Tuesday, November 20, 2007

AMBILKAN BULAN BU

Ambilkan Bulan Bu
Ambilkan Bulan Bu
Yang selalu bersinar di langit
Di langit Bulan benderang
Cahyanya sampai ke Bintang

Tau kan lagu anak-anak di atas? Waktu kita kecil kita sangat senang dengan Bulan karena cahyanya benderang. Tapi tau enggak kalo lagu itu rancu? Bukan Bulan yang cahyanya sampe ke Bintang, justru sebaliknya, Bulan mendapatkan cahayanya tersebut dari Bintang, yakni matahari. Bulan tidak mempunyai cahayanya sendiri, ia hanya memantulkan cahaya matahari atau bintang ke bumi. Tetapi Bintang mempunyai cahayanya sendiri, termasuk matahari.

Pernahkah kamu menggelar tikar di lapangan luas pada malam hari dan tidur menatap langit penuh bintang? Sangat indah bukan? Coba kamu gelar tikar itu, pandangi langit sekali lagi, tapi kali ini di siang hari! Hasilnya pasti silau, en kamu cuman liat awan-awan doang. Lho.. bintangnya pada kemana? Apakah bintang-bintang tersebut hilang? Tidak kan? Kamu pasti percaya bahwa bintang-bintang itu masih pada tempatnya. Hanya saja tidak keliatan.

“..supaya kamu tiada beraib dan tiada bernoda, sebagai anak-anak Allah yang tidak bercela di tengah-tengah angkatan yang bengkok hatinya dan yang sesat ini, sehingga kamu bercahaya di antara mereka seperti bintang-bintang di dunia” (Filipi 2:15 ).

Mungkin di antara kita ada yang komplen, kenapa sih Indonesia bahkan dunia ini makin hari makin kacau aja? Kapan sih Indonesia adem ayem tentrem? Kapan sih RT-RW kita adil makmur sejahtera? Kok, makin hari makin gelap aja!

Hey! Liat lagi kalimat terakhir tadi, “kok, makin hari makin gelap aja?”. Bukankah gelap itu adalah kesempatan buat bintang biar kelihatan bercahaya? Ayat diatas bilang kalo kita-kita inilah bintang-bintang yang bercahaya di tengah angkatan yang bengkok dan dunia yang makin gelap! So, jangan komplen kalo makin dunia gelap, karena itu kesempatan anak-anak Tuhan buat bisa mancarin cahayanya.

CARA HIDUP DI BUMI

Orang banyak pikir kita jadi terangnya Tuhan alias jadi bintang-bintangnya Tuhan itu cukup dengan cara berdoa, melayani Tuhan di gereja, memisahkan diri dari “dunia”, hidup “kudus” en suci, layaknya hidup di sorga. Ya, kadang kita tau “cara hidup di sorga”, tapi nggak tau “cara hidup di bumi”!
Gimana emang cara hidup di bumi?

"Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang. Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi. Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu. Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga." (Matius 5:13-16).

Yap. Berbuat baik agar orang memuliakan Bapa. Itulah cara hidup di bumi. Banyak orang berbuat baik. Sidharta Gautama berbuat baik, bahkan Britney Spears berbuat baik, tapi kita harus lebih dari berbuat baik karena 4 alasan:
1. Karena kita cinta Tuhan, cinta jiwa-jiwa dan cinta tanah air.
2. Agar orang melihat dan kemudian memuliakan Bapa di Sorga (Matius 5:16)
3. Karena “..tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik.” (2 Tim 3:17)
4. Karena “..jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa.” (Yakobus 4:17)
5. Karena kita harus berbuat baik meskipun orang lain berbuat jahat kepada kita, “Sebab jikalau kamu berbuat baik kepada orang yang berbuat baik kepada kamu, apakah jasamu? Orang-orang berdosapun berbuat demikian.” (Lukas 6:33).

Banyak orang berbuat baik, Sidharta Gautama berbuat baik bahkan Britney Spearspun berbuat baik, tapi anak-anak Tuhan tidak berbuat baik, itulah hal yang ironis. Dan tragis.

TENGOK
Masih ingat cerita orang Samaria yang menolong orang yang terluka? (Lukas 10:33-35). Atau cerita pemenang Nobel di atas? Atau perjalanan hidup Bunda Theresa?

Coba tengok sekeliling kita. Pernahkah kita ajak makan pengamen yang tiap siang berdiri depan pintu kos sambil menggenjreng gitar bututnya? Pernahkah kita memberi sesuatu yang lebih dari sekeping logam 100 perak sama pengemis yang selalu kita jumpai di depan gerbang kampus? Pernahkah kita turun dari sepeda motor, menutupi lubang-lubang di jalan agar orang tidak terjatuh, lalu berhenti mengomel tentang ketua RW kita yang nggak peduli sama jalanan? Pernahkah kita datang sama tetangga kita yang sakit dan mengantarkannya berobat? Pernahkah kita pergi ke rumah sakit dan menghibur orang yang dalam penderitaan? Pernahkah kita menghampiri tukang parkir di sekolah kita dan memberinya sekaleng kue untuk dia merayakan idul fitri dengan keluarganya?

Lupakanlah diri kita sendiri demi orang lain dan orang lain tidak akan melupakan kita. “Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi” (Matius 7:12).

“Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah.” (Galatia 6:9).

So, hari makin gelap. Waktunya Bintang bercahaya. (F!)

Wednesday, October 24, 2007

PERUMPAMAAN PETER PARKER


Saya nemuin gambar ini somewhere di internet. Lucu juga kalo dibaca. Yesus memberi perumpamaan pada murid-muridNya tentang seorang Peter Parker yang loser dan bodoh dimata manusia lalu dijadikan kuat dan superhero untuk mempermalukan musuh-musuhnya.

Tuesday, August 14, 2007

APA ITU TERANG?

“Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga." (Matius 5:16)

Menurut kamu, apakah yang dimaksud dengan ‘terang’ dalam ayat diatas? Ada yang bilang, jadi ‘terang’ adalah berbuat baik dan berpola hidup yang baik. Apakah kalo kita bertingkah laku baik dan melakukan perbuatan baik itu berarti kita udah jadi ‘terang’?

No! Ternyata tidak! Nah lho! Kalo kita liat di ayat tersebut, ‘terang’ bukanlah perbuatan baik, 'terang' berfungsi agar perbuatan baik yang kita lakukan bisa dilihat orang dan kemudian orang-orang itu bisa memuliakan Bapa/Yesus.

Jadi, ‘terang’ adalah: ‘bersaksi tentang Yesus’ atau ‘berbicara dan memberikan informasi tentang Yesus’. Lho kok bisa? Gini, kalo kita berbuat baik (atau hidup baik), Tuhan bilang kita nggak bisa berhenti disitu aja, tapi orang lain harus tau dan kemudian memuliakan Yesus. Nah gimana caranya orang lain tau dan kemudian memuliakan Yesus kalo kita nggak kasih tau (bersaksi/berbicara/memberikan informasi) tentang Yesus? Tul nggak?

Ayat diatas sering dijadiin dalih/alasan buat kita nggak bersaksi/menginjili. Kita biasanya berdalih kalo bersaksi itu nggak perlu lewat perkataan, cukup dengan perbuatan (ngaku deh, hehe). Ternyata, sebaliknya bo! Ayat ini justru adalah alasan buat kita wajib bersaksi (dengan perkataan/informasi).

Misalnya, kita ngelakuin kegiatan sosial dengan kasih makan gratis ke gelandangan. Apa kita udah jadi terang? Belum, kita baru ‘ngelakuin perbuatan baik’, si gelandangan itu hanya akan berterimakasih dan memuji kebaikan kita (bukan memuji kebaikan Tuhan Yesus!). Kita baru jadi terang kalo kita juga bersaksi/kasih tahu gelandangan itu alasan kenapa kita ngelakuin perbuatan itu (misalnya kasih tahu kalo kita ngelakuinnya karena Tuhan Yesus yang nyuruh kita), maka gelandangan itu akan ‘ngelihat perbuatan baik kita lalu memuliakan Bapa/Yesus’ sesuai dengan ayat di atas. Nah sekarang ngerti kan? Orang-orang nggak bakalan pernah memuliakan Yesus buat segala sesuatu yang kita kerjakan atau yang kita punya dalam hidup kita kecuali kalo kita mengarahkan perhatian mereka pada Yesus! Satu-satunya cara mengarahkannya adalah dengan cara bersaksi tentang Yesus.

Tapi bukan berarti kita berhenti berbuat baik (karena kalo kita berbuat baik pada orang artinya kita berbuat baik pada Yesus juga lho, baca Matius 25:44-45), tapi ternyata berbuat baik aja nggak cukup buat kita bisa jadi ‘terang’. (F!)

Thursday, July 19, 2007

TRANSFORMERS

“no sacrifice, no victory”

Coba survey, film tentang apa yang paling disukai? Mungkin ada yang bilang film tentang robot, tentang mobil, UFO, komedi, perang, film yang ada ledakannya, yang spesial efeknya keren, yang ceritanya bagus en tegang, dan mungkin ada yang jawab film apapun yang bikinan Steven Spielberg deh. Nah, apa jadinya kalo semuanya digabungin jadi satu film? Transformers jadi film paling keren sepanjang jaman!

Gwe gak ada kesempatan terus buat mampir di bioskop untuk nonton film ini, sampe hari terakhir gwe maksain, soalnya film kayak gini gak bisa ditonton di televisi or DVD, harus layar lebar! Spesial efek dan sound efeknya bikin berdecak kagum en nyesel kalo sampe ngedipin mata. Gimana enggak, ada robot raksasa yang bisa berubah jadi mobil keren, cool man!

Jaman dulu kala, ada satu planet yang dihuni dua ras robot: Autobots dan Decepticons yang memperebutkan sebuah benda bernama Allsparks. Pada saat planet mereka hancur, Allsparks hilang dan terdampar di bumi. Kaum Decepticons yang dipimpin Megatron sang robot jahatpun menyusul, hanya saja ia terdampar di benua es yang membuatnya terjebak. Demi agar Allsparks jangan jatuh ke tangan Megatron yang akan menggunakannya untuk memunahkan ras manusia, kaum Autobots yang dipimpin Optimus Prime berusaha mencarinya duluan. Dan hanya Sam Witwicky yang punya benda yang bisa menunjukkan dimana Allpspark berada. Tapi ternyata Megatron terbangun dari tidurnya dan perang memperebutkan Allsparks terjadi… di bumi… dengan taruhan nyawa manusia. http://budchrist.blogspot.com

Decepticons tak peduli dengan nyawa manusia. Mereka menganggap manusia makhluk lemah yang tak layak hidup. Sebaliknya, Autobots berprinsip bahwa manusia harus dilindungi, karena manusia hanyalah ras yang masih muda, perlu banyak belajar dan diberi kesempatan untuk memilih. Bahkan Autobots kerap kali berkorban untuk manusia.

Ceritanya terus menekankan tentang pengorbanan, seperti moto keluarga Witwicky yang berbunyi: ‘No sacrifice, no victory’. Sam tak segan mempertaruhkan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya sang Autobots, dan Optimus Prime pun tak segan menawarkan nyawanya untuk keberlangsungan kehidupan manusia di bumi. (F!)

Wednesday, June 27, 2007

BE FANTASTIC FOUR

Fantastic Four kembali beraksi. Masih inget kan gimana Reed Richards, Sue Storm, Johnny Storm dan Ben Grimm terkena mutasi akibat kabut misterius dari angkasa luar, yang bikin mereka jadi punya kemampuan super? (ditulis oleh Fery!GFRESH! http://www.budchrist.blogspot.com/ dimuat di majalah GFRESH!#80)

Bicara tentang kekuatan super, sebenernya kita-kita ini tanpa sadar diperlengkapi Tuhan dengan kekuatan super, sama kayak para superheroes yang punya misi, kitapun punya misi. Dan setiap orang yang punya misi diperlengkapi dengan perlengkapan dan kemampuan ekstra. Kita mengemban misi amanat agung dari Yesus dan kita diperlengkapi dengan kekuatan super.

“Lalu Ia berkata kepada mereka: "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum. Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh." (Markus 16:15-18)

Apakah kita punya kekuatan super yang dimiliki Fantastic Four (FF)? Absolutely yes! Apa aja tuh?

Mr. Fantastic
Nama aslinya Reed Richards, seorang ilmuwan jenius. Ia bisa melenturkan semua bagian tubuhnya seperti karet sehingga bisa fleksibel, memanjang, memipih dan berubah bentuk.

Kita harus bisa menjadi orang yang fleksibel. Bisa masuk kemana saja. Salomo bilang ada empat binatang yang sangat pintar, diantaranya adalah: Cicak, binatang yang dapat ditangkap dengan tangan, tetapi terdapat di istana raja (Amsal 30:28). Maksudnya, cicak dapat ditemui di rumah manapun, di tempat kumuh or di istana presiden sekalipun, ia bisa masuk kepada kalangan manapun.

Dalam bergaul dan berteman kita harus fleksibel. Menjadi orang yang asik en groovy biar disenangi temen-temen kita. Seperti Paulus bilang: “Sama seperti aku juga berusaha menyenangkan hati semua orang dalam segala hal, bukan untuk kepentingan diriku, tetapi untuk kepentingan orang banyak, supaya mereka beroleh selamat.” (1 Korintus 10:33).

Tapi menjadi fleksibel bukan berarti terpengaruh, justru menjadi pengaruh. Ia merubah bentuk dengan satu misi. Sama kayak Yesus, Allah yang maha tinggi merubah bentukNya menjadi manusia hina dina, bergaul dengan mereka dan menjadi sama dengan mereka. Tetapi Ia membawa satu misi, menyelamatkan mereka. Ketika kita bergaul dengan sebanyak mungkin orang, kita membawa satu misi untuk memperngaruhi semua teman kita kepada kebaikan dan keselamatan.

Paulus juga bilang “Demikianlah bagi orang Yahudi aku menjadi seperti orang Yahudi, supaya aku memenangkan orang-orang Yahudi. Bagi orang-orang yang hidup di bawah hukum Taurat aku menjadi seperti orang yang hidup di bawah hukum Taurat, sekalipun aku sendiri tidak hidup di bawah hukum Taurat, supaya aku dapat memenangkan mereka yang hidup di bawah hukum Taurat.” (1 Korintus 9:19-27). “Segala sesuatu ini aku lakukan karena Injil, supaya aku mendapat bagian dalamnya.” (1 Korintus 9:23). Paulus adalah orang yang fleksibel, ia bisa masuk kemana saja, dan ia menjadi pengaruh di sana.

Tapi hati-hati, banyak dari kita bukan jadi pengaruh, malah terpengaruh. Bergaul dengan orang bejat sungguh mulia jika dengan satu misi menyelamatkan mereka, tapi kalo gak siap mental en roh, bisa-bisa malah ikutan bejat. Makanya Alkitab juga sempet bilang di I Korintus 15:33:” Janganlah tertipu! Pergaulan yang buruk merusakkan ahlak yang baik.”. So, siapkan mental, perbanyak pengenalan firman, latih roh dan kuasai diri dengan misi, barulah cari teman sebanyak-banyaknya! (ditulis oleh Fery!GFRESH! www.budchrist.blogspot.com)

Invisible Girl
Nama gadisnya Susan Storm, tapi tentunya setelah menikah dengan Reed ia punya nama belakang Richards dan berubah menjadi Invisible Woman. Ia punya dua kemampuan khusus, membuat tubuhnya jadi transparan dan membikin sebuah medan kekuatan yang bisa melindungi dan menyerang.

Ada satu istilah: faceless generation, generasi tanpa wajah. Artinya, sebuah generasi yang melakukan segala sesuatu bukan untuk dirinya sendiri tapi untuk Tuhan. Ia tidak kelihatan. Ia kayak invisible. Ia transparan. Ketika melakukan kebaikan, bukan ia yang dilihat... tapi Tuhan. Ketika ia melakukan sesuatu yang dahsyat, ia tidak keliatan.. tapi Tuhan yang dimuliakan.

“Siapa yang berpegang pada suatu hari yang tertentu, ia melakukannya untuk Tuhan. Dan siapa makan, ia melakukannya untuk Tuhan, sebab ia mengucap syukur kepada Allah. Dan siapa tidak makan, ia melakukannya untuk Tuhan, dan ia juga mengucap syukur kepada Allah. Sebab tidak ada seorangpun di antara kita yang hidup untuk dirinya sendiri, dan tidak ada seorangpun yang mati untuk dirinya sendiri. Sebab jika kita hidup, kita hidup untuk Tuhan, dan jika kita mati, kita mati untuk Tuhan. Jadi baik hidup atau mati, kita adalah milik Tuhan.” (Roma 14:6-8).

Satu definisi yang paling tepat untuk kata worship adalah it’s not about us, but all about God. Ketika kita mengaku sedang menyembah, semua adalah untuk Tuhan, bukan untuk kita. Tentang Tuhan, bukan tentang kita. Ketika kita datang ke gereja hari minggu, kita datang to worship God, bukan worship diri sendiri. Tapi banyak dari kita malah mencari kepuasan sendiri, mencari musik yang cocok, mencari khotbah yang lucu, mencari kursi gereja yang cozy dan lupa kalo kita seharusnya datang untuk menyerahkan hidup padaNya. Pas kita sekolah, kita cari pengetahuan dan kepintaran untuk diri sendiri dan lupa bahwa hidup kita adalah untukNya, bahwa kepintaran kita adalah untuk Tuhan. Pas kita bekerja kita mencari uang dan kepuasan diri, padahal kita ditempatkan disana agara kita melakukan sesuatu untukNya. Jadilah gak keliatan, jadilah invisible, dan tonjolkan Tuhan.

“Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.” (Kolose 3:23)

Human Torch
Johnny Storm, dia adalah adiknya Susan. Paling muda di FF en paling gak bisa diatur. Kadang dia menggunakan kekuatannya untuk cari populer or kesenangan pribadi kalo saja ia nggak diperhatiin temen-temennya di FF. Johnny bisa mengeluarkan api dari seluruh tubuhnya sehingga ia bisa membakar dan terbang.

Torch artinya adalah suluh atau obor. Fungsi obor adalah sebagai penerang ketika orang-orang jaman dahulu berjalan di kegelapan malam. Ia lebih terang daripada lilin atau lentera, karena apinya membara sehingga menerangi sekitarnya.

Anak Tuhan bukan hanya sebagai obor, tetapi lebih dari itu, anak Tuhan adalah api. Api sebagai penerang. “Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi. Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu. Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga." (Matius 5:14-16)

Sedikit terbalik dengan menjadi invisible, menjadi human torch kita harus keliatan orang banyak. Tetapi tetap satu tujuannya: supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga. Apapun yang kita lakukan, harus terlihat dengan tujuan agar teman-teman kita, saudara kita, dan semua orang dapat melihat kita dan memuliakan nama Yesus.

Kita adalah penunjuk jalan, kita harus ada di depan orang agar semua orang melihat jalan. Jalan itu adalah Yesus. “Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.” (Yohanes 14:6). Orang yang ada dalam kegelapan gak bisa melihat jalan, mereka bisa masuk dalam lobang atau tersandung. Lebih parah lagi mereka bisa ambil jalan yang salah! Pimpin mereka, tunjukkin jalan yang bener, jadilah jawaban. (ditulis oleh Fery!GFRESH! www.budchrist.blogspot.com)

The Thing
Berbeda dengan FF yang lain, Ben Grimm nggak bisa kembali normal ketika ia termutasi menjadi ‘monster batu’. Seluruh organ tubuhnya berubah menjadi batu. Dalam komik originalnya, sebenarnya The Thing bukan terbuat dari batu tapi dari sisik atau pelat. The Thing punya kekuatan yang sangat besar dan daya tahan yang tinggi.

Jadi anak Tuhan harus tahan banting dan kuat mental. Tuhan mengutus kita ke dunia ini kayak mengutus domba ke tengah serigala, "Lihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala, sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati.” (Matius 10:16). Dunia ini jahat dan semakin memburuk, oleh karena itu kita harus kuat. Inget gak waktu Yosua diberi misi menggantikan Musa? Musa memberi motivasi kepada Yosua, “Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, janganlah takut dan jangan gemetar karena mereka, sebab TUHAN, Allahmu, Dialah yang berjalan menyertai engkau; Ia tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau." (Yosua 31:6). Kita diciptakan sebagai pemimpin yang akan menjungkirbalikan dunia ini. Kita diberi kekuatan oleh Tuhan untuk dapat berkuasa di tengah angkatan manusia. Menjadi anak Tuhan yang sejati adalah bicara tentang menjadi minoritas. Menjadi minoritas kita harus kuat dan tahan banting, karena bagaimanapun kaum minoritas biasanya akan ditindas.

Menjadi tahan banting juga bicara tentang kuat untuk tetap bertahan dalam kebenaran. Nggak ngelakuin yang salah dan selalu melakukan kebenaran. Meresponi segala hal dengan positif sesuai Firman Tuhan dan tetap setia pada keyakinan yang teguh. (ditulis oleh Fery!GFRESH! www.budchrist.blogspot.com)

Wednesday, June 13, 2007

KONTROVERSI LOGO PEACE

Dua surat protes datang ke kantor gue gara-gara gue muatin foto orang pake kaos bergambar logo peace/perdamaian di majalah gue. Yang satu bilang, lambang ini adalah lambang setan. Yang satu lagi bilang kalo lambang ini adalah lambang penghinaan terhadap Kristus (karena berasal dari salib terbaik yang dipatahkan). Ini bikin gue nyarinyari di internet, sejarah dari lambang yang terkenal itu. Ternyata ada perdebatan soal asal-usul lambang ini.

- Lambang ini katanya berasal dari huruf NDP (Campaign for Nuclear Disarmament) dari bendera semaphore sebagai simbol anti nuklir.
- Lambang ini katanya berasal dari 3 jari burung gagak lambang kematian yang digabung dengan lingkaran lambang kehidupan kekal. Simbol ini juga untuk kampanye anti nuklir.
- Lambang ini katanya berasal dari salib yang dipake untuk menyalibkan Petrus dan kemudian dipatahkan ole Kaisar Nero.
- Lambang ini katanya dipakai oleh komunis Nazi.
- Lambang ini katanya berasal dari lambang pemujaan setan yang dipake di abad pertengahan.

Nah, gue pusing deh mana yang bener. Tapi gue pikir, yang pasti lambang ini SEKARANG adalah lambang perdamaian, semua orang di dunia tau kalo ada yang pasang lambang ini, itu artinya lambang perdamaian, sekalipun asal-usulnya ‘gelap’. Apa yang lambang itu ‘represent’ sekarang lah yang penting. Apa yang diinterpretasikan orang sekarang lah yang dipake.

Kalo kita gak mau pake lambang itu gara-gara sejarah lambang itu dulunya buruk, it’s oke, tapi kalo begitu sebaiknya kita juga gak pake lambang salib, sebab salib dulunya adalah lambang kriminalitas dan kehinaan. Jadi kalo kita pake kalung salib, berarti kita penjahat dong? (F! http://www.budchrist.blogspot.com/)

Saturday, May 19, 2007

BIBLE SMACKDOWN

Memberitakan Firman Tuhan ternyata bisa dengan berbagai cara! Di Amrik, sekelompok pegulat melakukan ministry dengan nama WFJ (Wrestling For Jesus), gara-gara mereka melihat terlalu banyak orang yang menonton acara semacam Smackdown (gulat boongan), dan mereka berpikir... kenapa gak bikin acara kayak gitu tetapi sambil memberitakan Injil? Liat di www.wrestlingforjesus.org.

Salah satu adegan yang diperagakan adalah Jesus vs Devils. Dan juga penyiksaan Yesus sampe ke kayu salib.

Baca juga berita-berita unik tentang Yesus di blog-ku yang lain di www.jesusblitz.blogspot.com

MamaOla