), janin tersebut sudah hidup dan memiliki tubuh, jiwa, dan roh yang sempurna. Ia adalah seorang manusia yang utuh dan lengkap di mata Tuhan.


1.Komunikasi dari dua bayi dalam kandungan


Pada waktu Maria bertemu dengan Elisabeth, mereka bersekutu begitu manis. Kandungan keduanya bersekutu satu sama lain secara ajaib melalui Roh Kudus.

“Dan ketika Elisabeth mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang ada di dalam rahimnya dan Elisabet pun penuh dengan Roh Kudus".( Lukas 1: 41)

Dengan adanya komunikasi di antara kedua bayi tersebut, maka kita percaya bahwa Firman Allah telah mengakui bahwa kedua bayi tersebut adalah manusia penuh dan telah ada persekutuan yang manis di antara mereka dengan Roh Kudus. 

Menurut Alkitab usia kehamilan Elisabeth saat itu (bayi Yohanes Pembabtis) adalah 6 bulan (Lukas 1: 36). Berapakah usia kehamilan Maria (bayi Yesus)  saat itu? Kapan Maria mulai hamil?

"Sesungguhnya engkau akan mengandung (jadi saat itu belum hamil-red ) dan akan memperanakkan seorang laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus".

(Lukas 1: 31)

Firman Allah mempunyai kuasa untuk menciptakan, dan segera setelah Malaikat Tuhan selesai berbicara, maka saat itu juga Maria hamil.

Dalam Lukas 1 ; 39 dikatakan beberapa waktu kemudian (dalam terjemahan versi King James  in those days, artinya lebih jelas yaitu  beberapa hari kemudian), Maria yang sedang bersukacita ini berkunjung kerumah  Elisabeth. Maria saat itu tinggal di kota Nazaret di daerah Galilea, sedangkan Elisabeth tinggal di daerah pegunungan Yehuda  yang jaraknya beberapa hari perjalanan kaki. Saat itu,  usia kandungan Elisabeth 6 bulan. Maria menginap di rumah Elisabeth selama 3 bulan (Lukas 1: 56a), kemudian ia pulang ke rumahnya (ayat 56 b).

Berdasarkan ilmu kedokteran, usia kehamilan yang paling baik dan mature untuk melahirkan seorang bayi adalah 9 bulan  (bisa lebih atau kurang satu minggu). Dalam Lukas 1: 57, dijelaskan bahwa beberapa saat setelah Maria kembali ke rumahnya, maka Elisabeth Melahirkan. Kita percaya bahwa bayi Yohanes Pembabtis adalah bayi yang sangat khusus dan luar biasa di mata Tuhan. Bayi ini dipersiapkan untuk menyambut kelahiran Sang Juru Selamat. Jadi, kita dapat memperkirakan bahwa masa kehamilannya juga tidak mungkin terlalu cepat atau terlalu lambat.

Jika kita hitung secara matematis, maka usia kehamilan Maria (bayi Yesus) saat itu ialah:

Lukas 1: 36 :Saat itu usia kehamilan Elisabeth 6 bulan

Lukas 1:39  : Maria bertemu Elisabeth, dan kandungan mereka berkomunikasi.

Lukas 1: 56 a           : Maria tinggal bersama Elisabeth selama 3 bulan.

Lukas 1 :56 b           : Maria Pulang ke rumahnya.

Lukas 1 :57             : Diperkirakan  7 hari atau satu minggu setelah itu

Catatan : angka 7 di dalam Alkitab memiliki arti Penggenapan,

contoh:  7 Gereja, 7 sangkakala, 7 cawan murka Allah , hari ke7 / Sabat dll )

Periode I + II + III + IV  = 9 Bulan 7 hari,

Jika periode I + III = 9 bulan, maka  lama periode II + IV = 7 hari,

Dapat kita simpulkan bahwa usia kandungan Maria saat bertemu dengan Elisabeth adalah  7 dibagi 2, kira-kira 3,5 hari ! Dan mereka sudah melakukan dialog, fantastis bukan?



2.Sebuah pribadi sebelum sperma bertemu dengan sel telur.

Abraham mengalahkan Raja Kedorlaomer beserta raja-raja lain yang mendukungnya dan membebaskan Lot beserta segala miliknya.(Kej 14 : 15 – 20). Kemudian muncul Melkisedek seorang Raja Salem. Ia juga seorang imam Allah yang Mahatinggi. Setelah Melkisedek memberkati Abraham, Abraham memberikan sepersepuluh dari miliknya kepada Melkisedek.

Taurat tentang perpuluhan baru muncul sesudah Musa memimpin bangsa Israel keluar dari tanah Mesir. Suku Lewi yang dikhususkan untuk melayani Tuhan, berhak menerima sepersepuluh dari semua penghasilan umat Israel yang lain. Kitab Ibrani mengungkapkan bahwa yang memberikan persepuluhan kepada Melkisedek bukan hanya Abraham yang saat itu secara fisik sudah dalam bentuk manusia. Suku Lewi dianggap telah juga memberikan persepuluhan.

“ Maka dapatlah dikatakan, bahwa dengan perantaraan Abraham, dipungut juga persepuluhan dari Lewi yang berhak menerima persepuluhan, sebab ia masih berada dalam tubuh bapa leluhurnya, ketika melkisedek menyongsong bapa leluhurnya itu.” Ibrani 7 : 10

Suku Lewi di lahirkan bersama suku yang lain dari satu bapa, yaitu Yakub. Yakub dilahirkan oleh Ishak, dan Ishak diliahirkan oleh Abraham. Seperti kita ketahui bahwa makhluk hidup terbentuk dari pertemuan sperma dengan sel telur. Secara teori biologis, saat Abraham mempersembahkan persepuluhan kepada Melkisedek, Ishak masih berada dalam bentuk sperma di dalam tubuh Abraham. Sperma dari Abraham ini yang kemudian menjadi Ishak, kelak akan menghasilkan Yakub, sesudah itu baru Lewi, yaitu keturunan ke-4 dari Abraham. Penulis kitab Ibrani menganggap bahwa Lewi yang saat itu secara fisik wujud organismenya jauh lebih sederhana dari sperma, telah turut ambil bagian dalam memberikan persembahan. Dari kasus ini, jelas sekali bahwa dalam bentuk bakal sperma pun pribadi seseorang sudah dihargai oleh penulis kitab Ibrani, terlebih lagi jika sudah dalam bentuk janin.

Melalui ulasan ini, Alkitab menjelaskan kepada kita bahwa dalam usia kira-kira 3 hari bahkan kurang, seorang bayi yang ada di dalam kandungan seorang ibu sudah diakui oleh Allah sebagai manusia yang utuh, yang dapat berkomunikasi secara vertikal  (dengan Allah) dan horisontal (sesama manusia). Oleh karena itu,   sangat jelas bagi kita bahwa tindakan aborsi yang dilakukan kepada janin, berapa pun usianya, adalah suatu PEMBUNUHAN.

"Sebelum AKU membentuk engkau dalam rahim ibumu, AKU telah mengenal engkau, dan sebelum engkau keluar dari kandungan, AKU telah menguduskan engkau, AKU telah menetapkan engkau menjadi nabi bagi bangsa-bangsa".(Yeremia 1: 5)

Jadi, sebelum Yeremia keluar dari rahim ibunya, ia sudah diurapi dan sudah diangkat menjadi Nabi oleh Allah sendiri.

Monday, July 19, 2010

ABORSI (BAGIAN 2)

Asal Mula Kehidupan.

Almarhum dr. Jerome Lejeune, Professor genetik internasional dari Universitas Rene Descartes, Paris. Berikut ini adalah pendapat dokter yang menerima penghargaan dari Presiden Kennedy. Ilmu biologi modern mengajarkan bahwa persatuan antara para leluhur dengan keturunannya terjadi karena mata rantai yang berkesinambungan dari pembuahan sel wanita (indung telur) oleh sel pria (sperma). Dalam setiap sel reproduksi yang bentuknya seperti pita sepanjang kira-kira satu meter, terdapat bagian-bagian (23 bagian pada manusia).  Setiap bagian digulung dan dibungkus dengan hati-hati (seperti pita magnetik dalam sebuah kaset mini).  Jika dilihat melalui mikroskop, bentuknya mirip sebuah batang dan dinamakan kromosom. Tak lama setelah 23 kromosom seorang pria bertemu dengan 23 kromosom seorang wanita dalam sebuah pembuahan, semua informasi genetik dari seseorang yang belum dilahirkan telah diperoleh.  Seperti sebuah pita magnetik (bila diputar di tape recorder akan mengeluarkan bunyi simfoni yang indah), kehidupan baru mulai menyatakan siapa dirinya tak lama setelah pembuahan terjadi. Kromosom-kromosom adalah tabulasi hukum kehidupan, saat mereka bersatu membentuk mahluk baru (maksudnya pembuahan), kromosom-kromosom itu telah menoktahkan keadaan seseorang.

Berdasarkan keterangan di atas, secara genetis, konsep kehidupan manusia sudah dimulai pada hari pertama saat terjadinya pertemuan antara Spermatozoa (sel ayah) dan sel Ovum (sel ibu), yang dikenal sebagai peristiwa Pembuahan. Mahluk hidup yang baru berusia satu hari ini disebut dengan Zygote. Ukurannya sangat kecil, tidak  terlihat oleh mata biasa, tetapi  sudah ada dan merupakan buah pribadi hidup yang lengkap, yang telah memiliki 3 elemen dasar kehidupan yaitu tubuh, jiwa, dan roh.

Secara biologis, zygote memiliki ciri-ciri sebagai berikut (walaupun usianya baru beberapa menit):

1.Ia hidup. ia sudah bernafas secara seluler, bergerak, dan setiap waktu mengadakan proses mitosis secara terus-menerus (pembelahan sel).

2.Ia sudah memiliki kepribadian sendiri (kepribadian tertentu), misalnya, laki-laki atau perempuan,  tidak dapat berubah lagi. Ciri khas/bawaan sudah ada di dalam dia, misalnya: rambut lurus atau keriting, hitam atau pirang, warna kulit kuning atau coklat atau putih dan sebagainya, bentuk bibir, bentuk hidung, model telinga, raut wajah, dan sebagainya. Ia juga memiliki sifat-sifat dasar, golongan darah, buta warna atau tidak, dan banyak lagi sifat-sifat lain (yang telah ditentukan di dalam susunan genetiknya).

3.Dari ke 2 poin tersebut, dapat kita simpulkan bahwa ‘manusia kecil ini’ adalah manusia yang penuh, lengkap, yang  memiliki tubuh, jiwa, dan roh                     (I  Timotius 5: 23).

4.Pada usia kehamilan dua bulan, ukuran seorang manusia dari kepala hingga bokong adalah lebih pendek dari ibu jari.  Dia dapat dengan mudah dimasukkan ke dalam kulit kacang tanah, tetapi semuanya ada di sana: tangan, kaki, kepala, organ-organ tubuh, otak, semuanya lengkap pada tempatnya.  Jantung sudah berdetak sejak sebulan yang lalu.  Kalau dilihat dengan seksama, kita dapat melihat garis-garis tangan di telapak tangannya.  Dengan pembesaran yang memadai, cap jari janin dapat terlihat.  Dokumen-dokumen untuk identitas pribadinya bias dibuat.  Dengan kecanggihan yang luar biasa, kita dapat mengusik privasinya.  Hydrophone khusus dapat memperdengarkan musik primitif: suara ketukan yang dalam, berirama 60-70 kali per menit (itulah detak jantung si calon ibu) dan suara ketukan yang cepat, berirama 150-170 kali per menit (itulah detak jantung si janin).

Secara biologis, urutan stadium kehidupan mausia dapat didiskripsikan sebagai  berikut:

1.Bersatunya Spermatozoa dan sel telur (masa pembuahan). Pada stadium ini manusia  bernama ZYGOTE.

2.Zygote bertumbuh, sel-selnya  bermultiplikasi (Mitosis akan membentuk MORULA), kemudian morula akan berkembang dengan sangat cepat  dan mulai membentuk bagian bagian tubuh menjadi BLASTULA (usia kehamilan kurang lebih 2 bulan).

3.Usia kehamilan 3-4 bulan, semua alat-alat organ tubuh telah lengkap sempurna, walaupun dalam ukuran mini. Pada stadium ini, manusia mini tersebut   dikenal dengan nama EMBRIO.

4.Embrio akan tumbuh terus di dalam rahim. setelah usia kehamilan mencapai  36-40 minggu, manusia tersebut siap untuk dikeluarkan dari kantong rahim ibunya untuk menjadi seorang  BAYI/ OROK / NEONATUS (0 bulan sampai 1 bulan).

-Mulai usia 1 bulan sampai 5 tahun disebut BALITA.

-Mulai usia 5-12 tahun disebut KANAK-KANAK.

-Mulai usia 12-18 tahun disebut REMAJA

-Mulai usia 18-24 tahun disebut PEMUDA / DEWASA MUDA

-Lebih dari 25 tahun disebut DEWASA

Kini, kita tahu apa yang dirasakan janin, kita mendengar apa yang didengar janin, mencium apa yang dicium janin, dan kita melihat si janin menari dengan lemah gemulai dan penuh semangat. Untuk menerima kenyataan bahwa setelah pembuahan berlangsung, seorang manusia baru telah terbentuk, bukanlah persoalan rasa atau pendapat.  Sifat alam manusia dari saat pembuahan hingga hari tuanya bukanlah sebuah anggapan metafisik.  Semuanya telah terbukti lewat riset ilmu pengetahuan. Jadi, masihkah tindakan aborsi dianggap bukan pembunuhan?

Sunday, July 18, 2010

ABORSI (BAGIAN 1)

ABORSI (bag 1)


Ketika Etika Moral dan suara hati Nurani sudah tidak mampu membendung keinginan manusia, segala carapun dilegalkan untuk mencapai keinginan tersebut. Terlebih lagi jika perangkat hukum yang ada memberikan dukungan terhadap tindakan-tindakan tadi. Banyak pihak yang mulai menyadari bahwa tindakan aborsi membahayakan kesehatan ibu yang melakukannya, namun kenyataannya praktek aborsi tetap dilakukan di sana-sini.

Kasus Aborsi pernah diulas gF, di edisi 4 tahun I. Di sana diulas cukup lengkap tentang kasus aborsi dan paradigmanya. Dalam artikel ini, kami mencoba menampilkan permasalahan aborsi dikaitkan dengan praktek penyembahan berhala di masa lampau. Menurut kesaksian sejumlah pelaku dan pendukung aborsi, hati nurani mereka masih sering menuduh bahwa yang dilakukannya adalah pembunuhan, namun di sisi lain kubu yang pro terhadap aborsi menganggap bahwa janin dalam kandungan tidak lebih dari sekedar onggokan daging yang memilili potensi untuk hidup.

Janin Itu Dianggap Parasit dan Sampah

Amerika, sebagai negara yang dikenal sangat menghormati hak-hak asasi makhluk hidup, pada tanggal 21 Januari 1973 membuat peraturan yang menetapkan bahwa wanita memiliki hak untuk melakukan aborsi. Sejak saat itu setidaknya lebih dari 1,5 juta anak menjadi korban aborsi di negara tersebut. Jumlahnya lebih dari 10 kali jumlah korban perang yang pernah ada di Amerika. Hingga tahun 1996, jumlah tindakan aborsi di Amerika mencapai 2 juta kasus pertahun.

“Daniel S. Green dari Washington Post mengatakan bahwa pada tahun 1996, di Amerika setiap tahun ada 550.000 orang yang meninggal karena kanker dan 700.000 meninggal karena penyakit jantung.
Jumlah ini tidak seberapa dibandingkan jumlah kematian karena aborsi yang mencapai hampir 2 juta jiwa di negara itu. “(www.kompas.com)


Di negara yang dikenal mayoritas penduduknya beragama Kristen ini, ada 2 kubu utama yang saling berseberangan, yaitu “Pro Choice” dan Pro Life”. Pandangan kubu Pro Choice, atau Pro Pilihan, intinya adalah bahwa tubuh wanita adalah miliknya sendiri.  Jadi ia punya hak untuk mengaborsi anak yang dikandungnya. Kubu ini beranggapan bahwa tindakan aborsi bukanlah suatu tindakan pembunuhan, karena pada hakekatnya janin yang berada dalam kandungan si ibu hanyalah onggokan daging yang tumbuh. Ia tidak lebih dari sekedar produk penipuan, sekedar sel palopi dalam kandungan, sekumpulan sel akibat dari sel telur yang dibuahi dan ataupun kesatuan janin dengan plasenta.

Sebuah buku pelopor gerakan feminis di Amerika menyatakan bahwa bayi dalam kandungan yang berusia 8 minggu merupakan sekumpulan jaringan sebesar 1 inchi yang mudah hancur serta merupakan parasit di dalam tubuh ibunya.

Bahkan Harry A. Blackmun, seorang hakim dari Amerika berpendapat bahwa bayi dalam kandungan sama saja dengan suatu potensi kehidupan saja, artinya bayi bukan suatu pribadi dan tidak punya hak untuk hidup.(Presentasi Video “The Massacre of Innosence”)

Kasus aborsi di Indonesia tidak kalah mengerikan dibandingkan dengan negeri Paman Sam ini.

Setiap tahun di Indonesia diperkirakan terjadi sekitar 2,3 juta aborsi, di antaranya akibat kegagalan kontrasepsi, kebutuhan hidup yang tak mencukupi, kehamilan remaja, dan aborsi spontan. Hal ini merupakan suatu masalah kesehatan masyarakat yang amat serius, di samping aborsi juga banyak menyebabkan kematian perempuan dewasa maupun remaja secara tidak aman. Pendapat ini dikemukakan Dr Biran Affandi SpOG, Ketua Umum Perhimpunan Obstetri Ginekologi Indonesia (POGI) dalam Pertemuan Koordinasi ke-19 Kesehatan Reproduksi di Indonesia yang diadakan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di Gedung Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Jakarta, Kamis (2/3).(artikel kompas.com)

Menurut hukum-hukum yang berlaku di Indonesia, aborsi atau pengguguran janin termasuk kejahatan, yang dikenal dengan istilah “Abortus Provocatus Criminalis”. Berikut ini elaborasi praktik aborsi dari sudut pandang hokum.

Secara hukum, ada banyak pihak yang bisa tergolong dalam pelaku aborsi. Pihak-pihak yang dapat terkena sanksi hukum ialah:
1.   Ibu yang melakukan aborsi,
2.   Dokter atau bidan atau dukun yang membantu melakukan aborsi, dan
3.   Orang-orang yang mendukung terlaksananya aborsi.

Berikut ini beberapa pasal dari hukumn yang mengatur tentang tindakan aborsi di negara kita.

Pasal 229

1.Barang siapa dengan sengaja mengobati seorang wanita atau menyuruhnya supaya diobati, dengan diberitahukan atau ditimbulkan harapan, bahwa karena   pengobatan itu hamilnya dapat digugurkan, diancam dengan pidana penjara paling lama empat tahun atau denda paling banyak tiga ribu rupiah.

2.Jika yang bersalah, berbuat demikian untuk mencari keuntungan, atau menjadikan     perbuatan tersebut sebagai pencarian atau kebiasaan, atau jika dia seorang tabib, bidan atau juru obat, pidananya dapat ditambah sepertiga.

Pasal 341

Seorang ibu yang, karena takut akan ketahuan melahirkan anak, pada saat anak dilahirkan atau tidak lama kemudian, dengan sengaja merampas nyawa anaknya, diancam, karena membunuh anak sendiri, dengan pidana penjara paling lama tujuh tahun.

Pasal 342

Seorang ibu yang untuk melaksanakan niat yang ditentukan karena takut akan ketahuan bahwa akan melahirkan anak, pada saat anak dilahirkan atau tidak lama kemudian merampas nyawa anaknya, diancam, karena melakukan pembunuhan anak sendiri dengan rencana, dengan pidana penjara paling lama sembilan tahun.

( dikutip dari Youth Bethany-Genetic Foundation)

Masih banyak pasal-pasal lain yang semestinya sanggup membendung tindakan-tindakan aborsi. Namun mengapa jumlah aborsi di Indonesia bisa mencapai angka 2,3 juta kasus setiap tahun?

Kontroversi Tentang Pandangan Aborsi


Benarkah aborsi merupakan pembunuhan? Pertanyaan inilah yang berpotensi melegalkan tindakan aborsi. Menggugurkan kandungan atau dalam dunia kedokteran dikenal dengan istilah “abortus”. Berarti pengeluaran hasil konsepsi (pertemuan sel telur dan sel sperma) sebelum janin dapat hidup di luar kandungan. Ini adalah suatu proses pengakhiran hidup dari janin sebelum diberi kesempatan untuk bertumbuh. Kembali sedikit mengulas materi aborsi dari gF edisi 4 tahun I , tentang 2 macam aborsi.

ABORTUS SPONTANEOUS

Yaitu aborsi yang terjadi langsung dengan sendirinya tanpa suatu tindakan, baik mekanis maupun medis.  Umumnya aborsi ini terjadi pada kehamilan usia 4-20 minggu.  Biasanya terjadi akibat kelalaian yang tidak disengaja atau direncanakan, seperti : aktivitas berlebihan sehingga terlalu capek, penyakit akut yang diderita ibu atau kelainan hormon.  Akibatnya terjadi kontraksi uterus sehingga janin gugur dengan sendirinya.  Secara klinis abortus spontaneous ini dibedakan jadi 6 jenis, namun di sini kami tidak ingin mengulasnya. Karena secara hukum, aborsi yang terjadi tanpa campur tangan dan kehendak manusia, bukanlah sebuah pelanggaran hukum.

ABORTUS YANG DISENGAJA (Artificialis abortion)

Artinya menggugurkan dengan sengaja, digolongkan 2 bagian :

a.Abortus medis (therapeutic abortion), tindakan untuk mengakhiri kehamilan dengan maksud menjaga kesehatan ibu atau tindakan medis menyelamatkan nyawa ibu

b.Abortus kriminalis, usaha untuk mengeluarkan janin dari kandungan secara tidak wajar.  Dilakukan karena kehamilan yang tidak diinginkan, kasus perkosaan, hubungan seks antar anggota kelaurga (incest), alasan sosial ekonomi, tujuan kontrasepsi

Janin dalam kandungan ibu, berapapun usianya, layakkah di sebut makhluk hidup? Haruskah hak-hak asasinya kita hormati? Definisi apa yang sudah pantas disebut sebagai makhluk hidup memang diperlukan untuk menganalisa masalah ini.

"Seharusnya kalangan dokter di Indonesia mengupayakan agar ada kejelasan soal definisi dimulainya kehidupan pada kehamilan seperti yang sudah dianut oleh Ikatan Dokter Dunia.” kata Azrul Azwar, yang juga Ketua Umum Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI).(www.kompas.com)

Dr. Mary Calderon, seorang pendukung Aborsi mantan Direktur Medis Planned Parenthood mengakui pada American Journal of Public Health, bahwa aborsi adalah pencabutan kehidupan. Walaupun Dr. Mary Calderon termasuk pendukung aborsi, namun penganut pendukung aborsi yang lain menolak untuk menerima istilah pembunuhan. Sebuah artikel di California Medicine membahas alasan tidak logis kaum Pro-Aborsi di Amerika. Dituliskan bahwa mereka tidak mau menerima istilah membunuh bayi. Dalam dunia kedokteran ada sebuah sumpah yang selama berabad-abad diucapkan oleh seorang dokter yang menjadi standar moral berkaitan dengan profesinya.

“ Aku tidak akan memberikan obat yang mematikan pada siapapun juga, dan juga tidak akan menawarkan nasehat yang mematikan. Aku akan menjaga diri agar tidak bercela dan suci”.

Sumpah yang begitu indah ini pada kenyataannya kerap kali menjadi sumpah palsu. Kata-kata yang agung tadi diberi bingkai yang indah dan digantung di rumah-rumah sakit, namun di tempat-tempat itu juga jutaan kehidupan dibunuh setiap tahun melalui aborsi.

Dr. Szenens, seorang dokter yang mengurusi masalah kandungan sebuah rumah sakit Amerika, saat itu berusia 36 tahun pada awalnya melakukan pengguguran pada janin-janin kecil. Detakan dan gerakan dari janin ini tidak begitu nyata dan sulit untuk disebut makhluk hidup. Berikutnya ia dan timnya mulai melakukan pengguguran janin-janin yang lebih besar lagi, yaitu yang berusia 15 – 16 minggu. Begitu seterusnya meningkat terhadap janin yang lebih dewasa. Suatu ketika mereka menyuntikkan cairan garam ke dalam sebuah rahim. Mereka melihat gerakan-gerakan dalam rahim, janin itu menendang-nendang dengan panik dalam keadaan sekarat. Pastilah ini gara-gara racun garam yang ditelannya.

“ Engkau dapat memalingkan mukamu atau menghibur diri dengan mengatakan bahwa itu hanya disebabkan oleh kontraksi otot-otot rahim saja. Tapi bagaimanapun juga hal ini menekan batin kami. Sebagai dokter kami mengerti betul bahwa buian itu yang sebenarnya terjadi. Mungkin ada alasan yang cukup kuat bagi seorang dokter untuk melakukan pengguguran, yaitu tekanan batin wanita yang tidak ingin hamil. Tapi apapun alasannya, itu adalah pembunuhan.” Ujar Dr. John Szenens.(Artikel Last Days Ministry, oleh Melody Green)

Sudah sepatutnya bahwa tindakan aborsi tidak bisa dibenarkan. Apalagi resiko kematian wanita dalam tindakan ini juga cukup tinggi. Larangan tindakan aborsi tetap tidak bisa mencegah pembunuhan masal ini, masalah barupun muncul. Lantas akan dikemanakankah bayi-bayi tadi?

"Pelarangan aborsi tanpa memberi solusi adalah tidak rasional. Jika memang dilarang, pemerintah harus membuat tempat penampungan bagi perempuan selama kehamilan dan melahirkan, serta ikut menanggung pemeliharaan anak yang dilahirkan,")

Demikian pendapat Zumrotin KS dari Forum Kesehatan Perempuan dalam dialog publik "Hak Reproduksi Perempuan dan Aborsi yang Aman", hari Kamis (14/12) di Jakarta. (www.kompas.com)

Pendapat Zumrotin ini sudah sepatutnya diperhatikan pemerintah, namun persoalan tidak berhenti sampai di sini. Prof dr Sudradji Sumapradja SpOG dari Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia menjelaskan, Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) melarang aborsi untuk mencegah kematian ibu akibat aborsi tidak aman oleh dukun pada zaman dulu. Menurutnya, dengan kemajuan teknologi kedokteran, saat ini aborsi sudah bisa dilakukan secara aman.



Undang-undang No 23/1992 tentang Kesehatan berupaya memperbaiki hal itu dengan melegalkan aborsi dengan indikasi medis. Namun diakui, definisi aborsi dalam UU itu salah, karena didasarkan sumpah dokter (Hippocrates) yang menyatakan, "menghormati makhluk insani sejak pembuahan". Karenanya, yang harus dilakukan adalah mengamandemen UU terutama mendefinisikan aborsi sesuai dengan pengertian kedokteran, yaitu pemberhentian kehamilan sebelum janin mampu hidup di luar kandungan. Dengan definisi itu, aborsi legal dilakukan sampai usia kehamilan 22 minggu.(www.kompas.com)

Tentu saja paradigma aborsi todak bisa dipandang dari sisi si ibu saja. Bagaimana dengan makhluk hidup yang terkandung di dalamnya? Siapakah yang memperjuangkan hak-haknya? Setujukah kita jika janin dan bakal bayi tersebut tidak dianggap sebagai makhluk hidup? Permasalahan yang muncul di sini, adalah definisi sejak kapan kehidupan itu berasal sehingga dia perlu dihargai hak-haknya. (bersambung) www.gfreshmagazine.com

Sunday, April 11, 2010

AWAL MANUSIA SECARA MEDIS

Almarhum Dr. Jerome Lejeune adalah seorang profesor genetik di Universitas Rene Descartes, Paris. Ia pernah menerima Penghargaan Kennedy dari Presiden Kennedy karena berhasil menemukan kelainan genetik Down’s Syndrome yang disebabkan oleh kromosom ekstra (Trisomy 21).  Dr. Lejeune telah menyumbangkan banyak penelitian genetik untuk mencegah dan mengobati Trisomy 21. Di depan sub-komite Hukum Senat Amerika, beliau menerangkan kapan persisnya kehidupan seseorang dimulai.

Ilmu biologi modern mengajarkan kepada kita bahwa persatuan antara para leluhur dengan keturunannya terjadi karena adanya mata rantai yang berkesinambungan dari pembuahan sel wanita (indung telur) oleh sel pria (sperma) yang membuat anggota baru dari sebuah keluarga hadir di dunia.  Kehidupan mempunyai sejarah yang amat sangat panjang, tetapi setiap individu memiliki permulaan yang rapi, yaitu saat terjadinya pembuahan.



Mata rantai yang dimaksud ialah DNA. Dalam setiap sel reproduksi yang bentuknya seperti pita sepanjang kira-kira satu meter, terdapat beberapa kromosom (23 kromosom pada manusia). Setiap kromosom digulung dan dibungkus dengan hati-hati (seperti pita magnetik dalam sebuah kaset mini). Jika kita melihat melalui mikroskop, bentuknya mirip sebuah batang. Tak lama setelah 23 kromosom seorang pria bertemu dengan 23 kromosom seorang wanita dalam sebuah pembuahan, semua informasi genetik dari seseorang yang belum dilahirkan telah diperoleh. Seperti sebuah pita magnetik (bila diputar di tape recorder akan mengeluarkan bunyi simfoni yang indah), kehidupan baru mulai menyatakan siapa dirinya tak lama setelah pembuahan terjadi. Alam bekerja seperti itu. Kromosom-kromosom adalah tabulasi hukum kehidupan, saat mereka bersatu membentuk makhluk baru (maksudnya pembuahan), kromosom-kromosom itu telah menoktahkan keadaan seseorang.

Berdasarkan keterangan di atas, secara genetis, konsep kehidupan manusia sudah dimulai pada hari pertama saat terjadinya pertemuan antara Spermatozoa (sel ayah) dan sel Ovum (sel ibu), yang dikenal sebagai peristiwa Pembuahan. Mahluk hidup yang baru berusia satu hari ini disebut dengan Zygote. Ukurannya sangat kecil, tidak terlihat oleh mata biasa, tetapi  sudah ada dan merupakan buah pribadi hidup yang lengkap, yang telah memiliki 3 elemen dasar kehidupan yaitu tubuh, jiwa, dan roh.

Secara biologis, zygote memiliki ciri-ciri sebagai berikut (walaupun usianya baru beberapa menit):

1.  Ia hidup. ia sudah bernafas secara seluler, bergerak, dan setiap waktu mengadakan proses mitosis secara terus-menerus (pembelahan sel).

2.  Ia sudah memiliki kepribadian sendiri (kepribadian tertentu), misalnya:

  1. Ia sudah tentu seorang laki-laki atau perempuan, tidak dapat berubah lagi.

  2. Ciri khas/bawaan sudah ada di dalam dia, misalnya: rambut lurus atau keriting, hitam atau pirang, warna kulit kuning atau coklat atau putih dan sebagainya, bentuk bibir, bentuk hidung, model telinga, raut wajah, dan sebagainya.

  3. Ia memiliki sifat-sifat dasar, golongan darah, buta warna atau tidak, dan banyak lagi sifat-sifat lain (yang telah ditentukan di dalam susunan genetiknya).


3.  Dari kedua poin tersebut, dapat kita simpulkan bahwa ‘manusia kecil ini’ adalah manusia yang penuh, lengkap, yang  memiliki tubuh, jiwa, dan roh (1 Timotius 5: 23).

4.  Pada usia kehamilan dua bulan, ukuran seorang manusia dari kepala hingga bokong adalah lebih pendek dari ibu jari. Dia dapat dengan mudah dimasukkan ke dalam kulit kacang tanah, tetapi semuanya ada di sana: tangan, kaki, kepala, organ-organ tubuh, otak, semuanya lengkap pada tempatnya.  Jantung sudah berdetak sejak sebulan yang lalu.  Kalau dilihat dengan seksama, kita dapat melihat garis-garis tangan di telapak tangannya. Dengan pembesaran yang memadai, sidik jari janin dapat terlihat. Dokumen-dokumen untuk identitas pribadinya bisa dibuat. Dengan kecanggihan yang luar biasa, kita dapat mengusik privasinya. Hydrophone khusus dapat memperdengarkan musik primitif: suara ketukan yang dalam, berirama 60-70 kali per menit (detak jantung si calon ibu) dan suara ketukan yang cepat, berirama 150-170 kali per menit (detak jantung si janin). Pencampuran kedua irama detak jantung ini seperti perpaduan bunyi bas dan marakas, yang merupakan basis irama musik pop.

Secara biologis, urutan stadium kehidupan mausia dapat didiskripsikan sebagai berikut:

1.   Bersatunya Spermatozoa dan sel telur (masa pembuahan). Pada stadium ini manusia  bernama ZYGOTE.

2.   Zygote bertumbuh, sel-selnya  bermultiplikasi (Mitosis akan membentuk MORULA), kemudian morula akan berkembang dengan sangat cepat  dan mulai membentuk bagian bagian tubuh menjadi BLASTULA (usia kehamilan kurang lebih 2 bulan).

3.   Usia kehamilan 3-4 bulan, semua alat-alat organ tubuh telah lengkap sempurna, walaupun dalam ukuran mini. Pada stadium ini, manusia mini tersebut dikenal dengan nama EMBRIO.

4.   Embrio akan tumbuh terus di dalam rahim. setelah usia kehamilan mencapai  36-40 minggu, manusia tersebut siap untuk dikeluarkan dari kantong rahim ibunya untuk menjadi seorang  BAYI/ OROK / NEONATUS (0 bulan sampai 1 bulan).

5.   Mulai usia 1 bulan sampai 5 tahun disebut BALITA.

6.   Mulai usia 5-12 tahun disebut KANAK-KANAK.

7.  Mulai usia 12-18 tahun disebut REMAJA

8.  Mulai usia 18-24 tahun disebut PEMUDA / DEWASA MUDA

9. Lebih dari 25 tahun disebut DEWASA

Untuk menerima kenyataan bahwa setelah pembuahan berlangsung, seorang manusia baru telah terbentuk, bukanlah persoalan rasa atau pendapat.  Sifat alam manusia dari saat pembuahan hingga hari tuanya bukanlah sebuah anggapan metafisik. Semuanya telah terbukti lewat riset ilmu pengetahuan. Sebagai informasi tambahan, sel telur manusia dibentuk oleh tubuh kira-kira pertengahan siklus menstruasi dan usianya dapat bertahan selama 2 x 24 jam. Jika proses pembuahan terjadi pada saat tersebut, maka bila seorang wanita terlambat haid 1 hari dan ia dianggap positif mengandung, maka usia kandungan sesungguhnya bukan 1 hari, melainkan usia bayi ialah 15 hari. (bm/anakmuda.net)

MamaOla