Showing posts with label tv. Show all posts
Showing posts with label tv. Show all posts

Monday, February 13, 2012

TV: FIRST GOD

TV! Siapa yang gak kenal? Kalo boleh dibilang tabung ini udah jadi salah satu perangkat rumah tangga wajib. Dengan TV informasi bisa dengan cepat didapat. Dan sebagai sarana pendidikan atau sekedar hiburan, TV menjadi pilihan murah meriah dan paling banyak peminatnya. Dengan kecanggihannya, kita bisa menikmati sajian-sajian menarik dari belahan dunia manapun, bahkan sampai keluar angkasa, sehingga dunia seakan hanya seluas layar kaca saja.

Asal Usul
Gagasan awalnya ialah transmisi elektrik dari elemen gambar dan suara secara simultan yang merupakan lanjutan dari teknologi radio rintisan Dane tahun 1802. Dane berpendapat bahwa “pesan dapat dikirim melalui kawat beraliran listrik dalam jarak pendek”. Tahun 1865 James Maxwell menemukan prinsip baru yaitu gerakan magnetis dapat mengarungi ruang angkasa melalui gelombang dengan kecepatan 186.000 mil/detik sama dengan kecepatan cahaya. Tahun 1895 Marconi mengembangkan ide Maxwell dengan hasil ia dapat menerima tanda tanpa melalui kawat dengan jarak satu mil dari sumbernya.
W.E. Sawyer (Amerika) dan Maurice Leblance (Perancis) menemukan penayangan elemen gambar dengan cepat dan berurutan, garis demi garis, frame demi frame pada tahun 1880. Temuan ini memungkinkan digunakannya satu kabel/saluran untuk transmisi tahun 1884. Paul Nipkow bapak per-TV-an dunia menciptakan alat bernama “Jantra Nipkow (Nipkow Disk)” yang melahirkan TV mekanis (Electrische Teleskop) dengan prinsip gambar kecil yang dibentuk oleh elemen-elemen secara teratur (Scanning Device) dan membentuk gambar ketika diputar secara mekanis dengan lingkaran spiral.
Tanggal 11 September 1928, Alexander dari General Electric di New York berhasil menayangkan drama TV untuk pertama kalinya di Amrik “The Queen’s Messenger” plus suaranya disalurkan melalui stasiun radio WGY, mempergunakan 3 kamera dan siarannya dapat ditangkap oleh TV ukuran 3-4 inci.

Industri TV
Merujuk keberhasilan General Electric menayangkan drama TV pertama tahun 1928 serta penemuan penting lainnya. Maka industri TV pun  lantas menjamur dan menjadi awal kemunculan berbagai stasiun TV besar seperti NBC, CBS, yang ada di Amerika.
Eropapun tidak ketinggalan dengan percobaan-percobaan per-TV-annya, walaupun agak terlambat karena dilanda perang dunia II. Tahun 1948 Jerman memulai siaran TV-nya, Inggris memulai siaran TV-nya sejak tahun 1936 yang terkenal dengan BBC-nya. Italia memulai debutnya  tahun 1953 melalui RAI (Radio TV Italiana).
Di wilayah Asia, Jepang merupakan negara paling maju dibidang per-TV-an. Tahun 1953 Filipina memulai siaran TV-nya disusul Muangthai pada tahun 1955, Indonesia dan RRC pada tahun 1962. Sampai dengan tahun 1970, negara maju seperti Jepang, Uni sovyet, Inggris, Amerika Serikat, Jerman barat memiliki lebih dari 100 stasiun TV.

First god
Apa mau dikata, gak beda jauh dengan mandi atau gosok gigi, menonton TV udah jadi ritual harian yang oleh kebanyakan dari kita diterima sebagai nasib teknologi. TV menjadi terlalu menggoda untuk tidak ditonton dengan segala kelebihan yang dimilikinya tersebut, tidak mengherankan bila anak-anak, orang dewasa bahkan orang tua betah menghabiskan waktu berjam-jam di depan pesawat TV. Para antropolog menciptakan suatu istilah latin yang baru bagi penduduk yang berbudaya gila media ini “Boobis Americanus”. Problem boobis americanus tidak terbatas pada perangkat TV saja tetapi kini meluas sampai kepada segala jenis teknologi media. Boobis americanus merupakan keadaan pikiran yang berkembang menjadi kutu buku, pecandu koran, majalah, radio, dan komputer bahkan TV karena teknologi-teknologi tersebut begitu memikat. Seorang pengamat bahkan mengatakan TV telah menjadi ‘the second god” (atau bahkan mungkin the first god) bagi manusia.


Hati-hati
Dibalik semua manfaat dan kegunaan TV masa sekarang, ada yang perlu kita waspadai.
Sekalipun gak pernah ada yang dapat membuktikan, TV udah dituding sebagai pemicu sikap agresif atau beberapa sikap buruk seperti cepat tergoda untuk membeli sesuatu karena iklan yang ditayangkan di TV, meniru prilaku idola seperti meloncat dari balkon untuk meniru superman, maupun adegan-adegan lain yang mempengaruhi pola pikir penontonnya.
Suatu penelitian lintas budaya  mendapati bahwa jika sebuah keluarga membeli TV, komunikasi pribadi dalam keluarga berkurang dari sekitar 14 sampai 19 menit perhari. Selain itu acara hiburan TV secara tak langsung mengajarkan setidaknya 4 hal di bawah ini:

1.    Konsumerisme. Iklan, film, sinetron, dan seluruh sistem selebriti dalam dunia hiburan adalah sumber konsumerisme. Jangan sampai kita jatuh dalam perangkap “cinta barang”, perhatikan apakah itu berguna, tidak begitu berguna atau bahkan tidak berguna sama sekali.
2.    Kejahatan sekuler. Dalam cerita film selalu ada tokoh baik dan jahat. Kebaikan biasanya diciptakan oleh si penulis cerita, bukan berdasarkan standar Tuhan atau alkitab. Demikian pula dengan kejahatan, sehingga bisa terjadi yang baik dianggap jahat dan yang jahat dibilang baik. Juga terciptanya daerah “abu-abu” dimana si tokoh utama biasanya hidup di sini. Ia tidak jahat tetapi juga tidak seperti malaikat. Tercipta juga “bohong putih” atau bohong untuk “kebaikan”. Pembunuhan, pemerkosaan, freesex menjadi sesuatu yang biasa. Tuhan mengajarkan segala sesuatu yang bukan dari Tuhan maka sebenarnya berasal dari si iblis.
3.    Individualisme. Media massa kini sering menyentuh keegoisan manusia, setiap kita di dunia adalah untuk melayani diri sendiri, untuk memaksimalkan kesenangan pribadi dan untuk mengikuti jalan kita sendiri menuju kebebasan. Padahal siapa yang bisa hidup sendiri tanpa bantuan orang lain?
4.    Keindahan luar. Dunia hiburan mengagungkan keindahan luar seperti kecantikan luar, bentuk tubuh, busana mewah, trend gaya dsb. Padahal yang Tuhan lihat dan yang paling penting adalah apa yang dari dalam/ hati kita.

Hanya Alat
Lalu bagaimana? Apakah anak Tuhan harus hidup “aneh”, jauh dari teknologi, nggak nonton TV, nggak pake komputer, telepon, dsb? Bahkan menganggap semua teknologi termasuk TV adalah alat si iblis?

Sebaiknya untuk praktisnya perhatikan beberapa hal di bawah ini:
1.    Kita bisa menggunakan teknologi (termasuk TV) untuk memuliakan Tuhan, memperbesar kapasitas rohani kita dan juga orang lain, seperti menonton atau membuat acara rohani.
2.    Segala sesuatu diperbolehkan tapi apakah segala sesuatu itu berguna? Manfaatkan TV untuk hal-hal yang berguna, seperti untuk belajar, menambah wawasan, menambah informasi, ataupun sebagai sarana hiburan sekedar melepas kejenuhan. Kurangi menonton hal-hal yang dapat berpengaruh buruk dan merusak pikiran kita.
3.    Jangan sampai kita terikat oleh TV. Berapa lama kita diam di depan TV? Apakah melebihi lamanya waktu kita dengan Tuhan atau keluarga? Ketika waktunya Tuhan minta kita untuk berdoa atau pergi ke persekutuan/ kebaktian atau melayani atau setidaknya membantu ortu apakah kita lebih memilih menonton acara kesukaan kita?
4.    Perhatikan juga keempat poin dampak dunia hiburan di atas, apakah ada yang mempengaruhi kita? Apakah kita menjadi boros karena selalu tertarik untuk membeli apa yang diiklankan atau yang dipakai si tokoh cerita? Apakah kita jadi tidak lagi mengerti dengan jelas mengenai standar kebenaran Tuhan? Apakah kita mengidolakan (memberhalakan) seseorang/ tokoh/ selebriti?

TV hanyalah sebuah alat, ia bisa dipakai oleh iblis ataupun oleh Tuhan. Tinggal bagaimana sikap kita terhadap teknologi itu. (F!ig)

Wednesday, April 28, 2010

MUSIK DAN PENELITIAN

Harus kita akui, kalo MTV itu media terbesar yang dipakai untuk menyalurkan informasi musik dunia. Menurut survei, rata-rata remaja menonton 10 jam MTV tiap minggu dibandingkan dengan 1.5 jam setiap minggu di gereja. Namun ternyata MTV lebih dari sekedar saluran musik.

“Sejak semula kami mengambil satu keputusan inti, bahwa kami akan menjadi corong kaum muda. Kami sedang membangun lebih dari sekedar saluran, kami sedang membangun sebuah kultur yang bertujuan menguasai budaya remaja di seluruh dunia” – dikutip dari ucapan Robert Pittman, mantan Direktur Eksekutif dan Pelaksana MTV.

Konon dalam 10 tahun, MTV telah mengudarakan sekitar 8000 video musik. Masalahnya sekarang, pengaruh apa yang sudah masuk dalam hidup anak muda dari pemutaran video klip 24 jam di MTV ini?

MUSIK & MTV DI MATA KAMU…


gF! sedikit melakukan wawancara dengan anak-anak muda dan pencinta musik mengenai musik dan juga MTV, ini dia kata mereka:

Saya suka dengerin musik. Kalo lagi bosen, dengerin musik itu jadi alternatif supaya suasana nggak sepi.  -- Buchanan, 15 thn, SMU Theresia, kelas 1


Dengan musik saya dapat menghibur diri sendiri dan membangkitkan semangat. -- Brennan, 14 thn, SMP Tarsisius I


Saya suka nonton MTV karena: pertama, saya hobi musik dan yang kedua, berhubungan dengan kerjaan juga. Musik itu teman saya, walaupun saya tidak bisa memainkan alat musik. Saya cenderung menghabiskan waktu dengan musik. Nggak MTV aja sih, tapi denger CD atau kaset. Kadang saya nyalain TV aja. Karena menurut saya, musik tuh bawa mood juga. Mood kita bisa berubah kalo denger musik. Contohnya, kalo kita lagi bete, musik bisa memotivasi. Pada dasarnya tujuan MTV hanya sekedar hiburan. Hampir semua acara MTV saya suka, asal nggak terlalu metal. Kalo nggak ada musik? Wah... susah juga kalo sampe nggak ada -- Pierre Rolland, artis

Semua aliran musik saya suka. Menurut pandangan saya sebagai musisi dunia, MTV itu a big industry, suatu produk musik ter-organize begitu rupa, mulai dari cara berpakaiannya, cara bicaranya, dll. Jadi bukan sekedar stasiun TV saja, tapi sudah jadi bagian trendsetter-nya anak-anak muda. Saya sendiri nggak terlalu nonton MTV. Menurut saya, MTV nggak bagus untuk anak muda karena budayanya menciptakan suatu idola dan kata-katanya meracuni. Nggak baik. Efeknya gede banget. Anak-anak muda sekarang, apa yang sedang 'in' pasti diikutin. Visi saya di tahun 2001 ini, seimbangkan antara sekuler dan rohani, ini juga pesan terakhir almarhum ibu saya sebelum dia meninggal satu bulan yang lalu. -- Arry Lasso, musisi

Aku jarang nonton MTV. Tapi suatu kali saya sempat lama banget nonton MTV, dan efeknya, rohani saya jadi turun. – Tessy, 20 thn, Universitas Pelita Harapan

Saya suka denger musik. Selain musik rohani, ya musik barat. Meski suka, saya jarang nonton MTV. Tapi kalo nggak nonton juga nggak apa-apa sih. Kalo video klip yang ‘serem-serem’, saya nggak nonton. Udah ngertilah. Saya suka Bon Jovi, Roxette. – Fang-Fang, 24 thn

Menurut saya MTV bisa dipakai iblis. -- Lukas, 22 thn, IBiI

Saya sebetulnya agak kuatir dengan perkembangan videoklip musik sekuler, sisi negatifnya banyak. Apalagi saya punya anak-anak remaja. Mereka suka West Life, Britney Spears. Mereka sih suka musiknya saja, tapi seringkali efek dari penampilan klipnya cukup berbahaya untuk diserap. Sebetulnya begitulah dunia entertainment yang dikemas sedemikian rupa supaya produknya terjual banyak, tapi dari apresiasi musik, saya pikir tidak perlu gambar. Banyak penelitian yang menemukan bahwa sebenarnya MTV itu banyak sekali efek negatifnya. Contohnya dari perilaku yang ditampilkan dalam klip-klip, misalnya gaya berpakaian yg seronok, adegan-adegan yang tidak pantas dilihat – Erwin Badudu, music arranger





MUSIK DAN PENGARUHNYA

"Music is used everywhere to condition the human mind. It can be just as powerful as a drug and much more dangerous, because nobody takes musical manipulation very seriously."

(Family Weekly, January 30, 1983, p. 15)

Jika suatu jenis musik sesuai dan dapat diterima oleh tubuh manusia, maka tubuh akan bereaksi dengan mengeluarkan sejenis hormon (serotonin). Efeknya dapat menimbulkan rasa nikmat dan senang, sehingga tubuh akan menjadi lebih kuat dan sehat, akibat meningkatnya  sistem kekebalan tubuh -- riset terpisah oleh Dr. John Diamond dan Dr David Nobel. Contoh: jenis irama pada musik rock and roll, disco, metal, dan irama lain yang memiliki ‘Anapestic Beat’ (2 beat pendek, 1 beat panjang, dan kemudian pause) merupakan irama yang berlawanan dengan irama denyut jantung manusia. Bila dua jenis irama yang antagonis ini bertemu maka seluruh sel-sel otot pada tubuh manusia (khususnya sel jantung) akan melemah dan lambat laun sel-sel otot jantung dapat rusak (Nekrosis)

Konvensional yang digabung dengan musik, punyai efek menyembuhkan dan dapat membuat pasien di rumah sakit menjadi lebih responsif terhadap terapi dan obat-obatan yang diberikan. Jenis musik yang digunakan ialah musik klasik seperti Vivaldi dan Mozart. Para dokter bedah lain di AS selalu mendengarkan musik ketika sedang mengoperasi pasien. Menurut mereka, musik yang dipasang di kamar operasi dapat membuat semua staf dan suasana pembedahan menjadi lebih rileks dan santai, sehingga hasil operasi yang diinginkan lebih optimal – riset Dr Clyde L. Nash, tercantum dalam majalah Reader Digest edisi Agustus 1992, yang berjudul “Music’s susprising power to Heal” (Musik mempunyai kuasa untuk menyembuhkan)

Bayi-bayi yang lahir prematur akan mengalami pertambahan berat badan yang sangat cepat, caranya dengan memperdengarkan musik yang lembut (digabung dengan suara rahim) dalam kamar perawatannya, minimal 30-60 menit setiap hari. Dampaknya: masa rawat bayi-bayi prematur lebih cepat 1-2 minggu, karena pertumbuhannya jadi lebih pesat dan sehat. Musik lembut yang didengarkan secara teratur juga dapat menurunkan tekanan darah, merangsang peningkatan hormon Endorhins (Natural Pain Relieves) dan S-IgA (Immunoglobulin, kelenjar ludah tipe A, yang merupakan zat kekebalan tubuh dan berfungsi untuk mempercepat proses penyembuhan dan penurunan denyut nadi jantung manusia) - Lembaga riset kedokteran ilmu perawatan UCLA dan George Baptist Medical Centre, Atlanta

Pada kasus-kasus serangan jantung, dimana pasien memerlukan perawatan intensif, alunan musik lembut sepanjang 1,5 jam memiliki efek terapi yang sama dengan 10 mg Valium -- Dr Raymond Bahr (ahli jantung) dan Kepala Bagian ICCU di Baltimore’s St. Agnes Hospital US

Secara medis, dapat dibuktikan bahwa irama musik rock sangat bertentangan dengan irama tubuh yang lazim. Getaran-getaran bass yang berfrekuensi rendah dan dentuman drum yang hebat mempunyai pengaruh langsung terhadap kelenjar laki-laki dan perempuan. Ketidakseimbangan pada otak terjadi karena dentaman yang tidak putus-putus pada musik. Dampak akhirnya ialah pembebanan yang terlalu berat terhadap hormon-hormon yang dapat mengakibatkan kontrol moral berkurang atau hilang sama sekali.

Pengaruh cahaya dari lampu-lampu sorot di diskotik maupun konser musik rock, akan semakin memperburuk keadaan. Ini mengakibatkan hancurnya semua kontrol moral. Orang kehilangan daya pikir dan berada dalam kekuasaan suatu pengaruh. Lampu-lampu yang terus berubah warna dan intensitasnya menyebabkan orang merasa kacau dan terganggu reflek-reflek alamiah mereka. Pergantian dari terang ke gelap sebanyak enam sampai tujuh kali perdetik cukup untuk menghalangi daya lihat (jarak antara obyek dengan penonton). Bila pergantian terang-gelap mencapai 26 kali per detik, maka gelombang-gelombang alfa di dalam otak terpengaruh dan kemampuan konsentrasi berkurang. Jika pergantian antara terang dan gelap terjadi lebih cepat lagi dan selama waktu yang panjang, maka kontrol atas akal yang sehat bisa hilang sama sekali.

Pada prinsipnya semua sistem dalam tubuh manusia dijalankan oleh suatu irama tubuh yang sangat teratur dan mengikuti pola tertentu. Contohnya, irama denyut jantung dan nadi, aliran nafas, langkah kaki, kedipan mata, cara bicara, dan bahasa. Semuanya merupakan irama musik alamiah yang diciptakan oleh Allah untuk memuji DIA. Setiap bunyi-bunyian atau irama musik yang didengar oleh telinga jasmani manusia dapat mempengaruhi fungsi anatomi dan faal tubuh. Contohnya, bunyi-bunyian suara alam (angin, hujan, aliran air, ombak, jangkrik, dll) serta lagu-lagu klasik yang dapat membuat kita bersemangat dan bergairah.



APA YANG MUSIK BISA LAKUKAN?



Wow... seorang non kristen melakukan penelitian dan menarik banyak kesimpulan tentang apa yang bisa dilakukan musik dalam pikiran manusia, hasilnya antara lain:

  1. Efek ketagihan dan ketergantungan musik rock dan metal pada anak-anak berusia 10-20 tahun menimbulkan reaksi ketidakpedulian, yang efeknya hampir sama dengan dampak dari ketergantungan terhadap obat-obat terlarang.

  2. Musik merupakan media dan pusat pendidikan paling efektif bagi anak-anak.

  3. Musik dapat membuat seseorang  keluar dari akal sehatnya dan dapat mengakibatkan timbulnya tingkah laku aneh yang sesuai dengan pesan dan isi lirik lagu atau musik yang didengarnya.

  4. Musik dapat menghasilkan efek nafsu seks bebas yang tidak terkendali. Ini terbukti pada generasi muda di AS periode 1960-an.

  5. Musik dapat merubah kebudayaan suatu generasi.

  6. Musik mempunyai efek therapi/pengobatan dan efek merusak pada tubuh manusia.  Musik dapat membuat tubuh manusia jadi sehat atau sakit.


(The Closing of American Mind -- Even Allan Bloom)











Wednesday, October 24, 2007

PERUMPAMAAN PETER PARKER


Saya nemuin gambar ini somewhere di internet. Lucu juga kalo dibaca. Yesus memberi perumpamaan pada murid-muridNya tentang seorang Peter Parker yang loser dan bodoh dimata manusia lalu dijadikan kuat dan superhero untuk mempermalukan musuh-musuhnya.

Friday, May 18, 2007

INDONESIAN IDOL 2007

Kita berharap, anak-anak Tuhan yang menjadi public figure di masayarakat dapay menjadi garam dan terang, atau seenggaknya gak jadi batu sandungan deh. So mari kita berdoa buat para calon-calon artis kayak Idol 2007 mendatang.
Wakil anak Tuhan di Idol kali ini cuman ada 4 orang. Kalo mau dukung, boleh aja. Asal bijak deh sama pulsa. Tinggal ketik NAMA kirim SMS ke 9288

Fandy Gaby
WilsonSteve

Thursday, May 10, 2007

TUKUL ALKITABIAH

Gara-gara orang-orang ngomongin terus si Tukul Arwana, gwe jadi penasaran pengen nonton acara Empat Mata di Trans7. Ternyata... yaa... lumayan lucu. Tapi ada yang unik dari acara ini, terutama dari Tukul.

Tukul kini jadi fenomena, gimana seorang katro en ndeso bisa ngehost acara talkshow yang biasanya dipandu orang pinter. Tapi gwe sekarang malah berpendapat Tukul lebih keren daripada host-host yang pinter! Kadang host yang lain suka basa-basi or nyari-nyari kata-kata bijak, atau komentarnya malah klise, tapi nggak dengan Tukul. Komentarnya dia ambil dari hidupnya. Kata-kata bijaknya dia ambil dari prilaku sehari-harinya.

Tapi bukan itu yang gwe mau tulis. Selama gwe nonton tiap harinya acara ini, gwe nemuin komentar-komentar Tukul yang 'alkitabiah'! Walaah.... becanda loe! Secara Tukul kan bukan orang Kristen, hehe. Lho, itu bukti bahwa ajaran Alkitab memang adalah ajaran bijak yang bisa diterima oleh siapa aja. Memang sih, Tukul gak ngambil itu dari Alkitab, mungkin dia denger dari temen, atau memang dia biasa melakukannya.

Contohnya apa aja sih? Penasaran ya! Ini dia beberapa celotehan yang diucapin Tukul pas show yang udah gwe temuin. Kalimat persisnya sih gwe gak tau, soalnya gak dicatet, cuman diinget aja.

1. "Kalo tangan kanan kita memberi, tangan kiri gak boleh tau!"
Firman Tuhan bilang: "Tetapi jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu." (Matius 66:3).

2. "Kalo kita pengen besar, kita harus membesarkan orang lain dulu!"
Firman Tuhan bilang: "Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan barangsiapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hambamu" (Matius 20:26-27).

3. "Kekuranganku adalah berkah untukku"
"Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat." (2 Korintus 12:10)

4. "Siapa membuka rejeki buat orang lain, rejeki kitapun akan terbuka"
Firman Tuhan bilang: "Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu." (Lukas 6:38).

5. "Tampangku memang jelek, but my heart is goooood!"
"Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati." (1 Samuel 16:7b)

Tuesday, May 1, 2007

YANG LEMAH YANG DIBELA


Waktu kecil (atau mungkin sampe sekarang) kita pasti seneng ama film-filmnya Donal Bebek atau Tom & Jerry.
Seru abis deh kalo udah Chip & Dale (atau di terjemakan jadi Kiki dan Koko), dua bajing musuh bebuyutan Donal, keluar en ngerjain si Donal yang selalu sial.
Atau waktu Jerry mencuri makanannya Tom, tapi yang diusir ama yang punya rumah malah si Tomnya. Hahaha. Lucu.


Padahal, kalo kita renungkan, di situ terdapat paham: "Yang Kecil Yang Menang" atau yang lemah yang dibela. Mau benar atau salah. Pokoknya yang kecil atau yang lemah harus menang.


Gue perhatiin juga di tipi-tipi kita, terutama siaran berita, narasinya udah rada-rada gak objektif. Yang dibela adalah yang kecil, bukan yang benar. Sekalipun yang kecil yang salah, teuteup aja yang disalahin yang gede (atau pemerintah). Misalnya, rumah kumuh digusur, atau pedagang kaki-lima diusir pasti nyalahin pemerintah (padahal yang salah kan yang bangun gubuk en kaki-limanya). Soal mereka miskin gara-gara pemerintah yang kurang peduli kesejahteeraan rakyat... itu soal lain lagi. Apakah dengan kita miskin lalu kita dibenarkan untuk melanggar peraturan?



MamaOla