Saturday, June 7, 2008

BIBLICAL CASPIAN

Ada yang bilang buku The Chronicles of Narnia memang dibuat C.S.Lewis khusus untuk mengajarkan anak-anak tentang alkitab, meskipun ada juga yang bilang kalo hal itu baru ditambahkan olehnya setelah ceritanya jadi. Apapun, kayaknya kita semua setuju kalo cerita karangan C.S.Lewis ini memang kental dengan simbol kekristenan. Termasuk filmnya (mengingat ada beberapa perubahan yang dilakukan oleh produser). Dimulai seri ke satu: The Lion, the Witch and the Wardrobe, yang bercerita tentang pengorbanan Yesus menebus manusia dari dosa, kini Prince Caspian mengajarkan kita tentang iman.

Sinopsis: Setahun sudah sejak 4 bersaudara Peter, Susan, Edmund dan Lucy meninggalkan Narnia, tapi sekitar 1300 tahun berjalan di negeri Narnia. Narnia kembali mengalami perang dan kalah. Kaum manusia pendatang (telmarines) menjajahnya dan membuat penduduk Narnia ‘punah’. Ternyata mereka masih tersisa, dan Pangeran Caspian dari Telmarine tanpa sengaja memanggil keempat bersaudara ini kembali ke Narnia. Mereka harus memimpin Narnia merebut kembali tanahnya. Tapi Aslan, sang penguasa Narnia, menghilang.

SPIRITUAL SYMBOL
- Aslan: masih sama seperti di film pertamanya, Aslan adalah simbol dari Tuhan, Christ figure. Di film ini, tema besarnya adalah ‘mencari Aslan’, karenanya Aslan hanya muncul di bagian akhir. Menggambarkan pencarian manusia akan Tuhan dan pertolonganNya. Kadang Tuhan bersembunyi untuk menguji manusia.


“Kata mereka: "Di manakah janji tentang kedatangan-Nya itu? Sebab sejak bapa-bapa leluhur kita meninggal, segala sesuatu tetap seperti semula, pada waktu dunia diciptakan." …. Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat. Tetapi hari Tuhan akan tiba seperti pencuri. Pada hari itu langit akan lenyap dengan gemuruh yang dahsyat dan unsur-unsur dunia akan hangus dalam nyala api, dan bumi dan segala yang ada di atasnya akan hilang lenyap. (2 Petrus 3:4-10)

- Pangeran Caspian: dia adalah calon raja, tapi untuk menjadi raja ia harus melewati banyak rintangan. Menggambarkan bahwa segala sesuatu ada prosesnya dan motivasi dibalik kesuksesan. Dan seringkali proses itu panjang dan berat. Banyak pilihan harus dibuat. Dan Caspian sempat diuji motivasinya, apakah dendam (karena ayahnya dibunuh) atau ingin memulihkan negerinya.

- Peter: seorang raja Narnia yang punya hati melayani. Ia bersedia melayani Pangeran Caspian. Menggambarkan servant leadership, kepemimpinan yang melayani. Tapi juga Peter menggambarkan iman yang lemah (karena tidak percaya bahwa Aslan masih ada) dan mengandalkan kekuatan manusia (ketika menyerang Telmarine tanpa mencari Aslan terlebih dahulu).

- Susan: awalnya dia ketakutan akan semua yang terjadi. Tapi ketakutan itu dia ubah jadi kepercayaandiri.

- Edmund: dalam film pertamanya, ia adalah sang pengkhianat. Tapi kali ini ia menebusnya dengan berjuang di jalan yang benar. Sama seperti Petrus yang menyangkal Yesus, tapi kemudian menebusnya dengan menjadi rasul yang berkuasa. Menggambarkan pertobatan yang berbuah.

- Lucy: hanya dia yang yakin telah melihat Aslan (yang menghilang ratusan tahun), tapi ia harus bimbang karena tidak ada satupun yang percaya padanya. Lucy menggambarkan iman yang teguh yang pada akhirnya menyelamatkan semua. Karena keyakinannya pada Aslanlah yang membuat pertempuran yang tidak seimbang dapat dimenangkan. Ia harus teguh meyakinkan semua orang akan keberadaan Aslan. Lucy juga menggambarkan bahwa sekalipun dia yang paling kecil, tapi bersama Aslan, dia paling besar! (renungkan adegan Lucy menghadapi ribuan tentara Telmarine hanya dengan sebilah belati kecil, tapi dengan Aslan di belakangnya, pasukan itu tunggang langgang).

- Trumpkin: dia adalah penduduk Narnia yang tersisa dari kaum dwarf, setelah menghilangnya Aslan, ia jadi skeptis dan pesimis. Menggambarkan kita yang mungkin sekian lama tak merasakan kehadiran Tuhan atau berpikir Tuhan itu tidak ada atau tidak adil. Pandangannya selalu pesimis dan selalu meremehkan hal rohani. Pada akhir cerita, Aslan mengaum padanya, menghapus segala ketidakpercayaannya.

- Reepicheep: Bangsa tikus penduduk Narnia. Pejuang yang tangguh tapiu sombong. Ia selalu tersinggung jika ada yang meremehkan dia (karena dia seekor tikus) dan mengatakan dia lucu. Melambangkan kesombongan manusia akan kemampuannya. Ketika ia kehilangan buntutnya dalam perang, ia meminta Aslan untuk menumbuhkannya lagi karena ia malu kalo tidak punya buntut. Aslan bilang bahwa Reepicheep jangan memikirkan harga dirinya tetapi pikirkan kepentingan rakyatnya.

- The White Witch: Penyihir Putih yang sudah dikalahkan Aslan dan dikurung di tembok es. Ia muncul kembali dan ingin dibebaskan dengan menawarkan pembalasan dendam kepada Caspian dengan cara meminta darahnya. Menggambarkan ketika kita dikuasai dendam, iblis berusaha masuk dan mempengaruhi kita agar kita dikuasai olehnya.

RENUNGAN DARI KUTIPAN FILM

- Lucy bilang kalo ia melihat Aslan. Semua tidak ada yang percaya. Peter bilang ‘Kenapa saya tidak melihatnya?’. Lucy menjawab, “Mungkin karena kamu tidak mencarinya”.

Apakah Tuhan ada? Kenapa Dia tidak menampakan diri? Kenapa Tuhan diam saja? Kenapa Tuhan membiarkannya? Kenapa Tuhan tidak menolong? Dimana Tuhan? Mungkin pertanyaan serupa pernah kita tanyakan. Kenapa? Jawabannya mungkin karena kita tidak betul-betul mencariNya.

- Ketika tidak ada yang percaya bahwa Lucy melihat Aslan, Edmund bilang: “Terakhir kali aku tidak percaya pada Lucy, aku terlihat seperti orang bodoh”.

Edmund menggambarkan kita yang sebenarnya ingin percaya, tapi takut untuk melakukannya apa yang kita percayai. Ia sedikit percaya pada Lucy untuk mencari Aslan, tapi kemudian ia ikut dengan yang lain untuk menempuh jalan sendiri.

- Peter bilang, seandainya saja Aslan bisa memberikan semacam ‘bukti’ akan kehadirannya di hutan tempo hari. Lucy menjawab, “Mungkin justru kitalah yang harus membuktikan diri kita padanya”.

Kadang kita minta bukti akan keberadaan Tuhan, kemahakuasaanNya, kebaikanNya, mujizatnya, pertolonganNya, kehadiranNya. Tapi apakah kita sudah cukup bisa membuktikan diri kita padaNya? Mungkin kita juga bilang kalo kita percaya padaNya, tapi apakah Tuhan percaya pada kita?

“…banyak orang percaya dalam nama-Nya, karena mereka telah melihat tanda-tanda yang diadakan-Nya. Tetapi Yesus sendiri tidak mempercayakan diri-Nya kepada mereka, karena Ia mengenal mereka semua, dan karena tidak perlu seorang pun memberi kesaksian kepada-Nya tentang manusia, sebab Ia tahu apa yang ada di dalam hati manusia.” (Yohanes 2:23-25)

- Ketika Lucy bertemu dengan Aslan, Lucy bilang kalo Aslan terlihat lebih besar. Lalu Aslan menjawab, “Setiap tahun kamu bertumbuh, begitu juga dengan aku”. Versi bukunya bilang, “Setiap tahun kamu bertumbuh, kamu akan melihatku semakin besar”.

Semakin rohani kita bertumbuh, kita akan semakin menyadari bahwa Tuhan adalah segalanya. Tuhan akan semakin besar, dan kita akan jadi semakin kecil. “Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil.” (Yohanes 3:30). Sebaliknya jika kerohanian kita menurun, maka kitalah yang menjadi semakin ‘besar’ dan melupakan Tuhan.

- Ketika Lucy bertemu dengan Aslan dan bertanya kenapa Aslan tidak menolong penduduk Narnia seperti yang pernah dilakukannya dulu, Aslan menjawab “Tidak ada hal yang sama terjadi berulang”.

Pertolongan Tuhan sering kali tidak berpola. ‘Pengalaman’ bukanlah guru yang terbaik, bahkan kadang jadi guru yang buruk. Perjalanan hidup kita harus selalu minta petunjuk Tuhan, karena seringkali Tuhan punya rencana yang berbeda dari yang pernah kita alami sebelumnya. Sama kayak Daud yang harus selalu minta petunjuk Tuhan untuk berperang, Tuhan tak pernah memberikan strategi yang sama untuk menghadapi musuh yang berbeda. Suatu saat mungkin Tuhan memberikan jalan keluar A, tapi berikutnya sekalipun kasusnya sama tetapi Tuhan bias saja memberikan jalan keluar B, karena hanay Tuhan yang tau apa yang terbaik.

- Ketika Peter mengambil keputusan untuk menyerang Telmarine tanpa mencari dahulu Aslan, Lucy bertanya: “Kau melakukan ini untuk siapa?”

Seringkali kita seolah-olah melakukan kebenaran atau hal untuk kebaikan, tapi selidikilah motivasi terdalam kita. Apakah untuk memuliakan Tuhan atau memuliakan diri sendiri? Untuk menolong orang lain atau ego?

- Ketika tahta Narnia akan diberikan pada Caspian, dengan rendah hati Caspian bilang: “Aku pikir aku tidak pantas (untuk menjadi raja Narnia)” dan Aslan bilang, “Justru karena alasan itulah, saya tau kamu pantas”.

Kerendahanhati adalah tanda kita siap menjadi pemimpin yang baik. Yesus sendiri menekankan: “Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan barangsiapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hambamu; sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang." (Matius 20:26-28). (by FeryGFRESH! www.kacamata3d.blogspot.com, jangan beli bajakan!)
HOME

Sunday, May 18, 2008

PARAH!!!!

Mia, ponakan saya lagi ikut ujian akhir nasional (uan) di SDnya minggu lalu. Di hari pertama ujian, dia ditawari secarik kertas bocoran dari temannya. Katanya bocoran itu dia dapet dari salah satu guru di situ lantaran takut SDnya dapet malu kalo murid-muridnya gak lulus semua!

Mia sejak kecil dididik ortunya (kakak saya) untuk memegang prinsip. Salah satunya adalah untuk jujur dan belajar sungguh. Dan saya salut sama ponakanku yang satu ini, dengan yakin dia menolak kertas bocoran itu dan berkata, “Kalo saya nyontek, buat apa saya bangun subuh-subuh untuk belajar selama ini?”. Standing Applause! Anak SD udah punya integritas tinggi! Sayapun memberi tambahan semangat padanya, “Mia, sekalipun nanti nilai Mia mungkin lebih rendah daripada temen-temen Mia yang lain, justru Mia harus bangga!” Dan dia membuktikan nilainya bagus-bagus tanpa harus ikut korupsi!

Hati ini sedih. Pantes aja negara ini penuh dengan koruptor, karena sewaktu kecil mereka sudah dididik untuk menjadi seorang koruptor. Tanpa sadar. Dan ini dilakukan oleh orang-orang tua dan guru-guru kita. Kok bisa?


Saya mampir di pameran perpisahan anak TK di sebuah sekolah ternama. Disitu dipajang ‘hasta karya’ anak-anak TK. Ada telur dihias pita, ada lukisan krayon, dsb. Saya mengernyitkan dahi. Ada beberapa karya yang memang terlihat seperti karya anak TK, tapi banyak diantaranya tidak mungkin dibuat oleh anak TK! Masa ada karya model rumah dari kayu dengan furniture detil! Satu lagi… ada lukisan monalisa mirip banget sekalipun dari krayon! Siapa lagi yang bikin kalo bukan ortunya (or sodaranya). Sejak kecil kita terbiasa untuk mementingkan nilai raport dan apa kata orang dibanding ‘belajar’. Gapapa hasta karya dibikinin ortu yang penting bagus. Gapapa pe-er dikerjain kakak yang penting lulus. Dan kita belajar untuk curang sejak kecil.

Wednesday, May 14, 2008

JANGAN SALAH PAKE KACAMATA

LIFE IS BEAUTIFUL
Aku nonton lagi my favorite film berjudul Life Is Beautiful, film drama komedi pemenang Academy Award 2000 untuk skenario terbaik kategori film non Amerika. Film ini menceritakan tentang kasih seorang ayah yang tidak ingin anaknya yang masih kecil menderita. Di tengah tekanan Nazi jaman itu, sang ayah yang adalah keturunan Yahudi harus mengalami kerja berat sementara orang yang tidak mampu bekerja, seperti anak kecil dan orang tua, habis dibantai. Sang ayah memberikan suatu sudut pandang kepada anaknya, ia mengatakan kepada anaknya bahwa semuanya hanya permainan seperti petak umpet dengan Nazi, jangan sampai ketahuan dan jika mengikuti aturan akan mendapat point dan jika bisa ngumpulin 1000 poin maka akan dapet hadiah utama. So, sementara semua dianiaya oleh Nazi, si anak menikmati masa kecilnya bermain petak umpet dengan gembira karena ia memandang semuanya hanyalah permainan.

KACAMATA
Life is beautiful, betul kata Antonio Benigni, pemain ayah dalam film itu, tergantung bagaimana kita memandangnya. Optimis or pesimis. Si Bowo dan Si Gun-gun dikirim bosnya buat survey perluasan pasar untuk produk sendal jepitnya ke Kuruwawa, sebuah dusun luas di pedalaman Afronisia. Seminggu kemudian mereka pulang membawa berita yang sama but beda buat bosnya. Bowo melapor bahwa, “Bos! Semua orang disana nggak ada yang pake sendal! Waduh, jangan mau jualan sendal jepit di Kuruwawa! Nggak bakalan laku!”, sementara Jordan melapor, “Bos! Semua orang disana nggak ada yang pake sendal! Ini kesempatan kita untuk masarin produk kita! Pasti laku, Bos! Hua ha ha”. Pesimis atau optimis tergantung kacamata.

Si Yobulu dan Mapili, sebut saja begitu, adalah teman segank-nya Yosua dan Kaleb. Mereka adalah empat orang dari selusin orang yang diutus Musa buat survey juga, kali ini ke tanah Kanaan, sebelum mereka semua bisa masuk ke kota itu. Pulangnya mereka laporan. Si Yobulu dan Mapili berkata, “Musa, di Kanaan buanyak raksasa, dan kita kayak belalang en bisa dijadiin santapan buat mereka! Sebaiknya kita jangan masuk ke sana!”. Serupa tapi tak sama hasil laporannya Yosua dan Kaleb, “Musa, Kanaan buanyak raksasa, dan mereka bagaikan belalang en sarapan buat kita, karena kita datang bersama Tuhan pencipta langit bumi! Mari kita masuk ke dalamnya!”. Pesimis atau optimis tergantung kacamata.

Seekor marmut kaku melihat seekor kobra menatapnya penuh rasa lapar. Mata kobra menghipnotis menusuk bola mata dan nyali si marmut yang tak bisa menggerakkan anggota badannya yang tiba-tiba kaku padahal si kobra masih dua meter jaraknya. Sampai akhirnya seorang pengembara menghalangi pandangan si marmut sehingga dia dengan secepat kilat masuk ke lubang pohon. Coba kalo dari tadi si marmut nggak terfokus sama si kobra, pasti nggak kaku dan bisa langsung lari. Tergantung kacamata!

Daud dibanding kakak-kakaknya? Jauuh man! Daud kecil imut sementara kakak-kakaknya tinggi besar en udah digojlok di militer. Lalu Daud dibanding Goliat? Bukan jauh lagi, tapi puluhan kali bolak balik Cirebon-Venezuela nggak nyampe-nyampe saking jauhnya. Raja Saul dan orang Israel mukanya pucat pasi, lidah menjulur, mata melotot, keringat membanjir, gara-gara ketakutan sama Goliat. Tapi apa kata si imut Daud? “Dasar Goliat bongsor, kamu boleh datang pake pedang panjang, tapi aku datang dalam nama Tuhan pencipta langit dan bumi!” dan syut... BAM! jidat Goliat ancur kena ketepel Daud. Gubrak! Pesimis atau optimis. Daud memakai kacamata Allah, melihat kepada Allah dan bukan pada Goliat. Kacamata.

Pas Stefanus dilempari batu, ia memakai kacamata Allah, ia tidak melihat batu-batu itu, tetapi melihat orang-orang yang melemparinya dan berdoa mengampuninya.

Pas murid-murid Yesus terjebak cuaca badai di tengah laut, mereka salah memakai kacamata, yang hanya melihat badai, padahal disitu ada Yesus sang pencipta cuaca.
Pas kita berhadapan dengan iblis, muka dengan muka, pake kacamata yang tepat, sehingga kita nggak terfokus pada gigi taring si iblis yang cuman boongan, tetapi kepada sendal yang dipake Yesus yang siap menginjak-injak si iblis. (Lukas 10:19).
Kacamata apa yang sedang kita pake? Itu akan sangat menentukan jalan hidup kita. Sayangnya, pas kita lagi dalam masalah, seringkali kita salah pake kacamata yang hanya melihat kepada besarnya masalah itu, akibatnya kita jadi menyerah pada keadaan, hati jadi pahit dan kecewa sama orang lain, pikiran jadi pesimis melulu, iman tidak lagi jadi berfungsi dan masalah rasanya besaaar sekali. Padahal ada yang lebih besar. Yesus. (F! www.kacamata3d.blogspot.com)

Saturday, May 10, 2008

HOAX ANTIKRIS-666

Kayaknya bukan saya aja yang dibombardir dengan sms dan email yang bilang kartu AXIS dari antikris or 666 or or gereja setan. Saya cuman tersenyum dan langsung delete aja. Sudah pasti hoax.

Hoax: An act, document or artifact intended to deceive or defraud. (urbanlegend.com)

Hoax adalah usaha untuk memperdaya orang-orang agar mempercayai sesuatu yang salah menjadi benar (id.wikipedia).


Eeeehhh… barusan banget saya dapet sms yang baru:
Tgl 11-13 Mei akan dilepas roket satelit 666/antikris ke angkasa untuk menangkap jiwa-jiwa lewat no hp-nya. Jadi dihimbau tgl 11-13 Mei harap lepas kartu dari hp untuk sementara… bla-bla-bla


OmyGod! Plis stop being bodoh. Biasanya hoax itu:
- Gak ada pengirim/penulis aslinya.
- Pake huruf capital en urgent, memaksa, menyuruh untuk memforward (bahkan ada yang pake ancaman, misalnya kalo gak diforward bakalan celaka dsb, huehehe).
- Gak ada bukti akurat atau keterangan sumber yang bisa dipercaya.
- Pake judul ‘this is not a hoax’, atau ‘this is real’

Atau ada beberapa tips mengenali hoax di sini. Atau kamu bisa cek dulu di sini or di sini.

Sebelum ini kamu mungkin pernah dapet hoax tentang 666 yang klasik kayak tentang Barcode mengandung 666, Procter&Gambler menyumbang gereja setan, atau Mondex en Motorola bikin chip 666, atau Bill Gates adalah antikristus. Yang terbaru: Obama adalah antikristus!

So, jangan buru-buru menyebarkan email or sms yang isinya gak jelas, itu sama dengan menyebarkan kebohongan, ketakutan, kecemasan. Selidiki dulu, pikir dulu dengan logika, dan stop jadi bodoh. Jangan-jangan kita jadi ikutan ‘membunuh’ karir seseorang atau membuat bangkrut perusahaan orang. Misalnya, iya kalo bener AXIS dari gereja setan… kalo nggak? Perusahaan bangkrut karyawan nganggur, apa gak ikutan berdosa tuh?

Tambahan tentang hoax AXIS:
- Katanya ada orang meninggal setelah pake AXIS. Saya udah cari sumbernya, en gak ada! Yang ada cuman joke berikut:
:::::::Seorang anak perempuan setelah meninggal kemudian hidup lagi setelah orang tuanya membeli kartu operator AXIS, di kabarkan bahwa, penyebab hidupnya anak perempuan itu adalah tergiur dengan harga tarif AXIS yang murah, kata-kata pertama sang perempuan, "mau murah? AXIS aje........lebih murah dari operator sebelah!"
:::::::Terjadi lagi! AXIS lagi-lagi membuat masalah, seorang bocah ditemukan terbaring di rumah sakit karena AXIS, penyebab mulanya tidak diketahui, namun setelah di selidiki, bocah yang biasa menggunakan kartu operator lain yang banyak trik hitungan detik, terkejut sampai jantungan dengan harga AXIS yang sangat murah sekali, bibir sang anak ditemukan bukan dower lagi! namun jontor karena ngobrol 36 jam nonstop!

- Katanya jangan angkat kalo ada telepon dari nomor 0866xxxxx, dari AXIS, bisa mati! OmyGod... AXIS bukan 086 tapi 083!

- Katanya AXIS dari gereja setan, liat aja tarifnya pake enam semua. Liat aja nanti juga berubah, enam masih belum murah, yang lain udah perang tarif, nanti juga turun harga, hehe. Kalo gak turun harga pasti kalah bersaing sama kartu yang lain.

- Menurut salah satu costumer servise AXIS, nama AXIS adalah berasal dari MAXIS (share holder asing mereka yang pertama adalah MAXIS) sebelum di beli oleh Saudi Telecom Company. Offer 666 adalah utk kemudahan mengingat (Rp 1 / detik which is sama dgn Rp 60/menit).

- Saya kirim email ke AXIS seputar isu ini dan ini jawaban dari mereka:
Dear Pak Fery
Terima kasih atas emailnya

Di bawah ini adalah tanggapan kami seputar isu yang berkembang :

AXIS adalah operator GSM dan 3G nasional yang bertujuan untuk menjadikan layanan GSM dan 3G terjangkau bagi sebagian besar masyarakat Indonesia dengan cara mengembalikan kontrol kepada konsumen melalui penawaran tarif yang mudah dimengerti, transparan dan kompetitif. AXIS didukung oleh dua pemegang saham utamanya, yaitu Saudi Telecom Company (
www.stc.com.sa), sebuah perusahaan telekomunikasi terbesar di Saudi Arabia dan Maxis Communications Bhd, perusahaan telekomunikasi terkemuka di Malaysia (www.maxis.com.my). Untuk informasi lebih rinci mengenai AXIS, silakan kunjungi www.axisworld.co.id

Skema tarif AXIS saat ini yang semuanya dimulai dengan angka 6, seperti Rp60/menit untuk sesama AXIS, Rp60/SMS ke semua operator atau Rp600/menit ke operator lain disusun untuk memudahkan konsumen mengingat skema tarif yang diberlakukan AXIS. Tidak ada unsur lain yang mendasari penyusunan skema tarif ini.

AXIS memahami bahwa saat ini banyak beredar SMS yang menghubungkan AXIS dengan satu kepercayaan tertentu yang disebarkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Namun demikian AXIS percaya bahwa masyarakat Indonesia dapat mengambil sikap yang bijak dan tidak mudah mempercayai hal-hal yang belum tentu kebenarannya.

Semoga penjelasan singkat ini dapat memberikan sedikit gambaran tentang AXIS


Thursday, May 8, 2008

IRON MAN: BANGKIT DARI KEMATIAN

Aku bukan penggila komik, dan tokoh Iron Man juga baru aku kenal belakangan ini, tapi begitu ada kabar kalo komik ini bakalan diangkat ke layar lebar, Iron Man adalah superhero yang patut ditonton sedikitnya dua kali di bioskop. Dan betul, rabu kemaren aku nonton untuk yang kedua kalinya. Hehe.

Jagat para penggemar komik banyak yang bingung… Kenapa harus Robert Downey Jr yang main sebagai Tony Stark/Iron Man? Secara umurnya udah 42 tahun en kata istri saya: nggak cakep, bo! Hehe. Downey Jr adalah actor peraih Oscar lewat perannya sebagai Charlie Chaplin dalam film Chaplin (1999). Sebelumnya, reputasinya rada-rada buruk gara-gara kecanduan obat-obatan terlarang dan alcohol, hingga harus keluar masuk rehab dan penjara. Makanya dia ngaku kalo tokoh Tony Stark cocok buat dia karena dia merasa punya pengalaman yang sama dengan Iron Man, keluar dari kesalahan hidup yang ia pilih.

Spoiler Alert! Emang apa kesalahan Tony Stark? Tokoh ciptaan Stan Lee dari Marvel Comics ini adalah seorang playboy jenius multimilyuner. Sejak muda dia udah menciptakan berbagai perangkat yang spektakuler, dan di masa remajanya ia bisa menciptakan senjata. Ayahnya adalah salah satu pencipta bom atom dan ikut serta mengalahkan Nazi. Tony mewarisi perusahaan pembuat senjata milik ayahnya: Stark Industries. Ia dianggap sebagai pahlawan karena dengan senjata-senjata mutakhir miliknya ia menciptakan ‘perdamaian’.

Karena terbiasa hidup mewah dan bekerja sendiri, ia sering menganggap remeh orang lain. Bagi banyak orang ia adalah pahlawan bangsa, karena ia membiayai berbagai penelitian biologi, kesehatan dan kemiskinan di negaranya. Tapi bagi beberapa yang lain ia ‘tak punya hati’ karena kekayaannya berasal dari ‘pembunuhan massal’ yang ia danai lewat supply alat-alat perang. “Segala jalan orang adalah bersih menurut pandangannya sendiri, tetapi TUHANlah yang menguji hati.” (Amsal 16:2)

Tapi semua berubah dalam 3 bulan. Obadiah, rekan bisnisnya, ingin menguasai Stark Industries. Ia membayar teroris untuk membunuh Tony. Tapi karena sang teroris menyadari bahwa yang harus dibunuh adalah Tony, mereka berubah pikiran dan menyekp Tony di sebuah gua di Afganistan. Ia disuruh membuat senjata termutahir yang pernah Tony captain: The Jericho Missile, yang menggunakan teknologi reaktor repulsor.

Dalam penculikannya, Tony hampir kehilangan jantung (heart)-nya gara-gara bom ciptaannya sendiri. Ia menciptakan alat yang membuat jantung/heart-nya tetap berdetak dengan repulsor. Dan selama tiga bulan disekap, bukannya membuat The Jericho, ia malah membuat kostum robot yang membuatnya bisa kabur. Inilah cikal-bakal pakaian Iron Man.


Setelah itu Tony menemukan tujuan hidupnya: menolong dan melindungi yang lemah sebagai Iron Man. Ia menyadari kalo pekerjaannya telah membunuh banyak orang. Ia juga menemukan bahwa ada orang-orang yang setia sebagai sahabatnya yang selama ini ia anggap remeh. Hati/heart-nya telah berubah. “Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.” (Amsal 4:23).

SENJATA PALING MUTAKHIR
Pakaian Iron Man adalah senjata paling mutakhir. Negara yang punya selusin pakaian ini akan menguasai dunia, itu kata si teroris. Tapi, pakaian ini tak berfungsi tanpa reaktor repulsor yang ada dalam ‘hati’-nya Tony Stark. Obadiah menyadari itu dan mencurinya dan menyalahgunakannya untuk membuat pakaian 'monster'.

Sama seperti pakaian Iron Man, Tuhan telah memberi macam-macam karunia dan kuasa kepada kita anak-anakNya. Tapi semua itu tergantung kepada hati kita, kita bisa menggunakan segala kuasa dan karunia yang sudah Tuhan kasih untuk menjadi 'pahlawan' atau 'pembunuh massal'. Hati kita memancarkan kehidupan, makanya kita harus menjaganya, itu kata Tuhan. Kalo kita tidak menjaganya, maka bukan kehidupan yang akan terpancar, tapi kematian. Perkataan dan perbuatan kita bisa ‘membunuh’ orang lain dan itu datang dari hati kita. “Karena yang diucapkan mulutnya, meluap dari hatinya." (Lukas 6:45b).

MENYIA-NYIAKAN HIDUP
Hidup Tony Stark pantas dihabisi, ia adalah ‘pembunuh massal’ dengan senjata-senjata ciptaannya, ia berfoya-foya, ia tidak peduli orang lain. Tapi Yinsen, seorang dokter yang menemaninya selama disekap teroris, telah menyelamatkan hidupnya dua kali: ia membuat jantung Tony tetap berdetak waktu kena pecahan bom dan terakhir ia mengorbankan nyawanya sendiri agar Tony bisa kabur. Kata-kata terakhirnya adalah: “…don’t waste your life!”, “…jangan sia-siakan hidupmu”. Buat Yinsen, hidup Tony sangat berharga, ia bisa melihat potensi besar jika Tony bisa berubah. Dengan kasih dan persahabatan yang ia jalin, Yinsen telah mengubah karakter Tony.

Kayak si Yinsen, Yesus adalah pribadi yang menemani kita dalam hidup kita menemukan tujuan. Bagi orang lain atau bahkan bagi diri kita sendiri mungkin hidup kita tak berarti, tapi bagi Yesus hidup kita sangat berharga. Kalo nggak, buat apa Dia rela mengorbankan nyawaNya agar kita ‘hidup’? Nah, apakah kita akan menyia-nyiakan hidup kita? Temukan tujuan hidup kita: untuk Tuhan dan menolong orang lain. "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri." (Lukas 10:27). (by FeryGFRESH! http://www.kacamata3d.blogspot.com/ STOP BELI BAJAKAN!)

HOME

Monday, May 5, 2008

TAKUT SINGA

Suatu hari minggu, si Koko (Jeremy, keponakanku, 5 tahun) menghampiriku dan bertanya, “Pepeh (nama panggilanku di rumah), Pepeh takut nggak sama singa?”.
“Kalo singa kartun sih nggak!”
jawabku bercanda.
“Bukan, singa beneran!”
“Kalo di kebon binatang sih nggak”
“Nggak…, singa di hutan!!”
“Oh, ..ya… takut lah!”
Lalu dia mengambil permen KISS dan memberikannya padaku, di balik bungkus permen itu ada tulisan “Jangan Takut”.

“Engkau dekat tatkala aku memanggil-Mu, Engkau berfirman: Jangan takut!" (Ratapan 3:57)

Monday, April 21, 2008

PERTANYAAN POPULER

Pertanyaan yang populer dalam pelayanan remaja adalah… “Bolehkah berpenampilan ‘beda’ saat melayani di gereja?”. Maksudnya ‘beda’ disini tau kan, misalnya rambut dicat, pake baju trendi, bertato dst, dkk, dll, dsb. Ini karena banyak remaja seumur kita memang senang berpenampilan heboh atau ngikutin trend, sementara para pemimpin pelayanan yang kita libatin kebanyakan menganggap hal itu gak sopan (kalo gak mau dibilang sesat!). Jawaban pertanyaan itu biasanya berkutat dari 2 jawaban, yakni: ‘ya, boleh’ (alasan: don’t judge book by its cover) atau ‘no way!’ (alasan: jangan jadi batu sandungan!).

Ini dia, aku punya jawaban selain dua yang tadi. Ya, sebenernya gabungan dari dua tadi. Segala sesuatu kembali pada tujuan kita hidup di dunia: (1) menyembah Tuhan (2) melayani manusia (baca GF! Edisi Desember 2007). Kalo kita mau melakukan sesuatu, liat dulu dua tujuan kita itu. Kalo dinyanyiin sama Duo Maia mungkin lagunya jadi kayak gini: “Aku mau makan, kuingat Tuhan. Aku mau ngecat rambut kuingat Tuhan dan orang lain”… hehe, lagunya jadi gak enak gini ya? Jadi jawabannya ‘no way’ dong? Eitss, belum tentu. Pertama tanya dulu apakah Tuhan berkenan, lalu yang kedua liat apakah orang lain jadi tersandung atau nggak. Paulus wanti-wanti banget jangan sampe kita jadi batu sandungan lho.

Nggak jadi batu sandungan bukan berarti harus konvensional lho. Jadi konvesional justru kadang malah jadi batu sandungan. Saya punya cerita temen saya seorang worship leader di sebuah persekutuan pemuda yang jemaatnya banyak anak rocker, lalu dia malah berpenampilan kayak bapak-bapak taun 70-an, kelimis, berjas berdasi sepatu mengkilat. Tentu saja ini malah jadi batu sandungan, jemaatnya pada ngetawain en kabur. Beda lagi sama satu anak muda yang ngotot pengen pake jeans waktu melayani, padahal yang dilayani para bapak-bapak profesional yang udah tua-tua. Yaaa… hasilnya dianggap menghina en gak sopan. Itu juga jadi batu sandungan. So, intinya setelah tanya Tuhan, liat sikon. Liat orang lain. Jangan sampe Tuhan gak nyampe kepada mereka gara-gara kita melayani jadi batu sandungan.


Ada jawaban lain yang lebih hebat. Kalo pengen berpenampilan seenak kita tapi orang lain gak tersandung adalah dengan menonjolkan hati dan perbuatan kita. Inget Romo Mangun? Penampilannya mungkin bagi sebagian orang dianggap gak sopan, gondrong, berjanggut gak rapi, berpakaian gak formal. Tapi kok orang lain malah segan sama dia, bahkan ‘memuja’nya. Itu karena Romo Mangun terkenal hatinya yang baik, dan perbuatannya yang berdampak bagi masyarakat yang dilayaninya. Penampilan? So what gitu lho! Masalahnya, kita suka bilang ‘jangan liat penampilanku’ tapi justru penampilan yang kita tonjol-tonjolkan, sedangkan perbuatan dan hati kita? Biasa-biasa aja (atau bahkan malah buruk, omyGod!).

“Sebab kalau Allah memerintah hidup seseorang, apa yang ia boleh makan atau minum, tidak lagi penting. Yang penting ialah bahwa orang itu menuruti kemauan Allah, mengalami ketenangan hati dan menerima sukacita yang diberikan oleh Roh Allah. Orang yang melayani Kristus secara demikian, orang itu menyenangkan hati Allah, dan dihargai oleh orang-orang lain.” Roma 14:17-18 BIS.

HOME

MamaOla