Friday, June 1, 2012

KOK MUDAH PINDAH AGAMA?


KOK MUDAH PINDAH AGAMA?
Q: Dear Min2. Ada satu temen aku, dulunya dia itu orang Kristen, sering dateng ke ibadah, komsel, dsb, pokoknya dia itu antusias banget deh. Tapi sayangnya sekarang dia pindah agama hanya karena dia mau nikah ama orang agama lain. Aku bingung, kok bisa ya ada banyak orang yang mau pindah agama, meninggalkan Yesusnya seperti ini? (Tom, Jakarta )

A: Beberapa taon lalu, ada seorang teman yang bertobat dengan cara yang heboh. Kenapa heboh? Soalnya waktu dia bertobat, roh–roh jahat dalam diri dia semuanya berontak dan dia kerasukan. Perlu waktu beberapa jam didoakan sampai semua roh jahatnya keluar. Sesudah bertobat dia sangat aktif di persekutuan, belajar maen gitar dan apinya menyala-nyala. Tentu saja kita semua gembira dan menyangka suatu hari nanti dia bakal jadi pelayan Tuhan yang besar. Setaon setelah bertobat, dia menikah ama seseorang dari latar belakang agama lain dan ikut pindah agama. Kita pun bingung, buat seseorang yang udah ngalamin Tuhan secara langsung en jelas–jelas tahu Yesus berkuasa kenapa bisa dengan gampangnya pindah agama?

Teman saya yang laen juga pernah cerita soal kepala geng di sekolahnya yang bertobat en jadi Kristen karena dia suka pada seorang perempuan di sekolahnya yang beragama Kristen. Karena kepala gengnya bertobat, anak buahnya juga ikut datang ke gereja. Waktu kepala geng ini nyatain cintanya, ternyata dia ditolak. Begitu ditolak, dalam sehari dia langsung balik lagi plus semua anak buahnya jadi geng yang lama yang nggak bertuhan. Culun banget kan?

Saya ngeliat kalo nggak semua yang terlihat seperti pertobatan berarti bener–bener bertobat. Cuman gara-gara seseorang aktif di gereja bukan berarti dia mengenal Tuhannya. Saya rajin sekolah minggu dari kecil dan aktif di gereja tapi baru bener–bener lahir baru dan mengenal Tuhan waktu SMA. Sebagian dari kita datang ke gereja karena dari kecil keluarga kita terbiasa ke geraja, sebagian lagi datang ke gereja karena kewajiban, sebagian lagi datang karena temen-temen mainnya di gereja dan ada yang ke gereja karena cari temen bisnis di sana.

Tapi nggak sedikit juga sih pertobatan yang bener–bener bertobat tapi tetep masih ada kemungkinan bisa pindah agama dengan cepat. Kenapa? Yesus juga sadar hal itu, perumpamaan tentang penabur di Matius 13 nyeritain benih-benih yang ditabur di tanah berbatu, di semak duri dan di tanah yang subur atau benih yang dimakan burung. Kenyataannya nggak semua benih yang ditabur si penabur itu bisa berkembang dengan baik kan? Sebagian besar cuman bisa berkembang sedikit trus mati. Tapi apa yang bikin suatu tanah bisa subur padahal tanah lainnya berbatu-batu en ditumbuhi semak duri?

Kalo menurut saya, ada tanah yang subur karena ada petani yang rajin membajak, membuang batu–batu dan mencabuti semak duri. Dari orang–orang yang tetap bertahan mengikut Tuhan dan nggak menyerah yang saya kenal, mereka berkembang dengan baik karena mereka punya pembimbing yang baik. Pembimbing mereka ngajarin mereka dengan baik dan nemanin mereka sampai mereka cukup dewasa buat nentuin jalan hidupnya sendiri.

Sebenarnya waktu SMP saya pernah bertobat, tapi karena nggak ada pembimbing, dengan cepat, hanya dalam itungan bulan, saya udah lupa pertobatan saya. Waktu SMA saya lahir baru di persekutuan sekolah en pindah jadi anggota gereja yang sama dengan ketua persekutuan saya. Gereja saya yang baru ternyata sangat menitikberatkan pemuridan dan saya mendapat seorang pembimbing. Kali ini pertobatan saya nggak cuman sementara, tapi terus bertahan sampe sekarang. Pembimbing saya berganti–ganti, tapi semuanya ngajarin banyak hal en nemanin saya sampe saya bisa berdiri sendiri. Saya udah jarang ketemu ama pembimbing saya, tapi dia nggak kuatir soalnya dia tahu en percaya ini waktunya buat saya mulai belajar berjalan sendiri.

Seorang teman saya awalnya sama sekali nggak mau ikut persekutuan. Tapi pembimbing di persekutuannya nggak nyerah gitu aja, tiap minggu didatengin rumahnya, biarpun rumahnya jauh en dia harus naek angkot, buat ngajakin ke persekutuan. Sedikit demi sedikit dia akhirnya mau ikut persekutuan. Temen saya ini sekarang sekolah dan kerja di Jepang dan tetep melayani di sana. Semuanya karena pembimbingnya nggak mau menyerah membuang batu dan mencabuti semak berduri.

Pembimbing adalah seseorang yang selalu ngejaga supaya nggak ada burung yang nyuri benih, rajin ngebersihin batu–batu en nyabutin semak berduri. Waktu benih mulai tumbuh, mereka juga menyiram en kasih pupuk. Waktu angin bertiup, mereka yang ngejagain pohon kecil yang baru tumbuh ini supaya nggak tercabut.  Seseorang yang baru bertobat, sama kayak bayi yang baru lahir. Dia butuh orang yang ngerawat en kasih dia susu. Kalo nggak ada orang yang ngerawat, bayi dengan cepat bakal mati.

Pembimbing bisa datang dalam berbagai bentuk. Mungkin dalam bentuk pendeta atau senior di gereja yang menjaga kita, kakak atau saudara kita yang udah dewasa rohani, atau mungkin dalam bentuk buku yang kita baca, atau mungkin Roh Kudus dan Alkitab saja. Tapi sebagian besar sih pembimbing muncul dalam bentuk seseorang yang lebih dewasa secara rohani dari kita dan mengajar kita banyak hal. Kenapa ada seseorang yang dengan gampangnya pindah agama? Karena nggak ada yang memperjuangkan orang itu, nggak ada yang merawat bayi itu, dan nggak ada petani yang menjaga pohon kecil dari tiupan angin. (min2)



Copyright majalah GFRESH! www.anakmudanet.blogspot.com

1 comment:

  1. setuju bgt sama jawaban admin...semoga min2 di pake Tuhan lebih lagi...GBU^^

    ReplyDelete

copyright majalah GFRESH! www.anakmudanet.blogspot.com