Saturday, June 2, 2012

MISTERI WARNA DI ALKITAB


MISTERI WARNA DI ALKITAB
Alkitab kita ternyata penuh misteri. Semua yang ada di Alkitab itu punya arti tersendiri, mulai dari nama, angka sampe warna. Jadi bukan suatu kebetulan kalo misalnya Tuhan nyuruh Musa pake warna tertentu buat bikin kemah suci, ato bukan kebetulan kalo ada beberapa warna muncul di Alkitab. Yuk, kita sama-sama liat warna apa aja yang ada di Alkitab en apa artinya?

Merah   
Merah berani. Bukan-bukan, itu sih kata orang Indonesia. Kalo di Alkitab merah itu ngelambangin penebusan. Kenapa penebusan? Coba baca lagi di Alkitab, dari zamannya Perjanjian Lama sampe Perjanjian Baru, tiap kali ada orang yang mo minta penebusan dari dosa, mesti ada binatang yang dikorbankan. Artinya mesti ada darah yang dikorbankan en darah itu warnanya… merah! Jadi nggak heran kalo merah itu di Alkitab identik sama yang namanya penebusan.

Biru
Kata orang warna biru itu artinya kalem, nggak meledak-ledak. Tapi di Alkitab warna biru itu muncul di kemah suci. Di Alkitab bahasa Indonesia warna biru emang nggak muncul, karena diterjemahin jadi ungu tua, tapi kalo di Alkitab bahasa Inggris, warna biru disebutin, kayak di Keluaran 26:31,36

Haruslah kaubuat tabir dari kain ungu tua (biru – bhs inggris), dan kain ungu muda, kain kirmizi dan lenan halus yang dipintal benangnya; haruslah dibuat dengan ada kerubnya, buatan ahli tenun....Juga haruslah kaubuat tirai untuk pintu kemah itu dari kain ungu tua (biru – bhs Inggris), kain ungu muda, kain kirmizi dan lenan halus yang dipintal benangnya: tenunan yang berwarna-warna.

Nah, karena biru munculnya di kemah suci, makanya warna biru itu identik sama kemuliaan Tuhan.

Ungu
Ungu bukan warna jomblo ya... ungu di Alkitab itu lambangin kebangsawanan. Di Alkitab warna ungu itu cuman boleh dipake sama orang yang punya kedudukan tinggi ato bangsawan. Contohnya aja kayak Mordekhai waktu diangkat jadi warga kehormatan, dia pake jubah warna ungu (Ester 8:15). Di kemah suci warna ungu juga dominan, soalnya Tuhan kita itu ‘kan bangsawan segala bangsawan jadi Dia layak dong make jubah ungu kehormatan itu.

Putih
Kalo warna putih di bendera kita artinya suci, di Alkitab juga sama. Putih artinya suci. Hampir di semua ayat yang nyebutin kata putih, biasanya selalu ada hubungannya sama kekudusan ato kesucian. Contoh aja di Mazmur 51:7

Bersihkanlah aku dari pada dosaku dengan hisop, maka aku menjadi tahir, basuhlah aku, maka aku menjadi lebih putih dari salju!

Ato di Wahyu 19:8

Dan kepadanya dikaruniakan supaya memakai kain lenan halus yang berkilau-kilauan dan yang putih bersih!" (Lenan halus itu adalah perbuatan-perbuatan yang benar dari orang-orang kudus.)

Emas  
Di Alkitab, warna emas itu identik sama Tuhan. Liat aja gimana kemah suci Musa itu penuh sama emas, mulai dari hiasannya, tiang-tiangnya sampe Tabut Perjanjian. Semua dibuat dari emas. Malah ada salah satu buku yang bilang kalo kemah suci Musa itu kayak rumah emas di tengah padang gurun. Terus inget juga gimana bait suci Salomo yang dibuatnya dari emas, luar dalam. Terus dalam penglihatan Yohanes tentang Surga, kita liat kalo di Surga jalannya aja dari emas. So, nggak heran kalo warna emas di Alkitab itu ngelambangin kemuliaan Tuhan. 

Tembaga
Tembaga itu bukan logam asli, tapi logam campuran. Karena sifatnya yang campuran logam itu, warna tembaga dipake buat lambangin sesuatu yang nggak kudus ato dosa. Inget aja gimana pas orang Israel mengeluh en Musa bikin ular tembaga. Warna tembaga juga bisa dipake buat lambangin kekuatan manusia yang harus dikalahin sama Tuhan, coba bandingin sama baju zirah tembaga yang dipake sama Goliath yang akhirnya harus kalah sama Daud (1 Samuel 17:4-6)

Hitam
Di mana-mana warna hitam itu biasanya dipake buat lambangin sesuatu yang gelap, suram, negatif. Di Alkitab juga sama. Warna hitam di Alkitab lambangin kesedihan, hukuman, kematian. Contohnya ada di Ratapan 4:8

Pemimpin-pemimpin lebih bersih dari salju dan lebih putih dari susu, tubuh mereka lebih merah dari pada merjan, seperti batu nilam rupa mereka.Sekarang rupa mereka lebih hitam dari pada jelaga, mereka tidak dikenal di jalan-jalan, kulit mereka berkerut pada tulang-tulangnya, mengering seperti kayu.

So, jangan salah, nggak ada yang kebetulan di Alkitab. Semua ada artinya, biar cuman hal-hal kecil sekalipun. (dp)

 
Copyright majalah GFRESH! www.anakmudanet.blogspot.com

Friday, June 1, 2012

STEVEN AGUSTINUS: MENGGEMBALAKAN KOTA


STEVEN AGUSTINUS: MENGGEMBALAKAN KOTA
Destiny gereja adalah mengubahkan kota, mempengaruhi masa depan bangsa.
Steven Agustinus

Prinsip itu kayaknya dipegang banget sama Steven Agustinus, hamba Tuhan yang masih muda, cakep, powerful (ehm...ehm...ehm) sekaligus gembala senior dari Gereja Mitra Pembaruan di Serpong, Tangerang.

Karena destiny gereja buat mengubahkan kota itu, makanya Steven gak puas cuma jadi gembala sidang tok. Dia juga bikin LSM, training center pengembangan potensi diri.

Terbukti dari LSM sama training center ini udah banyak orang, perusahaan, yang merasa diberkati. ‘Apa yang saya lakukan dengan LSM dan training center ini adalah bentuk nyata dari gereja yang menggembalakan kota.’ Kata Steven waktu ditanya kenapa dia mau lakuin sesuatu yang keliatannya gak ada hubungannya sama gereja ini.    

‘Kegerakan Tuhan mesti bisa berpindah dari sebuah gereja atau komunitas Kristen kepada dunia sekuler. Itu sebabnya kenapa saya sekarang coba bagiin prinsip-prinsip menjadi pengusaha . Tujuannya supaya apa yang kita miliki, apa yang kita alami, secara roh, mulai dari urapan Roh Kudus sampai karunia Roh Kudus juga bisa dialami di dunia sekuler. Dengan melakukan hal itu kita sebenarnya sedang menaburkan benih revival, kalau kita sudah melakukannya baru kita bisa berkata sudah waktunya Indonesia penuh kemuliaan Tuhan.’

Sebelum jadi seorang gembala, trainer seperti sekarang, Steven terkenal sebagai pengkotbah keliling en ‘sekolah kenabian’-nya, ISOP (Indonesian School of the Prophets). Setelah bikin ISOP selama 6 tahun (1998-2004) akhirnya Steven mutusin buat bikin gereja lokal sendiri. Bukan karena trend, ikutan orang-orang bikin gereja. Tapi karena emang ada dorongan dari Tuhan.

‘Gereja Mitra Pembaruan lahir karena ada banyak gembala yang ikutan training ISOP mengeluhkan materinya terlalu berat, susah diaplikasikan. Jadi saya pikir kenapa saya nggak bikin gereja model aja. Sebuah gereja dengan prinsip-prinsip yang saya ajarkan di ISOP. Jadi gereja ini adalah gereja model bahwa semua yang saya ajarkan sudah saya hidupi bahkan kita bisa melihat buahnya. Sebenarnya dorongan buat bikin gereja ini udah ada sejak taun 2002. Tapi karena banyak pertimbangan, akhirnya saya baru berani bikin gereja taun 2004.’

Jalan panjang menuju kesuksesan
Bagaimana awalnya seorang Steven Agustinus bisa seperti ini?

‘Sejak kecil saya sering diajak nenek ke gereja. Nenek sering ngomong sama saya supaya kalau udah gede saya jadi pendeta. Sampe akhirnya waktu SMP saya berniat abis lulus saya pengen masuk sekolah Alkitab. Tapi saya lupa sama niat itu. Akhirnya saya cuma tahan 3 bulan di SMA. Bukan karena badung. Tapi karena merasa dikejar-kejar Tuhan. Setelah itu selama 9 bulan saya masuk sekolah penginjil. Lulus sekolah penginjil saya abisin 9 bulan lagi buat cari Tuhan, doa, nyembah. Waktu itu bisa 6-8 jam sehari saya doa.’

Dari pengalaman panggilannya ini, Steven belajar kalau apa yang ditaburin sama kita waktu kecil bakal kita tuai waktu kita udah gede. Benih rohani yang ditaburin dalam hidup kita waktu kecil otomatis bakal bawa kita ke jalan Tuhan.

‘Makanya penting banget buat kita yang masih muda berada dalam keluarga yang hidup dalam kebenaran.’

Tapi itu ‘kan ngomong idealnya. Kalau ternyata keluarga kita gak hidup dalam kebenaran gimana dong?

‘Punyai hati yang terbuka untuk Tuhan bicara. Dia bisa bicara pakai 1001 cara. Yang penting gimana kita meresponi panggilan Tuhan itu.’

Man of his word
Salah satu karakter Steven yang patut kita teladani adalah dia orang yang selalu omongin atau ajarin apa yang udah dia hidupin duluan. Atau bahasa kerennya dia itu man of his word. Jadi jangan kuatir kalau kita deket sama hamba Tuhan yang satu ini kita bakal dapet segudang teori, teori, en teori melulu. Semua yang dikotbahin sama dia, itu semua udah dia hidupin duluan.

Pesan-pesan
Sebagai orang yang udah banyak ‘makan asam garam’ dunia rohani, Steven punya pesan khusus buat kita-kita yang masih muda:

‘Anak muda, kenali destiny ilahimu. Masuk dalam rencana Tuhan dalam hidupmu.  Pergunakan setiap potensi yang udah Tuhan taruh dalam hidupmu. Punyai komunitas yang bisa membangun kita.Temukan bapa rohani yang bisa mengarahkan kita dalam jalan Tuhan.’ (dp)

Nama Lengkap: Steven Agustinus
Nama Istri: Elly Agustinus
Nama Anak: Alexander
Pelayanan: Gembala Gereja Mitra Pembaruan



Copyright majalah GFRESH! www.anakmudanet.blogspot.com

KOK MUDAH PINDAH AGAMA?


KOK MUDAH PINDAH AGAMA?
Q: Dear Min2. Ada satu temen aku, dulunya dia itu orang Kristen, sering dateng ke ibadah, komsel, dsb, pokoknya dia itu antusias banget deh. Tapi sayangnya sekarang dia pindah agama hanya karena dia mau nikah ama orang agama lain. Aku bingung, kok bisa ya ada banyak orang yang mau pindah agama, meninggalkan Yesusnya seperti ini? (Tom, Jakarta )

A: Beberapa taon lalu, ada seorang teman yang bertobat dengan cara yang heboh. Kenapa heboh? Soalnya waktu dia bertobat, roh–roh jahat dalam diri dia semuanya berontak dan dia kerasukan. Perlu waktu beberapa jam didoakan sampai semua roh jahatnya keluar. Sesudah bertobat dia sangat aktif di persekutuan, belajar maen gitar dan apinya menyala-nyala. Tentu saja kita semua gembira dan menyangka suatu hari nanti dia bakal jadi pelayan Tuhan yang besar. Setaon setelah bertobat, dia menikah ama seseorang dari latar belakang agama lain dan ikut pindah agama. Kita pun bingung, buat seseorang yang udah ngalamin Tuhan secara langsung en jelas–jelas tahu Yesus berkuasa kenapa bisa dengan gampangnya pindah agama?

Teman saya yang laen juga pernah cerita soal kepala geng di sekolahnya yang bertobat en jadi Kristen karena dia suka pada seorang perempuan di sekolahnya yang beragama Kristen. Karena kepala gengnya bertobat, anak buahnya juga ikut datang ke gereja. Waktu kepala geng ini nyatain cintanya, ternyata dia ditolak. Begitu ditolak, dalam sehari dia langsung balik lagi plus semua anak buahnya jadi geng yang lama yang nggak bertuhan. Culun banget kan?

Saya ngeliat kalo nggak semua yang terlihat seperti pertobatan berarti bener–bener bertobat. Cuman gara-gara seseorang aktif di gereja bukan berarti dia mengenal Tuhannya. Saya rajin sekolah minggu dari kecil dan aktif di gereja tapi baru bener–bener lahir baru dan mengenal Tuhan waktu SMA. Sebagian dari kita datang ke gereja karena dari kecil keluarga kita terbiasa ke geraja, sebagian lagi datang ke gereja karena kewajiban, sebagian lagi datang karena temen-temen mainnya di gereja dan ada yang ke gereja karena cari temen bisnis di sana.

Tapi nggak sedikit juga sih pertobatan yang bener–bener bertobat tapi tetep masih ada kemungkinan bisa pindah agama dengan cepat. Kenapa? Yesus juga sadar hal itu, perumpamaan tentang penabur di Matius 13 nyeritain benih-benih yang ditabur di tanah berbatu, di semak duri dan di tanah yang subur atau benih yang dimakan burung. Kenyataannya nggak semua benih yang ditabur si penabur itu bisa berkembang dengan baik kan? Sebagian besar cuman bisa berkembang sedikit trus mati. Tapi apa yang bikin suatu tanah bisa subur padahal tanah lainnya berbatu-batu en ditumbuhi semak duri?

Kalo menurut saya, ada tanah yang subur karena ada petani yang rajin membajak, membuang batu–batu dan mencabuti semak duri. Dari orang–orang yang tetap bertahan mengikut Tuhan dan nggak menyerah yang saya kenal, mereka berkembang dengan baik karena mereka punya pembimbing yang baik. Pembimbing mereka ngajarin mereka dengan baik dan nemanin mereka sampai mereka cukup dewasa buat nentuin jalan hidupnya sendiri.

Sebenarnya waktu SMP saya pernah bertobat, tapi karena nggak ada pembimbing, dengan cepat, hanya dalam itungan bulan, saya udah lupa pertobatan saya. Waktu SMA saya lahir baru di persekutuan sekolah en pindah jadi anggota gereja yang sama dengan ketua persekutuan saya. Gereja saya yang baru ternyata sangat menitikberatkan pemuridan dan saya mendapat seorang pembimbing. Kali ini pertobatan saya nggak cuman sementara, tapi terus bertahan sampe sekarang. Pembimbing saya berganti–ganti, tapi semuanya ngajarin banyak hal en nemanin saya sampe saya bisa berdiri sendiri. Saya udah jarang ketemu ama pembimbing saya, tapi dia nggak kuatir soalnya dia tahu en percaya ini waktunya buat saya mulai belajar berjalan sendiri.

Seorang teman saya awalnya sama sekali nggak mau ikut persekutuan. Tapi pembimbing di persekutuannya nggak nyerah gitu aja, tiap minggu didatengin rumahnya, biarpun rumahnya jauh en dia harus naek angkot, buat ngajakin ke persekutuan. Sedikit demi sedikit dia akhirnya mau ikut persekutuan. Temen saya ini sekarang sekolah dan kerja di Jepang dan tetep melayani di sana. Semuanya karena pembimbingnya nggak mau menyerah membuang batu dan mencabuti semak berduri.

Pembimbing adalah seseorang yang selalu ngejaga supaya nggak ada burung yang nyuri benih, rajin ngebersihin batu–batu en nyabutin semak berduri. Waktu benih mulai tumbuh, mereka juga menyiram en kasih pupuk. Waktu angin bertiup, mereka yang ngejagain pohon kecil yang baru tumbuh ini supaya nggak tercabut.  Seseorang yang baru bertobat, sama kayak bayi yang baru lahir. Dia butuh orang yang ngerawat en kasih dia susu. Kalo nggak ada orang yang ngerawat, bayi dengan cepat bakal mati.

Pembimbing bisa datang dalam berbagai bentuk. Mungkin dalam bentuk pendeta atau senior di gereja yang menjaga kita, kakak atau saudara kita yang udah dewasa rohani, atau mungkin dalam bentuk buku yang kita baca, atau mungkin Roh Kudus dan Alkitab saja. Tapi sebagian besar sih pembimbing muncul dalam bentuk seseorang yang lebih dewasa secara rohani dari kita dan mengajar kita banyak hal. Kenapa ada seseorang yang dengan gampangnya pindah agama? Karena nggak ada yang memperjuangkan orang itu, nggak ada yang merawat bayi itu, dan nggak ada petani yang menjaga pohon kecil dari tiupan angin. (min2)



Copyright majalah GFRESH! www.anakmudanet.blogspot.com

MamaOla